MUJAHADAH CINTA ZAKIA HUMAIRA

MUJAHADAH CINTA ZAKIA HUMAIRA
ibadah yang berpahala


__ADS_3

Dokter memeriksa Almira tenyata sudah bukaan delapan, Almira sedari tadi hanya meringis saja merasakan sakit di perutnya. Mr Jack paling panik keringat nya sudah banyak, bukannya menenangkan Almira ia malah paniknya luar biasa. Almira yang justru menenangkan Mr Jack, dokter Hanum yang melihatnya tertawa. Seorang CEO terkenal bisnisnya banyak di mana-mana, orang yang sngat tegas ia begitu lemah ketika dihadapkan dengan wanita yang di cintai nya.


" dok cepetan sih ini istri saya kesakitan dari tadi". rengekr Jack pada dokter Hanum.


" iya sabar Mr kalau bukaannya nanti sudah langkap kita akan lakukan tindakan, berdoa saja semoga Allah berikan kelancaran". ucap dokter Hanum ia mempersiapkan alat yang harus berada di dekat nya, jika situasi urgent tak perlu sibuk mencari lagi.


" mas , aku tak apa-apa ini hanya mulas saja". Almira mencoba tenang agar suaminya juga ikut tenang, namun tak bisa Mr Jack mengikuti Almira jalan. Supaya cepat bukaannya Almira sejenis melakukan olahraga yaitu berjalan.


Almira sudah tidak menahan bayinya berasa ingin lompat dari perutnya, akhirnya Almira berbaring dokter memeriksa ternyata bukaannya sudah lengkap. Almira sudah bersiap untuk mengejan, hanya dengan tiga kali mengejan akhirnya bayi mungil itu keluar dari perut sang ibu dengan kelahiran normal. Mr Jack melihat bayi mungil itu ia meneteskan air mata, menangis bahagia. mr Jack menghujani ciuman untuk sang istri tercinta, rasa takut nya mulai luluh ketika melihat bayi mungil itu menangis juga sang istri yang masih sehat.


" terimakasih sayang, mas sangat berterima kasih. Alhamdulillah ya Allah rencana mu lebih indah dari yang ku bayangkan. sebanyak harta yang aku miliki tak bisa menggantikan kebahagiaan ini." ia mengusap kepala istri nya yang masih berkeringat itu.


" itu anak kita mas dia lahir dari rahimku". Almira menangis senang, dulu saat ia bersama Azzam tak ingin mempunyai anak. karena dirinya bertemu dengan Aisha lah kini ia berfikir secara nalar walau bagaimanapun seorang wanita di ciptakan untuk sebagai ibu.


" iya sayang kita jadinya pakai nama siapa ya". Mr Jack tak peduli jika di sana masih ada dokter yang membersihkan istri nya yang masih berlumuran kotoran pasca melahirkan. sedangkan bayi mereka di bawa ke ruangan untuk di bersihkan terlebih dahulu.


" Arshinta Kirania Frederic ini saja sayang ". Jack tersenyum bahagia, kini suster memberikan bayi mungilnya di hadapan mereka untuk di adzani oleh Mr Jack. Mr Jack menitikkan air matanya kembali melihat bayi mungilnya yang menoleh ke kanan dan ke kiri membuatnya semakin gemas.


" Arshi ini Daddy sayang". Mr jack menciumnya, ciuman pertama untuk sang putri.


" Lihat nak ini mommy yang sudah mempertaruhkan nyawa nya untuk kita ". Almira pun melihat bayinya ia juga menitikkan air mata, sang bayi di ambil lagi oleh suster untuk di letakkan di dalam box. setelah Almira selesai di bersihkan dan di ganti baju ia akan di pindahkan ke ruangan rawat inap.


Azzam dan Aisha sudah boleh masuk untuk melihat Almira, Mr Jack langsung memeluk Azzam ia sangat begitu bahagia.


" selamat ya mr sekarang sudah menjadi ayah,". ucap Azzam menepuk punggung Mr Jack.

__ADS_1


" terima kasih dokter Azzam".


" Almira selamat ya". Aisha memeluk Almira, Almira senang ada yang menyambut nya saat selesai melahirkan. Orang tua keduanya sedang menuju rumah sakit setelah tadi di beri kabar oleh Jack.


" terima kasih Aisha, kamu kapan datang".


" dari sebelum bayimu keluar, wah cantik sekali baby girl". Aisha mendekati box bayi yang di letakkan di samping Almira.


" alhamdulilah Allah beri kemudahan kelahiran ku secara normal". Aisha tersenyum ia ikut bahagia.


***


Hamdan merebahkan tubuhnya ia letakkan kepalanya di pangkuan sang istri yang saat itu masih duduk membaca buku, kia selalu belajar semenjak ia tak ke kafe lagi ia habiskan untuk belajar. keinginan nya agar cepat lulus sebentar lagi ia akan menjadi seorang ibu yang pastinya akan di sibukkan mengurus si kecil.


" iya mas kapan saja tidak apa-apa, acara sederhana saja mengundang tetangga saudara juga anak yatim pastinya" ucap kia.


" sayang ada apa perutmu kenapa ada seperti yang bergerak di dalam". Hamdan baru merasakan nya kali ini.


" itu anak kita sedang merespon belaian tangan Abi nya". hamdan meletakkan kepalanya lagi di perut sang istri, lagi sang bayi menendang Hamdan terkekeh.


" sayang ia sedang menendang ku". Hamdan terkekeh ia terus mengusap perut kia kembali.


" di umur empat bulan memang saatnya bayi mulai bergerak-gerak merespon ". ia melihat Hamdan yang begitu bahagia.


" ngga sabar ngelihat dia keluar sayang, besok kita usg ya mas mau lihat". pinta Hamdan bersemangat.

__ADS_1


" kenapa harus USG mas bisa langsung menengok nya sekarang". Hamdan yang maksud dengan ucapan kia ia menarik hidung sang istri.


" sudah pintar sekarang ya istriku ini". kia terkekeh namun tak menyurutkan Hamdan yang akhirnya melakukan juga karena menurutnya itu lampu hijau dari sang istri.


Banjir peluh lagi di sore hari meskipun ruangannya terdapat AC. Kenikmatan yang tiada terkira begitulah suami istri itu rasakan. melupakan kejadian yang baru saja terjadi, ekstrim bertaruh nyawa saat kia di culik. kebesaran Allah lah yang menolongnya.


" terimakasih sayang hidupku lebih Sempurna dengan adanya dirimu kini di sisiku. Apalagi ini dia nanti yang akan hadir di tengah-tengah kita menambah kebahagiaan kita". Hamdan mengusap perut istri nya dan merasakan gerakan janin menendang-nendang.


" sama-sama mas, kia juga terima kasih sama mas sudah memberi kebahagiaan untuk kia. tanpa adanya mas juga mana bisa kia hamil begini" kia terkekeh membuat Hamdan juga tertawa ia memeluk istrinya kembali menghilangkan lelah setelah seharian bekerja di kantor.


Hamdan meraih handphone nya ada pesan masuk di bukanya ternyata dari Azzam. ia tersenyum setelah melihat pesan masuk itu, ikut bahagia mendapat kabar.


" kenapa mas, senyum-senyum" tanya kia heran saja suaminya senyum sendiri, Hamdan justru malah memeluk kia dan mencium kepala istri nya. kia jadi tambah heran suaminya terlihat bahagia.


" kak almira melahirkan sayang Alhamdulillah sehat ibu dan bayi nya ". kia langsung berbinar melihat ke arah suaminya.


" Alhamdulillah mas, kia ikut senang juga. kapan mas bayinya laki-laki atau perempuan". kia langsung penasaran.


" siang tadi. bayinya perempuan, kita ke sana besok saja ya menjenguk di rumah sakit. sayang ngga boleh terlalu lelah, maaf mas khilaf sore-sore bikin kia lelah lagi". Hamdan terkekeh di cubitnya pinggang Hamdan oleh kia, dan Hamdan mengaduh.


" katanya ini ibadah yang berpahala mas, Alhamdulillah kia senang bisa melayani suamiku dengan baik". Hamdan kembail memeluk kia dan menghujani nya dengan ciuman.


_____


bersambung

__ADS_1


__ADS_2