
" wah apakah dia hamil". tanya Azzam.
" hamil...aku, astaghfirullah kenapa aku tak berfikir sampai ke situ". Almira tampak berbinar wajahnya. beda dengan Mr Jack justru malah terlihat sedih tak ada semangat.
" selamat ya Al sehat ibu dan bayi hingga saatnya tiba".
" terimakasih zam". Azzam kemudian melanjutkan jalannya menemui sang istri yang berada di dalam kamar sedang menyusui kedua jagoan, karena jika tidak di minumkan akan terasa penuh dan sakit.
" Alhamdulillah mas, semua benar apa yang dikatakan Azzam". tak ada respon dari Mr Jack.
" mas kamu kenapa apa tidak senang jika aku hamil, nasib seseorang tak sama mas kita berdoa semoga akan baik-baik saja. mungkin memang waktunya dulu istri mas meninggal, waktunya hanya sampai di situ. beri Almira kekuatan untuk menjalani semua ini mas agar Almira dan calon bayi ini sehat hingga Almira melahirkan". Almira mengusap lengan Jack kemudian menangkup kedua pipi suaminya itu yang tampak sedih.
" aku sebenarnya tak peduli jika kita tak punya anak, aku takut sayang. takut akan terjadi lagi".
" jangan pernah berfikiran hal yang belum pernah terjadi sayang. kita harus yakin dan berfikir positif, kita sama-sama berjuang ya. sudah saatnya Allah akan menitipkan kepada kita. sampai rumah nanti Almira akan tes, semoga saja benar Almira hamil mas." Almira sangat senang jika dia bisa memberi suaminya anak
huuek..hueekkk.
kembali Almira muntah lagi karena bau yang ia anggap membuat nya mual. Mr Jack panik lalu mengikuti istri nya ke belakang.
***
Di sisi lain masih ada pasangan yang nampak berbahagia berada di pelaminan. pasangan yang sangat terlihat cocok dengan postur tubuh Zakia tak begitu pendek.
" mas tamunya banyak sekali"...
" kenapa sayang kamu lelah, namanya juga dari beberapa penjuru keluarga sayang juga kolega bisnis mas semua datang mungkin Tomi yang mengundang dengan campur tangan Zidan tentunya, karena Zidan yang tau semuanya." jawab Hamdan melihat ke arah istrinya yang tampak kelelahan.
" lelah memang ia mas, tapi ngga enak kalau zakia meninggalkan acara. biar Zakia menemani mas saja, Zakia kuat kok mas insyaAlloh". Hamdan tersenyum kemudian mengelus kepala istrinya. sebenarnya Hamdan kasihan melihat Zakia yang tampak kelelahan tapi tak mungkin juga ia meninggalkan pesta yang masih sangat ramai ini. Hamdan juga tak menyangka jika semuanya akan datang ke pestanya. hilir mudik orang memberikan selamat kepada kedua pengantin.
__ADS_1
" kak Hamdan kak kia Aurel mau foto sama kakak boleh". kia yang mendengar suara Aurel sangat senang sekali, Aurel bisa ikut berbahagia bersama mereka semua.
" boleh dong sayang, sini yuk kita foto bareng." beberapa fose di lakukan Aurel dengan Zidan yang terus membidik nya.
" terimakasih kakak, semoga kakak selalu bahagia dan semoga kak Zidan cepat menyusul juga. ha...." Aurel tertawa mengejek Zidan.
" awas ya kamu anak kecil kakak balas ".
" kak Zidan tunggu, Aurel mau ngomong". seketika Zidan berhenti saat akan berjalan menghampiri Aurel di pelaminan.
" jangan tunggu Aurel dewasa ya kak, Aurel tak mau pasti nanti kakak sudah tua berjalan saja sudah tak tegak. ha...." kembali Aurel tertawa lebar ia bersembunyi di belakang Hamdan dan kia, Hamdan dan kia pun ikut tertawa terbahak-bahak.
" dasar bocah memang aku pedofil, kelamaan juga tunggu kamu mendingan sama kakak kamu tuh Kiran". Zidan langsung menutup mulutnya yang keceplosan, Hamdan dan kia sudah tau jawabannya siapa yang Zidan incar selama ini.
" aku mendukungmu kakak ipar". ucap Hamdan sambil terkekeh.
" Aurel siap jadi Mak comblang". ucap Aurel kini ia berani keluar dari persembunyiannya.
" Hua...... kalian semangat amat, aku hanya bercanda". kemudian Zidan pergi meninggalkan mereka. kia, Hamdan dan Aurel masih terkekeh.
" mungkin benar kak Zidan menyukai Kiran mas".
" sepertinya ia apalagi mereka sering bersama, mudah-mudahan cintanya tidak bertepuk sebelah tangan".
" aamiin, mas sudah kenal Kiran sejak lama".
" sejak aku masih SMA, dia giat sekali anaknya sangat penyemangat pantang menyerah aku salut dengannya anak yang mandiri."
" semoga mereka berjodoh ya mas, kita juga sudah mengenal Kiran." Hamdan tersenyum melihat mata istrinya kemudian mengecup tangannya.
__ADS_1
" kakak masih ada anak kecil" . Aurel keluar dari sela keduanya, mereka lupa jika di situ masih ada Aurel yang berdiri menyimak nya.
" maaf sayang kakak lupa terlalu bersemangat". kia terkekeh melihat wajah Hamdan seperti maling yang ketauan apalagi yang mereka hadapi Aurel si anak gemes dan cerewet tak ada rahasia di simpan Aurel yang tak terbongkar.
***
Pesta selesai dalam satu hari semua orang pamit untuk pulang, Azzam dan Aisha tak bisa menginap mereka harus pulang karena ada keluarga dari kampung yang akan bermalam di rumahnya. hari ini Ammar dan Ameer sungguh tidak rewel kedua bocah itu ikut menikmati pestanya. Semuanya pamit Hamdan menuntun kia untuk ke atas ke kamarnya, terlihat sekali jika kia sangat lelah. tamunya banyak sekali hingga membuat semua pegawai kafe kelelahan melayani tamu. namun Hamdan bos yang sangat pengertian ia menambah bonus untuk para karyawan kafenya, membuat karyawan kafe jadi hilang lelahnya seketika. esok kafe akan tutup selama dua hari, Hamdan tak ingin pekerjanya sakit ia menyuruh seluruh karyawan beristirahat dan akan bukak lagi lusa. tak ada yang tak betah bekerja di kafe Hamdan, Hamdan sangat mengharapkan kerja keras para karyawan bahkan sering memberi bonus jika kafe ramai.
" kia mandi dulu ya mas," kia kemudian masuk ke dalam Hamdan masih sibuk dengan laptopnya ada yang harus ia urus sebentar. tidak perlu waktu lama kia selesai kia duduk di depan meja rias berniat untuk mengeringkan rambutnya namun tangannya di cekal oleh Hamdan.
" biar mas saja yang bantu, rambutmu panjang halus juga mas suka baunya harum. kamu merawatnya dengan baik sayang terimakasih." kia tersenyum malu saat di puji oleh suaminya.
" sama-sama mas, kia juga berterima kasih sudah mau menerima kia".
" maaf sayang kemarin aku bener salah paham, oh ya kamu sudah selesai" kia tersenyum malu.
" belum mas mungkin dua hari lagi".
" kenapa lama sayang ". kia terkekeh melihat suaminya merajuk.
" belum saatnya mas, maaf".
" mas harus banyakin sabarnya nih, ya udah kamu istirahat mas mandi dulu". kia mengangguk lalu menyiapkan pakaian suaminya dan merebahkan tubuhnya, Hamdan berlalu menuju kamar mandi.
kia kembali murajaah hafalannya, itu adalah kebiasaannya saat ia akan tidur. kia merebahkan tubuhnya tanpa di rasa ia terlelap. Hamdan keluar kamar mandi ia tersenyum melihat istrinya yang sudah tertidur pulas. kia memang sangat lelah, Hamdan membenarkan posisi istrinya, mengecup kening sang istri.
______
bersambung
__ADS_1