
" mana menantu buat ibu tom". Tomi tepok jidat ia langsung menarik Yara.
" kenalin Bu ini Yara cantik kan ". seketika ibunya senang Yara hanya melotot rasanya ia ingin mengubur hidup-hidup Tomi. ibu Tomi memeluk Yara, Yara hanya diam saja tak enak juga ia mengecewakan orang tua Tomi.
" Kamu cantik sekali nak, kapan akan menikah biar ibu cepat melamar ke orang tua mu".
' mampus aku pasti Yara akan marah besar ni ' batin Tomi.
" Tomi belum punya modal Bu, nikah sekarang modalnya banyak tak mungkin aku membuat istri ku menderita. biarkan Tomi kerja dulu ya bu cari modal. Yara juga masih ingin bekerja dulu memanfaatkan ijazahnya, benarkan sayang". Tomi mengedipkan matanya ke arah Yara.
" i iya Bu ". Yara tak bisa mengeluarkan suara nya lagi takut ia salah bicara, sejujurnya Yara sangat sebal tapi tak tau begitu saja ia mau dengan permainan Tomi kali ini.
" main ke rumah ibu minta antar Tomi ya, sekarang ibu mau pulang dulu". Yara mengangguk dan Salim ibunya Tomi pamit pulang.
Aris menahan tawa melihat muka Yara yang sudah mau meledak, setelah orang tua Tomi cukup tak terlihat Aris tertawa terpingkal-pingkal. Yara memukul Tomi sangat brutal, hamdan, Anita dan Niko yang melihatnya ikut tertawa terbahak-bahak juga.
" udah tak apa Yara, Tomi juga tak terlalu buruk ia juga tampan".
" Tampan tapi playboy...". Yara mendengus kesal.
" aku hanya suka menggoda Yara aku tak pernah mengikat mereka atas dasar pacar." Tomi menjelaskan.
" jangan terlalu begitu sebal nanti kamu benar-benar jatuh cinta sama Tomi". ucap Hamdan.
" ya ampun Hamdan kamu nyumpahin aku". ucap Yara tampak sebal.
" tidak, hanya mendoakan mu semoga kalian berjodoh". ucap Hamdan kembali.
" aamiin". ucap Tomi kemudian. Yara terlihat sebal tapi berbeda dengan hatinya seperti ada sesuatu yang membuat ia bergetar.
" sudah-sudah yok kita makan, aku traktir ke kafe ya" Aris bersorak senang. Hamdan selalu begitu pada mereka karena memang Hamdan yang sudah mempunyai penghasilan.
" Ayo sayang pasti lapar kan". kia mengangguk kemudian mereka berjalan keluar. tak di sangkanya sudah ada Zidan yang menunggu di depan kali ini ia mengajak Kiran.
" Tadi aku mau bareng Niko, aku kira kakak ipar sibuk di kantor jadi tak menelepon mu". ucap hamdan menghampiri Zidan yang sudah menunggu.
" Pekerjaan kami tak terlalu banyak aku ajak Kiran ke sini".
" ini untuk kakak, selamat ya". Kiran memberikan buket bunga untuk Hamdan.
" Terimakasih kiran". Hamdan seperti biasa mengelus kepala Kiran. pemandangan yang sudah biasa di lihat kia dan Zidan mereka tak mempermasalahkan.
Semuanya menuju kafe, Rini yang sedang sibuk dengan pelayanan pengunjung pun ia langsung menemui bos dan teman-temannya.
" Silahkan kalian pilih menu apa saja terserah aku masuk ke dalam sebentar, ayo sayang kita ke dalam sebentar". Hamdan menarik tangan kia masuk ke ruangan private mereka.
" selamat ya mas atas keberhasilan mas hari ini" kia mengalungkan tangannya ke leher Hamdan, Hamdan pun mendekat kan dirinya dengan melingkarkan tangannya di pinggang kia dan menariknya lebih dekat.
__ADS_1
" ini untuk mas". Hamdan melirik hadiah jam tangan dengan merk Rolex di berikan kia kepada Hamdan sebagai hadiahnya hari ini.
" terimakasih sayang kapan kamu membelinya. tak perlu repot-repot begini mas mau hadiahnya yang lebih spesial nanti malam ya sayang dandan yang cantik." Hamdan kemudian mencoba di lekatkan pada tangannya.
" bagus banget mas suka hadiah nya".
" kak zidan yang membantu ku". Hamdan makin mengeratkan pelukannya.
" sekali lagi terimakasih banyak ini mas simpan dulu ya, mas sudah pakai jam tangan tak mungkin mau pakai dua sekaligus". ucap Hamdan yang mendekatkan keningnya di kening kia. Hamdan melepas kan cadar kia, di lumatnya bibir seksi milik istrinya.
" mas teman-teman menunggu". kia mencoba melerai tautan bibirnya.
" tak apa sebentar saja sayang, " Hamdan semakin tak mengontrol dirinya, nafasnya menderu namun Hamdan segera melepaskan takut kebablasan tak enak dengan temannya yang lain sudah menunggu. Hamdan masuk ke dalam hanya ingin mencium istrinya saja, kia terkekeh melihat suaminya yang menahan gairah.
" mas ayo keluar, benerin dulu bajunya kelihatan kucel sekali suamiku".
" baiklah sayang kita lanjutkan nanti di rumah ya". kia terkekeh.
***
" kapan rencananya kalian menikah nik". tanya Tomi.
" secepatnya tak baik harus menunggu lama" jawab Niko sembari ia minum. Anita yang mendengar tersenyum dengan malu, ia juga tak menyangka bisa menyukai Niko.
" yah itu lebih baik nik jika jodoh sudah bertemu". ucap Tomi.
" Ra apa rencana mu setelah lulus, mau nikah juga". tanya Tomi.
" sudah ada calon, dengan siapa". suaranya sedikit meninggi.
" nampaknya ada yang cemburu nih". Aris menyela pembicaraan.
" ya mau lah nikah nanti kalau sudah dekat jodohnya, sekarang aku masih kepengen menikmati hari tanpa buku pelajaran". Tomi lega ia menghembuskan nafas pelan.
" tunggu aku Yara Abang mau cari modal nikah dulu". terlihat Aris mencebik.
" kenpa kamu tak nikah sama gebetanmu, gebetanmu kan banyak tom kenapa harus aku". Yara memanyunkan bibirnya.
" aku maunya kamu aja Yara".
" kalian ini ngga romantis amat, perang di depan kita. pakai yang romantis gitu tom ngungkapin perasaaan tak di pikir dulu". ucap Aris .
" ha.... aku suka jika ia marah". Yara reflek memukul Tomi kebetulan mereka duduk berdampingan.
" dasar..." Yara terus menghujani Tomi dengan pukulan.
" Sudah-sudah makanannya datang, nanti lagi berantemnya ya. kalian ini cocok tom Ra." Hamdan menambahkan lagi.
__ADS_1
" Ra rencananya mau kerja di mana".
" belum tau Ndan, mau yang agak santai saja".
" gimana kalau di kafe ini, kamu bisa bantu kia untuk menjaga kafe. biar Rini bisa fokus sama kuliahnya dulu, kasihan kalau dia tak lulus-lulus".
" okey, aku pikir nanti". Dengan lahap semuanya menghabiskan makanannya, apalagi Aris begitu semangat.
_
_
" makan yang banyak Kiran biar kelihatan gemuk". ucap Zidan mereka berada dalam meja yang berbeda.
" tak apa kak segini cukup aku tak mau gemuk".
" gemukan dikitkan makin berisi". Zidan menuangkan nasi di piring Kiran.
" sudah kak nanti tak habis, hayuk kita makan". Kiran dengan lahap menghabiskan makanannya, Zidan senang mengamati kiran.
' astaghfirullah, belum halal'.zidan berpaling dan menghabiskan makanannya.
" umurmu berapa Kiran".
" 18 tahun kak baru saja lulus SMA".Zidan garuk-garuk kepala nampaknya umur mereka terpaut sedikit jauh. Hamdan berumur 25.
" ada target punya suami umur berapa nanti". tanya Zidan mulai dia kepo.
" ngga ada kak, umur bukan tolak ukur menurut Kiran".
' yes ". batin Zidan.
" terus menikah pinginnya umur berapa".
" kalau bisa sih 25 tahun".
' ya Allah lama sekali' batin Zidan, dalam hatinya ia menangis bombay sungguh lama jika harus menunggu dia bakalan jadi bujang tua.
" lama sekali Kiran, kelamaan Hamdan saja yang laki-laki umur 22 dia udah nikah". Zidan mulai ngeles.
" ya beda kak, kak Hamdan nikah dia udah punya segalanya. Kiran harus berjuang kak."
" kelamaan Kiran kalau umur 25". Zidan mulai menawar.
" kan itu maksimal kak, setidaknya biar Kiran lulus kuliah dulu". Zidan senang rasanya ia ingin guling-guling di situ juga.
____
__ADS_1
bersambung...
jangan lupa tinggalkan jejak kakak.