MUJAHADAH CINTA ZAKIA HUMAIRA

MUJAHADAH CINTA ZAKIA HUMAIRA
gerah


__ADS_3

Hamdan lebih dulu mengantarkan Zakia ke kafe, menghantarkan masuk sampai ruangan. karyawan sudah mengerjakan kerjaannya masing-masing, dari ob sampai koki. Kafe melayani juga delivery untuk sarapan pagi, karyawan pun senang mereka bisa menambah pemasukan.


" Rini". panggil Hamdan kepada karyawan kepercayaannya. Rini langsung dengan sigap masuk ke ruangan bos.


" ada apa pak". tanya Rini dengan celemek di badannya.


" Nanti tolong istriku jangan boleh kerja ya, tidak boleh lelah "


" siap pak".


" la terus kia ke sini suruh ngapain mas".


" ya duduk-duduk aja liat karyawan kerja."


" tau gitu tadi kia di rumah atau ikut umma".


" kamu belum ngerasain di sini sayang kak Aisha saja betah, mereka semua asyik". kia memikir apa asyiknya seperti yang dibilang suaminya itu.


" iya Bu kia kita bisa makan petis bersama bercanda bersama". ucap Rini.


" jangan panggil aku ibu kesannya kok tua ya". kia terkekeh.


" terus Rini panggil apa dong".


" panggil mba saja biar awet muda".


" oh ya lupa istriku memang masih muda, sekolah saja belum lulus". kia langsung memukul lengan suaminya membuat Hamdan terkekeh.


" Saya permisi ya mba panas di sini"


" apanya yang panas Rin kan ada ac". ucap Hamdan heran melihat Rini yang kegerahan.


" panas liat pengantin baru mesra terus, bikin Rini ngga tahan kebelet nikah". Hamdan tertawa.


" ya udah Rini nikah aja".


" ngga lah bos, Rini mau lulus kuliah dulu". ucap Rini sembari pamit.


" bagus itu Rin raih cita-cita dulu, kalau istriku ini udah tercapai cita-cita nya".


" kok gitu mas emang apa cita-cita kia yang udah tercapai".


" punya suami tampan dan kaya.ha...." tawa Hamdan pecah.


" ih tak boleh sombong semua ketampanan mas dan kekayaan mas akan sirna semua hanyalah titipan".


" iya sayang maaf mas hanya bercanda". Hamdan mengusap kepala kia.


" au ah gerah". Rini lalu keluar membuat hamdan dan kia terkekeh.


Kia mengantarkan Hamdan hingga ke depan kafe kia saliam dan hamdan mencium keningnya.

__ADS_1


" mas berangkat dulu ya sayang, jangan lelah".


" iya mas, hati-hati" Hamdan tersenyum ia masuk mobil pergi dengan senyuman sumringah kia melambaikan tangannya.


" Rin kok gerah ya, haduh AC apa mati sih". Rini yang sudah tau maksud zahwa ia terkekeh.


" bisa-bisa kalau tiap hari gini spot jantung aku". Rini menambahi.


" ternyata menikah muda lebih enak ya, kayak ABG labil manis mesra duh pokoknya bikin resah". Rini tertawa di ikuti karyawan yang lainnya.


" Jika sudah ada calonnya tak perlu menunggu lama, pacaran setelah menikah selain lebih asyik dan romantis juga lebih berpahala kalau pacaran sebelum menikah malah banyak dosa". ucap kia, kia mendekati Rini dan Zahwa yang sedang merapikan meja kasir. Zahwa menyenggol tangan Rini takut jika kia tersinggung.


" iya mba betul kata mba kia, pesannya sama seperti kak Aisha. jangan pacaran jika memang belum siap, Rini selalu pegang kata-kata itu."


" Nah memang hidup itu harus punya prinsip".


" mba kenapa mba bisa mau sama bos Hamdan, mba kia kan masih kuliah belum lulus masih sangat muda".


" mba sebelum jadi istri mas Hamdan, yang berhak atas diri mba itu Abi mba. sewaktu itu umma yang mengkhitbah mba, ketika Abi mengiyakan niat baik umma dengan ikhlas mba menerima. insyaAlloh pilihan orang tua adalah yang terbaik".


" apa Abi mba ngga memberi mba keluasan untuk memilih, maksudnya memilih untuk menyelesaikan kuliah dulu".


" keputusan sepenuhnya di berikan kepada mba, karena mba tau siapa yang mengkhitbah dan ia baik agamanya dengan bantuan shalat istikharah mba mantap menerima mas hamdan. dan betul kebahagiaan mba bertambah kala menjadi istrinya mas Hamdan, untuk kuliah bismillah mba akan teruskan sampai lulus. pernikahan tidak akan mba jadikan beban namun meraup banyak pahala". kia tersenyum Rini dan Zahwa manggut-manggut alasan kia memang benar.


" so sweet mba, semoga mba dan bos Hamdan langgeng sampai kaki Nini sakinah mawadah warahmah". ucap Zahwa yang kini ia mulai nyaman dengan istri bosnya itu.


" aamiin, semoga kalian juga mendapat jodoh yang baik menyayangi kalian".


Zakia kemudian mulai ikut mengecek pembukuan yang ada di kafe itu, ia manggut-manggut ternyata penghasilan kafe ini lumayan dan Hamdan berikan ke panti sebagian dari hasilnya. Kia merasa sedikit lelah ia gerakkan tubuhnya ke kanan dan ke kiri lalu masuk ke ruangan nya. Kia istirahat sejenak ia pun membawa buku kuliahnya agar saat senggang ia bisa belajar sejenak.


"*"**


Semua karyawan sudah hadir begitu pun dengan Tomi semenjak bekerja ia sangat rajin. Zidan sibuk dengan berkasnya akan ada pertemuan siang nanti, berharap kali ini menang tender lagi. Hamdan datang dengan menyapa karyawan nya seperti biasa, gagah tampan tak ada yang tak bisa berpaling darinya. Ketika pernikahannya sudah terekspos di media banyak sekali yang patah hati, makin penasaran dengan wajah sosok istri Hamdan yang tertutup dengan cadar. Hamdan bahagia karena kecantikan istrinya hanya bisa ia nikmati saja. Kia begitu sangat cantik tubuhnya yang tampak tinggi meski masih tinggi Hamdan, wanita yang sempurna. Hamdan memanggil Zidan dan Tomi dalam ruangannya, mereka pun langsung datang.


" Bagaimana dengan kesiapan kalian untuk tender kali ini, lawan kita tidak kaleng-kaleng". ucap Hamdan memperingati bawahannya itu.


" insyaAlloh siap, yang akan kita presentasi kan sudah jadi." kata Zidan ia yang sudah membawa map di tangannya.


" kamu serius dengan ini Hamdan lawanmu bukan perusahaan biasa Lo".


" insyaAlloh kita butuh ikhtiar, jika kita yang menang banyak sekali yang akan terbantu dengan proyek kita ini."


" itulah yang aku sukai dari kamu hamdan bukan untuk dirimu sendiri tapi demi banyak kalangan".


" Aku ingin mereka semua bertahan semua perusahaan kecil yang bekerja sama dengan kita juga akan tertolong, semoga kita pemenang nya makanya aku butuh kalian untuk perjuangan". ucap Hamdan menjelaskan tujuannya.


" Tomi kamu tetap awasi perusahaan aku yang akan pergi dengan Zidan siang nanti". ucap Hamdan.


" siap bos".


" oke sekarang kalian bekerja, Zidan mana berkasnya biar ku pelajari sebelum kita presentasi nanti".

__ADS_1


" kamu yang akan turun tangan sendiri Hamdan".


" iya, Karena lawan kita perusahaan besar semua aku yang akan presentasi sendiri".


" baiklah itu lebih baik, semoga kita berhasil".


" aamiin".


Hamdan kini sibuk mempelajari semua berkas yang di beri oleh Zidan, kecerdasan Hamdan sudah tak di ragukan lagi terbukti perusahaan abahnya sekarang yang berkembang pesat. Hamdan melihat jam yang ada di tangannya sudah saatnya makan siang, Hamdan sholat terlebih dahulu di mushola kantor berjamaah setelah itu ia ke kafe menemui istrinya. Hamdan mengirim pesan kepada Zidan jika ia ada di kafe dan sebelum berangkat Zidan di minta untuk menghampiri nya. Zakia akan melaksanakan shalat Zuhur sebelum ia masuk ke dalam kamar mandi Rini datang untuk memberitahukan jika makan siang sudah siap karena sebentar lagi Hamdan akan datang. Rini masuk karena kia yang menyuruh ia kaget saat melihat kia tanpa cadarnya karena kia akan berwudhu.


" subhanallah". Rini sangat terkejut sebagai wanita dia saja kagum dengan wajah kia apalagi laki-laki.


" ada apa Rin". tanya kia.


" eh itu mba kia makan siang sudah siap mau taruh di dalam atau di luar saja".


" aku makan di dalam saja tunggu mas Hamdan datang".


" baik mba kalau begitu nanti Rini bawa ke sini".


" terimakasih ya Rin". Rini hanya mengangguk saja. Keluar dari ruangan bos ia masih terbengong-bengong melihat begitu sempurna nya kia sangat cantik.


" Rin ngapain lu bengong begitu".


" wa aku liat wajah mba kia tadi di dalam, MasyaAlloh wa mungkin kamu tak akan percaya kita hanya mengira saja jika cantiknya mba kia hampir mirip dengan kak Zidan tapi wa MasyaAlloh bahkan mba kia itu cantik banget". Rini menggambarkan bagaimana kia.


" betulkah wajar saja bos hamdan begitu tak bisa jauh dari mba kia, selain cantik saliha juga baik".


" sempurna". ucap Rini.


Rini lalu mempersiapkan makan siang bosnya di ruangan bos, kia masih melaksanakan shalat Zuhur nya. Setelah sekitar 15 menit Hamdan datang ia langsung masuk dalam ruangan,. melihat istrinya yang sudah menyiapkan makanan nya Hamdan lalu mengunci pintu agar tak ada orang yang sembarangan masuk kia supaya leluasa makan tak memakai cadar.


" sayang makan dulu yuk mas akan ada meeting siang ini sama Zidan". kia tersenyum ia mendekat kepada Hamdan . dengan sigap Hamdan menarik istrinya agar lebih dekat yang membuatnya candu setiap hari.


" mas katanya mau makan kok malah mesraan". ucap kia yang masih malu-malu terhadap suaminya.


" mas mau makanan pembuka dulu, sayang". kia terkekeh ia geli saat Hamdan sudah menggerayangi nya. ( wkwkwk apa bahasanya ya)


Zidan menunggu di luar karena di beritahu Rini jika masih makan siang di dalam.


" kak Zidan mau makan siang juga".


" tidak, terima kasih Rin aku udah makan di kantin tadi bareng teman-teman kantor."


" okey"


Setelah Hamdan selesai ia pergi sama zidan untuk meeting di perusahaan Dirgantara. hanya cukup 30 menit saja mereka sampai.


______


bersambung

__ADS_1


__ADS_2