MUJAHADAH CINTA ZAKIA HUMAIRA

MUJAHADAH CINTA ZAKIA HUMAIRA
Alex bebas


__ADS_3

Zakia merebahkan tubuhnya di ranjang ia begitu lelah sejak tadi bayi yang ada dalam perutnya bergerak aktif ia ikut bahagia. Hamdan melepaskan sepatu kia dan kaos kakinya lalu membenarkan kia berbaring. Hamdan berganti pakaian ia juga lelah akan ikut berbaring.


" Sayang ganti baju dulu biar tidurnya tak sesak". kia menghendus nafas sangat malas rasanya bangun.


" iya mas".


" mas bantu kamu di situ saja mas gantikan bajunya". kia mulai melepas Khimar nya, ia lepaskan gaun yang di bantu oleh hamdan.


Setelah berganti pakaian kia tidur lagi ia sangat lelah kakinya terasa pegal. Hamdan yang tau langsung memijit kaki istri nya namun di tariknya oleh kia. Ia tak mau suaminya melakukan itu, seharusnya kia yang memijit kaki suami namun Hamdan kembali meraih kaki kia lagi.


" mas jangan". ucap kia sembari menyisihkan tangan suaminya.


" sayang biarkan mas memijit kakimu, tak apa ini tidak melanggar kepatuhan istri terhadap suaminya." Hamdan kembali memijit dengan lembut.


" mas itukan lelah istirahat saja, kia akan istirahat nanti lelahnya juga akan sembuh".


" istirahat lah tidur mas sembari pijitin". mau tak mau kia berbaring mencari posisi nyamannya, Hamdan terus memijit kaki istri nya hingga tertidur. Hamdan kemudian menyelimuti Zakia ia kecup keningnya, melingkar kan tangannya di pinggang istri memeluk nya lalu ikut terlelap tidur.


_


Sepulang dari acara di rumah Hamdan mereka tidak pulang, Rendi, Tomi, Aris dan Niko semuanya kini berkumpul di rumahnya Niko. Niko memintanya ia tak mungkin saat ini meninggal kan Anita yang sedang sedikit tak enak badan. sesampainya di rumah Anita tidur, para lelaki mengobrol di ruang tamu, ada bibik yang membuat kan minuman serta membawakan cemilan agar tak ngantuk.


" Lalu apa yang akan kita lakukan, Alex sangat berbahaya. ". ucap Tomi .


" Kok bisa bebas sih kenapa bisa begitu mudahnya, kasus ini cukup berat jika saja kita terlambat nyawa mereka semua akan melayang".


" begitulah penegak hukum di negara ini, mereka di tutup dengan uang. Jika berani membayar sangat mahal otomatis bisa di bebaskan meskipun bersyarat". ucap Rendi ia yang selama ini bekerja menjadi aparat sangat tau kebusukan orang-orang di sekitarnya.


" Dia saja tega menyeret kia dalam keadaan hamil begitu, ia pasti akan melakukan hal yang lebih" ucap Aris yang mendengar cerita dari Aulia dengan sangat detail.

__ADS_1


" kita tidak bisa melakukan apa-apa selain waspada saja". semuanya mengangguk.


" Aku akan bicara dengan paman Jack supaya ia mengerahkan bodyguard nya untuk Hamdan".


" itu lebih baik untuk kewaspadaan". ucap Niko ia juga berfikir keras, keadaan yang mengancam sahabatnya.


" mungkin ren adakah info sekarang Alex ada di mana". tanya Tomi mungkin dengan mengetahui keberadaan Alex akan dengan mudah melakukan penjagaan.


" Aku belum bisa meretas info terkini, saat aku melihat data kepolisian bahwa Alex berada di rumahnya. ia tidak di perbolehkan untuk keluar bebas". kata. Rendi menjelaskan.


" itu hanya info di kepolisian saja, Rendi akan bisa dengan leluasa keluar rumah dengan menyamar apalagi kekuasaan kakaknya yang sangat banyak uang itu".


" Nah itu yang aku khawatir kan, akupun tak bisa memerintahkan penjagaan untuknya semua adalah perintah komandan."


" Ya Allah ujian hidup Hamdan bertaruh dengan nyawa, ". Tomi mengusap wajahnya dengan kasar.


" Sebaiknya kita beritahukan langsung pada Hamdan, jika ia tahu akan lebih baik melakukan tindakan kewaspadaan". tak ada cara lain, mereka juga tidak mungkin menyembunyikan berita ini kepada Hamdan. Berbahaya untuk Hamdan dan keluarganya.


" kamu sudah beritahukan kepada Hamdan". tanya Jack ia tak ingin lengah.


" belum paman kami belum sempat apalagi tadi ada acara di rumahnya". jelas Rendi melihat kemarahan pamannya.


" baiklah secepatnya akan lebih baik".


Abah dan umma bingung ketika ada empat orang yang berbadan besar berdiri di sekitar rumahnya, untung saja Rendi ikut mengantar empat bodyguard itu. ia menjelaskan kepada Abah agar tak membuat nya khawatir, ketika Rendi bertanya soal Hamdan dan ternyata masih istirahat Rendi hanya mengirimkan pesan saja.


" Ada apa bah banyak amat itu orang besar-besar di rumah kita". tanya umma penasaran juga takut.


" tak apa biar rumah kita aman, itu orang-orang nya Mr Jack untuk menjaga kediaman kita". ucap Abah.

__ADS_1


" kok di jaga-jaga begini rumah kita aman terus Abah, aduh Abah umma jadi takut".


" sini Abah peluk kalau takut". Abah merentangkan tangannya padahal di situ ada Rendi, namun Rendi tau jika Abah sama umma meski tua masih saja romantis.


" malu Abah ada anak bujang bapak polisi nanti kita di tangkep".


" kenapa harus di tangkep".


" me**m di luar". Rendi dan Abah tertawa terbahak-bahak, umma masih aja bisa ngalawak.


" umma tak akan aku tangkap, umma ini ibuku aku sayang umma. jangan takut umma mereka suruhan paman Jack buat jaga rumah ini. Hamdan itu sekarang jadi pengusaha sukses ia pengusaha muda dan terkenal sudah selayaknya punya bodyguard". jelas Rendi agar umma tenang.


" umma istirahat saja hayuk ke kamar, Abah mau minum kopi dulu sama Rendi. Udah lama Abah tak ngobrol sama kamu ren". umma masuk kamar untuk tidur. Rendi tidak di perbolehkan Abah untuk pulang, Abah penasaran dengan semua nya tak mungkin jika tak ada apa-apa rumah harus di jaga oleh empat bodyguard gini.


" sebenarnya ada apa ren". mau tak mau Rendi menceritakan dari akar pokok masalah yang terjadi.


" begitulah bah lebih baik kan kita waspada dari pada nantinya keteteran". ucap Rendi setelah panjang lebar menjelaskan.


" Yah kehidupan itu memang penuh ujian, semakin tinggi pohon maka anginnya akan terasa lebih kencang. begitu juga dengan manusia semakin ia sukses maka akan banyak musuh untuk menjatuhkan nya. yang penting kita jangan lupa untuk mempertebal iman kita ren. kamu harus ingat jika kamu sukses dengan pangkatmu yang tinggi tetaplah rendah hati." nasehat Abah yang sangat di rindukan Rendi.


" padahal Hamdan itu meski sukses tak sombong ia selalu rendah hati masih aja ada yang ingin menjatuhkan".


" nah apalagi kalau kita sombong ren udah hancur di injak-injak sama musuh". Rendi paham apa yang di maksud Abah.


____


bersambung


siapkan jantung nya ya pembaca.

__ADS_1


tetap tinggal kan jejak like komen dan hadiah tambahkan vote nya.


__ADS_2