
Hamdan bangun di sepertiga malam biasanya memang ia terbangun saat jam 3 pagi. Hamdan yang masih dalam posisi memeluk istrinya dalam tidur membelai pipi istrinya yang halus itu. Ia pindahkan posisi kia agar di apit oleh guling supaya tetap terasa hangat ia benarkan lagi selimutnya. takut tidur kia akan terganggu Hamdan pelan-pelan turun menuju kamar mandi. Hamdan mengambil wudhu, shalat, berdzikir dan berdoa, sembari menunggu adzan subuh Hamdan selalu melakukan tilawah terlebih dahulu.
Hamdan melakukan shalat subuh di masjid dekat rumah, begitulah yang selalu Abah ajarkan jika kita laki-laki yang Soleh sebaiknya kita tanggap akan panggilanNya menunaikan shalat berjamaah di masjid. Jika solat dirumah namanya salihah bukan soleh, semenjak ucapan itu Hamdan tak pernah tertinggal untuk berjamaah di masjid awal waktu kecuali urgent ia tak mau di katakan Solehah. Zakia bangun ia langsung mandi, itu sudah menjadi kebiasaan kia mandi subuh atau sebelum subuh hal yang di anjurkan dalam ajaran Islam juga sangat berpengaruh pada kesehatan. Zakia tau pasti suaminya pergi ke masjid dan Hamdan tak langsung pulang ia akan mendengarkan kajian dulu selepas subuh di masjid. Kia membuat kan minuman kopi kesukaan suaminya juga minuman untuk Abah, kia sudah belajar dari umma setiap takaran yang pas untuk abah. Abah tak bisa lagi minum yang terlalu banyak gula, harus mengurangi.
Hamdan datang dari masjid langsung duduk di kursi meja makan bersama Abah ia menikmati minum dan cemilan yang kemarin di bawa dari rumah umi. Nampaknya bibik juga sedang menyiapkan bahan masakan nya, kia tidak kaku karena sudah terbiasa di rumah untuk bantu umi. di rumah Abi tak ada pembantu rumah tangga semua ia lakukan sendiri bersama umi, umi mengajar kan agar tidak manja. wejangan umi meski di rumah sudah ada yang membantu sebaiknya kia juga turun tangan membantu di dapur karena suami akan lebih senang jika istrinya yang menyiapkan untuk nya.
" Bagaimana Hamdan sudah hubungi semua persiapan untuk acara resepsi besok."
" sudah bah Tomi yang mengerjakan semuanya, Hamdan minta bantuan Tomi".
" kenapa Tomi..."
" iya bah semenjak ada di Australia Hamdan minta Tomi untuk bantu di kantor sekarang ia jadi karyawan di kantor. kan ngga mungkin Hamdan menyuruh Zidan lagi bah. statusnya sudah beda Zidan kakak ipar Hamdan".
" bukan suami kia" goda Abah.
" yah Abah mengingatkan pada kebodohan ku saja". Abah terkekeh.
" memang kamu bodoh anak Abah yang paling bodoh soal wanita." hamdan menggaruk kepalanya yang tidak gatal. ada bibik, dan Zakia yang juga ikut tertawa.
" Ingat Hamdan omongan ibu itu mabrur saat di ucapkan, makanya dengerin dulu umma ngomong ya. Mana mungkin umma memilih wanita yang tak kamu cintai,".
" maksud umma apa, dari mana umma tau jika dulu Hamdan menaruh hati pada kia".
" hmmm.... bener Abah anak kita ini bodoh, Azzam yang mengatakan jika ada kia kamu selalu mencuri pandang dengan nya".
" kak Azzam benarkah". Hamdan sempat tak percaya.
" iya, pantas kan dia jadi Dokter, karena dia pandai. gak menyiakan juga berlian di depan mata, kak Aisha yang langsung di khitbah di saat hatinya sudah mantap atas istikharah nya. ngga kayak kamu hanya mengira-ngira saja tanpa mau usaha, Untung aja dirimu punya umma yang cerdik. langsung pepet khitbah ngga tunggu nanti, kamu bilang biar lulus kuliah dulu keburu di khitbah orang baru gigit jari". sembari umma menyeruput teh tarik buatan kia.
" iya iya ma, umma emang ibuku yang paling cantik, cerdik, cerdas tak ada duanya."
" macam mana kalau ada dua Hamdan, bisa-bisa Abah di cincang sama umma mu". kembali kia, Hamdan dan bibi terkekeh dengan mata umma yang melotot.
_
_
__ADS_1
_
" Mas minta izin boleh, Aisha ke rumah umma bawa ammar dan Ameer ya." kata Aisha sembari mengancingkan kemeja milik suaminya.
" Iya sayang minta antar supir ya, mas harus berangkat pagi ada pasien yang harus mas tangani".
" oke nanti minta antar pak supir, mas jangan lupa makan siang ya."
" pasti sayang kamu juga makan yang banyak, udah ada ammar dan Ameer yang juga bergantung sama bundanya."
" hmmm... gendut dong nanti bundanya".
" biar gendut tapi tetap cantik, istri dokter Azzam yang cerdas. meskipun juga sampai keriput nanti mas akan tetap cinta, karena cinta mas bukan ada di mata saja tapi mas taruh di sini". Azzam menunjuk dadanya. Aisha tersenyum suaminya selalu mengeluarkan kata-kata manis.
Terdengar tangis suara Ameer yang ternyata sedang di gantikan popok nya sama suster Rista, sebelum sarapan pagi Azzam dan Aisha selalu menemui anak-anak terlebih dahulu.
" ada apa mba Ameer nya". tanya Aisha berjalan masuk.
" pup Bu mungkin ia risih jadi nangis".
" sudha di kasih susu semuanya".
" anak ayah kenapa nangis mau di gendong ayah ya". setelah selesai di gantikan popok Azzam mencoba menggendong Ameer.
" Udah lumayan ya mas gendongannya".
" Alhamdulillah berarti mereka tumbuh sangat sehat, trimakasih ya mba Rista udah bantu ngerawat anak-anak kami".
" saya yang berterima kasih dokter Azzam sudah sangat di bantu oleh keluarga ini,". Azzam tersenyum begitupun Aisha.
***
" assalamu'alaikum".
" wa'alaikumsalam, MasyaAlloh cucu nenek "kebetulan umma yang membukakan pintu bibik dan Aisha masih sibuk membuat makanan cemilan.
" umma bagaimana kabarnya" Aisha langsung memeluk umma.
__ADS_1
" Alhamdulillah nak baik sehat, kia ada mmar dan Ameer nih". kia yang mendengar ia langsung cuci tangan.
" iya ma sebentar kia cuci tangan dulu,".
" kia di sini umma," tanya Aisha ia belum tau jika kia sudha menikah dengan Hamdan.
" iya sudah hampir dua Minggu". Aisha mengerutkan keningnya menandakan banyak pertanyaan di benaknya.
" maksudnya kok sampai dua Minggu".
" nanti umma ceritakan ayo masuk dulu" mereka masuk ke dalam.
" kak Aisha apa kabar, MasyaAlloh Ammar dan Ameer sudah besar ya kak." Aisha dan kia seperti biasa bersalaman sambil cipika cipiki.
" Alhamdulillah baik, katanya udah lama kamu disini."
" iya kak hampir dua Minggu". Aisha makin bertanya-tanya.
" kia itu menantu umma Aisha ".
" kia ... menantu umma, sejak kapan". Aisha terkejut mendengar ucapan umma.
" istri Hamdan".
" MasyaAlloh benarkah, Alhamdulillah kenapa Aisha tidak di beri kabar ma" . akhirnya umma menceritakan kronologi kejadian nya.
" umma gesit juga ya" Aisha terkekeh.
" iya dong neneknya Ammar dan Ameer" .
" ini kakeknya, cucu Abah MasyaAlloh kakek kangen". Abah menemui.
" insyaallah Sabtu besok kita akan adakan resepsi di rumah ini Aisha, semoga Azzam tidak ada praktek ya".
" nanti Aisha suruh mas azzam mengosongkan jadwalnya ma".
" Alhamdulillah kalau begitu."
__ADS_1
" makan yuk sebentar lagi adzan Zuhur" akhirnya mereka bersama makan siang, Ammar dan Ameer tidur di letakkan di kasur mba Rista ikut makan bersama.
bersambung..