My Little Wife (My Doctor)

My Little Wife (My Doctor)
Amelia Agiralia


__ADS_3

Pagi hari di kota Amsterdam yang berada di pertengahan kota dimana semua orang berlalu dari arah yang berbeda beda tentunya juga tujuan yang berbeda....


matahari yang cerah menyinari seluruh penjuru kota amsterdan yang letaknya di ibu kota belanda terlihat semua orang yang berjalan sangat bahagia dengan perubahan cuaca hampir semua bunga dan pohon di samping jalan berdaunan dan berbunga dan itu berarti musim semi telat tiba.....


🌿🌿🌿


"Gira bangunnnnnnnnn, kamu udah telat ke rumah sakitnya" oceh via


"Eummmmmm bentar lagi ya, lima menit lagi ya please" jawab gira dengan keadaan setengah sadar


" udah telat gir, ini udah jam enam lewat tiga lima kamu bisa telat ke rumah sakitnya"


"Hah jam enam lewat tiga lima, seriusan kenapa kamu telat banget sih bangunin aku" oceh gira sambil berlarian ke kamar mandi


"Dari tadi udah gir, aku tunggu di depan ya cepatt....."


🌿🌿🌿


Amelia Agiralia wanita cantik yang memiliki wajah blasteran belanda dan indonesia seorang mahasiswa di universitas kesehatan yang menduduki tingkat terakhir di mana dia harus melakukan syarat yaitu dengan terpaksa turun ke lapangan atau ke rumah sakit terpilih untuk melatih semua mahasiswa dokter muda agar bisa lulus dengan nilai yang tinggi gira berusaha sepatuh mungkin dengan syarat yang di tetapkan di universitasnya agar bisa melanjutkan kuliahnya ke luar negeri sesuai keinginan orangtuanya


Selain menyayangi orang tuanya gira juga sangat mencintai sahabatnya sekaligus sepupuya via, selama ini yang selalu ada di dekat gira, via adalah seorang yang penyabar dan sangat setia dalam keadaan apapun, bahkan via selalu ada di samping gira meskipun gira dalam keadaan terburuk sekalipun


"Udah gir, cepatttttt" oceh via tanpa hentinya


"Udah ini ayok" senyum manis di wajah tanpa bersalah dan menarik tangan via agar tidak mengomelinya


Rumah sakit tempat dimana gira dan via magang tidak jauh dari rumah gira cukup dengan jalan kaki selama lima menit, seperti biasa setelah sampai di rumah sakit gira langsung melakukan visit bersama dokter obgyn


"Pagi" sapa dokter yang baru saja sampai di ruangan meeting room


"Pagi doc"


Doctor guntur langsung membuka laptopnya yang terhubung ke LCD Proyektor


"Ada salah satu pasien yang mengalami gangguan di masa kehamilan pada umur 30 minggu, di bagian bawah kepala janin terdapat satu benjolan dan itu membuat bayi di dalam kandungan sulit bergerak, apa yang ada di pikiran kalian tentang pasien ini" tanya doctor guntur setelah menjelaskan sedikit tentang keluhan pasien


Semua terdiam, lalu doctor guntur melanjutkan presentasi nya


"kita akan melakukan kerjasama dengan dokter ahli bedah, siap kan solusi buat besok"


Jam menunjukan jam makan siang dengan lesu gira berjalan menuju kantin di perjalanan gira bertemu dengan via, via mengambil jurusan bedah via lebih tertarik ke spesialis bedah beda halnya dengan gira yang tertarik ke bagian obgyn.


"aku dengar kita besok ada di ruangan meeting ya sama " tanya via dengan semangat


"Iya" jawab gira dengan lesu


"Kenapa kamu"


"Entah lah aku pusing mikirin masalah keluhan pasien, lebih pusing lagi aku enggak tau siapa pasien yang kami bahas tadi di meeting room"


"Gampang itu mah, nanti kita cari sama sama jawaban dari keluhannya"

__ADS_1


"Serius nie....." gira tersenyum seketika


"Iya, dan satu berita hot lagi katanya doctor henzi masuk dalam meeting besok, sepertinya pasien itu orang penting di negara kita, buktinya doctor henzi yang lagi cuti aja di cancel cuti"


"Kamu dengar dari mana, pasti ....."


Omongan gira terputus


"Kamu gk percaya bukti nya doctor henzi aja ada kan kamu tau sendiri doctor henzi gimana geniusnya dia di saat berada di dalam ruangan operasi"


🌿🌿🌿


Henzi defran seorang dokter ahli bedah di umur nya yang sudah hampir memasuki 30 henzi bahkan belum terlihat tua sama sekali memiliki wajah yang tampan dengan postur tubuh yang tinggi dan tegap Henzi juga sangat berwibawa saat sedang mamakai jas doctor


"Zi aku dengar ada pasien yang harus segera kamu operasi...?" tanya vino yang tidak lain adalah sahabatnya henzi


"Iya"


"Lalu gimana dengan pertemuan kamu sama nenek" tanya vino penasaran


"Benar, seperti aku harus membatalin nya" jawaban henzi selalu singkat jika berkaitan dengan operasi


"Aku enggak salah dengar kamu mau batalin operasi hari ini " vino heran dengan pertanyaannya sendiri, bahkan jika pun henzi sedang sekarat henzi rela bangun untuk melakukan operasi


"Aku tidak bilang akan membatalkan operasi, aku akan membatalkan pertemuan ku dengan nenek" jawaban tegas henzi buat vino terdiam lemas


"Bagus..... bagus bagaimana dengan aku" tanya vino penasaran dengan keadaan yang was was


"Kamu...... Ya terserah kamu mau ngapain, kenapa tanya aku, aku harus ke ruang meeting sekarang, urus saja urusan mu sendiri" sindir henzi dengan senyuman


Henzi berbalik ke belakang seketika wajah vino ketakutan vino siap untuk melangkah mundur


"Oh ya aku lupa tolong kirimkan paket bunga yang sudah ku pesan di depan rumah sakit untuk nenek, katakan aku akan pulang cepat hari ini" tegas henzi sebelum pergi meninggalkan ruangan


"Untung aja aku mundur dua langkah" keluh vino


"Tiba tiba pintu terbuka kembali, membuat vino terkejut


"Apa.... apa lagi" tanya vino kesal dengan henzi


"Terima kasih" jawab henzi tersenyum


🌿🌿🌿


Suasana di meeting room sangat menegangkan, di mana semua doctor spesialis bedah dan Obgyn berkumpul gira dan via duduk di kursi paling belakang untuk menghindari pertanyaan dari dokter senior, tanpa di sadari oleh via dan gira ternyata mereka sudah masuk ke lubang yang salah, doctor henzi yang baru saja datang bukanya menduduki tempat yang sudah di sediakan di depan malah mencari tempat yang bahkan orang lain tidak tau yaitu tepat di belakang gira dan via...


Di saat henzi ingin membuka suara henzi mendengar namanya di sebut yang tidak lain adalah gira dan via,


"Sejak kapan kamu suka sama doctor henzi"


"Aku enggak suka sama doctor henzi"

__ADS_1


"Lalu apa yang kamu tunggu dari tadi"


"Entah la vi aku bingung apa yang nenek suka dari doctor henzi aku ingin tau seberapa hebat doctor henzi saat memakai jas putih"


"Jangan bilang doctor henzi yang nenek ingin jodoh kan kamu dengan pilihan nya"


"That's right"


"Whattttttttt" teriakan via membuat seisi ruangan melihat mereka


"Via kecilkan suara mu, semua orang melihat kita"


"Sorry sorry sorry" tunduk via meminta maaf pada semua yang ada di ruangan itu


"Kamu seriusan gir, doctor henzi orangnya, kamu enggak bohong kan"


"Eum aku serius, aku baru tau tadi pagi, kataanya aku harus jumpai nenek di waktu jam istirahat makan siang buat ketemu orang itu"


"Doctor henzi maksud kamu"


"Iya"


"Kamu jawab apa, jangan bilang kamu udah tau yang di jodohin nenek doctor henzi"


"Gila kamu mana mungkin aku tau, abis tu kamu pikir aku akan diam aja ya kali aku mau sama kutub es itu"


"Kamu sebut Doctor henzi kutub es, gila kamu gir itu doctor henzi lo..... semua orang ingin jadi pacaran nya lah kamu"


"Aku sukanya sama laki laki yang pengertian, peduli, ramah bukan kayak kutub es"


"Gila kamu, jadi bentaran lagi kamu pulang dong aku sendirian di ruang OK ni"


"Enggak lah mana mau aku Pulang"


"Habis nenek gimana"


"Tolong aku dong vi, gantiin aku dong please"


"Enggak enggak mau aku, takut aku nenek marah kan kamu tau sendiri kayak mana klau nenek marah serem ah"


"Vi aku sih rencananya mau pulang tapi coba kamu liat doctor henzi tidak ada di sini pasti dia ada di sana, tolong dong viiii"


"Enggak gir gila kamu minta aku masuk lubang buaya, kalau menghadapi doctor henzi mah aku sanggup ini nenek gir aku bisa gila sebelum waktunya"


"Bilang aku datang tapi agak telat sikit ya, pleaseeee aku mohon..... Aku beliin hadiah deh janji asal kamu mau gantiin aku"


"Enggak mau aku"


"Tiket konser loo, yakin gak mau"


"Serius tapi Vvip ya"

__ADS_1


"Ok, dealll"


"Dealll" jabatan tangan membuktikan kesepakatan di antaran dua gadis cantik


__ADS_2