
Flashback on
2 tahun yang lalu
“Apa yang sedang kamu lakukan, kamu belum tanda tangan surat cerai kamu” Tanya vino pada henzi saat melihat henzi yang hanya menetap sendu kertas putih yang ada di depannya saat ini
“Aku tidak tau vin” jawab henzi tanpa mengalihkan perhatiannya dari kertas itu
“Ini udah berapa minggu zi, dan kamu belum tanda tangan surat itu, kamu mau tunggu apa, tunggu gira, gira tidak akan kembali zii”ujar vino hampit terbawa emosi
“Kamu harus melepaskan gira zii” ucap vino menekankan henzi agar menanda tangan surat yang ada di depannya saat ini
“Aku tidak bisa vin” jawab henzi datar membuat vino di ulap emosi
“Kenapa kamu tidak bisa?” Tanya vino sedikit meninggikan suara pada henzi
“Sedangkan kamu bisa membuat gira terluka hanya karna ke egoisan kamu zii, kamu sadar jika gira saat ini benar benar terluka dan alasan dia terluka adalah kamu, kamu sadar itu zii” ujar vino kesal melihat sikap sahabatnya itu
Henzi tidak ingin menanda tangani surat itu namun henzi masih saja bersama agnes padalah jelas ini sudah 2 minggu setalah ke berangkatan gira
“Apapun yang terjadi aku tidak akan menceraikan gira” ujar henzi tidak kalah tegas
“Berhenti menjadi pria yang egois zii” jawab vino tak kalah sini, meskipun vino sahabatnya henzi namun vino tidak bisa membiarkan henzi bersifat egois pada wanita sebaik gira
“Kamu harus ingat saat ini gira terluka gara gara kamu, bahkan gira harus pergi dari tempat kelahirannya hanya untuk menjauh dan melupakan kamu” ujar vino kesal hingga tangannya vino tidak bisa berhenti menekan jari telunjuknya di tas kertas itu
“Kamu tau hanya untuk melihat kamu bahagia bersama wanita lain gira rela melepaskan semua yang dimilikinya, hanya untuk kamu zii” teriak vino di depan henzi namun satu katapun tak keluar dari mulut henzi
“Gira rela meniggalkan orangtunya, keluarganya, bahkan sahabatnya, hanya untuk menjauh dari kamu, lalu apa kamu masih bisa bersikap egois tidak berniat untuk menanda tangan surat itu, kamu bangga ketika kamu bisa jadikan gira dan agnes menjadi milik kamu” ucap vino kesal dengan sifat henzi yang tidak melepaskan gira
“Aku tidak akan melepaskan gira vin, aku akan mencari gira sampai ketemu, bahkan jika perlu aku akan bersujud agar gira memaafkan ku, karna gira lah satu satu wanita yang aku cinta vin” ujar henzi putus asa
“Cinta kamu bilang jika kamu cinta sama gira kamu tidak akan melakukan hal sebodoh ini zii, dengan pergi ke paris besama agnes meninggalkan gira, kamu pikir gira booh tidak tau jika kamu pergi ke paris berdua dengan agnes” ujar vino
__ADS_1
“Apapun yang terjadi aku tidak akan menanda tangani surat cerai ini karna aku dan agnes tidak akan menikah vin” ujar henzi membuat vino terkejut mendengar ucapan henzi
“Apa maksud kamu” Tanya vino terkejut mendengar ucapan henzi
“Akan ku ceritakan semuanya” jawab henzi singat lalu menatap vino
Flashback off
“Bagaimana mana ini bisa terjadi doc” Tanya gira terkejut saat melihat suara yang ada di tanganya saat ini surat perceraain henzi dan gira, namun di surat ini tidak ada tanda tangan henzi
“Doc” panggil gira lagi menatap henzi dengan tatap yang sulit di artikan
“Bagaimana ini bisa terjadi” Tanya gira lagi pada henzi, mengingat jika surat yang sampai ke padanya jelas gira melihat henzi sudah menanda tangani surat tersebut
(Lalu bagaimana ini bisa terjadi, aku jelas mengingat surat itu???) batin gira tidak percaya dengan apa yang dilihatnya saat ini
“Maafin aku gira, aku tidak pernah menanda tangaini surat tersebut, berkas yang kamu terima saat itu adalah berkas palsu” jelas henzi menatap gira gugup
Mendengar ucapa yang barusaja keluar dari mulut henzi membuat gira terkejut bahkan otak gira tidak bisa berfikir saat ini, apa ini?? henzi sudah membohonginya selama ini
“Aku tidak sanggup kehilangan kamu gira” kalimat yang keluar dari mulut henzi seolah itu semua adalah kebongan
“Doctro mempermaiankan gira” Tanya gira dengan rasa sesak di hatinya, betapa bodoh dirinya bisa di bohongi bertahun tahun oleh henzi
“Tidak” jawab henzi dengan tegas namun terlihat jelas di wajah henzi jika dirinya sangatlah khaawatir dan gugup di tambah rasa bersalah itu, henzi belum sanggup jika gira meninggalka dirinya untuk kedua kalinya
“Lalu apa ini” Tanya gira menatap henzi dengan rasa kecewa
“Bagaiamana bisa doctro berfikir demikian??” Tanya gira penasaran dengan apa yang sudah di lakukan oleh henzi
“Girr” panggil henzi khawatir saat melihat tatapan mata gira yang berubah menjadi tajam
“Bagaimana jika saat disana gira memutuskan akan menikah dengan pria lain, sedangkan gira masih istri doctor, semua orang akan menggangap gira wanita penipu doc” jelas gira dengan suara yang bergetar
__ADS_1
“Gira kamu tenang dulu aku bisa jelasin semua ini” ucap henzi saat melihat gira mulai menjatuhkan air matanya
“Apa yang ingin doctor jelasin” Tanya gira dengan tangan yang mengusap pipinya sendiri
“Baik dengarlah aku sudah berjanji pada mama kamu dan juga aku sudah berjanji di depan nenek kamu, jika seandainya kamu sudah benar benar memutuskan untuk menikah lagi aku kana menanda tangain suarat ini, tidak untuk menkah bahkan jika kamu sudah bertungan aku akan tetap menanda tangani surat itu” jelas henzi pada gira
“Dan jika aku bisa menemukan kamu dan aku tidak bisa meyakinkan kamu lagi di saat itu juga aku menanda tangani surat ini gir” jelas henzi memegang kedua tangan gira
“Karna dari awal saat mengucapkan ijak Kabul aku sudah berjanji jika kamu akan menjadi istri aku untuk selamanya meskipun pada saat itu aku sangat tidak menyukai kamu. bahkan bisa di bilang aku sangat membenci kamu saat itu, karna kamu sudah berani masuk ke dalam hidup aku, namun saat janji suci aku tuturkan si depan semua, di situ aku sadar jika kamu sudah menjadi istri ku, aku tidak ingin menjadi suami yang gagal untuk kedua kalinya dalam hidup aku, aku ingin kamu menjadi wanita terakhir dalam hidup ku, meskipun yang kamu tau saat itu aku tidak menyukai pernikahan kita” jelas henzi menatap wajah gira
Melihat wajah dan mata henzi gira bisa tau jika apa yang keluar dari mulut henzi saat itu adalah kebenaran
“Maafkan aku girr” ujar henzi menatap gira lalu mencium kedua telapak tangan gira
“Kamu berhak memarahi, memukulku kamu juga berhak membencin ku tapi kumohon jangan tinggalkan aku gira” ujar henzi kini tanpa henzi sadar air mata itu jatuh membasahi kedua pipi henzi
Melihat henzi yang menangis membuat gira tidak tega untuk tidak memaafkan henzi, entah bagaiman perasaan gira saat ini gira benar benar tidak tau, kecewa karna henzi sudah membohonginya untuk beberapa tahun ini, namun gira juga merasa senang jika henzi masih belum melepaskan gira namun gira tidak bisa bertindak maupun menjawab ucapan henzi. saat ini melihat henzi menagis sudah membuat gira sedih
Gira langsung menarik henzi kedalam pelukannya, pelukan yang sangat erat itu yang di rasakan oleh gira saat henzi di dalam pelukannya henzi benar benar memeluknya dengan sangat erat
Sadar jika suhu tubuh henzi masih sangat hangat dan akhirnya gira melepaskan pelukan mereka melihat wajah henzi yang sudah bahas dengan air matanya gira langsung menghapus air mata henzi
“Doctro harus istirahat, mari kita bicara lagi besok” ujar gira saat melihat wajah pucat dan juga suhu tubuh henzi yang hangat
Tidak banyak bicara henzi hanya bisa menuruti apa yang di lakukan oleh gira padanya gira membenarkan bantal dan juga menarik selimut henzi hingga sedadanya
“Jangan tinggalkan aku girr, tetap di sini bersama ku girr” ujar henzi menatap lekat wajah wanita mungilnya itu
Gira tidak menjawab hanya tersenyum ke arah henzi, melihat henzi belum menutup matanya gira sadar dan tau jika henzi khawatir gira akan meninggalkanya, terlihat jelas dari genggaman tangan gira yang di genggang sangat kuat oleh henzi
Henzi harus tidur, lalu gira memutuskan untuk mencium dahi milik henzi, gira mendekatkan wajahnya kea rah henzi lalu perlahan gira mencium dahi henzi, henzi hanya bisa memejamkan matanya mendapatkan perlakuan yang manis dari gira
Cukup lama bibir gira mendarat di dahi henzi hingga akhirnya gira menjauhkan wajahnya dari wajah henzi dan terduduk kembali di samping henzi
__ADS_1
“Tidurlah, doctor harus istirahat yang cukup” ujar gira lembut dengan seulah senyum manis di wajahnya untuk mebuat henzi yakin jika dirinya tidak akan meninggalkan henzi sendirian
Setelah memastikan henzi tertidur lalu gira pun menggangkat selimutnya dan tertidur di samping doctro henzi dengan tangan yang di genggam erat oleh henzi