MUJAHADAH CINTA ZAKIA HUMAIRA

MUJAHADAH CINTA ZAKIA HUMAIRA
satu sama


__ADS_3

Cukup 15 menit mereka sampai di kantor, kia dan Kiran turun langsung masuk. kia menyapa seluruh karyawan suaminya meski tertutup cadar ia tak pernah lupa menyapa orang yang ia kenal. senyuman terukir di balik cadar terlihat dari matanya yang menyipit.


" siang bu". kia hanya menundukkan badannya dan tersenyum.


" istri bos ramah sekali ya anggun". ucap Zia salah satu karyawan nya.


" cocok jadi istri bos yang ramah dan baik hati". jawab anggun.


" jadi penasaran sama wajahnya pasti cantik".


" kok kamu bingung sih itukan adiknya pak Zidan pasti miriplah, pak Zidan aja tampan begitu".


" iya yah, siapa yah wanita penakluk pak Zidan jadi penasaran".


" kita bersaing sehat yuk".


" apa mau dia sama kita, pak Zidan itu sepertinya cari yang seperti adiknya. saliha".


" siapa tau rezeki." bisik-bisik itu terdengar oleh Kiran dan ia langsung meletakkan jarinya di bibirnya mengisyaratkan agar karyawan diam.


" Jangan suka ngegosip tak baik".


" kamu anak kecil tau aja Kiran, bukan gosip kagum saja sama istri bos". ucap Zia.


" oh ya Kiran kamu pasti sudah tau kan wajah istri pak bos, pasti cantik". tanya anggun.


" tidak hanya cantik tapi bagaikan bidadari yang turun dari surga". ucap Kiran sambil wajahnya ia arahkan ke atas membayangkan bidadari turun dari langit.


" wah pantas saja pak hamdan tak tergoda wanita lain, ternyata dia mengagumi sosok istrinya itu."


" udah-udah kalian kerja lagi mba-mba aku ke atas dulu ya". yang lain mengangguk Kiran ke ruangannya, namun di bawah masih aja mereka membicarakan bosnya itu dan istrinya.


kia langsung masuk lift menuju ruangan suaminya. Hamdan sudah menunggu sang istri, ia akan makan siang bersama ini hari pertama baginya makan bersama istri di kantor. kia mengetuk pintu terlebih dahulu, meski itu ruangan suaminya ia tak akan seenaknya masuk.


tok tok tok


" masuk". Hamdan masih duduk santai menyandarkan kepalanya di kursi kebesarannya.


" assalamu'alaikum mas". salam kia saat masuk. Hamdan langsung berdiri menyambut istrinya.


" wa'alaikumsalam sayang, kiran dan Zidan sudah ke ruangan nya"


" iya kia langsung ke sini". Hamdan langsung memeluk istrinya rasanya ia kengaen sekali baru beberapa jam berpisah.

__ADS_1


" masih wangi, mas suka bau wangimu" kia terkekeh suamiku terus menghirup baunya.


" di kantor mas malu kalau ada yang liat". baru saja kia berucap Tomi masuk nyelonong saja ia lupa lagi kalau Hamdan sudah menikah.


" astaghfirullah..." teriak Tomi.


Hamdan justru malah mengeratkan pelukannya kepada istrinya, ia tertawa. kia gelisah ia tak enak memamerkan kemesraan di depan orang lain.


" suruh siapa kamu masuk gak ketuk pintu dulu". Hamdan masih tetap di posisi yang sama.


" mas lepasin kia malu". Hamdan kemudian melepaskan istrinya.


" ngapain sih lu gituan di kantor, " Tomi tampak kesal.


" ini ruangan privat ku Tomi apa kau lupa, masuk main nyelonong aja".


" aku lupa lagi kamu udah punya istri, kapan bu bos datang juga. haduh bisa tak kuat aku liat kalian tiap hari kayak gini".


" halal tom tak salah buatku kan".


" haduh nasib punya bos lagi bucin". Hamdan dan kia terkekeh.


" ada apa".


" ini berkas langsung kau tanda tangani penting besok kita akan meeting".


" tom jangan lupa ketuk pintu, ingat ya kalau kau tak ingin jantungan mati mendadak".


" siap bos sory aku kebiasaan". kia terkekeh melihat suami dan sahabat suaminya itu.


Beberapa menit kemudian makanan yang di pesan oleh Hamdan datang. lumayan banyak Zidan yang memesankannya.


" mas pesan makanan sebanyak ini, ngga mungkin kita makan sendirian". Hamdan tampak kesal padahal ia ingin makan berdua dengan istrinya saja. Hamdan tau pasti ini kerjaan Zidan kakak iparnya menganggu suasana romantis mereka, Hamdan paham bagaimana kia ia pasti memanggil kakaknya dan yang lain tak mungkin juga di habiskan berdua.


" i iya sayang kita makan bersama Zidan dan yang lainnya". Hamdan kemudian memencet tombol telepon memanggil Zidan Kiran dan Tomi untuk makan di ruangannya.


Saat masuk ruangan Zidan pun menahan tawa liat wajah adik ipar nya yang tak baik-baik saja.


" wah adik ipar baik sekali, sering-sering gini adik ipar traktir kami" Hamdan hanya nyengir saja dengan di tambah senyum yang di paksakan.


" Yuk makan sudah siang pasti kalian lapar". kia sibuk menyiapkan makananya.


" biar mereka ambil sendiri sayang, suapin suamimu tanganku ngilu tadi tanda tangan berkas sebanyak itu".

__ADS_1


" sampai segitunya kah mas emang berapa banyak". Hamdan menunjuk berkas di mejanya. memang terlihat menumpuk padahal tak semuanya Hamdan kerjakan.


gantian sekarang Zidan yang kesal melihat kemesraan mereka berdua.


" suapin aku juga Kiran, tanganku kram". ucap Tomi kemudian. Zidan memukul tangan Tomi kala ingin memberi sendok kepada Kiran. Hamdan dan kia tertawa.


" bukan muhrim makan sendiri".


" satu sama kakak ipar". ucap Hamdan membuat Zidan melotot tampak kesal.


" tau gitu aku ngga mau di ajak makan di sini, bikin ku panas aja kalian ini" Tomi mempercepat makanannya.


***


" mas bawakan aku rujak, siomay juga martabak Bangka". Almira menelepon suaminya yang sedang berada di kantor.


" iya nanti mas belikan".


" Almira maunya sekarang mas kalau nanti udah ngga pengen".


" ya sudah nanti biar di Carikan Akbar di antar ke rumah sakit".


" Almira maunya makan sama mas Jack di suapin mas". Jack memegang kepalanya ia harus cancel jadwalnya siang ini, istrinya merajuk minta di temani.


" iya mas sekarang ke sana". Almira tampak senang suaminya sangat perhatian dengannya.


" gini ya enaknya ngidam, pingin apa-apa langsung di turuti. jika aku minta kapal pesiar pasti di belikan mas Jack. Untung suamiku kaya, trimakasih kak Feni sudah kasih aku jodoh yang kaya" . Almira terkekeh.


penulis: " gitulah enaknya di novel kaya nya ngga tanggung-tanggung, bersyukur kamu nasib di novelnya tak apes." kata penulis.


Mr Jack langsung meluncur ke rumah sakit ia membawakan apa yang Almira mau. Almira nampak senang ia langsung di suapin oleh Jack namun hanya di makan sedikiiiit saja.


" sayang habiskan ini aku beli khusus buatmu biar anak kita ngga ngiler".


" sudah mas, Almira sudah puas". Jack melotot jauh-jauh ia beli ngantri pula ia bayar lima kali lipat agar cepat mendapat giliran Almira hanya memakannya sedikit.


" serius ini Ra". Almira mengangguk, Jack sedikit kesal ia lalu memakan yang sudah ia beli dengan sedikit menggerutu. Jack sudah mencancel semua jadwal nya siang ini.


___________


bersambung


kakak readers jangan lupa tinggalkan jejak like, komentar, dan hadiah.

__ADS_1


nasib novel ini dan author ada di tangan kalian.


terimakasih 🥰


__ADS_2