MUJAHADAH CINTA ZAKIA HUMAIRA

MUJAHADAH CINTA ZAKIA HUMAIRA
menghubungi niko


__ADS_3

Tak ada yang pantang untuk pulang semua masih dengan kostum masing-masing yang di pakai siang tadi, Kiran pun minta izin kepada ibu panti. ibu panti selalu memberikan izin jika perginya bersama mereka Tomi dan Aris, karena dari SMA mereka sering main ke panti bersama hamdan. semua tempat di kota itu sudah di telusuri, mencari informasi dari semua teman Aulia dan Zakia tapi nihil tak ada petunjuk sama sekali. waktu sudah semakin sore Zidan sudah sangat putus asa sebntar lagi Hamdan sudah sampai di Indonesia. ada Kiran yang selalu menguatkan Zidan, Kiran selalu memberi semangat untuk Zidan.


" Bagaimana ini kita sudah ke semua kota tapi tak ada petunjuk sedikit pun". Zidan sangat gelisah sebentar lagi adzan Maghrib.


" Kita juga sudah maksimal mencari kia, lebih baik kita tunggu Hamdan. mungkin akan ada petunjuk ketika Hamdan pulang". ucap Tomi.


" Lalu apa yang aku katakan kepada Hamdan , ia pasti akan marah besar dan ngga tau apa yang akan ia lakukan terhadap ku". ucap Zidan dia juga takut, nasib keluarga nya ada di tangan nya.


" aku lebih dulu juga lebih lama mengenal Hamdan dari pada dirimu, jangan khawatir ini juga bukan salahmu. Hamdan pasti akan bersikap bijak, kamu tenang saja ada kami juga di sini". Tomi menenangkan Zidan yang sejak tadi bingung dan gelisah. ia merasa gagal menjaga kia, apalagi zidan menaruh amanah dari hamdan. Hamdan sangat mempercayai Zidan sepenuhnya, akankah hilang kepercayaan itu setelah ini.


" iya kak Zidan tenang ya, Kiran juga sebagai saksi penuh saat kak kia di culik" Kiran memberikan minuman untuk Zidan, dari sejak tadi siang Zidan tak makan juga minum. Aris dari arah seberang membawa roti dan air mineral semuanya tak makan hari itu.


Mereka shalat Maghrib di masjid dekat bandara tak hanya Zidan yang menjemput Hamdan kini semuanya. Hamdan juga sudah turun dari pesawat sebelum Maghrib ia shalat di masjid bandara yang di sediakan. Zidan berdoa sembari menangis baru kali ini ia kehilangan Zakia, ia tak bisa melindungi Zakia padahal beberapa tahun ia selalu melindungi Zakia.


Setelah selesai semuanya menuju bandara, di sana sudah ada Hamdan yang menunggu. ada perasaan heran kenapa semuanya ikut menjemput tak terkecuali Kiran. Namun istrinya kia tak ada, dalam hati bertanya dan langsung di jawabnya mungkin kia di rumah ia pusing dan mual jadi tidak ikut. Zidan tak bisa menyembunyikan wajah kusutnya ia langsung memeluk Hamdan dan menangis, Hamdan malah tertawa melihat sikap kakak ipar nya.


" kakak ipar kenapa, lebay amat pakai nangis ". hamdan pun terkekeh namun Zidan masih enggan melepaskan pelukannya. Hamdan risih apalagi ada orang di sekitar melihat nya, hamdan mendengus ia takut jika di bilang gay.


" maafkan aku Hamdan, maafkan aku". Zidan masih menangis, inilah titik terlemah dalam dirinya yaitu mengenai keluarga nya apalagi Zakia adalah adik satu-satunya.

__ADS_1


" jangan gini kakak ipar bicara baik-baik ada apa, mana istriku apa dia pusing dan mual lagi". tanya Hamdan kemudian mengarah pertanyaan ke istri nya yang ia lihat tak ikut bersama mereka, Zidan melerai pelukannya.


" maafkan aku Hamdan, Zakia di culik". ucap Zidan dengan intonasi bicara yang sedikit terbata. Kiran yang membawa tisu besar langsung memberikan nya kepada Zidan, wajah yang lusuh dengan bergelimang air mata.


" jangan bercanda kakak ipar, katakan dengan jelas". Hamdan kembali lagi terkekeh, ia pikir Zidan benar-benar bercanda. Tomi menjelaskan dari awal kejadian juga kiran menambahkan karena Kiran berada dalam lokasi itu.


" astaghfirullah,,, siapa yang berani menculik Istriku apa misi mereka. jika bermasalah dengan ku kenapa harus istriku yang mereka incar." ucap hamdan, Zidan hanya duduk menunduk ia tak enak hati dengan Hamdan.


" kamu punya musuh". tanya Tomi yang ada di pikirannya dari kemren.


" kamu tau kan tom aku dari dulu ngga pernah ganggu orang, siapa yang memusuhi ku". semua diam memikirkan sejenak menelusuri siapa yang mengusik kehidupan Hamdan.


" sial tak akan ku biarkan kali ini dia lolos". Tomi sudah begitu geram.


" tapi sebaiknya kita jangan langsung temui Alex dulu, kita lacak keberadaan kia. belum tentu juga Alex yang melakukan semua ini, hanya perkiraan terbesar". pungkas aris takutnya ia mereka salah menduga.


" mana Niko, tom telepon Niko lakukan pelacakan". Niko adalah seorang hacker Tomi memang tak menghubungi Niko dari awal. kini Tomi yang menelepon Niko, niko pun terkejut mendengar penjelasan Tomi. Niko langsung menyambar kunci mobilnya sampai lupa dengan Almira yang masih merapikan meja makan, mereka habis makan malam.


" mas mau ke mana".

__ADS_1


" sayang aku pergi dulu ya, urgent".


" iya mas tapi mau ke mana dan ada apa". tanya Almira penasaran, Niko begitu panik dan tergesa-gesa.


" Zakia di culik" ucap singkat Niko ia sibuk mengenakan baju ganti.


" kok bisa gimana ceritanya". tanya Almira membantu memakai kan jaket untuk sang suami.


" aku juga belum tau ini mau ke sana menemui mereka". sembari menyiapkan laptop dan yang lainnya untuk melakukan penyelidikan.


" Almira ikut ya mas,". tanya Almira ia juga khawatir dengan kia, Zakia ikut mempersiapkan pernikahan mereka ia istri dari sahabatnya juga. tak menyimpan dendam seorang Almira meski Hamdan suami Zakia dulu adalah laki-laki yang ia cintai justru persahabatan yang tercipta antara mereka.


" ya sudah mas tunggu ganti pakaian mu". Almira langsung berganti pakaian, Niko sembari menyiapkan semuanya dan membuka laptopnya.


Almira dan Niko menuju tempat yang mereka tunjuk, agar nyaman Hamdan memilih kafe nya. Masih memikirkan rencana bagaimana menemukan bukti. Yang lebih utama Hamdan pikirkan adalah keberadaan kia yang sedang hamil. Semua masuk ke ruangan Hamdan di mana di situ ada tempat yang tidak menggangu pengunjung. Zidan melihat ke arah Hamdan, matanya sembab bekas menangis dari siang. Hamdan yang melihat Zidan duduk menghampiri kakak iparnya itu, sebenarnya dia juga sangat terpukul tapi kakak ipar nya lebih terpukul sedari dulu Zidan melindungi kia dengan baik.


" kita akan cari sama-sama, aku yakin Allah akan melindungi kia istriku dengan baik" Hamdan mengusap bahu kakak iparnya untuk menenangkan, Zidan mengira Hamdan akan memarahi nya karena ia lalali dalam menjaga kia. Benar yang di katakan Tomi jika hamdan itu adalah orang bijak, ia tak memarahi zidan sedikit pun.


Niko datang bersama Almira istrinya, langsung menuju ke ruangan yang sudah di tunjukkan oleh Yara. Yara pun kaget mendengar cerita dari Tomi.

__ADS_1


bersambung


__ADS_2