MUJAHADAH CINTA ZAKIA HUMAIRA

MUJAHADAH CINTA ZAKIA HUMAIRA
kiss first


__ADS_3

Hamdan dan Zakia sudah siap pulang ke rumah Abah, umi bangun pagi ia membuat kue untuk oleh-oleh sang besannya. Setelah sarapan Hamdan dan Zakia pamit dengan orang tua serta kakaknya.


" Abi Hamdan pamit dan membawa Zakia pulang ke rumah Abah." ucap Hamdan pamit sembari mencium punggung tangan Abi.


" Abi titip jaga Zakia nak Hamdan, jangan kamu sakiti hatinya lagi". Hamdan sangat merasa bersalah kala Abi mengatakan hal itu.


" insyaallah bi tak akan lagi, Hamdan akan menjaga Zakia dan menyayangi nya sepenuh hati hamdan".


" terimakasih nak, Abi peecaya pada mu Zakia berada pada orang yang tepat."


giliran Zakia yang pamit dengan umi dan Abi serta Zidan, Zidan memeluk adiknya dengan erat ia Sangat merasa kehilangan sosok yang setiap hari ia lindungi.


" hati-hati ya dek kalau suami mu nyakitin kamu bilang sama kakak, baik-baik kamu di sana." Zidan meneteskan air mata, ia mengingat kala Zakia yang terus akan di nodai laki-laki kini sudah ada yang melindungi selain dirinya.


" iya kak jangan cengeng kia ngga suka liat kakak nangis". kia menghapus air mata yang menetes di pipi kakaknya.


Zidan juga gantian memeluk Hamdan meski mereka sering bertemu di kantor namun bagi Zidan ini momen keluarga bukan antara bawahan dan atasan. tapi antara kakak dan adik ipar.


" titip adik ku ya adik ipar, jangan kamu buat dia sakit hati lagi. Dari kecil aku melindunginya sampai dewasa dan kini kamu yang melindungi nya karena sekarang ia adalah hak mu sekarang."


" itu pasti kakak ipar aku mencintai Zakia tak akan pernah ku buat ia menangis kecuali tangisan bahagia." mereka tersenyum sembari melerai pelukan persaudaraan nya.


" kia ini ada kue umi nitip buat umma dan Abah ya". umi memberikan bungkusan dua kotak kue.


" iya umi ".


" salam dari umi buat mereka ya".


Hamdan dan Zakia lalu berjalan menuju mobil, Hamdan melajukan mobil dengan kecepatan sedang. Zakia melihat ke arah jendela ternyata ia juga meneteskan air mata, Hamdan mengetahui lalu menghentikan mobilnya di ujung jalan. Zakia hanya diam saja ia tak ingin menoleh ke arah suaminya, Zakia malu jika suaminya tau jika ia sedang menangis. Hamdan memegang pundak sang istri agar menoleh ke arahnya.


" Aku tau ini sangat berat buatmu, kita ngga pergi jauh nanti akan sering-sering menginap ataupun berkunjung kerumah Abi, jangan nangis ya". Zakia menoleh ke arah suaminya dengan masih ada air mata yang menggenang, Hamdan menghapus air mata sang istri dan menenggelamkan kepalanya di dada Hamdan.

__ADS_1


" jangan nangis lagi, tadi aku udah berjanji sama Abi dan Zidan kalau aku tak akan membuatmu menangis kecuali air mata kebahagiaan". Zakia mengangguk dan melerai pelukan suaminya.


" maaf mas, kia jadi ingat masa-masa kia masih bersama mereka".


" tak apa ayo senyum hapus air matanya, mas juga ngga mau sampai rumah Abah nanti di pukul sama umma buat kamu nangis kek gini". Zakia terkekeh, emang umma sangat menyayangi Zakia.


Hamdan memegang jemari istrinya lalu mengecup nya.


" Percaya kan sama aku, Zakia aku mencintaimu". kia tersenyum malu wajahnya merona seperti tomat di balik cadarnya. Hamdan kembali menjalankan mobilnya menuju rumah Abah.


Abah dan umma menunggu anak dan menantunya, mereka sudah di kasih kabar Hamdan jika hari ini akan pulang. alangkah bahagianya umma mendengar kabar itu yang artinya mereka sudah baikan. Sudah tiba umma dan Abah menunggu di ruang keluarga saat terdengar suara mobil mereka segera membuka pintu untuk menyambut menantunya.


" assalamu'alaikum umma Abah". salam kia saat tau jika mertuanya sudah berada di depan pintu.


" wa'alaikumsalam sayang" umma langsung memeluk kia. Hamdan yang baru turun juga mencium tangan Abah dan umma.


" makanya Hamdan kalau orang tua ngomong itu di dengerin dulu, nurut sama orang tua. Gimana pilihan umma ini yakin kamu ngga mau" umma menjitak kepala Hamdan.


" Gimana mau bilang kamu selalu menghindar saat umma bilang tentang jodoh, pas mau akad saja tak mau hadirkan mempelai wanitanya. saat kamu akan pergi juga bertemu sebentar dengn istri yang sudah kamu sahkan saja tak mau, terlalu jual mahal kamu." kembali umma menjewer telinga Hamdan.


" aduh umma sakit, iya ya Hamdan mengaku salah maafin hamdan yang ngga nurut sama umma. pilihan umma yang terbaik." Hamdan sembari mengacungkan jempolnya.


" ayo masuk ke dalam nak". ajak umma kemudian mereka sudah beberapa menit berdiri di depan pintu.


" ma ini ada titipan dari umi" kia menyodorkan dua plastik berisi kue tersebut.


" wah apa ini, pasti makanan kesukaan Abah" . ucap Abah sembari menyodorkan tangannya untuk mengambil kue itu. namun umma memukul tangan Abah.


" bah kalau umma ngga siapin ini makanan abah di larang ambil, ngga nyuri-nyuri di belakang umma. ingat kesehatan bah biar masih kuat nanti gendong cucu, liat tu ammar dan Ameer pasti nanti ajakin Abah main kuda-kudaan". ucap umma.


" iya ma iya Abah nurut." Zakia dan Hamdan terkekeh.

__ADS_1


" udah Zakia kamu istirahat ke atas dulu ya, umma mau potongin kue buat Abah mu biar tak ngiler" kata umma sembari melirik Abah yang nyengar nyengir kemudian.


" kita naik ke atas dulu, mas juga mau ganti baju mau ke kantor." Zakia mengekori Hamdan naik ke atas.


" mas mau pakai baju yang mana". Zakia membolak-balik baju yang ada di lemari.


" apa aja pilihan kamu yang penting cocok mas akan pakai". tiba pada baju berwarna biru muda dengan jas berwarna navy serta dasi berwarna navy.


Zakia menyiapkan semua pakaian Hamdan ia akan ke kantor hari ini dari semenjak pulang dari Australia Hamdan belum ngecek kantor sama sekali.


" maaf kia tak pandai memakaikan dasi, mas pakai sendiri ya".


" sini mas ajarkan" Zakia kemudian mencoba mengenakan dasi pada sang suami. Hamdan justru malah membuka cadar sang istri, kia gugup tangannya dingin. Hamdan memegang dagu kia hingga sejajar dengan nya, nafas Hamdan menderu tak kuasa ia menahan kelakiannya. Manis semanis yang ia bayangkan, Hamdan menautkan bibirnya di bibir sang istri Zakia. Zakia pun terhenyak ia kaget ini adalah hal pertama baginya, kia hanya diam saja Hamdan semakin menarik tengkuk leher kia agar c***annya semakin dalam. Hamdan me***at menikmati b**ir sang istri hingga nafas mereka berasa habis. Hamdan mengakhiri karena ia ingat akan ke kantor.


" maafkan aku awal pernikahan kita yang membuat mu menangis. Sungguh aku mencintaimu," kia hanya mengangguk rasanya ia malu setelah kejadian apa yang di alaminya pagi ini, kiss first.


" aku berangkat kerja kamu baik-baik di rumah jika lelah istirahat saja." pinta Hamdan kia merapikan jas suaminya, Hamdan pamit kia mencium tangan suaminyaĜŒ Hamdan balas dengan ciuman di keningnya.


" mas jangan lupa makan dan solat awal waktu".


" pasti sayang."


wah Hamdan lagi bucin tingkat sekabupaten kota.


________


bersambung


DM saya jika terlalu vulgar kata-katanya, penulis masih belajar.


jangan lupa jejak likenya, komen, hadiah

__ADS_1


__ADS_2