MUJAHADAH CINTA ZAKIA HUMAIRA

MUJAHADAH CINTA ZAKIA HUMAIRA
bang jali


__ADS_3

Menunggu memang melelahkan bagi orang yang tak sabar, tapi bagi tiga sekawan ini senang menunggu teman yang akan datang untuk jadi wasit. Tak lama Niko datang dengan mobil Ferarri nya, Semenjak pindah ke Indonesia Niko memang belum punya motor. Tomi, Hamdan dan Aris lebih suka jika mereka keluar menggunakan motornya. Niko keluar dari mobil menemui tiga sekawan itu tak lupa salam jotos di layangkan.


" cepet amat kamu nik". tanya tomi, Tomi merasa baru saja menelepon Niko beberapa menit yang lalu. Niko kini sudah berada di Antara mereka.


" aku langsung mandi lalu ke sini, jarak dari rumahku juga tak jauh jika ke sini" jawab Niko tersenyum bahagia ia juga bisa nongkrong dengan temannya.


" nita udah tidur,". tanya Aris


" sudah aku juga tadi sudah tidur tapi bangun saat di telepon Tomi". Niko melihat-lihat motor punya temannya itu, Niko tersenyum smirk melihat motor Tomi. Niko tertarik dengan Ducati milik Tomi warnanya berani, pastilah cewek-cewek akan terpana melihat motor tampan itu. apalagi yang menaiki seorang Tomi yang selalu tampil cool.


" kamu pergi saja tak izin istrimu dulu nik". ..


" ngga memang aku sengaja takut bangunin dia. kelihatannya Anita begitu lelah, tapi ku tinggalkan memo di meja kalau aku pergi dengan kalian. jika Anita bangun ia tak akan kebingungan mencari ku". jelas Tomi sedikit panjang.


" ya sudah baiklah yuk kita sudah siap".


" kita mau pakai jalur mana nih ris". tanya Hamdan yang sudah siap membunyikan motornya bersiap untuk balapan malam ini, bagi mereka perdana setelah sekian lama mereka tak melajukan kencang moge nya.


" pakai jalur sana saja jalan mawar nanti kita langsung ke rumah makan bang jali, kamu tunggu di sana ya nik " ucap Aris sudah siap memstarter motornya.


" di mana warungnya aku ngga tau". tanya Niko memang Niko belum hafal tempat favorit di daerah situ.


" kamu lewat sini saja nanti ada spanduk rumah makannya"


" eh ngga lah aku ikutin kalian di belakang saja mau balap pakai mobil ku saja, lumayan juga buat nyoba mobil ini seberapa kencangnya. aku nyusul di belakang kalian ya, yuk siap aku hitung". ketiganya sudah membunyikan motornya masing-masing, tomi dengan gaya coolnya, Hamdan masih sama santai, juga Aris telah siap melajukan motornya. Niko berdiri di tengah mereka, siap menghitung di mulai dari angka satu.

__ADS_1


" siap ya". ketiganya mengacungkan jempol tanda siap meluncur ke arena balap, jalan mawar yang tak begitu jauh jika untuk balapan, jalanan sepi karena waktu memang sudah malam.


" satu,,, dua,,, tiga,,, go.... " Niko berteriak seperti orang yang benar-benar menjadi wasit dalam arena pertandingan. tiga motor melaju dengan pesat, awalnya mereka hanya iseng saja namun Tomi yang tak sabar memutar gas begitu cepat hingga ia melejit. Aris panas ia kemudian ikut ngebut juga, Hamdan santai di awal namun ketika sahabat nya melaju kencang Hamdan juga mulai menambah gigi dan gas motornya. strategi Hamdan tak ada yang bisa mengalahkan, Hamdan melewati motor Aris kemudian menambahkan kecepatannya hingga Tomi pun ia lewati. sampai saat ini belum ada yang bisa mengalahkan Hamdan pasti nomor satu. Niko yang mengikuti nya dari belakang merasa takjub melihat Hamdan melajukan motornya. motor langsung berhenti di warung bang jali, Hamdan turun menunggu teman-temannya. Tomi menyusul, kemudian Aris dan Niko paling belakang. mereka melepaskan helm bersamaan senyuman terukir di wajah mereka, perasaan puas dan rindu pun sudha terobati. Niko menepikan mobilnya di belakang motor para sahabatnya itu, ia lalu keluar dan bertepuk tangan.


" kalian luar biasa benar-benar hebat, kapan kalian begini lagi aku mau ikut. "


" Hamdan tetap pemenangnya, pakai ilmu apa sih kamu padahal awal aku udah melencing cepat. tapi tetap saja kamu bisa menyusul, aku masih penasaran dengan mu Hamdan kapan aku bisa mengalahkan mu". Hamdan terkekeh mendengar ucapan Tomi, ia pun merasa jika yang ia lakukan itu sama dengan mereka melajukan motornya dengan kencang.


" aku juga ngga tau, aku hanya fokus saja ke arah depan tanpa melihat ke belakang. aku tak peduli di mana lawanku berada, yang ada di pikiran ku hanya menang. tak beda dengan bisnis sih intinya fokus". jelas hamdan ia turun dari motor nya..


" sudah yuk kita makan, ternyata tetap sama meskipun aku sudah mengeluarkan tenaga ku hasilnya sama. pemenang berpihak kepada Hamdan, sial lu ya". Aris merangkul hamdam seakan ia gemas dengan temannya satu itu.


" yuk aku sudah lapar juga, mungkin aku kalah karena lapar". Tomi tertawa.


" oke siappppp den Aris, makin gagah aja ya den". ucap bang jali tersenyum ke arah Aris. sate bang jali adalah langganan keluarga Aris, menjadi favorit keluarga nya. bang jali kenal Aris sejak kecil.


" namanya juga cowok bang ya gagah". bang jali tertawa bisa aja Aris menjawab pujian bang jali.


" gimana kabar bapak den Aris, udah jarang mampir cuma di belikan security di bgkus saja sekarang suka nya".


" Alhamdulillah bang papa sehat, ya namanya juga sudah tua bang. tapi tetep sate bang jali ini tetep menu favorit papa".


" iya den terima kasih bertahun-tahun jadi langganan bang jali, semoga bapak terus sehat ya den". ucap bang jali masih menyiapkan sate nya.


" aamiin terimakasih bang"

__ADS_1


" sama-sama den"


Mereka masih asyik berbincang sembari menunggu sate di siapkan. Niko bercerita soal dia dulu ada di Amerika, tak pernah ia keluar di sana takut kebablasan katanya.


" aku tak pernah keluar sumpah, jika penting saja aku keluar apartemen". Niko meyakinkan sahabatnya.


" ya aku percaya sama kamu terlihat dari kepolosan dirimu" Niko menyemburkan air yang ada di mulut nya saat itu ia sedang minum.


" bukan polos tapi kak Azzam selalu mengontrol diriku, tak bisalah aku sampai keluar buat main cewek"


" untung ada kak Azzam ya jika tidak mungkin temanku satu ini tak akan pernah mau pulang ke Indonesia". ucap Hamdan sembari ia minum cappuccino.


" iya betul kak Azzam penolong ku, ia selalu menasehati tanpa lelah. sebenarnya aku sebal dengan kak Azzam, tapi setelah punya istri aku baru tau nikmatnya saat halal". Niko terkekeh.


" stop Niko jangan ngomongin istri di depan gue sama Tomi, lu berdua menyingkir ke arah sana". ucap Aris sebal dia sama Niko.


" ngga Aris aku cuma bilang gitu lebih baik sama yang halal saja".


" aku senang bisa berteman dengan kalian, bisa membuatku tak sampai hilang arah. ada rem cakram jika aku sudah terlewat batas. thanks sobat". Aris merasa senang bersahabat dengan Hamdan dan tomi.


" Hidup kita cuma sekali sobat jangan sampai kau sia-siakan dengan banyak dosa, lebih baik tetap fokus memperbaiki diri. jika memang kalian sudah tak tahan langsung nikah aja, kenapa harus yang haram jika kita bisa melakukan dengan yang halal." nasihat Hamdan, itulah Hamdan selalu mberi nasehat tanpa harus menggurui.


" benar katamu Hamdan hidup kita cuma sekali tak akan bisa waktu terulang kembali, manfaat kan dengan sebaik mungkin. ingat kalian para jomblo nasihat kita ya, kami selalu mendukungmu. kalian jika ada masalah jangan ragu untuk bicara dengan kita. kita pecahkan masalah kita bersama". ketiganya mengangguk dan tersenyum senang tak ada pembicaraan yang sia-sia antara mereka.


bersambung

__ADS_1


__ADS_2