
Semua sudah di persiapkan Tomi dengan matang, dari mulai urusan konsumsi sampai wedding organizer. Hamdan dan kia sudah fitting baju di butik langganan umma, pilihan tepat di gaun syar'i yang tidak ketat di lengkapi dengan cadarnya. Hamdan menggunakan setelan tuxedo berwarna putih tulang, wajahnya yang masih sangat muda benar-benar terlihat tampan. meskipun kia memakai cadar tetap anggun dan cantik dari sorotan matanya yang sangat menawan.
" Yara ini benar Hamdan sudah menikah". Anita yang mendapat undangan dari Aris sangat syok, laki-laki yang di cintai nya justru lebih dulu menikah. Anita menangis saat ia berada di kampus kemudian Yara menenangkan.
" tenang Anita sebelum janur kuning melengkung kita masih ada kesempatan". Yara mengusap pundak Anita, Yara tau sejak SMA kalau Anita sangat menyukai Hamdan.
" kamu lihat undangan ini mereka sudah mahram Yara, Hamdan tak mungkin mau memegang tangan orang yang bukan mahram nya. semua foto menunjukkan jika mereka sudah menikah, undangan ini tinggal resepsi saja." Anita menunjukkan foto pada undangan Hamdan dan Zakia yang sangat mesra. Yara kemudian meneliti bahwa apa yang di katakan sahabat nya itu benar.
" Lihat kamu foto wanitanya, bukankah ini adik tingkat kita. dia juga kuliah di kampus ini kamu ingat wanita bercadar itu." Anita mengingat dengan memperhatikan foto wanitanya.
" Sepertinya betul Yara dia adik tingkat kita".
" kamu tau Yara aku merubah penampilan ku karena Hamdan, ternyata masih kurang ia menyukai wanita yang bahkan wajahnya saja tidak terlihat. hiks..hiks.." Anita tak bisa menahan.
" Sabar ya nit "
" aku kira ia menolakku karena menunggu dia lulus dan kita akan menikah, ternyata.. hiks...hiks..." Anita menangis di pundak Yara, Yara terus menenangkan.
" iya semoga kamu akan mendapatkan yang lebih baik dari Hamdan, di dunia ini masih banyak laki-laki yang tampan melebihi Hamdan."
" tapi aku mencintai Hamdan Yara,". Anita merajuk ia benar-benar seperti tak percaya dengan berita ini bahkan mereka belum wisuda dan wanita nya masih kuliah.
Tomi dan Aris berjalan bersama keluar dari dalam setelah mereka menyebarkan undangan di kampus, banyak adik tingkat mereka yang kecewa banyak juga yang kagum ternyata tipe istri yang Hamdan cari adalah Zakia. Hamdan terkenal karena gengnya yang punya wajah tampan apalagi dulu ia sangat mempesona selalu membawa motor sportnya, Hamdan juga ramah kepada semua orang membuat banyak yang kagum.
" tomiiii...." panggil Yara.
" ya Allah nenek lampir Tom panggil kita". ucap Aris sambil berjalan nyumput dibelakang tubuh Tomi.
" ada apa sih teriak-teriak " Tomi mendekati Anita dan Yara.
" kamu lihat ini". Yara menyodorkan undangannya.
__ADS_1
" oh itu iya besok Sabtu saja kalian datang ya ". Tomi belum sadar jika Anita dengan mata sembabnya.
" kenapa kami tidak tahu, kalian menyembunyikan ini semua dari kami tom". cecar Yara dengan mata melotot dan suara yang sudah meninggi.
" kami saja tidak tahu Yara, kami tahu setelah mereka sah".
" maksudnya apa".
" walaupun aku bekerja di kantor Hamdan tapi tak begitu tau pribadi Hamdan, kalian tau kan selama kita sahabatan dengannya ada yang tau seperti bagaimana aslinya Hamdan. ia sangat rapi menyembunyikan kepribadian nya, dan pernikahan itu terjadi karena perjodohan orang tuanya. Hamdan di jodohkan dan ijab kabul di lakukan sebelum Hamdan pergi ke Australia tempatnya di rumah sakit". jelas Tomi.
" Di rumah sakit, siapa yang sakit." tanya Anita kemudian.
" umma yang sakit dan Hamdan di paksa menikah saat itu juga".
" kenapa kayak di sinetron atau novel-novel gitu ceritanya, kasihan sekali Hamdan. terus ..." ucap Yara.
" terus apa ya terus begitu mereka menikah dan undangan ini adalah acara resepsi Sabtu besok".
" Hamdan menerima pernikahan ini tom tanpa adanya cinta".
" tapi ternyata hamdan mencintai gadis itu saat tau wanita yang umma jodohkan, kia adalah adik Zidan seseorang yang menjadi kepercayaan Hamdan di kantor. mereka sudah sering bertemu sebelumnya, Hamdan sudah menaruh hati jauh-jauh hari namun Hamdan tak pernah mengatakannya. Dia itu laki-laki tertutup untuk masalah cinta aku saja yang sahabat dekatnya tidak tau, maafkan aku Anita." Anita kembali menangis, Tomi dan Aris yang melihatnya jadi ngga enak hati mereka sahabatan sejak lama.
" Aku pamit ya mau ke kantor dulu, jangan sedih Anita kamu pasti mendapatkan yang lebih baik lagi dari seorang Hamdan". kata Tomi.
Tomi dan Aris pergi, Tomi melaju ke kantor sedangkan Aris di tugaskan untuk menyebar undangan. Aris juga sudah bekerja membantu papanya di kantor namun ia masih belum serius, sesekali saja jika ada yang penting ia ke kantor.
Sesampainya di kantor banyak karyawan yang terkejut dengan undangan yang mereka dapat dari tangan Tomi. Tidak ada yang tau jika bos besarnya pewaris tunggal perusahaan telah menikah, banyak yang penasaran dengan sosok wanitanya. Tak ada yang pernah tau jika Hamdan dekat dengan seorang wanita, ada yang bahagia juga ada yang sedih karena mereka mengharapkan ingin bersanding dengan bos besarnya.
" siapa ini wanitanya kenapa harus di tutupi mukanya, benar-benar ya wanita ini sungguh sangat beruntung". ucap Tiara salah satu karyawan di kantor. Zidan yang mendengar hanya senyum-senyum saja pasalnya banyak yang tidak tau jika itu adalah adik Zidan.
" iya lihatlah matanya cantik sekali bagaimana dengan wajahnya ya pasti bagai bidadari".
__ADS_1
" mukanya saja di tutupi mungkin tak secantik yang kalian bayangkan" . ada juga yang sewot tak suka.
" ssstttt... udah jangan gosip kita kembali bekerja yang jelas wanita itu sangat beruntung di nikahi oleh bos Hamdan yang tampan juga kaya". Tiara terkekeh.
" yang baik pasti dapat yang baik, tampan pasti dapatnya cantiklah".
" itu tentu pasti". Zidan kemudian menyahut membuat mereka akhirnya berhenti membicarakan bosnya. Hamdan adalah tangan kanan di kantor itu dan kini yang sering mengganti kan Hamdan memimpin rapat sehingga membuat nya juga di segani. mereka akhirnya kembali bekerja dengan perasaan tidak enak ada Zidan yang mendengar obrolan mereka saat jam kerja.
" Kak Zidan Alhamdulillah akhirnya kak Hamdan jadi juga menikah dengan kak Zakia". Kiran memandangi foto yang ada di undangan itu.
" Mereka berjodoh Kiran makanya mereka di pertemukan"
" Kiran ikut bahagia kak, kak Hamdan seseorang yang selama ini menjadi pelindung ku akhirnya ia bisa bersama dengan orang yang di cintai".
" kamu tau jika selama ini hamdan mencintai kia, Hamdan suka curhat dengan mu".
" tidak kak mana pernah, kak Hamdan itu tertutup orangnya. Kiran tau setiap ada kak kia kak Hamdan dari kejauhan selalu memperhatikan, mencuri-curi pandang. dari situ Kiran berkesimpulan jika kak Hamdan mencintai kak kia." jelas Kiran dengan masih memandangi foto undangan.
" ya begitu bos kita, diam-diam menghanyutkan". Zidan terkekeh.
" kak kia udah nikah, terus kapan kak Zidan nih". tanya Kiran sambil mengejek.
" menunggu kesiapan Kiran, kapan saja kakak sudah siap."
glek.
Kiran menelan salivanya niat ingin menggoda jadi balik ia yang tergoda. Zidan terkekeh melihat ekspresi Kiran, kemudian Zidan meninggalkan Kiran yang masih mematung.
" astaghfirullah, ih kak Zidan pasti cuma bercanda saja emang kebiasaan nya kan begitu" Kiran berkata pada dirinya sendiri, ia terkekeh juga kemudian melanjutkan pekerjaan nya.
________
__ADS_1
bersambung
tinggalkan jejak kakak reader.