MUJAHADAH CINTA ZAKIA HUMAIRA

MUJAHADAH CINTA ZAKIA HUMAIRA
jodoh sudah dekat


__ADS_3

Setelah sarapan pagi semua bersiap untuk ke rumah teman papa. Aris paling males kalau di ajak jalan apalagi pakai mobil, Aris masih senang kemanapun naik motor gede nya. karena bawa papa dan mamanya mau tak mau Aris hari ini akan jadi sopir, tak lupa dengan kacamata hitam nya supaya tampak keren dikit. bukan karena untuk teman papa nya, tapi tebar pesona di jalanan. aisshhh... tak ilang tebar pesona nya ngikutin Tomi yang udah mulai tak mau tebar pesona lagi.


" kamu cuma pakai kaos begitu ris, pakai baju yang sopan dikit kenapa. kemeja gitu kamu kan punya," mama nya memandang Aris dari atas sampai bawah ia tak peduli, ia hanya ingin memberikan kesan tak baik kepada wanita yang akan di jodohkan nya.


" gini juga udah keren ma, pakai kaos biar ngga gerah ma". ucap Aris sembari berlenggok mendengarkan musik lalu memakai kacamata hitam nya.


" ya ampun anak sekarang jarang yang mau nurut orang tua". gerutu mama namun semua mendengar, membuat papa terkekeh.


" Jadi ngga ini ma, kalau ngga jadi Aris mau tidur ngantuk". mama nya akhirnya pasrah mengikuti Aris juga papa. mama membawa parcel buah dan juga roti yang di belinya di toko kue langganan mama.


Sesampainya di rumah itu mereka di persilahkan masuk namun yang membukakan pintu adalah bibik yang membantu pekerjaan rumah itu. Aris masih pede dengan kacamata hitam nya yang tak di lepas, dengan celana jins yang sedikit sobek dan kaos oblong ia berharap teman papa nya menolak Aris karena ia bersikap tidak sopan. Kaki kanannya di angkat bertumpu di kaki yang satunya, ia belagak seperti orang sombong. teman papa nya keluar bersama istrinya namun Aris tak memperhatikan nya, ia asyik bermain handphone sembari bersiul persis anak Badung.


" sobat, sudah langsung ketemu rumahnya tak susahkan".


" iya lebih dekat saja, lalu rumah kalian yang di sana". papa Aris mengingat rumah temannya bukan di situ mereka ke sini baru semalam karena neneknya harus di urus. jika ke sana kemari akan lebih merepotkan sedangkan nenek sudah tak bisa apa-apa.


" Oh ya kenalkan dia anakku yang aku bicarakan itu". tuan rumah itu mengamati sangat dekat seperti mengenalnya, betul mereka mengenal laki-laki itu.


" Aris..." Aris kaget ia mengenal suara itu beberapa hari yang lalu. kemudian Aris membuka kacamata hitamnya juga menurunkan kakinya. ia melongo melotot terkejut begitu juga dengan kedua orang tua penghuni rumah itu.


' mati aku ' batin Aris ia kaget malu dengan dirinya berlaku tak sopan juga dengan pakaian tak sopan.


" Tante, om,,," ia nyengir rasanya malu ternyata orang tua itu adalah orang tua Aulia. papa dan mama Aris pun kaget kenapa mereka bisa kenal. Aris menyalami tangan orang tua Aulia dengan mencium nya.

__ADS_1


" kalian sudah mengenal anakku". heran papa Aris.


" iya kami bertemu dengan Aris di rumah sakit, jadi dia ini anakmu teman". kata papa Aulia tersenyum lebar.


" iya dia anakku yang selama ini aku bicarakan padamu".


" jodoh tak akan kemana, mereka sudah menjalin hubungan sebelumnya". papa dan mama Aris melongo tak percaya, selama ini Aris tak pernah bercerita tentang wanita. setiap handphone nya di periksa oleh mama nya saat Aris tertidur tak ada satupun foto wanita kecuali saudara dan sahabat mereka. mama fikir ini kejutan, tersenyum dengan penuh kebahagiaan. Aris nyengir padahal mereka sama sekali tak menjalin hubungan dengan Aulia, mama memukul kepala Aris.


" sakit ma".


" kenpa kamu tak bilang jika sudah punya calon, tapi mama seneng karena wanitanya adalah wanita pilihan mama juga.,"


" tapi sebenarnya kami tak menjalin hubungan ma, ceritanya..." mama memotong penjelasan Aris.


" sudah tak usah bicara lagi, semuanya sudah jelas kamu harus menerima perjodohan ini." tegas mama membuat Aris bingung, bagaimana jika Aulia tidak menerimanya ia bingung.


" Aulia nak, ada yang menjenguk mu". Aulia menyalami dengan takzim tanpa ia harus bangun dari tidurnya.


" kak Aris kapan datang". Aulia melihat kak Aris di belakang orang tuanya.


" belum lama Aulia " Aulia tersenyum mengembang rindunya terobati, ternyata perasaan nya sama dengan Aris menyimpan rindu.


" nak kamu tau, ini adalah teman papa yang anaknya akan papa jodohkan dengan mu. papa juga kaget ternyata anak teman papa itu Aris , laki-laki yang telah menjadi pilihan mu". Aris hanya meringis ia tak ingin Aulia marah dan tidak menerima nya.

__ADS_1


" sebenarnya kami tidak pu..."


" Alhamdulillah nak jadi kami tak perlu mengenal kan kalian lagi lebih dekat, ternyata Allah sudah memperkenalkan kalian lebih dulu". Aulia memandang Aris sama dengan Aris yang memandang Aulia sama-sama meminta pertolongan.


" terima kasih sudah menerima perjodohan ini nak, mama senang". ucap mama Aulia. beberapa hari yang lalu Aulia memutuskan untuk menerima perjodohan itu. Aulia mengunci mulutnya tanpa kata juga Aris kedua orang tuanya tak mau mendengarkan mereka terlebih dahulu. para orang tua meninggalkan kamar Aulia hanya tersisa Aulia dan Aris saja.


" kak, maaf Aulia tidak tau kalau anak teman papa itu kak Aris". Aris meletakkan jari telunjuknya ke bibir Aulia.


" husssttt... ngga perlu di bahas jika kamu ingin membatalkan perjodohan ini tak apa kakak terima. mungkin ada orang lain di hatimu, jangan di paksakan Aulia". Aulia hanya diam sesaat juga Aris menyelami pikiran nya masing-masing.


" maafkan Aulia kak, Aulia tak bisa menarik ucapan Aulia ke mama dan papa." wajah Aulia sendu ia takut jika Aris marah.


" bagaimana lukamu masih terasa sakit".


" Alhamdulillah lumayan membaik". Aris mencoba membuat suasana jadi tak kaku.


" Aulia kamu tau perihal jodoh, tak ada yang tau kapn bertemu dan di mana. seperti Hamdan dan Zakia mereka di jodohkan bahkan tanpa Hamdan tau siapa calon istrinya, namun keikhlasan hatinya yang menerima takdir itu atas perjodohan orang tuanya membuatnya menjadi bahagia. kakak boleh bertanya". Aulia menatap netra Aris penuh cinta, Aris menguncinya dengan kejujuran lewat sorot matanya.


" aku tak ada wanita yang aku jadikan sebagai orang yang spesial di hatiku, apakah Aulia punya seseorang yang Aulia cintai diluar sana yang Aulia harapkan menjadi suami Aulia". Aulia menggeleng tanpa ragu, Aulia sudah mengerti maksud ucapan Aris.


" nah di sini kakak sebagai calon suamimu maukah kita mencobanya untuk dekat". dada Aris sudah naik turun bergemuruh hebat, Aulia detak jantung nya tak beraturan seperti melodi cinta anak manusia yang baru saja mengenal cinta.


____

__ADS_1


bersambung


cerita sedikit dulu tentang Aris dan Aulia ya.


__ADS_2