
" mas kia sedang haid..."
" apa,,, ya Allah nasib gagal lagi..." kia terkekeh melihat raut wajah Hamdan.
Hamdan mengambil handuk dan pergi ke kamar mandi membuat kia heran, mau apa malam gini padahal tadi sore sudah mandi. Terdengar suara kucuran air dari dalam kamar nampaknya Hamdan benar-benar mandi.
" mas kenapa kan tadi udah mandi".
" mas sedang mendinginkan hal yang sudah panas kia."
" maksudnya apa mas".
" Duh ngga perlu di jelaskan, polosnya istriku".
Hampir 30 menit hamdan mengguyur tubuhnya, kia masih menunggu suaminya keluar dari kamar mandi. di lilit kan handuk di pinggang suami terlihat perut six pak nya, membuat kia mengalihkan pandangan.
" kenapa harus malu, kita sudah halal sayang".
" mas cepatlah pakai baju". Hamdan terkekeh melihat istrinya yang berbalik. jantung kia rasanya ingin lompat dari tempatnya tinggal.
setelah selesai berganti pakaian Hamdan naik ke atas ranjang, sudah ada kia yang masih belum tidur.
" maaf mas kia belum bisa".
" iya tak apa nasibku saja yang belum beruntung, kapan kamu haid padahal tadi masih shalat".
" barusan mas pas kia izin naik ke atas, perut kia mules dan seperti mengeluarkan sesuatu di bawah".
" Biasanya memang tanggal berapa".
" Kadang maju juga kadang mundur."
" mungkin kamu gugup makanya dia cepat keluar". ucap Hamdan sembari membelai rambut istrinya yang panjang dan hitam.
" Berapa hari harus menunggu lagi".
" Kurang lebih satu Minggu".
" kenapa lama sekali, melihatmu saja bikin aku jadi tak waras." kia tertawa.
" Memang segitu siklus kia biasanya mas. sabar ya، sabar itu di sayang Allah juga banyak pahalanya kata pak ustadz". Hamdan menghembus nafas kasar.
" ya udah ayo tidur,"
__ADS_1
" hmmm..." kia merebahkan tubuhnya.
" apa masih nyaman tidur pakai gamis, biasanya emang begini di rumah".
" he... ngga kia biasa pakai piyama".
" kamu sengaja ngga bawa piyama."
" bawa mas"
" buruan di pakai ngga nyaman juga tidur beginian susah nanti mas nya."
" emang susah kenapa mas".
" eh pakai di tanya lagi, duh emang ya kalau nikah sama yang belum cukup umur ya begini semua di tanyakan". kia terkekeh melihat wajah suaminya yang lucu.
" kia udah gadis mas ngga bau kencur lagi juga ngga tipis udah montok dan semok".
deg
Hamdan teringat ucapan yang dulu pernah ia utarakan kepada gadis SMP sekitar 10 tahun yang lalu.
" kia dari mana kamu dapat kata-kata itu kenapa bisa persis". kia tertawa.
" maksudnya" Hamdan mencoba mengingat, yah ia ingat matanya. Hamdan menarik istrinya ia tatap matanya dalam-dalam.
" kia kamu wanita yang ada di desa itu". kia mengangguk.
" kamu masih ingat semua kata-kata ku".
" bahkan aku ingat semua wajah mas, setiap di sepertiga malam aku selalu mendoakan mas. mas sudah dua kali saat itu menolong kia mas, saat di ganggu oleh preman dan saat kia terjatuh ke air".
" MasyaAlloh, ya Allah engkau satukan doa kami di langit". Hamdan sangat senang ia menciumi istrinya lalu memeluknya erat-erat.
" Semenjak kapan kamu memakai cadar," Hamdan menyisihkan helai rambut kia yang menutupi matanya.
" semenjak kia lulus dari SMA mas, kia memutuskan memakai cadar. Terkadang dulu kia ingin marah atas kecantikan kia, kia sewaktu SMA juga kembali akan di nodai oleh kakak kelas kia mas. untung saja kak Zidan datang tepat waktu Alhamdulillah Allah masih melindungi kia berkat doa mas yang selalu mas lantunkan. Kia benar-benar selalu beruntung Allah selalu melindungi kia." Hamdan terharu ia menitikkan air matanya begitu perjuangan kia menjaga dirinya untuk nya. kia mengahapus air mata suaminya.
" Terimakasih sudah menjaganya untuk ku, kecantikan yang kamu miliki adalah anugerah. Kamu pergunakan dengan baik bukan untuk yang tidak-tidak seperti orang di luaran sana. Allah mengabulkan doa mas yang selalu mas lantunkan di sepertiga malam, siapapun nanti jodohku aku selalu memohon agar Allah melindungi nya".
" mas menangis kenapa". kia benar-benar wanita yang polos.
" ini tangisan bahagia sayang bisa mempunyai istri cantik seperti mu meski masih lugu,". kia memanyunkan bibirnya di bilang lugu oleh suaminya.
__ADS_1
" jangn begitu mas ngga tahan kalau liat bibir yang di monyongin, " kia langsung menutup mulutnya.
" kia ganti baju dulu ya mas". kia turun dari ranjang lalu mencari piyamanya.
'Ya Allah ternyata temuan itu adalah kode darimu, benar jika kita menjaga diri orang yang di takdir kan untuk kita ia juga akan melakukan hal yang sama untuk kita. Alhamdulillah terima kasih ya Allah". guman Hamdan sembari menatap atap kamar yang dari tadi tetap sama letaknya.
Kia sudah memakai piyama nya ia kembali ke ranjang lagi.
" kamu benar-benar cantik sayang wajar saja banyak laki-laki yang menginginkan mu"
" Tapi kia bukan wanita yang menampakkan kecantikan nya untuk menggoda laki-laki mas." kia menenggelamkan kepalanya di dada sang suami, kini ia sudah mulai terbiasa dengan bau sang suami.
" sayang kejadian itu terjadi sudah 10 tahun yang lalu kurang lebih, kamu masih mengingat wajahku"
" Kia ngga tau mas dari semenjak pertama kita bertemu kia tak pernah melupakan wajah mas dari benak kia".
" ya Allah kamu manis sekali, memang aku tak pernah mengingat mu setelah kejadian itu. tapi sorotan tajam mata ini tak pernah hilang dari benak mas hingga saat ini " Hamdan kembali mencium istrinya.
" kenapa kemarin mas menolak kia, ".
" maaf sayang jika aku tau wanita yang di pilihkan umma itu kamu tak mungkin aku menolak nya justru aku akan cepat-cepat menikahi mu. Kalah star sama umma, bahkan umma yang mengkhitbahmu bukan aku. maaf waktu itu aku mengira kamu istrinya Zidan." ucap Hamdan sambil terkekeh ia ingat saat menolak kia.
" sedikit sakit hati kia mas saat tau jika pernikahan itu di lakukan di rumah sakit dan mas pun tak berniat bertemu terlebih dahulu dengan kia sebelum mas pergi dan sakitnya lagi...." Hamdan memotong ucapan kia.
" sudah ya, mas minta maaf jangan di ungkit lagi itu akan membuka luka ini lagi". hamdan menunjuk tepat di dada kia.
" mas mana handphone kia"
" untuk apa sudah malam tidur lah,".
" mau menghidupkan muratal supaya kia lekas tertidur".
" mau di bacakan surat apa, akan mas bacakan asal jangan surat Al-Baqarah sampai selesai." kia terkekeh.
" Bacakan kia surat Al Mulk mas"
" siap permaisuri ku cepat tidur ya ". akhirnya kia tidur dalam pelukan Hamdan sang suami, Hamdan pun menarik selimutnya hingga dada kemudian ikut tertidur juga. Sungguh indah halal itu.
________
bersambung
baper ya emak-emak jadi ingat malam pertama apalagi yang mereka menikah secara ta'aruf, pasti punya cerita masing-masing.
__ADS_1