
Niko masih mengingat tentang Anita, rasanya dia benar-benar jatuh cinta dengan sahabat nya itu. Setelah wisuda ia di minta untuk pulang oleh orang tuanya untuk mengurus perusahaan ayahnya. Anita memang gadis yang baik cintanya bertepuk sebelah tangan kala Hamdan tak pernah membalas, Hamdan orang yang bijak meski begitu ia tak pernah menjauhi Anita persahabatan yang ia bubuhkan antara hubungan nya. Niko mencoba bertanya semua tentang Anita lewat Tomi dan Yara sahabat Anita.
" assalamu'alaikum ". salam Yara saat menerima telepon dari nomor yang tak ia kenal.
" wa'alaikumsalam, betul ini Yara".
" iya anda benar, ini siapa ya". tanya Yara kemudian.
" aku Niko yang ketemu di mall tadi siang".
" oh iya ada urusan apa, dapet no ku dari mana kok kamu bisa telepon aku".
" apa yang ngga sih buat Niko, dari Tomi".
" dasar tuh anak kasih nomor ngga minta izin dulu".
" maaf aku yang memaksanya, bolehkah aku bertanya soal Anita". Yara tersenyum ia mengingat Niko itu tampan pria blasteran ayahnya orang Amerika ibunya Indonesia. bayangin yah pembaca tampannya seperti apa, ibunya orang Padang tinggi hidungnya mancung kayak ke arab-araban. Penulis tak tanggung-tanggung ngehalu nya wkwkwk.
" boleh silahkan saja dia sahabat ku, kamu menyukai nya Niko". cecar Yara menunggu jawaban.
" yah begitulah kira-kira".
" yang pasti dong jangan ragu jika ingin menjalin hubungan, kalau kamu ragu mending ngga usah aku ngga akan beritahu". ucap Yara menegaskan karena ia tak mau jika sahabatnya akan tersakiti.
" aku serius Yara jangan sewot gitu, suer kamu bisa membunuh ku jika aku mempermainkan sahabat mu". Yara tersenyum di seberang telepon akhirnya ada seseorang yang bisa mengobati hati sahabatnya.
" Anita itu sahabat ku aku sangat dekat dengan nya, sekarang dia lagi patah hati".
" patah hati maksudnya". Niko pun kaget.
" Anita menyukai Hamdan sejak SMA hingga kuliah ia tak pernah berpaling dari laki-laki manapun, tapi Hamdan tak mau menjalin hubungan dengan siapapun begitulah ia selalu tertutup. Dan saat Hamdan di jodohkan ia tau kini Hamdan menikah Anita sangat patah hati seperti ia tak semangat dengan hidup nya yang sekarang. kemarin itu aku ajak Anita keluar agar ia melupakan sakit hatinya, tapi sepertinya ia tersenyum saat jalan denganmu aku sengaja membiarkan kalian dekat melihat Anita tersenyum aku senang". terang Yara, sebenarnya lebih panjang tapi penulis hanya menyingkat saja he...
" jadi begitu dia sedang patah hati, aku bisa minta tolong padamu dekatkan aku dengan Anita. aku sedang cari istri bukan pacar".
__ADS_1
" nah ini yang aku senang cowok to the point ngga bertele-tele baiklah pasti aku akan membantu mu, semangat berjuang Niko".
" terimakasih sudah mau membantu ku".
" untuk sahabat ku akan ku lakukan segalanya agar ia tersenyum." Akhirnya obrolan mereka berakhir Niko mulai menyusun rencana untuk mendekati Anita.
________
" sayang hari ini ke kampus tidak". Zakia yang sedang menyiapkan sarapan pagi nya. ada umma yang senyum-senyum Hamdan lupa jika ada orang tuanya di situ, namun umma senang berharap cepat mendapatkan cucu.
" Zakia hari ini tidak ada jam mas".
" terus rencana mau ke mana". Zakia berhenti menaruh piring di meja.
" di rumah aja mas, ".
" kalau misal ke kafe mau, kamu hanya mengawasi saja kerja mereka tak perlu lelah ada tempat istirahat nya nanti di sana. kalau di rumah kamu pasti akan bosan, hari ini umma ada jadwal arisan bersama temannya. kamu ngga boleh ikut."
" kenapa menantu mama tak boleh ikut Hamdan". kesal umma.
" cuma arisan ngobrol duduk makan sudah gitu aja".
" jangan ya umma Hamdan masih ingin dekat-dekat sama Zakia, tak bisa jauh. kalau di kafe kan dekat kantor nanti Hamdan bisa makan siang di sana bareng kia". terang Hamdan merasa pede.
" huh dulu aja kamu ngga mau di nikahin sama kia sekarang tak mau jauh-jauh, lebay". ucap Abah ketika turun mendengar ucapan anak dan istrinya.
" beda Abah kalau dulu Hamdan benar ngga tau".
" makanya nurut sama orang tua, pilihan umma tak ada yang salah semua menantu umma saliha".
" iya iya umma ku sayang ibu hebat sedunia". Hamdan merangkul umma nya kemudian mencium ummanya itu.
" terserah kamulah Zakia memang benar suamimu itu harus di ikat jangan lepas, di luar banyak nenek lampir dengan wajahnya yang menor belenor. menantu umma mah tak ada tandingannya rugi Hamdan jika kami menolaknya".
__ADS_1
" pasti umma, kia itu istri yang sangat aku cintai lebih dan lebih".
" dasar bucin". ucap Abah sambil melahap kentang goreng. kia hanya mendengar dan ia cekikikan tertawa ternyata tak setegang yang ia bayangkan mertuanya terlihat sangat di luar tapi dalam keluarga sangat hangat.
" ya sudah kia ke kafe saja dari pada nanti ada nenek lampir". kia kembali terkekeh.
" nah itu baru istri saliha nurut sama suami". Abah mencebik membuat Hamdan dan kia tertawa lepas.
" udah ayok sarapan keburu dingin tak enak, kamu juga buruan ke kantor walaupun sebagai bos tunjukkan ke karyawan mu kamu itu disiplin jangan semena-mena".
" iya umma Hamdan selalu ingat pesan umma itu."
Mereka menyelesaikan makanannya, umma menyuruh kia langsung siap-siap biar umma yang membersihkan nya sudah ada bibik juga. Zakia naik ke atas di ikuti oleh hamdan.
" mas kenapa tak tunggu di depan saja kia hanya ganti saja dan ambil tas". Hamdan langsung melingkar kan tangannya di pinggang kia.
" sudah berani menyuruh suami hmmm..."
" bukan gitu mas". kia terdiam kala Hamdan sudah meraup bibir nya secara lembut, candunya saat ia sudah menikah. namanya pengantin baru taulah yang udah pernah ngalamin he... maaf pembaca hanya mengingatkan saja masalah dalam rumah tangga itu biasa ingatlah saat kita jadi pengantin baru banyak manis-manisnya heee....
Cukup waktu 15 menit berlalu kia merapikan lagi kemeja suaminya dan dasinya, Hamdan melihat wajah istrinya dengan seksama.
" mas jangan liat begitu kia malu"..
" kenapa malu sayang, ibadah yang berpahala jika menyenangkan suami. tetaplah menjadi istri yang selalu membuatku rindu, rasanya sulit bila jauh darimu".
" iya mas akan ku jga diri ini hanya untuk suamiku tersayang". kia mengecup singkat bibir suaminya.
" nah ini yang aku suka istriku mulai agresif " kembali Hamdan mengulangi hal yang sama.
" mas sudah siang". Hamdan terkekeh ia lupa jika sudah bersama istrinya. Hamdan membenarkan hijab kia dan cadarnya kemudian mereka turun dan berangkat setelah berpamitan dengan umma dan Abah.
____
__ADS_1
bersambung
.