My Little Wife (My Doctor)

My Little Wife (My Doctor)
2 Pria Tampan


__ADS_3

“Kamu Sudah Pulang” Tanya Via Yang Melihat Gira Masuk Dengan Membawa Beberapa Belanjaan


“Huff Kaki Ku Sangat Lelah Seharian Jalan Jalan” Ujar Gira Melemparkan Dirinya Ke Atas Sofa Membuat Via Terkejut Dan Bangun, Begitupun Dengan Belanjaannya Yang Di Lemparkan Ke Lantai


“Apa Ini” Tanya Via Melihat Begitu Banyak Belanjaan Yang Di Bawa Pulang Oleh Gira


“Baju Dan Beberapa Tas”


“Kamu Belanja Sendirian” Tanya Via Curiga Karna Gira Yang Dirinya Kenal Tidak Akan Belanja Sendirinya Sepenting Apa Pun Benda Tersebut


“Kak Berend” ucap gira gampang


“Kalian Bersama Sepanjang Hari” tanay via penasaran


“Eum”


Tiba Tiba Ponsel Via Berbunyi....


“Hallo Ada Apa Doc??” Tanya via pada seseorang yang ada di balik ponselnya


“Kamu Ada Di Rumah” tanay vino pada via


“Ada Via Sedang Dirumah” jawab via lembut


“Bukan Pintunya, Aku Sedang Ada Di Depan Rumah Mu”


“Apa” Teriak Via Membuat Gira Terkejut Dan Bangun Dari Tidurnya


“Kenapa???” Tanya gira penasaran kenapa via berteriak


“Tidak Ada, Doctor Vino Ada Di Luar” ucap via menunjukan ponselnya pada gira


“Apa!!! Doctor Vino Di Luar” ucap gira langsung beerlarian ke pintu untuk melihat doctor vino


“Iya, Kenapa Doctor Kemari” Tanya Via Pensaran


Namun Tidak Dengan Gira Secapat Kilat Gira Bangun Dari Duduknya Dan Membukakan Pintun Untuk Doctor Vino....


“Girr” Panggil Via Namun Tidak Ada Jawaban Dari Gira


“Malam Doc” Sapa Gira Tersenyum Ramah


“Malam Gira” sapa vino “Bagaiman Keadaan Mu???” Tanya vino


“Untuk Saat Ini Sangat Baik Baik Saja” jawab gira tersenyum


“Via Doctor Vino Mengantarkan Makanan Untuk Mu” Ucap Gira Berteriak Melihat Makanan Yang Di Penggang Oleh Vino


“Malam Doc” Sapa Via Tersenyum Di Balik Tubuh Gira


“Siapa Itu” Tanya Via Melihat Sebuah Mobil Masuk Ke Depan Halaman Rumahnya


“Kak Berend” Ucap Gira Dan Via Bersamaan Membuat Vino Terkejut Melihat Berend Ad Di Rumah Via


“Berend Terkejut Melihat Vino Ada Di Depan Pintu Rumah Via


(Sepertinya Aku Dalam Masalah Besar) Batin Berend Melihat Wajah Vino Yang Bertanya Tanya


“Kenapa Kamu Kemari”


“Aku Hanya Mampir Melihat Mobil Kak Vino Ada Disini” Ujar Berend Berbohong Padahal Sudah Jelas Dirinya Ke Rumah Via Karna Ingin Mengembalkan Ponsel Gira Yang Tertinggal Di Mobilnya


“Tatapan Curiga Di Perlihatkan Oleh Vino Pada Berend…


“Kalian Sedang Kontens Tatapan??”


“Tidak”


“Ah Kebetulan Kalian Ada Disini Mari Makan Malam Bersama” Ujar Gira Mengcairakan Suasanan Yang Canggung Itu “Mari Masuk Semuannya” Sambung Gira Lagi


Mempersilahkan Berend Dan Vino Masuk....


Gira Langsung Menarik Via Ke Dalam


“Ada Apa Dengan Mereka, Kenapa Bisa Mereka Bisa Sampai Kemari Barengan”tanya gira berbisik pada via lalu menoleh ke belakang di mana ada 2 pria yang datang bersamaan


“Aku Juga Tidak Tau” jawab via binggung


“Kamu Harus Menjelaskan Semuannya Pada Ku” ucap vino tegas pada berend


“Aku Hanya Mengikutimu Kak” Ujar Berend Berbohong sedikit gugup


“Duduklah” ucap via tegas dengan menatap kedua pria itu dengan tatapan yang tajam


seketika berend dan vino langsung duduk berdampingan...


Kini Gira Dan Via Mengambil Tempat Untuk Meletakkan Beberapa Makan Yang Di Bawakan Oleh Doctor Vino….


Saat Semua Orang Berkumpul Di Meja Makan Seketika Suasanna Menjadi Sunyi….


“Kenapa Doctor Vino Kemari” Tanya Gira Penasaran “Apa Doctor Vino Sering Ke Rumah Via Saat Gira Tidak Ada”tanya gira sedikit berteriak


“Tidak” Jawab Via Dan Vino Bersamaan


“Waw Bahkan Kalian Sangat Kompak” Ucap Gira Membuat Berend Menghentakan Gelas Yang Ada Di Tangannya


Vino dan via seketika langsung bertatapan membuat seseorang kesal dan panas, jelas jelas ruang makan di rumah via sangat dingin..


“Bruk” Semua Orang Yang Ada Di Meja Makan Terkejut Melihatnya, Ada Apa Dengan Berend. Kini Semua Mata tertuju Pada Berend Melihat Itu Berend Merasa Tidak Enak


“Mari Kita Makan” Ucap Berend Membuat Semua Orang Mendesah Lega

__ADS_1


“Makan Lah Kak” Ujar Gira Memberikan Makanan Pada Berend Membuat Vino Curiga


“Vii Aku Ingin Pizza, Berikan Aku Pizza Seperti Gira” ujar vino melihat via yang ada di depannya sedang makan pizza


“Doctor Punya Tangan Bukan” jawab via dengan lirikan andalanya tatapan yang tajam mmebuat vino tertawa simpul


“Kamu Sangat Kejam” jawab vino membuat berend melihat vino sedikit kesal


“Sangat Di Sayangkan Itulah Diriku” jawab via membuat vino semakin tertawa


“Mari Kita Pacaran” Ucap Vino Membuat Semua Orang Terkejut Pizza Yang Di Makan Oleh Via Jatuh Dengan Sendirinya, Garpu Yang Gira Pegang Jatuh Dengan Sendirinya,


Bahkan Berend Sampai Menjatuhkan Gelas Yang Berisi Air Membuat Meja Makan Jadi Banjir Akibat Ucapan Vino


“Kak Vino, Kakak Serius???” Tanya Berend Sedikit Berteriak


Membuat semua orang menatap berend dengan terkejut..


“Tidak Aku Hanya Bercanda, Sepertinya Semua Orang Sangat Terkejut”ujar vino tanpa bersalah


“Berhenti Bercanda Begitu Doc, Itu Tidak Lucu” Ucap Via Lirih


“Maaf, namun jika bisa aku ingin memiliki kekasih seimut kamu” jawab vino mendesah kasar


“Waw Doctor Vino Sungguh Mengejutkan Orang” Ucap Gira


Setelah Acara Makan Malam Kini Vino Dan Berend Pamit Untuk Pulang, Begitupun Dengan Gira Dan Via Mereka Langsung Merebahkan Tubuhnya Di Atas Kasur..


“Kenapa Kak Berend Kemari” tanya via


“Aku Lupa Ponselku Tertinggal Di Mobil Kak Berend Sebab Itu Kak Berend Mengantarnya Balik”ujar gira mengingat berend meletakan ponsel gira di atas meja


“Viii” Panggil Gira Lagi


“Iya”


“Bagaimana Pendapat Mu Tentang Doctor Vino??”


“Entah Lah Aku Juga Tidak Tau Gira, Aku Nyaman Saat Bersam Doctor Vino”


“Kamu Menyukainya” Tanya Gira Pada Via


“Siapa???”


“Doctor Vino” Ujar Gira Penasaran


“Tidak” Ucap Via Lalu Menutupkan Matanya


“Lalu Sampai Kapan Kamu Akan Menyembunyikan Perasaan Itu” Tanya gira membuat via terkejut


“Apa Maksud Kamu Gir” tanya via terkejut dan juga penasaran kemana arah ucapan gira


“Tidak aku Tidak Menyukai Siapapun Saat Ini” jawab via berbohong pad gira lalu menutup kembali matanya agar gira berhenti


“Aku Tau Vi Jangan Berbohong Pada Ku” ucap gira lagi membuat via kembali membuka matanya


“Kamu Tau” tanay via khawatir jika selama ini gira tau jika dirinya menyukai kak berend


“Eum Aku Ini Sahabat Kamu Dari Kecil, Kita Selelu Bersama Bagaimana Aku Tidak Tau Jika Sahabat Ku Sedang Terluka” jelas gira melihat keadaan via yang berbeda dari sebelumnya


“Girr” panggil via khawatir


“Apa Dia Tampan” Tanya gira mencairkan suasanan yang serius itu


“Girr”


“Apa Cinta Satu Pihak???” Tanya gira lagi lalu tersenyum jail


“Gira Aku Serius” ucap via yang sudah khawatir oleh sifat gira


“Eum Maaf”


“Sejak Kapan Kamu Tau” Tanya via penasaran


“Baru Baru Ini Aku Melihat Kamu Seperti Anak Kecil Yang Tidak Di Berikan Es Cream” ucap gira tertawa


“Gir”


“Vii Kenapa Kamu Malu, Katakana Pada Ku Jika Kamu Sedang Meyukai Seseorang Bukan, aku ini sahabat kamu” ucap gira dengan wajah yang sedih membuat via merasa bersalah


“Aku…Aku”


“Baiklah Jika Kamu Tidak Ingin Mengatakan Siapa Orang Tersebut Ya Sudah” titah gira cepat lalu kembali tidur menutup matanya


“Gir Kamu Tidak Perlu Tau, Lagi Pula Aku Akan Melupakannya” ucap via merasa bersalah dan tidak ingin gira tau jika dirinya menyukai berend jujur saja jika dirinya berniat melupakan berend saat dirinya jauh dari berend dan via sudah berjanji akan membuka kembali hatinya untuk pria lain


Mendegar itu membuat gira langsung bangun dari tidurnya


“Kenapa??” Tanya gira terkejut mendengar ucapa via barusan


“Karna Sangat Tidak Mungkin Aku Bersamanya” jawab via datar membuat gira binggung


“Kenapa???”tanya gira bingung


“Tidak Ada Alasan Nya Tidak Mungkin Saja” ucap via sedikit datar


“Kamu Sudah Mengatakan Isi Hati Kamu”


“Tidak Aku Tidak Berani”


“Vii, Kamu Tau 99% Wanita Di Dunia Kehilangan Cintanya Karna Malu Untuk Mengungkapkan Perasaannya”

__ADS_1


“Vii” panggil gira


“Mmhh”


“Apa pria itu memliki kekasih” Tanya gira pensaran


“Tidak, namun sepertinya dia masih mencintai kekasihnya” ucap via lesu


Bagaimana kamu tau”


“Karna mereka masih bersama meskipun tidak ada hubungan istimewa”ujar via lirih


“Kamu tidak bisa menilai seseorang hanya karna mereka bersamsa, meskipun mereka masih bersama setidaknya kamu sudah mengutarakan perasaan kamu pada nya, itu terserah pada dirinya” jelas gira pada vino


“Tapi aku tidak berani gir” ucap via lesuh mengginta siapa pria yang di cintai oleh dirinya (aku tidak bisa girr, karna kak berend mencintai kamu)


“Vii ungkapkan saja perasaan kamu, bukan kah kamu akan pergi, aku yakin kalian tidak akan bertemu lagi, benarkah apa yang aku bicarakan” sambung gira jujur gira tidak ingin via kehilangan cintanya seperti dirinya


“Eum tapi”


“Kamu akan pergi, jika kamu terus menyimpan perasaan itu sampai kapanpun kamu tidak bisa membuka hati kamu untuk orang lain” jelas gira pada via


Benar apa yang di kata gira jika dirinya ingin membuka buku baru dirinya harus menuntaskan buka lama, lagi pula via akan perri jauh dan tidak akan bertemu lagi dengan berend., dan meskipun mereka bertemu kembali via pasti sudah bisa melupakan berend…..


🌿🌿🌿


“Kamu Akan Kemana” Tanya Gira Yang Melihat Via Sudah Rapi Dengan Pakaiannya


“Aku Ingin Bertemu Seseorang” ujar via lembut


“Siapa??” Tanya gira penasaran


“Seseorang”


“Kamu Tidak Ingin Aku Ikut” Tanya gira lagi bangundari tidurnya dan menghampiri via yang sedang memekai kalungnya


“Tidak”


“Kenapa”


“Tidak Ada Alasan, Hanya Kamu Harus Duduk Di Rumah”


“Alasan Yang Konyol”


“Aku Pamit” ujar via mengambil tasnya


“Tunggu” ucap gira membuat via mengentikan langkahnya “Ada Apa???” Tanya via


“Belikan Aku Es Cream” ujar gira tersenyum simpul


“Eum Akan Ku Belikan Toko Es Cream” ucap via tertawa lalu pergi


“Terima Kasih Aku Menantinya” balas gira berteriak melihat via yang sudha meninggalkan kamarnya


“Eum, Aku Pergi” teriak via yang masih di dengar oleh gira


“Hati Hati”


Via Menghidupkan Mobilnya Dan Kini Mobil Tersebut Sudah Melaju Jauh Meninggalkan Perumahannya, Gugup Itulah Yang Di Rasakan Oleh Via Saat Ini, Kini Akhirnya Via Sudah Sampai Di Sebuah Restorant Mewah Yang Berada Di Tengah Kota Amsterdam


Via Menarik Nafasnya Sedalam Dalamnya Dan Menghenbukan Ke Udara Sebelum Dirinya Masuk Ke Dalam Restort Tersebut….


Via Sangat Gugup, Bahkan Saat Ini Via Lebih Gugup Melihat Seseorang Sudah Duduk Di Meja Yanga D Di Dekat Jendela Restorant Tersebut


Via Melangkahkan Kakinya Menuju Meja…


“Kamu Sudah Sampai Vii” Ucap Berend Tersenyum Padanya


“Eum Kakak Sudah Lama Sampainya” Tanya via yang masih berdiri dekat meja tersebut


“Belum, Hanya 5 Menit Yang Lalu” ucap berend “Duduk Lah, Kamu Ingin Pesan Apa???” Tanya berend pada via


“Minum Saja”


“Baik Lah Tunggu Disini Kakak Pesankan” Ucap Berend Lalu Pergi Meningglakan Via Di Meja


“Bagaimana Keadaan Gira” Tanya Berend Saat Sudah Berda Kembali Dengan Minuman Yang Ada Di Tenggannya


“Gira Baik Baik Saja”


“Kenapa Gira Tidak Ikut” Tanya Berned Membuat Via Sedikit Sedih Dan Terluka


“Gira Sibuk” Tanya Berend Lagi, Membuat Via Semakinmersa Jika Berend Tidak Berduaan Dengan Didrinya


“Ada Sesuatu Yang Ingin Via Katakan, Sebab Itu Via Tidak Ingin Megajak Gira” jelas via pada berend


“Apa itu” tanya berend menanti ucapan via


“Aaah Via Ingin Bi..Ca..Raa….”


“Kenapa Ada Masalah, Katakan Apa Via Baik Baik Saja, Via Terluka Ataa..” Tanya Berend Panic


“Tidak Via Baik Baik Saja”


“Lalu Ada Apa???”


“Sesuatu, Apa Itu??” Tanya Berend Penasaran


“Viii” Panggil Berend Sedikit Lebih Keras Karna Nada Terkejutnya


“Kak” Via Mengangkat Wajah Nya Ke Atas Untuk Mengehentikan Air Matanya Yang Sudah Jatuh Tanpa Bisa Di Cegah “I Love You Kak……” Air Mata Via Jatuh Dengan Deras Saat Mengucap Kata Kata Tersebut

__ADS_1


__ADS_2