
Saat henzi pulang dari rumah sakit ke rumahnya kini henzi mencari keberadaan gira setelah mencarri ke seluruh ruangan namun henzi tidak dapat menemukan gira
“Kemana gira, apa gira masih marah pada ku” Tanya henzi pada dirinya sendiri
“Apa kalian melihat gira” tanya henzi pada salah satu pelayan
“Tidak” ujar pelayan tersebut
“Kemana gira” ujar henzi sambil mengambil ponselnya lalu henzi dengan cepat keluar dari mobil
Henzi melajukan mobilnya ke arah jalan menuju rumah gira kini henzi tidak berhenti untuk menelpon gira namun sayang nya ponsel gira tidak bisa di hubungin,hingga tiba tiba ponsel henzi berbunyi dengan cepat henzu menjawab telpon tersebut
“Kamu dimana” Tanya henzi
Kini henzi berhentikan mobil nya di tenang jalan sambil menunggu jawaban dari gira
“Aku di bandara” jawab gira lirih
“Jangan kemana mana aku akan menjemput mu” ucap henzi sambil mematikan ponselnya
Lalu dengan cepat henzi memutar balik mobilnya menuju bandara
Saat sampai di bandara henzi langsung berlarian mencari gira akhirnya mata henzi tertuju pada satau wanita yang duduk di kursi sambil menyembunyikan wajahnya dengan kedua tangannya
Henzi berjalan mendekat ke arah gira saat henzi sudah sampai di depan gira henzi berlutut di depan gira
“Mari kita pulang” ajak henzi yang memegang lutut gira
Mendengar suara henzi kini gira menurunkan tangan dari wajahnya dan betapa terkejutnya gira saat melihat henzi yang ada di depannya sambil berlutut hingga kini wajah mereka bisa sejajar
Melihat henzi yang tersenyum gira tidak bisa menahan kesedihannya nya lagi tanpa aba aba gira memeluk henzi, namun beda dengan kali ini tidak ada penolakan dari henzi, henzi memeluk gira dengan erat seolah waktu terhentikan entah berapa lama mereka berpelukan, tidak ada satu pun dari mereka yang ingin melepaskan pelukannya baik henzi maupun gira kini meraka masih saling berpelukan
“Mari kita pulang” ajak henzi
Henzi melepaskan pelukannya lalu berdiri menggenggam dan menari tangan gira dengan lembut, tidak ada penolakan dari gira, gira hanya mengikuti kemana henzi membawanya
Gira sedih bukan karna mamanya akan pergi namun karna kenyataan bahwa papanya tidak pernah menginginkan gira
saat di mobil gira hanya terdiam meskipun beberapa kali henzi melihat gira namun tidak ada satu kata pun yang keluar dari mulit henzi
(kenapa dengannya kali ini) batin henzi
Setelah sampai di rumah henzi pun, gira sama sekali tidak bicara satu kata pun
“Kamu mau makan” Tanya henzi pada gira
“Tidak, aku akan istriahat sekarang” jawab gira
“Baik lah”
Gira langsung masuk ke dalam kamarnya
lalu, gira naik ke atas kasurnya, tidak ingin melakukan hal lain seluruh tubuh gira sangat lah lelah, bukan tubuh namun hatinya yang lelah dan lemas setelah mendengar kenyataan yang keluar dari mulut mama nya hari ini hari ini
Henzi sadar istrinya sedang tidak baik baik saja lalu henzi pun masuk ke dalam kamarnya dan ikut tidur dengan gira sambil memeluk gira
Tidak membantah maupun menolak gira hanya melihat henzi yang memasukan tanganya di bawah kepala gira sambil memperdekat jarak di antara mereka berdua
Melihat itu tangan gira langsung melingkar di pinggang henzi dan memeluk henzi
__ADS_1
🌿🌿🌿
“Gira aku sudah selesai, cepat lah aku akan telat” teriak henzi sambil melihat jam tangannya
“Udah, doctor benar benar jahat” ucap gira cemberut sambil berlarian ke arah mobil doctor henzi
“Kenapa kamu herai rambut kamu” Tanya henzi sambil masuk ke dalam mobil yang melihat gira sudah masuk ke dalam mobilnya
“Kenapa, apa aku juga tidak boleh herai rambutku” Tanya henzi
“Tidak boleh”
“Doc!!!!” panggil gira kesal
“Apa???” jawab henzi sambil menghidupkan mobilnya
“Docyor benar benar kelewatan” ujar gira sambil melihat henzi dengan wajah yang sedikit garang, namun itu terlihat imut di mata henzi
“Aku tidak boleh pakai dress, tidak boleh memakai rok selutut, tidak boleh memakai baju sedikit terbuka, tidak boleh memakaii makeup, dan sekarang aku juga tidak boleh herai rambut, lalu aku harus apa sekarang” tanya gira kesal pada henzi
Selama 6 minggu menjalani rumah tangga henzi benar benar sangat posesif pada gira, bahkan henzi melarang gira tersenyum pada pasien yang berbau laki laki terlebih lagi pada laki laki yang muda darinya
“Pakai ini” ujar henzi sambil memberikan gira ikat rambut yang berwarna merah muda pada gira, tanpa memperdulikan ocehan gira
“Waw doctor benar benar berlebihan, doc gira hanya pergi ke tempat via” jelas gira kesal pada suaminya bukan kesal namun sangat kesal melihat tingkah henzi saat ini
Tidak menjawab apa yang dikatakan gira henzi kini malah memberhentikan mobilnya
(Ada apa ini, apa kutub es marah pada ku dan menurunkan aku) batin gira yang melihat henzi kini menatapnya
“Lihat ke sana” ujar henzi sambil menunjukan telunjuknya ke arah jendela gira duduk
Tidak membantah gira hanya menurut apa yang di tunjuk oleh henzi
“Lihat ke sana” ujar henzi lagi pada gira
Gira dengan cepat menoleh ke depan, dengan lembut henzi menyatukah semua rambut gira dan mengikatnya dengan pita berwarna merah muda, kini henzi tersenyum melihat hasil kerja nya pada rambut gira yang di kucir satu
“Doctor senang” ujar gira sembil melihat henzi tersenyum puas pada rambut gira yang di kucir satu
Tidak menjawab henzi hanya tersenyum😊
(Waw bahkan dia tersenyum bahagia, sedangkan aku 😔😏) batin gira
Jujur saja selama ini hubunganya dengan henzi sangatlah baik, bahkan gira sudah jatuh cinta pada henzi, setelah kejadian di rumah sakit itu kini henzi lebih perhatian bahkan sangat lembut pada gira
Seletah sampai di depan rumah via gira langsung turun dan di ikuti oleh henzi untuk mengantar gira ke depan rumah via
“Doctor akan pulang cepat bukan??” Tanya gira sambil membenarkan dasi henzi yang miring
“Tentu saja, kita akan dinner di luar” ujar henzi sambil mencium pipi gira dan kini kedua tanga henzi sudah memeluk sempurna pinggang gira
“Bagus lah gira akan memesan tempat yang bagus” ucap gira
“Baik lah aku akan pergi, tapi dengan satu syarat”
“Apa??” tanya gira
Tidak menjawab henzi hanya menunjukan pipi kanan dan kirinya
__ADS_1
“Doc, malu” ucap gira sambil tersenyum dan kini wajah gira sudah semerah tomat
Meskipun henzi sering meminta di cium namun tetap saja wajah gira semerah tomat saat henzi memintanya
“Tidak ada orang disini” ujar henzi sambil melihat sekeliling
“Tapi”
“Kamu tidak mau, aku tidak akan pergi” ujar henzi sambil menarik pinggang gira mendekat
Tidak ada jalan untuk gira lari, kini posisi gira sudah sangat lah gawat, jika gira tidak menciumnya makan henzi malah akan meminta lebih dari sekedar ciuman
Eeuummhhpp cium gira di pipi kanan dan kiri milik henzi
“sudah, lepaskan” ujar gira
“Baik lah” jawab henzi sambil mencium bibir gira, hanya sekilas tidak ada ******* ataupun hisapan hanya sekedar bertemu dengan bibir henzi yang sedikit lebih tebal dari pada bibir gira
`Manis` ucap henzi lirih saat sudah menjauh dari gira
Phop….. kini mobil henzi melaju cepat, gira masih tersenyum bahagia di depan rumah via
Tanpa henzi dan gira sadari seseorang yang melihat mereka tengah bermesraan membuat orang itu marah besar pada mereka
`Kamu sudah berani bermain api` ucap seseorang di balik pohon yang ada di depan rumah via
“Hey kamu tidak masuk” Tanya via yang melihat gira hanya berdiri di depan rumahnya
“Ah mari” ajak gira bahagia sambil berlarian kea rah via
“Ada apa ini”
“Tidak hanya sedang bahagia saja”
“Bagaimana dengan doctor henzi” Tanya via saat sudah duduk di sofa
“Tidak ada yang berubah doctor henzi sangat manis” jawab gira sambil tidur di temat tidur via
“Bagus lah”
“Eum, aku sangat bahagia”
“Lalu bagaimana dengan tante nessa”
“Ah aku dengar mama akan pulang minggu depan”
“Benarkah”
“Eum mau menemaniku ke bandara minggu depan”
“Boleh” ujar via sambil berlajan ke arah meja makan
“Kamu akan masak” Tanya gira yang melihat via pergi
“Eum” jawab via
“Aku akan bantu” tawar gira sambil berlarian ke arah via
“Bagaimana??” Tanya via pada gira saat mereka sedang di dapur
__ADS_1
“Apanya??” Tanya gira balik pada via
“Kalian sudah berencana akan melanjutkan pernikahan ini” Tanya via