
Mobil melaju dengan kecepatan sedang sekitar tiga puluh menit sudah sampai di depan rumah Abah, kia yang tidak tau dengan acara yang di susun mertuanya masih berada di dalam kamar.
" assalamu'alaikum"
" wa'alaikumsalam, eh besan mari silahkan masuk" umi, Abi dan Zidan masuk.
Hamdan yang tau jika mertuanya datang mengajak kia turun ke bawah, hamdan menggandeng kia dengan hati-hati turun ke bawah. di lihatnya orang tuanya dan kakaknya zidan wajah kia langsung merona bahagia...
" pelan-pelan sayang ngga perlu lari". Hamdan menggenggam erat tangan istrinya.
" umi, Abi kapan datang" Zakia berhambur ke pelukan uminya. Hamdan menyalami mertuanya dengan mencium punggung tangan nya dengan takzim.
" barusan nak, suamimu yang mengundang kami" kia menoleh ke arah Hamdan.
" mas Hamdan mengundang umi, ada acara di rumah ini mas".
" acara untukmu sayang keluarga kita". kia mengerutkan keningnya juga umi, Abi dan Zidan ia tak tau maksud Hamdan.
" begini umi, abi, Hamdan mau ngasih kabar buat semua. Alhamdulillah dengan izin Allah kia hamil".
" Alhamdulillah" semua serentak mengucap syukur tampak wajah bahagia dari wajah keluarga kia.
" benar dek kamu hamil, Hamdan bisa bikin kamu hamil". semuanya terkekeh.
" bisa dong kakak ipar sudah teruji tokcer"
" ha...." semua tertawa.
" yuk kita ke meja makan sudah umma siapkan semuanya". ucap umma mempersilahkan besannya.
" ya Allah nak umi senang sekali akhirnya sebentar lagi umi punya cucu". umi meneteskan air mata, Abi juga tampak begitu bahagia.
" sobat kita akan jadi kakek," Abah menepuk bahu Abi.
" iya bro, tak di sangka pertemuan kita membawa hikmah menjadi lebih dekat".
" kamu tau, dulu aku sudah berniat menjodohkan anak kita. namun semenjak aku tak bisa menghubungi mu pupus semua harapanku tapi Alhamdulillah Allah mempertemukan kita lagi aku pun tak menjodohkan nya. hanya istriku yang tak sabar ingin menjadikan anakmu menjadi menantunya".
" percaya jika takdir itu memang yang terbaik".
" jadi tadi kamu tak berangkat kerja istrimu sakit tu ini sakitnya".
" iya kita ke dokter Almira memeriksa kan kia, ngga taunya kia hamil". Hamdan terkekeh.
" aku senang akhirnya cepat dapet ponakan".
" kapan kak Zidan akan nikah, kami sudah nikah sebentar lagi mau punya anak". tanya kia.
" nantilah masih menanti".
" dari dulu kakak ini memang tak pernah dekat dengan wanita".
__ADS_1
" normal ngga sih kakak ipar".
" issshhh.... normal aku Hamdan ". membuat semua terkekeh.
" kalau normal cepat menikah bikinin Abi cucu" ucap Abi masih menunggu di tuangkan nasi oleh kia.
" iya Abi doakan saja, Zidan mau nikah nya sama yang Zidan cintai supaya rumah tangga nya barokah penuh cinta". ucap Zidan.
semuanya tersenyum mendengar bualan Zidan.
***
Zidan dan Tomi masih menyelidiki tentang proyek yang bermasalah tanpa sepengetahuan Hamdan, mereka diam-diam ikut turun dalam pengurusan proyek. Orang kantor yang belum begitu mengenal Tomi tak tau kalau Tomi kali ini menyamar menjadi bawahan mereka.
" Kita harus mengerjakannya dengan rapi jangan sampai ada yang terlihat mencurigakan" kata Dodi salah satu pekerja, yang ternyata adalah kepercayaan hamdan untuk turun di lapangan. Tomi yang sedari tadi menguping hanya diam saja dan ikut pekerja mengerjakan. kini Tomi tau jika kepercayaan Hamdan yang bernama Dodi itu berkhianat.
" sepertinya saya baru liat kamu kerja di sini".
" iya pak saya baru masuk hari ini" ucap Tomi tenang agar mereka tak curiga jika Tomi sedang memata-matai mereka.
" baik kerja cepat jangan lemot"
' awas ya nanti jika kamu sudah ku tangkap ku bejek-bejek ' batin Tomi geram.
" Kurangi semua bahan, buat bangunan nya tidak kokoh ". ucap Dodi kembali.
***
" oh itu dia ada perlu keluar mungkin dua hari ini dia izin".
" tak bilang sama aku, tentang keluarganya ya".
" i iya dia ke rumah neneknya ada yang penting ".
" oh ya sudahlah, bagaimana proyek berjalan lancar".
" Alhamdulillah lancar kemarin saya sudah mengecek nya ke sana bersama Tomi ".
" syukurlah semoga pengerjaannya lekas selesai dan segera berdiri rumah sakitnya". Proyek besar untuk membangun rumah sakit ini sangat menguntungkan karena nanti saham akan terbagi jadi dua 50% menjadi saham Hamdan. Semua modal untuk pengerjaan dan pendirian rumah sakit ini semua dari perusahaan Dirgantara.
Saat istirahat siang Tomi ke toilet, ia mengirim pesan kepada Zidan jika sudah ditemukan pengkhianat nya namun Tomi masih ingin apa misi di balik semua orang itu lakukan. padahal Hamdan tak pernah membayar pekerja dengan tak pantas , bahkan Hamdan selalu membayar lebih sesuai. Hamdan juga memberi bonus, bagi mereka yang mempunyai anak sekolah Hamdan beri tunjangan tak jarang Hamdan membantu keluarga mereka juga.
Zidan yang menerima pesan senyum smirk dia akan segera menangkap pelaku nya.
***
" halo Zidan kita ketemu di kafe saja ya, tak etis aja jika lewat pesan atau telepon begini". suara Tomi di seberang telepon.
" oke baiklah sembari tengokin cewek kamu kan".
" tau aja kamu zidan, aku lagi luluhkan hatinya. ternyata sulit sangat".
__ADS_1
" ha.... katanya playboy raja taklukin cewek".
" yang ini beda Zidan, sulit ".
" semoga berhasil dan cepat halal".
" he... lagi cari modal kawin tak berani juga aku kalau belum ada modal ".
" gampang tinggal ngomong sama bos Hamdan"
" jangan Zidan, dari dulu Hamdan itu sudah banyak membantu ku dia terlalu baik padaku. kali ini aku ingin usaha sendiri agar tak terus ketergantungan dengannya"
" baguslah kalau begitu"
" sial kamu itu Zidan."
" la terus gimana, aku seneng liat kamu semangat kerja."
Keduanya bertemu di kafe selepas isya, Tomi datang terlebih dahulu. pengunjung kafe lumayan ramai Tomi tak bisa ngobrol dengan Yara ia hanya memandang dari kejauhan.
" sudah dari tadi bro". Zidan datang langsung menepuk bahu Tomi yang dari tadi mengamati Yara sedang sibuk.
Yara menerima tawaran Hamdan untuk bekerja di kafenya, karena Hamdan tak ingin kia lelah menjaga kafe. Rini juga sebentar lagi lulus, Hamdan menyuruh Rini agar fokus pada kuliahnya, akhirnya Rini hanya mengambil satu shift. Kuliah Rini pun di bantu oleh Hamdan soal biaya, gaji Rini di pakai untuk keperluan sehari-hari. bagaimana pegawainya tak serius bekerja mereka benar-benar mendapatkan balasan yang setimpal.
" bagaimana penyelidikan kamu hari ini tom" tanya Zidan langsung to the point.
" seperti yang kita duga ada pengkhianat dalam perusahaan".
" siapa yang melakukan itu, Hamdan tak pernah berlaku sewenang-wenang sama karyawan nya bahkan mereka semua mendapat tunjangan yang tak sedikit". Zidan geram mendengar ada pengkhianat.
" namanya Dodi "
" Dodi ia kan kepercayaan Hamdan, bisa-bisanya ia berbuat bodoh seperti itu".
" besok aku akan datang lagi, aku ingin tau sebenarnya siapa di balik semua itu ".
" ya betul baru kali ini terjadi biasanya tidak pernah aku yakin hamdan selalu perhatikan semua pekerjanya". ucap Zidan ia geram.
" fix berarti betul ada orang lain yang mempengaruhi Dodi untuk menjatuhkan Hamdan yang pasti imbalannya besar".
" yah itu kecurigaan ku juga tom".
" cukup di sini pembicaraan kita tentang ini, Yara..." panggil Tomi.
" heh malah panggil gebetan nya". Zidan mencebik.
______
bersambung
terimakasih kakak reader atas hadiahnya.
__ADS_1
terus like dan komentar ya