MUJAHADAH CINTA ZAKIA HUMAIRA

MUJAHADAH CINTA ZAKIA HUMAIRA
rayuan


__ADS_3

Hamdan melajukan mobilnya dengan sedikit cepat, ia menuju pantai di ujung kota. Sesampainya di sana ia mencari di seluruh pesisir pantai, kesana kemari mencari keberadaan kia. ternyata ia dapatkan kia yang sedang duduk di tepi pantai dengan menenggelamkan kepalanya di lutut.


' Alhamdulillah '. batin Hamdan.


Hamdan duduk berada di samping kia, sebenarnya miris hati Hamdan mendengar isakan Zakia. ia tak berkata juga sedikit pun membiarkan kia menangis sepuasnya dulu. Agar hatinya sedikit lega sudah ia luapkan semuanya rasa sesak itu.


" menangislah sepuasmu selagi itu bisa mengurangi beban sesak di hatimu" Zakia tak menghiraukan siapa yang berbicara, ia tetap fokus pada dirinya. Namun beberapa menit ia terhenyak menginginkan jika itu suara Hamdan. kia mendongakkan dirinya melihat siapa yang berada di samping nya. ketika tau jika itu adalah Hamdan kia berdiri mencoba meninggalkan Hamdan. Hamdan terus mengikuti dari belakang ke mana arah kia pergi.


" kia ku mohon aku minta maaf, kita bicara sebentar" kia tak menjawab terus saja berjalan ke depan. Kia tak menyadari jika ia berdiri di samping mobil Hamdan, Hamdan kemudian membuka mobilnya dan memasukkan kia ke dalam mobil.


" aku mau keluar mas," Zakia mencoba menggoyang-goyangkan pintu mobil. namun Hamdan menguncinya membuat kia tak bisa keluar.


" kita bicara dulu, maafkan aku yang telah salah paham. kemarin itu aku benar-benar lelah kemarahan ku karena saat itu hati ini rasanya sakit ketika mengingat dirimu adalah istrinya Zidan".


" maksud mas"..


" Dari awal aku mengira kia adalah istri zidan aku marah pada diriku sendiri kenapa aku mencintaimu orang yang sudah milik orang lain, hingga cinta ini begitu dalam. aku laki-laki bodoh yang tak berani bertanya kenyataan sebenarnya, semua hanya ku lihat dari sudut pandang mata ini. maafkan aku kia sungguh aku tidak tau jika istriku yang sebenarnya adalah kamu dan Zidan adalah kakakmu. Saat umma membicarakan jodoh jujur aku tak setuju, aku pun masih belum siap bertemu istriku. Hingga ijab Kabul aku ikrarkan yang menggetarkan arsy nya Allah aku tak berani bertemu istriku. aku cemburu selalu melihat dirimu berjalan bersama zidan kalian benar-benar menipuku, hingga aku lebih percaya pada diriku jika kamu adalah istri zidan. Maafkan aku hukumlah aku sesuka mu untuk menebus kesalahanku, aku menyesal kia." Sebenarnya kia tak tega melihat Hamdan yang merajuk tapi ia masih pada pendiriannya belum ingin memaafkan suaminya itu.


" kita pulang mas" Hamdan tersenyum senang akhirnya kia mau pulang juga.


hening di dalam mobil KIA hanya menatap keluar tanpa peduli dengan Hamdan.


" pulang ke rumah abi bukan Abah"


" ayolah kia kita pulang ke rumah kita selesaikan semuanya."


" pulang ke rumah Abi" ucap kia.


" bagaimana denganku, umma pasti tak akan membukakan pintu untuk ku jika pulang tak membawamu".


" turunkan kia di sini mas jika tak mau mengantar kia ke rumah Abi, kia mau pulang ke rumah Abi." ucap kia dengan nada yang kesal.


" ku mohon kia" kia mencoba membuka pintu mobil ia mau turun tak peduli Hamdan yang merajuk.


" baiklah ku antar ke rumah Abi" sekitar 15 menit sampai di rumah Abi, kia turun langsung berlari ke dalam kamar mengunci kamar nya. Abi yang melihat hanya diam saja tak mau mencampuri urusan keduanya.


" Bagaimana Hamdan sudah bicara padanya, "


" Hamdan sudah menjelaskan Abi, namun kia tak mau bicara dengan Hamdan."

__ADS_1


" sabar nak ini perjuangan untuk mu mendapatkan hati kia. sebaiknya kamu istirahat tidur lah ke kamar tamu dulu kia tak akan mungkin membukakan pintu untuk mu saat ini."..


" iya Abi terimakasih, maafkan Hamdan Abi sudah membuat kia menangis."..


" sudahlah ini hanya kesalah pahaman ngga akan lama pasti kia akan lekas memaafkan mu"


" semoga saja bi, Hamdan permisi ke kamar dulu". Abi mengangguk mempersilahkan Hamdan untuk beristirahat.


Hamdan terus mengirim kan pesan untuk kia, kia hanya tertawa cekikikan di kamar. pesannya hanya di buka tak ia balas satu pun, ia ingin tau bagaimana perjuangan Hamdan jika memang mencintai dirinya seperti apa yang sudah Hamdan katakan tadi.


' maafkanlah suamimu yang tak berdaya ini'


' aku laki-laki bodoh tak tau diri kia'


' mungkin aku memang tak pantas untukmu'


' kamu bener bidadari tak bersayap penghuni hatiku'


ini adalah sebagian isi pesan yang dikirimkan Hamdan untuk kia, Hamdan banyak sekali mengirimkan pesan. kia membaca sambil cekikikan membuat dirinya geli saja.


Sore hari Zidan pulang, ia melihat mobil Hamdan yang masih berada di depan. Zidan mengira jika kia dan Hamdan sudah baikan dan berada di kamar kia. namun zidan melihat hamdan keluar kamar tamu setelah Zidan masuk dalam rumah.


" kakak ipar tak punya akhlak"


" kasihan...kasihan... kasihan... malam pertama yang indah ha...." kembali Zidan mengejek Hamdan.


" isss udah awas aku mau keluar cari baju, di mana supermarket terdekat sini aku tak bawa baju."


" pakai bajuku saja adik ipar".


" ih ogah..."


" ngga mau ya pakai baju suaminya Zakia ha..." Hamdan memukul Zidan namun zidan berhasil menghindar.


" ada di ujung gang supermarket lengkap dengan ********** siapa tau nanti malam kamu butuh gonta ganti ha...."


" kakak ipar gila " Zidan masih tertawa lebar mengejek Hamdan, Hamdan pamit dengan umi yang masih menyirami tanaman di halaman untuk keluar. biasanya itu di lakukan oleh kia setiap sore, namun setelah kia berada di rumah Abah umi jadi terbiasa melakukan kebiasaan kia menyiram tanaman.


kia melihat dari jendela jika mobil Hamdan telah pergi akhirnya ia keluar ikut bergabung dengan ibu menyirami tanaman nya.

__ADS_1


" Masih marah sama Hamdan nak, ingat dia itu sekarang suamimu nak. tidak boleh marah lebih dari tiga hari tak baik."


" Hati kia sudah memaafkan umi, kia tau ini kesalahan pahaman namun kia masih ingin melihat kesungguhan mas Hamdan untuk mempertahankan rumah tangga kami yang belum saja di mulai".


" jadilah istri yang baik untuk suamimu nak"


" insyaallah mi doakan kia"


Hingga selesai kia menyelesaikan kegemaran nya, kia sangat menyayangi tumbuhan ia rawat sedemikian rupa. Bunganya sangat indah bersemi mekar seperti orang yang menyayangi nya.


" dek belum baikan"


" kakak mengagetkan kia saja" kia kaget Zidan keluar dari kamar.


" kasihan lo Hamdan terlihat lelah dari perjalanan jauh eh ngga ada obat rindu malah berantem."


" issh... kakak lagian mas hamdan yang duluan bikin Zakia marah kak".


" kakak tau tapi jangan lama-lama ya marahannya, nanti kelamaan juga aku punya keponakan."


" kakak mulai deh"


" ha... iya loh ngga baik marahan lama-lama"


" Zakia pingin liat kak bagaimana perjuangan nya"


" kalau itu mah jangan di tanya Hamdan type orang yang sangat bekerja keras."


" yah mudah-mudahan"


" jangan melawan suami nanti kualat"


" dua hari saja kak"


" ya udah terserah kamu, tapi jangan kelewatan ya. dosa..."


" siap kakak" Zakia ingin melihat bagaimana Hamdan berjuang mendapatkan kia, pikiran kia Hamdan sudah menyerah hari ini dengan bukti ia pergi.


bersambung

__ADS_1


__ADS_2