MUJAHADAH CINTA ZAKIA HUMAIRA

MUJAHADAH CINTA ZAKIA HUMAIRA
tembakan


__ADS_3

Tak ada yang tak bahagia di acara itu, semua bergembira ria. Hanya Rendi yang sejak tadi was-was saja, tak ada yang mencurigakan sejak tadi namun Rendi tetap waspada tatapannya ke sana ke mari. mungkin orang yang tidak tau jika Rendi itu polisi menganggapnya matanya jelalatan. banyak wanita cantik namun Rendi tak sedikitpun memikirkan hal itu ia hanya mengingat pesan pamannya agar waspada. Mr Jack memang izin ia tak akan datang sedang menemani Almira yang belum satu bulan pasca melahirkan. Tomi berdiri di atas panggung ia bernyanyi lagu cinta. yang lain bersorak mengikuti alunan lagu indah Tomi, Aris di seret beberapa temannya agar naik panggung untuk bernyanyi akhirnya mau tak mau ia nyanyi.


"Cinta itu nyata cinta itu ada


cinta itu dari mata turun ke hati


ku mencintaimu lebih dari apapun


engkaulah bidadari surgaku


oh cintaku"


begitulah lirik lagu yang di bawakan Aris.


Aris memang sedikit pandai bernyanyi ia sering saat SMA membawa gitar bernyanyi. suasana riuh dengan canda tawa kebahagiaan tanpa terkecuali, Hamdan selalu berada di samping istri nya.


" bagaimana keadaan di luar"


" aman tapi jujur kami sulit membedakan, mereka semua berpakaian resmi tak ada yang mencurigakan". jawab Buser yang di perintahkan Rendi untuk ikut mengawasi tempat itu.


" terus awasi jangan sampai lengah". ucap Rendi memakai alat bicara ia letakkan di bajunya dan ada untuk telinga nya agar terdengar.


" ayo ren kita nyanyi, jomblo bernyanyi". Rendi di tarik oleh Tomi untuk naik ke panggung, dulu Rendi lah vokalis band mereka saat SMA. Semuanya mengikuti Rendi bernyanyi ia membawakan lagu yang trend saat SMA, suara Rendi masih sangat terdengar merdu.


Dor...


tiba-tiba terdengar suara tembakan, Rendi langsung mengambil pistol yang tersimpan di dalam bajunya mengarahkan ke penembak yang mengeluarkan peluru. Suara jerit riuh kembali lagi terdengar.


" ku mohon semuanya tiarap" teriak rendi, penembak tadi langsung di ringkus oleh Buser. Rendi sebenarnya membawa sekitar lima Buser untuk pengamanan juga ada empat bodyguard Hamdan namun lolos karena tak terlihat adanya penyusup. semuanya memakai pakaian pesta tanpa terkecuali.

__ADS_1


dor..dor..


" mas Hamdan..." teriakan terdengar dari tengah-tengah ruangan di mana Zakia melihat suaminya berlumuran darah. Zidan langsung saja berlari menemui adiknya, di luar sedang ada baku tembak antara penjahat dan polisi ternyata tidak sendiri ada empat penyusup yang masuk ke acara. yang satu masuk dan yang ke tiga ada di luar.


" Hamdan ya Allah". Zidan menangkap Hamdan yang akan terjatuh ia langsung di bantu oleh Tomi, Aris serta Niko. kini baju pengantin Aris berlumuran darah Hamdan.


" cepat bawa ke rumah sakit". teriak Azzam yang saat itu juga datang.


" lewat sini bawa mobil polisi saja itu mobil Anti peluru". teriak rendi ia melindungi sahabat nya yang akan membawa Hamdan masuk mobil untuk ke rumah sakit. mobil itu sudah di sediakan sejak awal akan adanya pengamanan jika terjadi sesuatu hal yang buruk. Sedangkan Zakia ada Aulia yang menenangkan Anita juga Yara serta Aisha kebetulan datang tak membawa kembar.


" tenang Zakia tenang, kak Hamdan sedang di bawa ke rumah sakit. kita berdoa di sini".


" aku mau ke rumah sakit". teriak Zakia.


" kak di luar masih sangat denting ada dua penjahat yang belum bisa di lumpuhkan. Kak kia tenang dulu di sini ya jika aman kita semua ke rumah sakit" Kiran yang mengecek keadaan di luar, ia tanpa takut melakukannya.


" mas Hamdan...hiks..." suara tangis kia terdengar namun tiba-tiba ia pingsan.


" lalu bagaimana ini ". Anita panik bingug mau melakukan apa. untung di sana masih tersisa Niko, lalu Niko berlari keluar melihat keadaan sekitar.


" Niko jangan keluar dulu masih tidak aman". teriak rendi yang masih baku tembak dengan penjahat. Akhirnya sekitar hampir dua jam semua penjahat di lumpuhkan, dua yang hidup dan akan di bawa ke kantor polisi untuk di interogasi. yang dua mati polisi demi keamanan harus menembaknya mereka menembak membabi buta. Alhamdulillah korban hanya Hamdan saja yang lain selamat karena langsung buser dan bodyguard bergerak.


" ayo bawa kia ke rumah sakit". ucap Rendi menyurh Niko agar segera bergerak takut juga terjadi sesuatu karena kia hamil.


Para bodyguard menenangkan para tamu lalu pesta di bubarkan. pelaminan sang pengantin kosong pengantinnya ikut ke rumah sakit semua. Riuh para tamu juga ketakutan mereka ada yang pulang juga ada yang tetap tinggal.


Azzam dengan kemampuan nya ia langsung meminta membawa Hamdan langsung ke ruang operasi, tepat terkna di dadanya takutnya itu menembus jantung. Azzam juga langsung menghubungi spesial ahli jantung, kini ada tiga dokter yang menangani Operasi Hamdan. di luar ruang operasi mereka semua berlumuran darah, baju pengantin sudah tak terbentuk lagi. Rasa khawatir marah juga panik di rasakan para sahabatnya.


" apa kemungkinan ini Alex yang melakukan nya" tanya Zidan kesal ia teringat adiknya yang masih di sana.

__ADS_1


" kemungkinan terbesar iya, siapa lagi yang punya target Hamdan celaka kalau bukan Alex meskipun ia tidak dengan tangannya sendiri yang melakukan"


" bagaimana keadaan di sana". tanya Tomi. tak berapa lama mobil Niko datang ia berteriak-teriak memanggil suster, kia di geledek masuk ke ruangan UGD.


" ada apa" tanya Aris kepada istrinya.


" kia pingsan kak". Aulia nangis langsung di peluk oleh Aris, itu adalah pelukan pertama nya keduanya berlumuran darah nya Hamdan.


" kamu tenang ya jangan takut ada kakak". Aris takut Aulia stok belum lama ia juga mengalami kekerasan yang di lakukan Alex.


" aku tak akan biarkan Alex hidup" semua meneriaki Zidan.


" semua penjahat sudah di ringkus polisi dan kini Alex juga sednag di buru oleh polisi kamu tenag ya Zidan berdoa untuk kia juga Hamdan". ucap Tomi menenangkan.


" buk..." Hamdan meninju tembok meluapkan kekesalannya ia sangat frustasi melihat adiknya pingsan.


" kak tenang semua sudah di tangani dengan ahlinya masing-masing, kita berdoa untuk kesembuhan mereka". ucap Kiran menenangkan Zidan, Zidan duduk luruh di lantai. jika ia mendengar suara Kiran sedikit mengobati kegundahannya.


papa Aulia datang bersama papa Aris mereka membawakan ganti pakaian untuk mereka berdua, karena tau jika pakaian pengantin itu berlumuran darah sahabatnya.


" bagaimana ..."..


" semua masih di tangani dokter pa".


" syukurlah kalian tenang sekarang ganti pakaian kalian dengan yang bersih". papa mereka menyodorkan ganti itu. lalu Aris dan Aulia pergi ke toilet berdua tanpa siapapun, merekakan sudah suami istri pembaca. jangan lupa ya... wkwkwk


____


bersambung

__ADS_1


beri komentar kakak biar rame tak sepi..sepi..


welcome 2023


__ADS_2