
Rendi memang begitu dekat dengan Kiran selain Hamdan, sejak dulu ia yang selalu membawa permen nano-nano sering membuat Kiran tersenyum. disaat bersama teman-teman Hamdan cs sikapnya kembali ke awal masa mereka SMA namun jika dalam masa tugas Rendi akan berwibawa dan tegas, mukanya garang seperti polisi di film India yang ada kumisnya.
Tomi sudah mengaktifkan handphone Aulia ia berniat mau menghubungi orang tua Aulia, karena kejadian ini terjadi sangat mengerikan apalagi sampai Aulia tertusuk pasti orang tua nya akan kaget. Aulia pagi ini belum sadar kata dokter sekitar pukul 9 pagi perkiraan. Tomi sudah mengatur kata-kata apa yang akan ia ucapkan untuk memberi kabar orang tua Aulia. ia menghirup nafas panjang menetralkan jantungnya jika akan ada serangan dari orang tua Aulia.
" assalamu'alaikum, "
" wa'alaikumsalam, kenapa suara nya laki-laki di mana Aulia". tanya mama nya.
" ada Bu, saya ingin mengabarkan jika Aulia ada di rumah sakit sekarang".
" Aulia, ada apa..." tanya mama nya sudah mulai panik.
" nanti akan kami ceritakan di sini, lebih baik ibu lekas ke rumah sakit".
" baik ibu akan cepat ke sana".
Fix Tomi tak bisa berucap padahal semalaman ia sudah menata kata-kata untuk ibu Aulia. Aris tertawa cekikikan, hanya Aris yang tau jika Tomi bikin karangan cerita pendek.
" cukup gitu aja," ucap Aris sembari tertawa.
" gugup tom sumpah, apa begitu ya kalau kita ngelamar anak cewek di depan bapaknya". Tomi berandai bagaimana dirinya nanti menghadap orang tua Yara untuk melamar.
" mungkin sedikit begitu," ucap Aris lagi.
Tomi pamit untuk mandi ia berasa gerah setelah membeli baju di dekat rumah sakit akhirnya ia bisa ganti baju.
Mata Aulia mulai terbuka lemah ia menyusuri ruangan itu, Aris sedang sibuk mengotak-atik handphone nya. ia tidak tau jika Aulia terbangun, Aulia menatap sisi kanan ia melihat kakak tingkat nya itu yang sedang asyik melihat handphone nya.
" mana Zakia " suaranya masih lemah lalu Aris menoleh ia melihat Aulia sadar, kemudian ia memanggil dokter dengan tombol yang berada di samping ranjangnya.
" Zakia..." ucap Aulia lagi.
__ADS_1
" kamu tenang Zakia baik-baik saja ia berada di ruangan sebelah, nanti setelah kamu membaik akan ku bawa ke sana".
Dokter langsung ke ruangan Aulia ia memeriksa Aulia terlebih dahulu, Tomi yang sudah selesai mandi ia masuk bersama Yara. Tak lama juga orang tua Aulia datang, ia melihat anaknya terbaring lemah di ranjang. Dokter menyarankan untuk keluar sebentar hanya satu saja yang menunggu, Tomi dan Yara mengajak orang tua Aulia untuk keluar lalu Tomi menceritakan kejadian yang sebenarnya di bantu oleh Yara menjelaskan. orang tua Aulia mengerti jika ini adalah musibah, setelah dokter keluar mereka masuk kembali untuk melihat keadaan Aulia.
Napas Aulia sudah mulai normal dokter sudah melepas selang oksigen di hidungnya, namun Aulia belum bisa banyak gerak pasca operasi. Mama Aulia langsung tersenyum dan memeluk anaknya ia tidak menangis, karena sudah mengangis di luar tadi saat Tomi bercerita.
" maafkan Aulia ma..." ucapnya masih lemah.
" iya sayang tak ada yang salah dengan mu, tapi ibu bangga kamu sudah menolong temanmu. Jangan terlalu banyak bergerak dulu.". Aris hanya berdiri mematung dekat ranjang Aulia...
" dia siapa, laki-laki yang menjadi pilihanmu. pantas saja kamu tak mau mama dan papa jodohkan". Aulia menggeleng namun Aris hanya diam saja, Aulia ingin menjelaskan namun masih lemah.
" saya Aris Tante kakak tingkat Aulia di kampus". Aris mengajukan tangannya untuk Salim.
" kapan bawa orang tua mu ke rumah". Tomi dan Yara menahan tawa di belakang, Aris mau berucap selalu di serobot sama mama Aulia hingga ia tak bisa menjelaskan lalu memutuskan diam saja.
" ma kak Aris bu..." Aulia berusaha menjelaskan namun...
" ma dengarkan penjelasan Aulia dulu". ucap Aulia begitu pelan, Aris tak tega menyuruh Aulia diam dulu saja. Takut jika terlalu banyak bergerak Operasi nya akan membengkak.
" Jangan terlalu banyak bergerak Aulia, bekas operasi mu masih sangat rentan. " ucap Aris.
" Di mana tempat tinggal mu nak".
" dekat Tante, di jalan Nasution".
" kamu sudah lulus, sudah bekerja" tanya mama Aulia lagi mengorek informasi tentang Aris, di ujung Tomi dan Yara ingin tertawa guling-guling melihat Aris di berondong pertanyaan.
" baru lulus Tante, bekerja membantu di perusahaan papa". jelas Aris sedikit saja.
" tak apa di manapun bekerja asal halal ". Aris mengangguk, sarapan datang untuk Aulia. sebenarnya Aris ingin keluar tak enak sama orang tua Aulia, Aris mengambil makanan untuk Aulia ia ingin memberikan kepada mama nya tapi tak enak akhirnya Aris sendiri yang menyuapi Aulia meski sempat di tolak oleh Aulia.
__ADS_1
" biar Aulia sendiri kak, maaf merepotkan".
" sudah biar saya saja ingat lukamu". Aris menunjuk bekas luka di perut Aulia.
" biar di suapin nak Aris saja ibu mau menjenguk Zakia dulu, ada di ruangan apa" sang mama malah memberi kesempatan untuk mereka, jos mama Aulia itu ya.
" ada di sebelah tan kelewat dua ruangan, ruangan mawar no 1". papa dan mama Aulia berjalan menjenguk Zakia terlebih dahulu. ia sangat mengenal sahabat dari putrinya.
" kak biar Aulia saja, maaf mama tak mau mendengarkan penjelasan ku. membuat kakak tak nyaman jadinya".
" tak apa Aulia , Aris juga masih jomblo akut". sahut Tomi yang masih duduk bersama Yara.
" asem... gitu aja di bilang " rasanya Aris ingin menghajar Tomi.
" Tomi itu bercanda, kami suka bercanda. maaf Aulia, yuk habiskan makannya lalu minum obat biar lekas sehat". Aris menyendokkan satu suap bubur rumah sakit yang tak ada rasanya itu.
" kalau yang tadi serius aulia". canda Tomi lagi. Yara memukul lengan Tomi agar diam, kedua insan Aris dan Aulia mukanya sudah merah.
" sudah ayo kita keluar kasihan mereka , Aulia masih makan jangan di ganggu". Yara akhirnya menyeret Tomi keluar.
" ris bicarakan baik-baik mumpung ada orang tuanya". Aris mendelek ia ingin melempar Tomi dengan mangkok yang di bawanya. Tomi sedikit berlari keluar sembari tertawa ngakak. Aris geleng-geleng, Aulia tersenyum malu.
" jangan gitu tom, hubungan kita juga belum lurus kamu belum nemuin orang tua ku. sebenarnya kemarin aku di minta pulang sama mama, mereka bilang akan dikenalkan dengan anak dari teman papa". ucap Yara.
" what...." Tomi berteriak kencang membuat yang berada di situ menoleh ke arah nya.
____
bersambung
jangan lupa kasih hadiah untuk author kak pembaca.
__ADS_1