
Polisi memeriksa beberapa gedung yang sudah tidak terpakai di daerah situ, namun belum menemukan hasil nya. Mereka tidak pantang menyerah karena yakin jika kia di sekap tak jauh dari handphone yang mereka temukan. Sudah hampir satu jam mereka mengelilingi tempat itu tapi belum ketemu.
Rendi mendengar ada suara orang yang tertawa ia memberikan kode kepada pasukan nya untuk mendekat. Ada kode dari salah satu polisi jika benar ada orang di situ, kemudian polisi menyusup masuk menodongkan senjata. ada tiga penjahat berjaga di luar mereka masih minum sedangkan yang satunya berada di dalam bersama Alex.
Ketiga preman itu mengangkat tangannya menyerah karena pistol sudah di arahkan kepada mereka. Hamdan sudah tidak sabar ingin masuk mencari keberadaan Zakia, ia menyusuri seluruh tempat bersama Tomi dan Aris. Hamdan mendengar seseorang berteriak mengerang kesakitan, itu suara Aulia yang ingin menghalau Alex untuk tidak menyentuh Zakia.
" lepaskan dia..."
" nyalimu besar sekali gadis manis, aku akan menikmati temanmu wanita cantik ini". Alex memegang tangan kia ia memaksa menarik kia agar ikut dengan Alex. Kia saat itu sangat lemah ia tak bisa memberikan perlawanan, efek kehamilan muntah dan sakit kepalanya membuat kia tak bisa melawan Alex.
" ku mohon jangan kia, aku saja yang akan menggantikan kia aku bisa memuaskan mu". teriak Aulia ia di hadang oleh preman bertubuh kekar agar tidak menghampiri Alex. Aulia tidak tega melihat kia yang sedari tadi memegang perutnya. kia merasakan sakit yang luar biasa pada perutnya, merasa ada sesuatu yang mengalir dari dalam.
" Alex...lepaskan Istriku". Hamdan berhasil masuk kebetulan ruangan itu terbuka saat masuk Alex tidak mengunci kembali ruangan nya, ia berfikir Hamdan tak akan bisa menemukannya karena hari itu sudah tengah malam.
" oh Hamdan luar biasa kamu ingin menjemput istrimu, bisa juga kamu menemukan istri mu". Alex tertawa seperti orang gila. kia sudah lemah wajahnya sangat pucat. emosi Hamdan sudah berapi-api melihat kia lemah tak berdaya, apalagi istrinya sudah tidak memakai cadar lagi. Tomi dan Aris akhirnya melihat asli wajah kia yang sangat cantik, bahkan Rendi yang baru datang terkejut melihat istri Hamdan ia kagum dengan kecantikan kia. Rendi sudah di beri tau oleh Tomi jika istri Hamdan memakai cadar.
" pengecut kamu, berurusan dengan ku kenapa kamu libatkan Istriku Alex, ia tidak tau apa-apa. lepaskan istri ku Alex". Alex mengambil pisau yang berada dalam jaketnya ia tempelkan di wajah kia. Hamdan berusaha kuat tapi ia tak bisa air matanya pun luluh melihat istrinya di perlakukan Alex seperti itu.
" ini yang harus kamu bayar Hamdan, sudah bertahun-tahun aku ingin melihat mu hancur." ucap Alex sembari memutar pisau di depan wajah kia, kia sangat ketakutan. Hamdan rasanya ingin sekali mendekap istri nya.
" menyerah lah kamu sudah dikepung polisi". ucap Rendi.
__ADS_1
" Rupanya kamu jadi abdi negara, hebat kawan. aku akan membunuh istri dari temanmu ini." kembali Alex tertawa seperti orang gila.
Dan di saat preman yang menghadang Aulia lengah juga Alex yang masih sibuk tertawa Aulia menerobos berlari menabrak Alex untuk mengambil pisau di tangan Alex.
brugh...
" sial..." ucap Alex ia langsung memukul Aulia dan menggores kan pisau ke tangan Aulia.
" agrh..." teriak Aulia kesakitan. namun Aulia berhasil menyingkirkan pisau dari tangan Alex. Aulia terus menerus merebut meski tangannya sudah terluka, ia tak peduli jika harus mati. Aulia menggigit tangan Alex hingga Alex melepaskan pisaunya, Alex melempar Aulia dengan kasar.
" Aulia..." teriak Zakia dengan lemah.
Hamdan langsung melayangkan tinju kepada Alex ia dengan kasar tak beri ampun kepada Alex.
Hamdan lalu berhenti ia ke arah Zakia, Hamdan memeluk kia. Aulia yang di tolong oleh Aris ia mengambil cadar kia yang di buang alex, hamdan langsung memakaikannya kepada kia.
" kia maafkan kakak". Zidan setelah ikut memukuli Alex ia menemui adiknya.
Alex yang masih bisa bergerak ia berada dekat pisau yang ia pakai untuk menggores Aulia. Alex akan menghujamkan pisaunya ke punggung Hamdan saat itu posisi Alex berada di belakang Hamdan tak jauh dari Hamdan. Aulia yang melihatnya ia langsung berlari menghalau Alex namun naas Aulia yang tertu**k di bagian perutnya.
" Aulia..." teriak kia dengan sangat lemah. Aris dan Tomi langsung berlari ia menghujani pukulan lagi kepada alex hingga tersungkur.
__ADS_1
Sedangkan saat itu Rendi sedang mbereskan penjahat yang tadi berada dalam ruangan bersama Alex. Zakia menangis histeris melihat sahabatnya berlumuran darah.
" Aris bawa Aulia ke rumah sakit" teriak Hamdan, tanpa berfikir panjang Aris mengangkat Aulia untuk di masukkan ke mobil Tomi, Tomi dengan cepat langsung membawa Aulia ke rumah sakit ia lajukan dengan sangat kencang dan di jalanan ia bunyikan klakson. Mobil yang lewat pun mereka menyingkir.
Para wanita yang ikut dan menunggu di luar tadi kaget melihat Aris membawa Aulia, mereka lalu bertanya-tanya di mana Zakia. Didalam Zakia menangis histeris dan di tenangkan oleh Hamdan, lalu ia meringis di pegang nya perut kia. Hamdan melihat kaki Zakia yang terbalut kaos kaki mengalir darah segar. Hamdan langsung membopong istri nya ke dalam mobil Zidan, Zidan pun kalut ia melajukan mobil dengan kencang juga.
" bertahanlah sayang, ku mohon bertahanlah" . Hamdan tiada henti menitikkan air mata, sedangkan Zidan juga tak henti menangis melihat adiknya lemah tak berdaya. Zidan fokus agar lekas sampai di rumah sakit.
Kebetulan malam itu Azzam berjaga malam, ia pun kaget melihat Tomi dan Aris membawa seorang wanita yang berlumuran darah. Azzam mengira mereka menabrak seseorang, namun ketika di lihatnya ia kaget, ternyata wanita itu di tu**k pisau. Azzam langsung saja membawa ke ruang UGD dan ia akan melakukan operasi kepada Aulia.
Lima belas menit berselang Zidan datang, Hamdan membawa Zakia masuk kedalam. perawat pun berlarian karena Hamdan berteriak keras memanggil tenaga medis, kia pun langsung di geledek ke ruang UGD. Ada dokter perempuan yang menangani langsung Zakia, Zakia pun sudah tak sadarkan diri ia pingsan saat berada di dalam mobil.
Saat itu Niko ikut mengurus ketiga penjahat yang berada di luar bersama polisi. Anita, Yara dan Kiran yang masih menyimpan pertanyaan ia ikut Niko ke rumah sakit, sebelumnya Tomi sudah memberi kabar. Rendi membawa Alex juga komplotan penjahat ke kantor polisi.
__
bersambung
beri banyak komen dong kakak biar rame, hidupku tak sepi 😁
hadiahnya jangan lupa
__ADS_1
follow ig.@fenitri_azzukhruf