MUJAHADAH CINTA ZAKIA HUMAIRA

MUJAHADAH CINTA ZAKIA HUMAIRA
sah


__ADS_3

Aris gelimpungan di atas ranjang kesana ke mari nampaknya benar ia sangat rindu dengan Aulia, pasca Aulia di pingit ia tak boleh membalas pesan Aris bahkan mengangkat telepon nya. Aris sedang rindu akut tak bisa ia ucapkan dengan kata-katanya, hanya bisa memandang foto calon sang istri saja.


" ya Allah begini ya rasanya rindu, melebihi kemarin percepat harinya ya Allah".


" eh bocah tak bisa nahan apa". ucap mama Aris yang masuk mau memanggil Aris kalau pesanan untuk seserahan sudah datang.


" rindu mama,". ia memeluk mamanya, di pukul nya kepala Aris.


" tinggal dua hari lagi Aris makanya jangan di ingat terus sana bantu papa di luar".


" emang harus ada ya ma acara pingit-pingitan segala mana lagi satu Minggu" ucap Aris merajuk.


" itu adat mereka Aris kita harus menghormati para tetua, setiap suku punya adat masing-masing asal tak melenceng dari agama tak apa masih juga dalam syariat. tidak boleh bertemu atau bicara itu kan malah bagus. belum muhrim tak boleh dekat,-dekat".


" kan cuma telepon aja mama pingin tau keadaan nya".


" pamali tau kata nya, udah Aulia itu baik-baik saja ia sedang melakukan perawatan nanti kamu pasti pangling". jelas mama yang geram sama anaknya yang merajuk. Aris lemas ia kembali lagi memeluk gulingnya...


" sungguh hati ini pilu menahan rindu sangat kelabu rinduku menggebu gak taukah kamu oh sayang ku". Aris melagukan nya dengan asal.


" dasar bocah tak sabar amat". mama keluar meninggal kan Aris yang sedikit gendeng menahan rindu.


_


_


Hari yang di nanti tiba pernikahan Aris hari ini di gelar hanya kerabat saja dan saudara tapi cukup banyak yang datang karena keluarga Aulia sangat banyak. yang jelas dari neneknya rumah begitu sangat ramai. Aulia di rias dengan balutan gaun berwarna putih, jilbab yang menjulang hingga ke belakang pasti akan banyak membuat semua pangling karena Aulia termasuk gadis sederhana ia tak pernah berdandan.

__ADS_1


Sedangkan Aris dengan setelan texudo nya terlihat sangat tampan, teman satu gengnya sudah menunggu siap mengantar Aris ke rumah Aulia. Semua nya terlihat sangat tampan tanpa terkecuali banyak pasang mata yang terkedip melihat Tomi dan Rendi dengan batik mewah lengan panjang rambut melipis bikin emak-emak juga meleyot lihat brondong. wkwkwk emaknya ikut-ikutan gendeng, penulisnya ngga ya masih waras supaya bisa ngelanjutin nulisnya.


" jangan tebar pesona gitu tom banyak ibu-ibu melihat ke arah sini nih" Yara menarik lengan Tomi.


" siapa juga yang tebar pesona aku dari tadi diam saja Yara, ibu-ibu nya aja yang jelalatan tau aja dia ada cowok ganteng". Yara memukul lengan Tomi.


" tuh kan.. ".


" sory sayang hatiku hanya untukmu seorang". Tomi ingin memegang pundak Yara namun di tepis oleh Rendi.


" belum halal bro jangan kamu nodai anak gadis orang"


" isshh... Rendi ngiri aja, aku ngga ngapa-ngapain cuma pegang dikit doang" Tomi terkekeh.


" dasar Playboy dari dulu tak hilang" Tomi meletakkan jarinya telunjuknya ke bibirnya sendiri menyuruh Rendi diam. saat itu Yara sedang berbicara dengan Anita yang datang bersama Niko suaminya.


" Sayang duduk saja jangan lelah-lelah sini ". Hamdan menepuk kursi di sebelah nya.


Mobil pengantin datang ada beberapa pengiringnya, suasana yang khidmat dengan lagu khas Jawa keluarga Aulia di putar. Semua duduk di tempat yang di sediakan, Aris memutar kepalanya mencari sosok calon istri.


" Belum waktunya pengantin wanita untuk keluar Aris, biar kamu tak gugup kita lakukan ijab Qabul dulu. Liat mukamu tuh sekarang udah kayak kepiting rebus.". ucap mama Aris yang melihat anaknya sejak tadi kelimpungan.


" Sumpah ma Aris gugup". ia sedikit gemetar biasanya suka gangguin cewek-cewek. sekarang Aris adalah raja semua orang menatapnya sebelum pengantin wanita di keluarkan.


Acara sambutan selesai kini akan di adakannya acara akad. Aris di minta ke depan untuk menempati tempat akad yang udah di sediakan. saat di panggil Aris tak fokus fikirannya entah ke mana, akhirnya Tomi menyenggol lengan Aris.


" kenapa ". sontak Aris berucap seperti itu kaget.

__ADS_1


" di panggil itu untuk maju" . semua orang tertawa Aris malunya ingin rasanya ia sembunyi di belakang papa nya.


Akhirnya Aris maju di temani dengan Tomi dan papa nya. Keringat Aris udah mengalir dengan sabar Tomi mengelapnya pakai tisu, Tomi ingin tertawa melihat sahabatnya yang gugup.


" Sah"


terdengar teriakan dari semuanya, lega rasanya Aris bisa mengucapkan ijab kabul dengan satu tarikan nafas. Semuanya ikut bahagia mama Aris tak bisa menyimpan rasa bahagia nya ia menitikkan air mata.


Di atas sang pengantin wanita juga menitikkan air mata, Zakia memeluknya kini Aulia sudah berganti status nya menjadi seorang istri dari Aris.


" selamat ya Aulia semoga sakinah mawadah warahmah". ucap kia sembari memeluk Aulia.


" terima kasih Zakia".


kini saatnya mempelai wanita akan di pertemukan dengan mempelai lelaki, acara khidmat semua diam memandang ke arah di mana Aulia turun dari tangga untuk di pertemukan dengan suaminya. Zakia di sampingnya menemani ikut menuntun Aulia bertemu dengan suaminya. Masih dengan hal yang sama Aris gugup namun saat ia melihat Aulia Aris tersenyum, Aulia sangat cantik bikin yang memandang jadi pangling. balutan gamisnya tampak membuat nya lebih mempesona.


" sabar ris masih banyak orang". goda Tomi yang jahil, semua orang tertawa.


" mana bisa sabar liat nya cantik begitu". ucap Aris membuat semua orang tertawa.


Hamdan memegang tangan Aris, Zakia memegang tangan Aulia mereka di persatu kan, langsung juga Hamdan menarik istrinya agar berada di sampingnya. Tangan keduanya dingin Aris juga Aulia mereka malu-malu saat Aulia ingin mencium tangan nya kemudian Aris mencium kening istrinya untuk pertama kalinya. ada getaran berbeda memang sebelumnya mereka tidak saling mengenal namun karena jodoh mereka di pertemukan. keduanya di giring oleh kedua orang tuanya untuk naik ke atas pelaminan, sederhana namun terkesan sangat indah. Para sahabat nya ikut bahagia mengiringi kebahagiaan Aris dan Aulia.


siapa saja bisa masuk ke acara itu karena memang terbuka seperti biasa keluarga Aulia memang banyak. bodyguard Hamdan juga berada di luar mengawasi tapi mereka tak bisa melihat mana musuh mana keluarga.


____


bersambung

__ADS_1


__ADS_2