MUJAHADAH CINTA ZAKIA HUMAIRA

MUJAHADAH CINTA ZAKIA HUMAIRA
bertukar pesan


__ADS_3

Sesampainya di kamar rawat Zakia bersama kedua orang tuanya masuk ruangan. Zakia menyalami kedua mertua nya dengan takzim, umma memeluk sembari menumpahkan air matanya.


" Akhirnya terwujud kia keinginan umma, Hamdan mau menikah dengan wanita pilihan umma. kamu pilihan umma yang paling tepat, semoga sakinah mawadah warahmah nak kebahagiaan menyertai kalian."


" aamiin ya rabbal alamin, trimakasih umma"


Abah pun langsung memeluk Abi mereka cukup bahagia, kini di rumah sakit itu tercipta rasa bahagia antar kedua orang tua.


" akhirnya kita berbesanan kawan"


" iya dulu itu cuma ada di pikiran ku saja, ternyata Allah mengabulkan kita semakin dekat" ucap Abi.


" oh iya bolehkah saya langsung bawa Zakia untuk ke rumah, sekarang ia menantu saya. sudah lama tak ada teman di rumah." ucap umma.


" silahkan jeng asal Zakia nya mau, tapi suaminya belum menjemput nya jeng apa tidak apa-apa nantinya" ucap umi nya Zakia.


" Tidak apa-apa, setelah pulang kita langsung lakukan resepsi pernikahan, biar Zakia ikut juga mempersiapkan dan memilih gaunnya sendiri"..


" gimana denganmu kia" Zakia masih malu-malu.


" jika umi mengizinkan Zakia mau umi"


" kamu sekarang adalah istri dari Hamdan ia yang lebih berhak atas dirimu nak, pergilah rawatlah mertuamu itu juga orang tua mu"


" iya umi insyaAlloh."


" Alhamdulillah terimakasih ya nak, umma ngga salah memilihmu."


" berapa hari jeng harus di rawat di rumah sakit." tanya umi.


" siang ini boleh pulang, saya hanya kelelahan saja kehilangan banyak cairan".


" Alhamdulillah jika sudah boleh di izinkan pulang".


Almira datang untuk menjenguk umma di ikuti Azzam di belakangnya. Azzam tau karena bertemu Almira dan Almira mengabarkannya, bagi Azzam mereka orang tua ke dua.


" assalamu'alaikum," suara Almira yang mengucapkan salam.


" wa'alaikumsalam " jawab semua yang berada di ruangan itu.


" umma tidak apa-apa, kenapa terbaring lagi di sini." ucap Almira.


" hanya kelelahan saja nak Almira*.


" jangan terlalu lelah umma banyak lah istirahat" umma tersenyum dan mengangguk, Almira masih berada di samping ranjang menggenggam tangan umma.


" nak Azzam jangan kasih tau Aisha ya, takutknya nak Aisha panik. umma tidak apa-apa, kasihan Aisha pasti lelah mengurus bayinya. juga umma siang ini di perbolehkan pulang."


" baik umma, Azzam tak akan kasih tau Aisha."

__ADS_1


" bagaimana kabar duo twins nak".


" Alhamdulillah mereka sehat dan aktif ma"


" mereka sangat lucu, pastinya obat lelah saat kamu pulang bekerja". Azzam mengangguk dan tersenyum.


perbincangan antara mereka cukup banyak, karena Azzam harus melakukan operasi akhirnya Azzam harus pamit terlebih dahulu. beberapa menit pun Almira juga pamit karena akan praktek.


" nak kia kabari suamimu kalau umma akan siang pulang ini, kirimkan pesan ". ucap umma yang berusaha mendekatkan anak dan menantunya.


" iya umma akan Zakia kabari mas Hamdan" . Zakia ingat kalau dia tidak punya nomor telepon Hamdan.


'kak zidan minta kontak telepon mas hamdan'


Ting


' cie pengantin baru udah panggil mas ya' goda Zidan.


Ting pesan masuk ke handphone Zakia.


' iss kakak ayolah, kirimkan kak kia ada perlu '


Ting..


' baik pengantin baru sudah halal kok mesra-mesraan '


Zakia tersipu malu membaca pesan dari Zidan, Zidan pun memberikan nomor telepon Hamdan.


' mas siang ini umma sudah di perbolehkan pulang, hanya mengabarkan saja '


Ting


namun saat itu Hamdan masih bersama tuan albeno ia tidak membuka pesannya.


Umma di letakkan di kursi roda, Zakia yang mendorong untuk masuk ke dalam mobil. Di ikuti Abah umi dan Abi. umi dan Abi akan naik taksi pulang, Abah dan umma serta zakia pulang ke rumah Abah.


" nanti biar Zidan yang antarkan pakaian mu nak, jadilah menantu yang baik sayangi mertuamu seperti kamu menyayangi kami".


" insyaallah umi, doakan Zakia "


" orang tua pasti mendoakan mu nak, kamu akan bahagia dengan orang yang tepat." Zakia mengangguk kemudian memeluk umi dan Abi, Abi yang tak bisa membendung air matanya menangis melepaskan anak gadisnya yang akan pergi.


" bro kamu nangis jangan cengeng Zakia tak pergi jauh, hanya pindah tidur saja kamu bisa menjenguknya setiap hari." ucap abah dan semua orang tertawa.


" kamu itu Wahyu aku yang membesarkan susah payah seenaknya kamu bawa saja, "


" ha.... resiko bro anak perempuan harus pergi dari rumah, Zakia sekarang adalah tanggung jawab kami jangan khawatir aku akan menyayangi nya"


" terimakasih aku tidak khawatir karena kamu yang menjaga anakku" Abi menepuk pundak Abah mereka akhirnya berpelukan. sahabat yang kini menjadi besan.

__ADS_1


" kami pamit pulang ya" Zakia menitikkan air mata, ia bahagia juga sedih harus berpisah dari orang tua nya.


Setelah Hamdan selesai meeting dengan tuan albeno Hamdan melihat handphone nya, ada pesan masuk dari nomor baru. tak ada foto profil hanya gambar Kakbah Mekah saja. Hamdan membukanya ia membaca dan membalas.


' nomor siapa ini, ia memberi tahu jika siang ini umma pulang. apa mungkin ini istri ku' Hamdan bingung mau balas saja. ia mengetik hapus lagi, ketik hapus beberapa kali di lakukan.


' Alhamdulillah, terimakasih. maaf ini siapa di hp saya tak ada namanya '.


Ting


Zakia belum membuka handphone nya ia masih sibuk mengurus umma, Zakia masak bubur untuk umma. ada bibi yang membantu di dapur.


" wah mba kia pintar sekali memasak, wajar saja umma memilih mba kia untuk mendampingi mas Hamdan. kapan mba kia akan menikah".


" Alhamdulillah belajar dari umi ini bik"


" bibik cicip ya sepertinya enak "


" silahkan bik ".


" iya enak mba kia, calon menantu idaman ".


" menantu bik bukan calon lagi"


" maksud nya bah kok udah menantu " ucap bibik yang kaget denger ucapan Abah.


" iya Hamdan dan Zakia sudah menikah" sang bibik terkejut.


" bukankah mas Hamdan pergi bah "


" memang pergi setelah akad nikah, karena tak bisa Hamdan tunda harus sampai Australia siang tadi."


" ya Allah bibik ikut bahagia mba kia, Alhamdulillah umma sudah punya teman lagi di rumah". Zakia hanya tersenyum lalu izin untuk memberikan bubur untuk umma.


Zakia menyuapi umma hingga bubur habis, umma sangat bahagia terlihat dari rona wajahnya. setelah selesai Zakia izin kekamar, Abah memberi tahu jika itu kamarnya Zidan berada paling ujung. Zakia kemudian berlalu ke kamar untuk melaksanakan shalat ashar.


selepas shalat zakia memeriksa handphone nya ternyata hamdan membalas pesan, lalu Zakia membalas pesan Hamdan.


' saya yang sudah mas sah kan beberapa jam lalu, terimakasih sudah mau menerima ku mas. Alhamdulillah umma cukup membaik'


Ting


Hamdan membukanya ia sedang santai berada di kamar hotel.


' maafkan saya belum bisa menemuimu, terimakasih sudah merawat umma '


' itu sudah menjadi kewajiban mas, orang tua mas orang tua ku juga'.


Zakia menutup handphone nya ia senyum bahagia, tanpa Hamdan sadari ketika membaca pesan kia hatinya bergetar. namun ia tak yakin hanya karena membaca pesan hatinya bisa bergetar, mungkin gugup saja batin Hamdan.

__ADS_1


________


bersambung...


__ADS_2