MUJAHADAH CINTA ZAKIA HUMAIRA

MUJAHADAH CINTA ZAKIA HUMAIRA
gagal lagi


__ADS_3

Zakia mengantar suaminya hingga di depan pintu Hamdan lalu menuju mobilnya ia lambaikan tangan untuk sang istri. Wajah yang berbinar Hamdan sangat bahagia sekali, mendapati seseorang yang sangat ia cinta dari semenjak ia menatap matanya.


Hamdan masuk ke kantor seperti biasa ia yang ramah terhadap karyawannya. Semua sudah datang ini sudah jam 10 pagi, semua masuk tanpa terkecuali. Hari ini Kiran pun tak ada kelas di kampus, Zidan masih dengan sibuk membolak-balikan berkasnya. Hamdan langsung menemui Tomi setelah menyapa semuanya, Tomi pun menoleh melihat orang yang masuk begitu saja tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.


" Pak bos udah masuk kerja nih, kirain masih cuti aja menikmati pengantin baru". ucap Tomi menggoda Hamdan.


" menikmati pengantin baru itu cukup di kamar tapi tak mungkin aku seharian di kamar aja Tomi bisa lemas aku". Hamdan terkekeh ngga ada yang tau juga jika dia belum apa-apain Zakia.


" Dasar gila kerja, mau buat apa uangnya".


" jangan tanya buat apa, untuk masa depan juga bisa kita pakai untuk menyantuni anak yatim piatu. mereka semua juga butuh kita penyalur dananya".


" Wajah mu segar sekali Hamdan terlihat ceria apa begitu ya pengantin baru itu".


" Gimana ngga ceria, bangun tidur udah ada senyum manis bini, di layani, di kenyagin dan yang jelas halal sudah bebas" Hamdan terus memanas-manasi Tomi .


" emang kuat berapa ronde semalam bos".


" jangan tanya coba aja sendiri, tapi ingat ya dengan yang halal agar lebih nikmat berasa tanpa ada campur tangan jin dan syetan".


" issshhh... bikin aku panas aja".


" ha....ha...ha..." Hamdan tertawa mendapati sahabat yang begitu penasaran dengan malam pertama itu.


" Bagaimana pekerjaan kamu tom ada masalah buatmu semenjak aku pergi."


" ngga ada masalah Zidan selalu bantu jika aku kesulitan".


" Baiklah semoga kalian bisa bekerja sama dengan baik, aku ke ruangan dulu".


Hamdan kemudian masuk ke ruangannya sudah hampir dua Minggu ia tak melihat ruangannya. Kiran masuk ke dalam ia memberitahukan jika ada meeting siang nanti dengan tuan Faras.


" Kak nanti ada meeting dengan tuan Faras setelah Zuhur".


" kamu suruh saja Zidan untuk datang bersamamu Kiran, catat semua dari hasil meeting."


" aku kenapa bukan kak..." ucapan Kiran berhenti.


" Sekarang kamu yang akan selalu dampingi Zidan, aku percaya padamu"


" Baiklah kak, Kiran permisi dulu kembali ke meja kerja." Hamdan mengangguk mengiyakan.


Hamdan mulai mengecek semua pekerjaan, ada beberapa berkas yang harus ia tanda tangani. Sempurna ia puas dengan semua pekerjaan karyawan nya. Hampir dua jam akhirnya ia selesai sebelum adzan Zuhur berkumandang.


" oh ya aku lupa resepsi harus cepat di urus"


Hamdan lalu mengambil gagang telepon kantor.


" Tom masuk ke ruangan ku ya."


" ada apa bos, ada yang serius".

__ADS_1


" serius sekali ini tentang hidupku".


" what????...." Tomi kaget, Hamdan terkekeh.


" udah cepetan tom".


" oke aku segera menemuimu." Tomi meletakkan berkas nya melaju ke ruangan Hamdan.


" ada masalah Hamdan".


" iya kamu tolong urus semua acara resepsi di rumah ku pakai yang syar'i, aku ingin semuanya terkesan baik. aku akan undang seluruh kolega bisnis ku kamu siapkan undangan nya".


" oke akan aku laksanakan dengan sebaik mungkin, cukup di rumahmu saja"


" iya, umma dan Abah tak akan mau jika di lakukan di hotel. nanti aku kabari waktunya kapan yang penting kamu bersiap saja."


Tomi mengangguk kemudian ia kembali ke ruangan nya. Hamdan menghubungi kia istrinya, rasanya tak ingin jauh-jauh ia dari KIA.


" Assalamu'alaikum mas ada apa"


" wa'alaikumsalam ngga cuma mau telpon kamu aja, Istriku sedang apa."


" ini lagi dikamar tadi habis ngerapihin tanaman sama umma".


" Jangan lelah-lelah istirahat ya, simpan energi nya untuk nanti malam". Zakia tersipu malu dengar perkataan suaminya.


" mas pulang jam berapa, mau di masakin apa"


" iya mas sebentar lagi adzan Zuhur kia mau siap-siap dulu".


" Iya mas juga mau ke mushola kantor. assalamu'alaikum".


" wa'alaikumsalam". begitu emang rasanya jatuh cinta, mendengar suaranya saja sudah menjadi moodboster.


-


-


" Bagaimana kafe Rin, Hamdan mengecek pembukuan kafe. dan semua letak kafe yang sekarang di urus oleh Rini."


" Alhamdulillah pak masih stabil"


" Oh iya mungkin nanti kita akan tutup selama dua hari, kamu siapkan koki terbaik untuk acara di rumah dan seluruh karyawan kafe di tugaskan di rumah. kalian akan mendapatkan gaji dua kali lipat"


" Alhamdulillah, bos satu ini sering amat kasih bonus bikin kita semangat kerja. Salwa dapet bonus lagi ". Rini teriak semua karyawan menoleh dan mengucapkan syukur serentak.


" ada acara apa emang bos".


" acara resepsi, "


" siapa lagi " Rini terkejut heran siapa lagi yang mau menikah.

__ADS_1


" Saya Rini emang siapa anak Abah ngga ada lagi"


" serius bos, siapa wanita yang beruntung itu bos".


" kepo amat si kamu Rin besok juga tau, biar kamu penasaran,".


" isshh... bos mah ngga asik bikin aku tak bisa tidur nanti".


" itu urusan kamu Rin". Hamdan terkekeh melihat Rini yang merajuk meminta penjelasan.


" Tak apalah denger berita bahagia Rini ikut seneng. eh tapi beneran kan bos ngga bercanda".


" ha...ha... aku pamit pulang ya trimkasih atas kerja kalian semua" Hamdan malah tertawa mendapati wajah Rini yang serius begitu penasaran...


" Bos ngga asik " Hamdan keluar kafe sambil tertawa ia seneng dengan Rini yang penasaran.


Hamdan sampai rumah pas pukul setengah lima Zakia dan umi sedang menyelesaikan masakannya, Abah sedang di belakang memberi makan ikan di kolam. Zakia menyambut suaminya dengan senyum bahagia, ia tak bisa melepas cadarnya saat di rumah Abah karena ada pegawai laki-laki lain seperti sopir dan tukang kebun.


Seperti biasa setelah shalat isya Hamdan berbincang dulu dengan Abah dan umma.


" bah kira-kira kita akan buat kapan acara resepsi ya".


" enaknya kapan Hamdan".


" akhir pekan saja bah supaya semua bisa datang Hamdan juga mau undang kolega bisnis Hamdan."..


" kalau begitu hari Sabtu besok saja ya gimana". ucap umma mencari waktu yang pas.


" gitu aja ngga papa ma lebih cepat lebih baik". Zakia permisi ke atas terlebih dahulu perutnya terasa sedikit mulas.


setelah kesepakatan resepsi sudah memperoleh keputusan Hamdan juga pamit ke atas menyusul Zakia. Zakia masih duduk di tepi ranjang merapikan tempat tidur nya. Hamdan mendekat meremas jemari Zakia, ia mencoba melakukan hal yang tadi pagi menjadi awal kedekatan mereka. Hamdan terus tidak henti semakin dalam meraup bi*** s**si milik kia, kia pun menikmati kini ia mulai bisa membalas. Hamdan perlahan membuka hijab kia ia sangat kagum dengan rambut kia yang hitam panjang serta baunya harum.


" Boleh mas minta hak nya sekarang"


" boleh si, tapi mas..."


" ngga apa-apa mas akan pelan-pelan"


" bukan itu tapi mas..."


" kamu masih takut, tenang ngga akan sakit" Hamdan kembali menenggelamkan kepalanya di le*** jenjang kia yang putih mulus ia meninggal kan jejak kepemilikan.


" mas kia sedang haid..."


" apa,,, ya Allah nasib gagal lagi..." kia terkekeh melihat raut wajah Hamdan.


______


bersambung


tinggalkan jejak like, komentar dan hadiah

__ADS_1


__ADS_2