MUJAHADAH CINTA ZAKIA HUMAIRA

MUJAHADAH CINTA ZAKIA HUMAIRA
kia ke kampus


__ADS_3

Tomi sedang membolak-balikan berkas yang sudah menumpuk di hadapannya, itu baru sebagian saja karena yang sebagian sudah di kerjakan oleh Zidan. Kiran masuk untuk memberikan laporan nya lagi kepada Tomi, sungguh menguras tenaga dan pikiran bagi semua karyawan Hamdan. namun Hamdan selalu memberi bonus kepada karyawan hingga membuat karyawan selalu bersemangat. mungkin karena Tomi baru awal masuk di perusahaan Hamdan ia sangat heran begitu banyaknya.


" masuk saja tidak di kunci" Tomi masih dengan berkasnya tanpa tau siapa yang mengantar berkas.


" ini laporannya kak, silahkan kakak periksa"


" eh kamu Kiran iya taruh situ saja nanti akan saya periksa."


" oke kak saya permisi"


" tunggu, Kiran apa sebanyak ini pekerjaan hamdan di kantor setiap hari."


Kiran tertawa kecil melihat wajah Tomi yang sedikit kesal dan lelah.


" itu belum seberapa kak hanya sebagian, yang sebagian kak Zidan yang menghandel" ucap Kiran.


" benar-benar luar biasa Hamdan ini pantas saja ia sekarang tak pernah punya waktu untuk nongkrong sama kita."


" yah begitulah kak, pekerja keras kak Hamdan hingga meski masih dalam bangku kuliah ia sudah sukses".


" Bahkan nilai kuliah nya pun tak menurun sama sekali, luar biasa". Tomi masih terheran-heran melihat begitu sibuknya di kantor, bahkan semua karyawan sangat serius mengerjakan tugasnya masing-masing.


" Karyawan selalu mendapatkan bonus kak, makanya karyawan di sini bekerjanya semangat tanpa ada yang mengeluh sedikitpun".


" salut aku dengannya Kiran, baru tau kalau pekerjaan dia banyak sekali begini. tau gitu dari dulu aku bantuin dia."


" yah begitulah kak, semangat kak Tomi ya buat bantuin kak Hamdan."


" bismillah, semangat " Tomi mengepalkan tangannya ke atas menunjukkan motivasi agar dirinya tetap semangat. Kiran hanya tertawa cekikikan, Tomi dari dulu sikapnya bikin ngakak suka ngebanyol.


Kiran lalu pamit ia harus bekerja kembali, Tomi juga meneruskan pekerjaannya. ia lebih lebih serius lagi, tak pernah di bayangkan jika akan serepot ini. Ia berfikir tak bisa lagi nongkrong seperti biasa.


****


Di Australia Hamdan di sibukkan dengan pekerjaannya, bahkan ia lupa dengan status nya sekarang sebagai suami. di saat siang ada pesan masuk di handphone nya, ternyata sang istri baru ia ingat jika dia sudah punya istri.


' mas jangan lupa makan jaga kesehatan, maaf aku lancang mengirim pesan terlebih dahulu'


deg jantung hamdan berdetak, pasalnya ia lupa hal sekecil itu. setidaknya meski belum tau siapa istrinya ia harus punya sedikit perhatian.

__ADS_1


' tidak apa-apa terimakasih sudah mengingatkan, maaf jika saya tak sempat mengirim pesan saya masih sibuk' balas Hamdan .


Hamdan benar-benar masih canggung ia pun tak membalas dengan kata-kata manis hanya datar saja. Zakia maklum mungkin memang karena mereka baru, Zakia pun tak tau jika Hamdan tidak tau soal dia adalah istrinya. yang Zakia tau Hamdan sudah tau semuanya, namun Zakia bahagia saat pesannya sudah terbalas.


' mas izin ke kampus ya '


' iya silahkan, jika mau pergi tidak apa pergi saja tidak perlu izin. izin sama umma sudah cukup '.


' terimakasih mas, aku mau pergi dulu. assalamu'alaikum '.


' wa'alaikumsalam '


'benar yang umma katakan dia wanita yang salihah, apa aku bisa mencintai nya ya Allah. setiap aku mau tidur dan saat sendiri hanya bayangan mata kia saja yang terlintas'. batin Hamdan.


Umma tidak membiarkan zakia sendirian ia harus di antar supir kemanapun pergi. Sebenarnya Zakia izin mau naik taksi saja, namun Abah dan umma mencegahnya. Zakia nurut saja, setelah urusan rumah beres ia pergi ke kampus. malam tadi adalah malam pertama Zakia tidur di kamar Hamdan, ia sangat mengagumi kamar suaminya tampak rapi dan harum. Terpampang foto Hamdan yang sedang berada di atas motor sport nya dengan memegang helm di tangannya, tampak sangat tampan Zakia mengagumi suaminya itu. sekarang sudah halal baginya lebih dalam mengagumi dan selalu menyelipkan nama di setiap doanya.


" kia tunggu aku" Aulia berlari mengejar kia saat tau kia turun dari mobil. Menurut Aulia mobil yang di tumpangi kia berbeda dari biasanya.


" cepetan sebentar lagi masuk kita ada kuis"


" iya iya, siapa yang anter kamu kia". tanya Aulia penasaran.


" beda dari biasanya, memang mobil kak Zidan ganti".


" tidak mobil kak Zidan tetap itu mobil Abah. "


" Abah,siapa..."


" ih kepo ayo cepat masuk".


" aku pingin tau kia, jawab dong." kia tetap saja berjalan, ia tak ingin memberitahu Aulia soal pernikahan nya. karena belum ada bukti makanya kia memilih diam. Aulia di perjalanan merengek meminta penjelasan dari KIA namun kia mengabaikan saja ia berjalan lurus masuk ke kelas nya.


" awas ya sekarang kamu main rahasia-rahasiaan ke aku."


" siapa yang merahasiakan, kan aku udah bilang kalau mobil Abah. kerabat Abi sudahkan". Aulia hanya ber oh ria kembali mengikuti kia masuk kelas.


Setelah selesai melaksanakan kuis kia harus segera pulang, kini status nya sudah beda bukan mahasiswi yang punya kebebasan waktu. apapun yang akan ia lakukan atas izin suami, ia tidak ingin membuat kesan yang tak baik di hadapan keluarga suaminya. suara handphone kia berdering kia langsung cekatan mengangkat nya.


" assalamu'alaikum kak"

__ADS_1


" wa'alaikumsalam, kamu di mana kia"


" kia ada di kampus mau pulang"


" naik taksi kia".


" tidak kak, Abah menyediakan supir untuk kia"


" MasyaAlloh dek mertua mu menyayangimu lebih dari kakak".


" buat kia kakak tetap kakak yang paling baik sedunia" Zidan tersenyum dari seberang telepon.


" kak kia pulang dulu ya ini mobilnya sudah jemput".


" iya kamu hati-hati di jalan, jaga kesehatan, jangan lupa makan teratur."


" siap kakakku paling baik" kia menutup teleponnya ia lalu masuk mobil bergegas pulang.


***


Sudah satu Minggu jadwalnya Hamdan pulang namun ia tidak pulang singgah dulu di Australia, rasanya ia belum siap menemui istrinya.


' kenapa aku pengecut sekali soal perempuan, ya Allah belum sanggup aku harus menemui wanita itu '. Hamdan masih berada dalam kamar hotelnya.


" beneran kamu tak ikut pulang hari ini,"


" iya mungkin lusa aku pulang Mr Jack".


" aku duluan ya, tak bisa aku jauh lama-lama dari istri." Mr Jack lagi bersiap siang ini ia akan pulang.


" iya Mr Jack aku ingin berlibur di sini dulu menikmati negara ini".


" tidak asyik Hamdan, enak liburan bersama istri. ayo kita pulang saja istrimu pasti sudah menanti."


" silahkan duluan Mr Jack "


" jangan jadi pengecut, hadapi kehidupan ini meski apapun yang terjadi. Pengalamanku sudah banyak apalagi tentang cinta, dan kini aku menemukan cintaku lagi Almira. Meski saat itu aku sangat terpukul kehilangan istriku namun aku terus berusaha untuk berjalan ke depan. tak baik menghindari Hamdan, lebih baik segera selesaikan apalagi kamu sudah mengucapkan ijab Kabul di hadapan penghulu."


Hamdan pun tampak berfikir, benar yang dikatakan Mr Jack tak baik aku menghindar terus, mau sampai kapan lagi.

__ADS_1


bersambung.


__ADS_2