MUJAHADAH CINTA ZAKIA HUMAIRA

MUJAHADAH CINTA ZAKIA HUMAIRA
keceplosan


__ADS_3

Almira sudah tak sabar ingin sekali melakukan tes kehamilan nya namun ia urungkan karena lelah ia tertidur, begitu juga dengan Mr Jack sebenarnya ia tak begitu tertarik dengan hasil tes. Mr Jack malam itu murung ia mengingat kejadian saat istrinya dulu harus merenggut nyawa demi sang buah hati, namun Allah berkata lain keduanya tak bisa terselamatkan. Mr Jack memandangi Almira yang sudah tertidur pulas, rasanya tak sanggup ia akan kehilangan orang yang di cintai nya kembali. Mr Jack ke arah balkon ia memandang langit, mencoba untuk mendinginkan pikirannya yang selalu terlintas kematian almarhum istrinya.


Almira terbangun ia meraba kasur sebelah nya, Almira mengerjap ia tak mendapati suaminya. kemudian ia mencoba duduk lalu berdiri mencari sosok suaminya. Almira menemukan suaminya yang sedang melamun di balkon, ia mendekat lalu memeluk suami dari arah belakang. Mr Jack memejamkan matanya merasakan kedamaian dalam hatinya.


" kenapa tidak tidur mas, apa yang sedang mas pikirkan. apa mas tidak bahagia jika aku hamil, dari semenjak hal itu terdengar mas tampak tak bersemangat".


" maafkan aku sayang, aku masih sangat trauma". Almira melepaskan pelukannya kemudian berjalan menghadap suaminya. Jack masih sama tatapannya menengadah ke langit.


" rezeki, jodoh, dan ajal semua sudah Allah gariskan tak ada yang bisa terlewatkan. mas percaya itu kan, kita sebagai manusia hanya di butuhkan untuk ikhtiar. insyaAlloh semuanya akan baik-baik saja, dan jika memang Allah menitipkan bayi di rahim ini seharusnya kita bersyukur dan menjaganya dengan baik". Almira menangkup kedua pipi sang suami, Mr Jack memandang istrinya lekat kemudian ia memeluknya.


" astaghfirullah aku memang lemah imannya hingga lupa akan hal itu, di dunia ini semua adalah ujian."


" Sekarang mas buang pikiran itu jauh-jauh, rubah pikiran mas menjadi pikiran positif bahwa kita akan bahagia. semangat mas, yang Almira tau Mr Jack bukan orang yang lemah".


" baiklah aku akan mulai melupakan semuanya dan fokus di kehidupan ke depan, trimakasih istriku". Jack menggendong Almira masuk hingga ke ranjang dan...


Sensor...sensor...


***


anak-anak panti di antar oleh mobil yang sudah di sediakan oleh keluarga Hamdan, kini Kiran pulang belakangan karena ia masih membantu beberes bersama karyawan kafe di rumah Abah. Kiran anak yang pandai dan cekatan ia sudah terbiasa mengerjakan semuanya. Zidan meminta supir untuk mengantar kan orang tuanya pulang ia juga ikut beberes sejenak. Saat akan pulang Kiran berniat untuk mencari taksi namun zidan yang mengetahui langsung menghampiri.


" ayo aku antar Kiran nanti kemalaman". ajak Zidan sembari berjalan menuju mobilnya.


" Kiran bisa naik taksi saja kak"


" Biar di antar sama Zidan nak, tak baik pulang sendirian." ucap umma yang tau saat Kiran menolak Zidan.


" baik umma". Kiran menuruti perkataan umma tak enak jika ia menolak.


' Alhamdulillah Dewi Fortuna berpihak' batin Zidan ia tersenyum masuk ke dalam mobil. Kiran dan Zidan dalam satu mobil lagi, Kiran mencoba bersikap biasa saja di dekatnya Zidan.


" Kiran bagaimana kuliah mu". ucap Zidan mencairkan suasana.


" Alhamdulillah lancar kak".

__ADS_1


" kamu hebat ya bisa menjalankan dua hal sekaligus, pekerjaan dan kuliah".


" tekad kak dan karena keadaan, keadaan yang memaksaku melakukan semuanya". Kiran tersenyum ia mengingat semua yang ia lakukan dari kecil.


" tapi beneran kamu luar biasa jarang juga ada yang bisa menjalani nya seperti kamu".


" semuanya karena kak Hamdan kak, karena beliau selalu memberiku motivasi dan mempekerjakan aku padahal aku tak begitu pandai bekerja di kantor. kebaikan kak Hamdan yang selalu membuatku lebih bersemangat, kak Hamdan bagiku adalah malaikat dalam kehidupan ku".


" Kamu mengagumi hamdan,"


" iya karena dia kakakku," nyes hati Zidan rasanya ia mengira jika Kiran menyukai Hamdan dengan arti kata lain.


" kamu sudah punya pacar".


" isssh... kak Zidan ini aku masih sekolah kak dan ngga ada dalam kamus ku yang namanya pacar, itu pesan kak Hamdan jika ingin meraih sesuatu kita harus fokus".


' yes ' batin zidan rasanya ia ingin guling-guling.


" jika ada orang yang melamar mu apa kamu mau menerima".


' aduh keceplosan' batin Zidan.


" Meski sultan yang melamar mu, kan dia akan bisa membiayai mu".


" meski kepala negara pun Kiran tetap tidak mau kak, prinsip Kiran jalankan satu persatu".


' waduh bakal lama dung aku nunggunya,' gumam Zidan. ia nampak lesu kembali, ia sudah terlanjur menaruh hati kepada Kiran dan entah kapan itu tepatnya.


" kakak ngomong apa Kiran tak jelas mendengar nya" Zidan ketauan saat ia bergumam.


" tidak apa-apa, hanya ini handphone ku drop". Zidan memberitahu jika benar memang handphone Zidan drop.


Akhirnya mereka sampai di panti, di depan ada Aurel yang sedang duduk bersama temannya menikmati coklat yang ia beli dari uang yang diberi dokter Almira.


" kak Zidan , Aurel sudah siap ya". Zidan terbelalak takut jika Aurel mengatakan nya pada Kiran. Aurel cekikikan. Zidan meletakkan telunjuknya ke bibirnya sendiri memberi isyarat agar Aurel tak banyak bicara, Aurel pun mengacungkan jempol tanda setuju.

__ADS_1


" terimakasih kak Zidan sudah mengantarkan Kiran"


" iya cepetan masuk mandi dan istirahat" Kiran tersenyum membuat hati Zidan meleleh tak berdaya melihat senyumannya. Kemudian Zidan langsung pamit pulang.


****


Setelah acara kemarin mereka sangat kelelahan zakia pun bangun kesiangan, Hamdan tak membangunkannya karena tau jika Zakia tidak sholat dan terlihat lelah sekali. Zakia bangun mengerjapkan matanya, pas di saat Hamdan masuk membawa sarapan dan minuman hangat.


" sudah bangun sayang". Zakia terbelalak ketika melihat jam sudah menunjukkan pukul 8 pagi, benar-benar kesiangan.


" astaghfirullah mas, Zakia bangun kesiangan"


" tidur nya nyenyak ya". Zakia tersipu malu. Zakia bangun pukul 4 saat mendengar Hamdan mengaji namun ia tidur lagi karena masih ngantuk.


" kenapa mas tak bangunkan kia, dan malah mas yang bawakan kia makan. apa kata umma dan Abah jika tau kalau kia kesiangan". Hamdan tertawa.


" mereka sudah tau pasti mereka berfikir kamu kesiangan karena kelelahan semalam"".


" semalam memang ngapain". Hamdan menarik hidung kia berasa gemas, kia terlalu polos


" mereka pasti mengira semalem mas lagi belah duren" Zakia terbelalak.


" mas ya ampun seharusnya mas tadi bangunin kia kan, terus ngga sampai sarapan di kamar begini".


" udah ngga papa sekali-kali kan boleh mas melayani istri mas yang cantik ini". kemudian kia pamit ke kamar mandi terlebih dahulu untuk bebersih.


" mas besok lagi meski kia ngga solat tetap bangunkan kia, biar kia tetap melayani mas. pagi ini hilang deh pahala kia.".


" tenang sayang masih banyak pahala lain" Hamdan menaik turunkan alisnya. kia tertawa terkekeh melihat sang suami dengan tingkah jahil nya.


mereka sarapan bersama dalam kamar untuk hari ini. Pengantin baru taulah bagaimana readers jika masih baru pengantin nya yang ada manis terus.


____


bersambung

__ADS_1


jangan lupa tinggalkan jejak like komen hadiah kakak reader.


terimakasih 🥰


__ADS_2