MUJAHADAH CINTA ZAKIA HUMAIRA

MUJAHADAH CINTA ZAKIA HUMAIRA
kedatangan tuan albeno


__ADS_3

pesta begitu sangat meriah, semua menikmati pesta itu dengan tawa dan senyum bahagia. Hamdan dan Zakia bagai raja dan ratu dalam sehari, Hamdan tak pernah melepaskan genggaman tangannya kepada istrinya. Teman kampus Hamdan dan Zakia, teman bisnisnya begitu memenuhi rumah yang sudah didesain oleh WO menjadi istana hari ini. Di dekat kolam menjadi tempat dimana menyediakan makanan untuk di nikmati. Kebahagiaan itu juga terpancar dari dua keluarga sang pengantin, hanya satu yang tak bahagia di hari ini. Anita ia datang bersama Yara sahabatnya, begitu sesak dadanya melihat pria pujaannya bersanding dengan wanita lain.


" kamu tidak apa-apa Anita". tanya Yara melihat sahabatnya yang menahan sesak.


" ya aku baik-baik saja". sakit rasanya hati Anita.


" atau kita pulang saja nit,".


" aku ngga papa Yara kita nikmati pestanya". Anita berjalan mengambil makanan yang telah di hidangkan.


Anita tak sengaja menabrak seseorang saat ia berbalik arah ingin berjalan menemui Yara kembali.


" augh...". baju Anita sedikit basah ia menabrak seseorang.


" maaf aku tidak sengaja". seseorang kemudian mengambil tisu untuk membantu membersihkan baju Anita.


" sudah aku tidak apa-apa maaf aku berjalan tak melihat ke depan". ucap Anita.


" hey bro... apa kabar kawan". Tomi memeluk sahabatnya itu.


" Alhamdulillah aku baik, kamu sendiri bagaimana".


" aku tentu baik, kalian sudah kenal". ucap Tomi yang heran saat melihat Anita ada di depannya.


" aku tak sengaja menabrak nya". ucap Niko melirik ke arah Anita.


" baiklah aku kenalkan, nit dia sahabat ku baru pulang dari Amerika".


" aku Niko" Niko mengulurkan tangannya ke arah Anita, Anita tidak menerimanya.


" Anita, maaf aku permisi dulu Yara sudah menunggu." Anita berlalu meninggalkan kedua sahabat itu.


" hey berkedip, kamu suka".


" ha... dia temanmu"


" iya teman kampus ku, cantik kan". ucap Tomi.


" bolehkah aku mendekati nya, sudah punya pasangan belum".


" belum ia masih single, dulu Anita sangat menyukai hamdan namun cintanya tak berbalas. lu tau sendiri kan bagaimana Hamdan, aku saja tidak tau jalan pikiran Hamdan cewek cantik kayak gitu di anggurin kalau aku langsung aja lahap."


" dasar Playboy mu tak pernah berubah tom". Niko memukul sahabatnya itu.

__ADS_1


" ha... mumpung masih muda di manfaatkan".


" berapa cewek yang sudah..."


" bugh... Tomi memukul Niko.


"aku bukan cowok seperti itu Niko gila lu, aku hanya suka menggoda para wanita. gini-gini aku juga tak punya pacar dan masih perjaka Ting Ting, ngga mau aku menikah kayak Hamdan sekarang. setahun lagi lah minimal".


" yah itu sama saja setahun waktu yang cepat tom".


" he... yuk kita makan, ngomong-ngomong kapan lu dateng tiba-tiba muncul aja".


" kemarin aku sampai, papa memberiku kabar jika Hamdan menikah aku melihat undangan papa jadinya aku ada di sini ingin mengucap selamat buat sahabat ku".


" terimakasih kamu tetap sahabat terbaik kami"


"Yoi bro" Niko merangkul Tomi.


*****


" kamu kenapa sayang, wajahmu sedikit pucat".


" masa si mas, Almira sudah memakai make up mas."


" Sayang ada apa". Jack mencoba mengetuk kamar mandi namun Almira belum membukanya.


huuueekkk...huuueekkk


Almira muntah di dalam sana, rasanya ia kehilangan selera makan hari ini perutnya seperti di aduk. ia bergidik saat suaminya membawa makanan udang saos, padahal itu adalah makanan kesukaan Almira. Mr Jack mengambilkan untuk istrinya itu agar Almira memakannya. Almira keluar dari kamar mandi, ia melihat jika udang itu masih ada di tangan jack. Almira kembali masuk ke kamar mandi dan memuntahkan isi perutnya lagi.


" kamu kenapa hmmm, bikin mas khawatir". Jack masih belum sadar jika udang yang ia bawa membuat Almira jijik dan mual.


" mas singkirkan makanan itu"


" ini kan makanan kesukaan kamu sayang, mas mengambilkan untuk mu".


" tidak untuk saat ini mas, tolong singkirkan itu membuatku mual".


" kamu sakit sayang". Mr Jack mulai panik melihat istrinya yang dari tadi muntah.


" mungkin aku masuk angin saja mas".


" kalau begitu kita pulang ya," Almira menggeleng ia masih ingin menikmati pesta ini.

__ADS_1


" Almira masih ingin tetap di sini mas". Mr Jack bingug dengan istrinya, wajahnya terlihat pucat. Almira melihat Aurel yang melintas membawa buah-buahan.


" Aurel sini". Aurel yang merasa di panggil akhirnya berhenti melangkah dan menoleh ke arah suara.


" ada apa bu dokter, Aurel tak mau minum obat lagi Aurel sudah sembuh." Almira tersenyum saat melihat Aurel merajuk tak mau jika harus di beri obat lagi.


" iya sayang bu dokter tak akan beri Aurel Obet lagi, Aurel anak yang pintar. ibu dokter kangen sama Aurel, boleh peluk Aurel". Aurel tersenyum senang kemudian ia berhamburan memeluk Almira.


" terimakasih sayang, bu dokter punya sesuatu. ini buat Aurel." Almira merogoh tasnya dan mengambil sejumlah uang untuk di berikan kepada Aurel.


" maaf Bu dokter Aurel tak bisa menerima uang ini, kata ibu panti dan kak Kiran tak boleh menerima uang dari orang lain secara cuma-cuma."


" jadi, Aurel menganggap bu Dokter orang lain, Bu dokter jadi sedih".


" maaf Bu dokter bukan begitu, Aurel ngga bisa nerima ini". Aurel menolak, Mr Jack yang melihat terharu dengan ketulusan Aurel.


" Aurel sayang terimalah hadiah dari Bu dokter, tolong jangan di tolak. Aurel suka coklat kan, nanti bisa Aurel belikan coklat dan di bagikan untuk teman-teman Aurel. wah dapet dua bonus tuh, bikin Bu dokter seneng juga bikin teman-teman Aurel seneng". tampak Aurel berfikir dan ia pun tersenyum.


" boleh Mr, Aurel belikan coklat buat teman-teman".


" iya sayang tak baik menolak rezeki, jika hadiah itu dari orang yang Aurel tak kenal boleh Aurel menolaknya tapi inikan dari kami. kami juga saudara Aurel." Aurel mengangguk ia bahagia dan kembali memeluk Almira, Almira tampak senang melihat Aurel bahagia. mr Jack juga senang istrinya tersenyum melupakan mualnya tadi.


Pesta masih ramai banyak kolega bisnis Hamdan yang datang dari dalam maupun luar negeri. bahkan tuan albeno pun datang yang tak pernah di sangka oleh Hamdan bos besar orang yang sangat berpengaruh dalam dunia bisnis. Hamdan menyambut dengan hangat kini tuan albeno datang bersama istrinya serta pengawal yang biasa mengikutinya setiap hari.


" selamat Hamdan kamu luar biasa memutuskan menikah di umur yang sangat muda sekali. aku yakin istrimu pasti sangat cantik terlihat dari cara mu melindungi nya." tuan albeno memberi selamat.


" terimakasih kedatangan nya tuan albeno, saya merasa terhormat sekali anda bisa datang ke acara saya". tuan albeno tersenyum ia lalu memberikan sebuah hadiah untuk sang pengantin.


" ini untuk mu bukalah". Hamdan melirik kia terlebih dahulu kemudian membuka sebuah amplop, mata Hamdan terbelalak saat melihat dua tiket umroh ke tanah suci.


" MasyaAlloh tuan ini sungguh berlebihan, terima kasih banyak". tuan albeno memeluk Hamdan kemudian ia pamit, ia tak bisa lama berada di acara tersebut karena masih banyak sekali hal yang harus di selesaikan. Mr Jack mengantar tuan albeno hingga ke depan.


Almira kembali perut nya merasa mual kala ia melihat zidan membawa udang saos, melewati Almira. Mr Jack yang mengetahui langsung menghampiri istrinya dan memberinya air minum.


" ada apa Mr Jack nampaknya istri Mr sakit".


" entahlah dari tadi ia mual muntah saja kepalanya pusing".


" wah apakah dia hamil". tanya Azzam.


___________


bersambung

__ADS_1


__ADS_2