
“Yah dia istri ku” teriak henzi kesal pada vino bisa bisanya dia merayu istrinya di depan dirinya
Gira terkejut melihat suami berteriak
“Doc” panggil gira jujur gira ingin tau siapa wartawan tanpa gaji yang baru saja menelpon suaminya namun ingat akan perjanjian pertama gira mengurungkan niatnya untuk ingin tau lebih lanjut tentang suaminya saat ini sadar dirinya hanya istri sementara
mendapat perlakuan yang manis saja sudah membuat gira bahagia, dan juga melihat sisi baru doctor henzi seperti bonus dalam hidup gira
jujur yang gira kenal tidak gira namun semua orang yang ada di rumah sakit mengenal doctor henzi sangatlah cuek dan tidak peduli garang seperti harimau, selain julukan kutub es saat ini gira juga memiliki julukan kucing untuk doctor henzi namun hanya di atas kasur
“iya, sayang barusan vino menelpon ku dia ingin aku membantunya di dalam ruangan operasi sebentar lagi”ucap henzi sambil menenggelamkan wajah nya pada perut gira
“Doctor vino” Tanya gira
“Iya vino”jawab henzi santai masih dengan posisi yang sama
“Wartawan tanpa gaji adalah doctor vino” Tanya gira lagi
“Iya” jawab henzi sambil melihat wajah istrinya namun secepat kilat henzi kembali memeluk pinggang istrinya dan menenggelamkan wajahnya di perut gira
Gira tersenyum melihat tingkah henzi
“bukannya doctor harus siap siap??” tanya gira heran saat melihat doctor henzi masih betah memeluknya padahal jam sudah menunjukan 11:50
tidak ada jawaban dari henzi
“Doc” panggil gira lagi saat melihat suaminya tidak bergerak
“Sebentar lagi” jawab henzi yang tidak sedikit pun bergerak dari posisinya
“Doctor harus mandi, makan dan bersiap ini bisa membuat doctor terlambat sampai di rumah sakitnya, jika doctor tidak bangun sekarang” ucap gira lembut sambil mengelus rambut suaminya
Henzi akhirnya bangun namun tidak untuk beranjak dari kasur melainkan kan duduk di dekat gira
“Cium aku setelah itu aku akan bangun dan mandi” ucap henzi
Gira tidak menjawab melainkan terkejut dengan apa yang di ucapkan oleh suami nya barusan, (cium, doctor henzi meminta ku menciumnya) batin gira
“Doc, gira belum cuci muka” jawab gira sambil melarikan diri menuju kamar mandi
__ADS_1
“Hahaha dia sangat imut, bahkan mukanya bisa memerah semerah tomat” ucap doctor henzi sambil tersenyum dan tertawa kecil
melihat gira yang sudah lari ke kamar mandi
`Gila!!! aku bisa gila kalau begini terus, kenapa dengan hati ku, jangan jangan aku sudah jatuh cinta pada doctor henzi, bagaimana ini` ucap gira saat sudah berada di dalam kamar mandi
`Gila bisa bisanya muka aku merah begini, semoga aja doctor henzi tidak menyadarinya` ucap gira saat melihat wajah nya di cermin kamar mandi
Setelah selesai mandi dan berpakaian lengkap gira keluar dari kamar ganti melihat doctor henzi masih di tempat tidur
“Doc” panggil gira sambil merjalan mendekat ke arah kasur
Namun doctor henzi tidak menjawabnya hingga terpaksa gira harus menaiki kasur lagi untuk membangun kan suaminya
“Doc” panggil gira lembut lagi dengan menyentuh tangan doctor henzi
“Aku tidak akan bangun sebelum di cium” jawab henzi masih setia menutup matanya
“Doc” panggil gira lagi
“jika aku telat, aku bisa di marahin oleh vino tidak kah kamu sayang pada suamimu ini” Tanya henzi pada gira
“Doctor mandi lah dulu nanti aku cium setelah mandi” jawab gira sambil membuat penawaran agar henzi bisa bangun untuk mandi
“Tidak aku tidak akan bangun jika kamu tidak mencium ku, kenapa kamu tidak ingin mencium suamimu ini” tanya henzi sambil membuka matanya
“Bukan begitu” jawab gira sambil melihat kearah jendela
“Lalu apa” Tanya henzi memastikan
“Hanya saja ini”
“Lakukan lah aku akan tutup mata” ucap henzi, henzi tau gira sangat malu bahkan melihat wajah gira yang merah sudah membuat henzi tau, namun tidak berhenti di situ henzi sangat suka menjaili istri kecilnya itu
“Tapi”
“Kamu ingin aku tidur dan tidak __” ucapan henzi terhenti saat gira mencium pipi kiri doctor henzi
Gira memberanikan diri untuk mencium doctor henzi jika gira tidak melakukannya suaminya tidak akan bangun dari tidurnya, lalu gira pun mencium tetap pada pipi kirinya doctor henzi setelah menciumnya gira langsung bergegas turun dari kasurnya lalu secepat kilat gira lari dan keluar dari kamarnya
__ADS_1
Henzi tersenyum melihat apa yang barusan di lakukan oleh gira, gira mencium pipinya
“dia sangat imut” ucap henzi sambil tersenyum lalu bergegas ke kamar mandi
Saat gira menurun tangga tiba tiba langkahnya terhenti karna gira teringat
(Aaah aku belum menyiapkan pakaian doctor henzi) batin gira
Lalu gira menuju kekamarnya dan memberanikan diri untuk membuka pintu kamar (bagus lah doctor henzi sudah mandi) bantin gira sambil melihat tidak ada doctor henzi di kamarnya nya lalu dengan cepat gira menyiapkan baju doctor henzi, untung saja kemarin gira sudah meminta pembantu membelikan satu baju untuk doctor henzi
Lalu gira bergegas untuk turun menyiapkan makan siang untuk doctor henzi
“siang nek” ucap gira melihat neneknya duduk di kursi
“Kamu baru bangun sayang” Tanya neneknya saat lihat cucunya tersenyum
“Iya nek, gira lupa bunyikan alaram” ucap gira berbohong
“Nenek mengerti, kamu juga sering bangun telat saat tidak memiliki suami” ucap nenek sambil tersenyum
“Mana suami mu”sambung nenek lagi melihat gira turun sendiri
“Lagi mandi nek gira ingin menyiapkan makan karna doctor henzi harus ke rumah sakit ada pasien yang harus di operasi hari ini jadi doctor henzi harus membantu doctor vino” jelas gira
"bukanya kalian libur hari ini"
"iya nek tapi doctor vino tidak bisa melakukanya sendiri" jelas gira pada neneknya
“Biar pelayan yang menyiapkan makannya, kamu bantu suami mu saja”
“Tapi nek”bantah gira tidak ingin merepotkan orang lain
“Udah sana bantu suamimu, cepat turun biar kita makan bersama”
“Baik nek”ucap gira
Tak ingin membantah gira langsung berjalan menuju kamarnya saat gira tiba di depan kamar gira tidak langsung masuk melainkan mondar mandir karna gugup mengingat apa yang sudah terjadi tadi pagi
“bagaimana ini haruskah aku masuk” ucap gira
__ADS_1
Setelah selesai dengan drama mondar mandir akhir nya gira pun masuk dan melihat suaminya yang di dalam kamar ganti yang sedang memakai kemeja yang sudah di siapkan oleh gira, gira tersenyum melihat henzi memakai kemeja yang sudah di siapkan oleh dirinya tanpa berdebat sama sekali
“Boleh gira bantu” ucap gira sambil tersenyum