My Little Wife (My Doctor)

My Little Wife (My Doctor)
Bisa Saja Kabar Buruk


__ADS_3

Henzi bangun melihat gira yang masih tertidur pulas, menjadikan tangan kiri henzi sebagai bantalnya, henzi tersenyum lebar dunianya sungguh indah


Melihat wajah gira di pagi hari seolah setiap masalah yang ada di benaknya hilang seketika, henzi mencium dahi gira kemudian di lanjutkan ke pipi kanan gira


Tangan kanan henzi juga mengelus pipi gira, bermain di pipi dan juga bibir ranum gira….


Henzi mengelus pelan bibir pink milik gira hingga membuat sang pimilik terbangun dari tidur nyeyaknya…


“Kamu sudah bangun baby” tanya henzi usil siapa yang tidak terbangun jika salah satu anggota tubuhnya menjadi pusat untuk bermain


Gira membuka matanya dengan malas, terlebih alasanya bangun karna ke usilan suaminya…


Selama ada baby isabell gira menjadi pemalas bangun pagi bukan karena tidak ada alasan, semua itu terjadi karna isabell selalu mengajak maminya untuk tidur lebih lambat dari bisanya, hingga kadang gira sedikit kesusahan dalam bangun pagi..


“Tidurlah lebih lama, hubby akan buatkan kamu sarapan” ujar henzi mencium dahi gira dan turun dari kasur


Henzi keluar dari kamarnya membuat sarapan yang enak untuk gira, henzi memasakan sarapan dengan semangat…


Henzi membuat roti dan sosis juga telur untuk sarapan gira henzi juga membuat gira jus strowbery kesukaan gira, setelah selesai membuat sarapan henzi kembali ke kamar untuk mengantarkan sarapan untuk gira


Sesampainya di kamar henzi melihat keadaan baby isabell yang masih tidur nyeyak lalu kembali ke kasur untuk membangunkan istrinya…


“Baby” panggil henzi lembut menyentuh lembut pipi kanannya


“Baby mari sarapan” ajak henzi lembut


Gira mengeliat “umm”


“Iya hubby” ujar gira tanpa membuka matanya


Henzi kembali mencium kelopak mata gira, dan tangannya yang mengbenarkan rambut gira yang menghalangi pipi kanan gira


“Istriku” panggil henzi lembut


“Eumh”


“Sayang”


“Iya hubby”


“Kamu tidak akan bangun, kita akan terlambat sayang” ujar henzi mengingatkan gira yang sudah merencanakan untuk menjenguk via lebih awal


“Baik lah” ujar gira yag membuka matanya


Gira menatap henzi tangan henzi yang sudah sempurna di pinggang gira dengan jarak wajah mereka yang hanya beberapa sentil hingga gira bisa mencium bau harus nafas henzi


Gira tersenyum lalu kedua tanganya menyentuh wajah henzi, gira mendekatkan wajahnya dengan wajah henzi dan mencium dahi henzi..


Henzi tersenyum dan membalas dengan mencium dahi gira..


“Gira ke kamar mandi dulu” ujar gira dan meninggalkan henzi yang duduk di tepi tempat tidur


Sesaat henzi memainkan ponselnya dan melihat gira keluar dari kamar mandi dan kembali meletakan ponselnya…


“Kemarilah” ujar henzi mengarahkan tanganya di dekat henzi duduk


Gira duduk di samping henzi, henzi memberikan gira jus, gira langsung meminum jusnya


Kini henzi kembali memberikan satu potong sosis untuk gira, tanpa menolak gira memakan sosis tersebut


“Hubby tidak makan” tanya gira melihat henzi hanya memberikan gira makan, dirinya bahkan tidak makan satu suapan pun


“Aku akan makan tapi tidak sekarang” ujar henzi dengan tersenyum lebar membuat gira binggung dengan tingkah suaminya


“Kapan?”

__ADS_1


“Nanti”


“Kenapa tidak makan sekarang”


“Hubby sudah makan roti dan minum coffe tadi”


“Ahk satu suap saja” ujar gira memberikan henzi satu suapan


“Tidak baby hubby tidak lapar” ujar henzi yang bangun mencium dahi gira dan mendekat ke arah isabell


Setelah selesai sarapannya gira meminum jusnya sampai habis..


“Baiklah gira akan mandi, terima kasih suamiku” ujar gira ingin turun dari tempat tidur manun sayang dirinya tidak bisa lepas semudah itu


“Baby aku belum sarapan” ujar henzi manja


“Tadi hubby bilang belum lapar,” ujar gira lembut


“Tapi sekarang sudah lapar” ujar henzi menatap gira memohon


“Kamu mau kemana” tanya henzi saat melihat gira bangun dari kasur mereka


“Buat sarapan”


“Kamu tidak perlu ke dapur sayang”


“Lalu, hubby di sini tidak ada bahan untuk membuat sarapan” jelas gira dengan polos


Namun sayang henzi tidak berfikir demikian, andai saja otak meseum yang ada di otak henzi sedikit di turunkan ke gira mungkin gira tidak akan terlihat bodoh saat ini…


Henzi tersenyum nakal dan tenganya sudah menyentuh pinggang gira…


“Baby kamu bisa memberikannya saat seperti ini, kamu tidak perlu ke dapur” ujar henzi sedikir berbisik di telinga gira membuat gira merinding


Kali ini gira tidak bisa lari dari gengaman harimau, jika dirinya ingin selamat makan jalan yang baik adalah menurut semua keinginan harimau yang kelaparan


.


.


Henzi menempelkan bibir tebalnya pada bibir seksi milik istrinya, henzi mencium bibir bawah milik gira merasakan wangi segar pasta gigi strowbery dari mulut istrinya, kini tangan henzi sudah sempurna melingkar di pinggang ramping gira dan satu tanganya lagi yang memegang kendali di dagu dan juga leher gira


henzi maupun gira kini sudah di balut gairah, ******* demi ******* di berikan oleh henzi, membuat gira mendesah kenikmatan terlebih henzi tidak hanya mencium bibir gira, juga tangannya yang mengelus lembut telinga gira, dan bibirnya sudah sempurna mencium leher gira dengan agresif membuat sang pemilik mendesah kenikmatan….


“Emmmh hu-byy”


“Jangan berisik baby nanti baby isabell bangun” ujar henzi yang terus mencium leher gira


Kini tangan henzi sudah mulai masuk ke dalam pakaian gira, meskipun mereka sering berhubungan namun setiap kali tangan henzi menyentuh kuliatnya gira selalu merasa geli….


Kini tangan henzi sudah sepenuhnya berada di dada gira, henzi memegan dada gira yang lebih besar dari biasanya, karna saat ini dada gira sedang mengproduksi asi untuk baby isabell


Henzi tidak bisa menahannya saat melihat baju gira yang sudah terbuka dengan lebar memperlihatkan tubuh bagian depannya mambuat henzi mati matian menahan gairah


“Baby boleh aku menyusu” tanya henzi lembut


Gira tersenyum saat melihat wajah frutasi dari suaminya, dirinya tau jika henzi saat ini sedang menahan dirinya karna mengingat usia masa menyusui gira baru satu minggu lebih sebagai suami yang baik tentu henzi harus menahan hasratnya untuk menyentuh gira, terlebih keadaan gira belum sepenuhnya membaik, baik itu luaran atau dalaman


“Aku akan menciumnya saja” ujar henzi mencium sekali di bagian dada gira dan kembali mencium bibir gira lalu menutup baju gira


“Aku akan mandi” ujar henzi dan pergi meinggalkan gira


“Jangan lama lama hubby nanti hubby kedinginan” ujar gira mengejek suaminya


“Baby jangan membuat aku lebih tersiksa” jawab henzi di dalam kamar mandi

__ADS_1


Gira juga bangun dari tidurnya dan melihat keadaan bayi isabell lalu membawa piring ke dapur untuk membersihkannya……..


“kamu sudah siap sayang” tanya henzi memeluk pinggang ramping milik istrinya


“Hubby geli” ujar gira membalikan tubuhnya agar gira bisa leluasa memandang wajah henzi


“Hubby kita akan terlamat” ujar gira


“Hanya sebentar baby, sebelum baby isabell bangun” ujar henzi menoleh wajahnya pada baby isabell yang sedang tertidur di kasur


Gira hanya tersenyum melihat tingkah suami yang selalu bisa mengatur waktu hanya untuk bermesraan…


Gira mencium pipi kanan henzi, membuat henzi melebarkan matanya karna terkejut dengan serangan mendadak yang di berikan oleh gira, Gira tersenyum melihat ekpresi wajah suaminya..


Henzi juga akhirnya tersenyum melihat senyum lebar di wajah gira..


“Kamu mulai berani baby” ujar henzi mencium pipi kanan gira bertubi tubi hingga gira kewalahan


“Hubby cukup”


“Hubby” ujar gira menghentikan bibir henzi yang terus mencium pipinya


Namun sayang tangan gira yang mencoba menghentikan bibir henzi justru kini tangan gira juga ikut di cium oleh henzi


“Aku tidak tau, bagaimana hidupku tanpa kamu baby” ujar henzi memeluk gira


Gira melingkarkan tanganya pada punggung henzi yang lebar, wajahnya yang di tenggelamkan ke dada henzi gira bisa mencium bau harus dan segar milik tubuh henzi, gira menghirupnya dengan rakus..


Begitupun dengan henzi, henzi mencium wanginya soft milik istrinya dan mengelus rambut gira yang terherai indah….


Suara deringan ponsel membuat henzi dan gira terkejut dari ke romantisannya..


Gira tersenyum ke arah dan mengambil ponselnya, henzi ikut mengendong baby isabell perlahan lahan agar tidak menggangu tidurnya


“Hallo ada apa kak” tany gira pada vino


“Kamu dimana gir” tanya vino cepat, entah mengapa hati gira merasa khawatir saat mendengar suara vino yang serak gira berfikir jika mungkin kabar duka akan di dengar oleh gira


Mendengar bagaimana suara vino yang tersengar sangat serat dan begetar membuktikan semuanya tidak baik baik saja


“Baby ada apa” tanya henzi yang sudah menggendong baby isabell


Saat ini pikiran gira melayang entah kemana mana, bahkan gira tidak focus mendengar ucapan henzi, dirinya berdiri dengan tatapan yang tidak fokus


“Baby kenapa” tanya henzi lagi yang kini sudah menyentuh pundak gira


“Hah” tanya gira terkejut


“Kenapa kamu tidak menjawab panggilan dari vino” tanya henzi yang mendengar panggilan vino dari ponselnya


“Gir” panggil vino


“Ponsel kamu” ujar henzi menunjukan ponsel gira yang di peganngnya


“Ah gira minta maaf, ada apa kak” tanya gira pada vino


“Aku akan tunggu di bawah soalnya baby isabell rewel” ujar henzi pada gira dan gira hanya mengiyakan dengan isyarat


“Ada apa kak, apa via baik baik saja” tanya gira


“Gir via, keadaan via saat ini….” ujar vino


“Tunggu kak” ujar gira


Entah mengapa hati gira berdenyut lebih kencang dari biasanya, hantinya seolah belum siap mendengar apa yang akan terjadi pada via …

__ADS_1


Harusnya sekarang waktu dirinya akan kehilangan sahabatnya yang selalu menemanin dari kecil sampai sekarang, apa ini waktunya, gira benar benar khawatir, terlebih gira belum siap sama sekali untuk kehilangan setengah dari dunianya


__ADS_2