MUJAHADAH CINTA ZAKIA HUMAIRA

MUJAHADAH CINTA ZAKIA HUMAIRA
tuan albeno


__ADS_3

" sah" suara lantang Mr Jack dan dokter sebagai saksinya.


Doa-doa yang di panjatkan untuk pengantin begitu membuat orang yang berada di situ terharu, umma menitikkan air mata kebahagiaan. Abah memeluk anaknya sejenak bangga karena Hamdan juga bisa jadi anak penurut.


Karena waktu yang tak bisa terlalu lama, dan permintaan hamdan untuk tidak ingin melihat calon istrinya terlebih dahulu akhirnya ijab kabul pun di laksanakan. Hamdan akan segera pergi bersama Mr Jack ke Australia, jika tidak tepat waktu maka kerugian akan sangat besar. karena tuan albeno orang yang sangat berpengaruh dalam bisnis ini ia tidak pernah menerima kata penolakan.


" trimakasih nak, semoga kamu bahagia" Hamdan tak bisa berucap ia hanya mengangguk saja.


Handphone Mr Jack berdering ia keluar untuk mengangkat nya. Mr Jack dari luar masuk ke ruangan setelah ia menerima telepon. Ternyata asisten tuan albeno ingin segera melakukan pertemuan siang ini juga. hal itu ia sampaikan ke Hamdan yang masih berkecamuk dalam pikirannya. ia benar-benar belum siap bertemu istrinya.


" umma jaga kesehatan, Hamdan harus pergi ma."


" iya sayang kamu hati-hati, apa tidak tunggu sebentar saja calon istri mu akan kemari"


" tidak sempat ma, waktu Hamdan terbatas tuan albeno menunggu. umma benar tak apa Hamdan tinggal" sebenarnya Hamdan masih sangat khawatir.


" tidak apa-apa, setelah infus habis umma sudah di perbolehkan pulang. jangan khawatir sudah ada menantu umma yang akan merawat umma selain Abah ".


' ya Allah menantu benarkah aku sudah menikah' batin Hamdan.


" Hamdan izin ma, bah" Hamdan lalu mencium tangan umma dan Abah dengan takzim memeluknya sebentar. tidak di sangka olehnya jika pernikahannya akan seperti ini jalan ceritanya.


" iya nak, jangan lama-lama kita akan adakan resepsi" Hamdan mengangguk dan tersenyum kemudian ia pamit meninggalkan kedua orang tuanya.


Zakia dan kedua orang tuanya sudah sampai di rumah sakit, mereka berjalan masuk melewati depan pintu masuk rumah sakit betermulah dengan Hamdan. Hamdan berhenti sebentar dan menyalami kedua mertuanya ia hanya menangkupkan tangannya di depan Zakia.


" ada di ruangan mana umma nak"


" diruangan mawar VVIP, maaf saya harus segera pamit."


" iya nak, hati-hati di jalan dan segeralah pulang jika telah selesai". Hamdan hanya tersenyum dan mengangguk. Zakia jantungnya yang berdegup kencang hanya menunduk malu melihat kini laki-laki yang berada di depannya sudah menjadi suaminya.


" hati-hati" ucap Zakia mencoba mengangkat wajahnya menatap Hamdan.


" terimakasih" jantung hamdan pun sama berdesir seperti biasa kala ia dekat ataupun mendengar suara Zakia.

__ADS_1


Mr Jack juga pamit kepada umi dan Abi, tak lama kemudian Hamdan dan Mr Jack berlalu meninggalkan rumah sakit. Hamdan pulang terlebih dahulu untuk bersiap begitupun Mr Jack ia pulang untuk berpamitan dengan Almira istrinya.


" mas jangan lupa makan, makanlah yang teratur. ingat jika selesai cepat lah pulang." Almira sembari merapikan pakaian yang akan di bawa Jack.


" iya sayang, kamu juga hati-hati jangan terlalu lelah. mas tak akan lama jika selesai pasti pulang, ada acara setelah ini."


" acara apa mas" tanya Almira.


" resepsi pernikahan"


" siapa yang menikah, "


" Hamdan" Almira melotot mendengar penuturan sang suami.


" Hamdan menikah dengan siapa dan kapan mas, "..


" wanita pilihan umma, tadi di rumah sakit. mempelai wanita juga tidak di hadirkan karena kami memburu waktu. Hamdan juga belum tahu istrinya."


" sampai sekarang maksudnya Hamdan belum tau, terus gimana ceritanya itu mas"


" ya ampun mas, terus Hamdan pergi gitu aja ini belum tau siapa istrinya"


" sepertinya begitu, sudah besok lagi ceritanya ya. ini sudah sangat terlambat siang kita harus segera sampai di Australia siang ini."


" penasaran Almira mas ceritanya"


" mendingan nanti saat ke rumah sakit kamu langsung jenguk umma, mas berangkat ya" Mr Jack membelai kepala sang istri mereka berhadapan kemudian saling memeluk hangat, Almira melepas kepergian Mr Jack suaminya.


" hati-hati ya mas" Jack mengangguk kemudian ia pergi, supir sudah menunggu untuk mengantar.


Hamdan sudah menunggu, pikirannya masih terpaut ke istri yang tidak ia temui setelah sah terucap dari para saksi. ketika ijab kabul di ikrar kan menggetarkan arsy nya Allah.


" sudah siap Hamdan, masih memikirkan soal istri" goda Mr Jack.


" siap, istri nanti Mr Jack kita fokus ke kerjaan dahulu"

__ADS_1


" tapi raut wajah mu terlihat sedang tidak baik-baik saja Hamdan, itu tidak bisa di bohongi. percayalah sama orang tua. orang tua pasti memberikan yang terbaik untuk setiap anaknya."


" iya percaya Mr Jack, masih kaku saja aku harus menikah dengan orang yang tidak aku cintai. bahkan umurku masih sangat muda kuliah saja belum kelar. " jelas hamdan masih ragu dengan memegang telepon genggam nya, apakah dia harus menghubungi istrinya terlebih dahulu atau tidak.


Sekitar kurang lebih 5 jam pesawat landing sampai di Australia. Mr Jack dan Hamdan langsung menuju restauran di mana mereka akan bertemu dengan tuan albeno. benar saja tuan albeno sudah menunggu di restauran bersama sekretaris dan asistennya.


" selamat datang tuan Jack dan tuan Hamdan, senang bertemu dengan kalian ternyata kalian bisa juga tepat waktu. mari silakan duduk kita makan siang dahulu baru kita bicara soal bisnis."


" baik terimakasih" ucap Mr Jack kemudian mereka duduk di meja yang sama.


Setelah selesai makan saatnya membicarakan bisnis, tuan albeno sangat berkesan ketika Hamdan menjelaskan proyek yang ia ajukan bersama Mr Jack.


" kamu pemuda berbakat sekali tuan Hamdan, jarang sekali dalam dunia bisnis menemukan seseorang seperti mu. apalagi umurmu yang masih sangat muda sekali".


" terimakasih pak saya masih belum apa-apa nya di banding Mr Jack, masih harus banyak belajar dari mr Jack."


" tidak apa-apa teruslah banyak belajar, jarang sekali pemuda yang mau berjuang sedini mungkin. Mr Jack kau pandai sekali mencari partner bisnis."


" Mungkin ini rezeki saya tuan albeno bertemu partner bisnis seperti Hamdan."


" saya ada anak perempuan, saya ingin perkenalkan kepadamu Hamdan siapa tau kalian berjodoh. saya menyukai pemuda seperti mu."


" maaf tuan albeno rekan saya Hamdan sudah punya istri" ucap Mr Jack.


" waw luar biasa sekali, orang yang sudah bergelimang harta apalagi masih muda seperti mu jarang yang menikah muda. kamu masih muda masa depanmu masih panjang, kenapa harus cepat-cepat menikah. Diluar sana masih banyak wanita yang mau kamu ajak bermalam, tidak harus menikah secepatnya."


" beginilah ajaran agama kami tuan albeno, jika sudah dekat dengan jodoh lebih baik lekas di halalkan." Mr Jack yang selalu menjawab semua ucapan tuan albeno.


" oke aku mengerti, tetap ku acungi jempol untuk kalian. selamat bekerja sama." tuan albeno menjabat tangan keduanya kemudian pamit karena harus datang ke LA sore ini.


__________


bersambung


maaf masih banyak typo penulis masih amatiran. dukung saya ya kakak 🥰

__ADS_1


__ADS_2