My Little Wife (My Doctor)

My Little Wife (My Doctor)
Kembali Sweet


__ADS_3

Matahari masuk menyinari kamar bernuansa putih itu, menerangin setiap sudut dengan cahayanya, henzi membuka matanya berharap bisa melihat wajah cantik istri kecilnya namun harapan henzi sirna saat melihat kasurnya kosong


Henzi keluar dari kamar, turun ke lantai bawah untuk mencari gira namun henzi juga tidak dapat menemukan gira


Henzi duduk di sofa, sedih itu lah yang di rasakan oleh henzi saat dirinya tidak berhasil menemukan gira


“Kamu benar benar pergi gir” ucap henzi tanpa sadar air mata henzi sudah tidak bisa di tahan lagi, sakit sekali kehilangan istrinya untuk kedua kalinya


Henzi langsung mengambil ponselnya dan menelpon gira namun sayang ponsel gira tidak bisa di hubungi, meskipun henzi mencoba beberapa kali namun tetap saja ponsel tidak bisa di hubungi


Henzi menangis sejadi jadinya meluap semua emosi dan kekesal terhadap dirinya andai andai saja henzi tau gira akan pergi mungkin henzi tidak akan tidur dengan nyeyak semalaman


Dirinya telah kehilangan gira lagi “aahhhhkk, kenapa kamu tinggalin aku gir, kenapa? Tidak bisakah kamu tetap bersamaku” teriak henzi di dalam tangisannya


“Aku minfa maaf gir, maafkan aku, aku benar benar mencintai kamu” ujar henzi lagi menutup wajahnya dengan kedua tanganya


Awalnya gira terkejut melihat henzi di sofa sambil menangis, ingin gira mendekat untuk mengetahui alasan henzi menangis, namun saat mendengar henzi teriak cinta padanya membuat gira tersenyum bahagia


Gira berjalan menghampiri henzi yang duduk di sofa, gira langsung memeluk henzi dengan erat


Henzi terkejut saat melihat gira memeluknya, henzi tersenyum melihat gira masih tetap ada di sisinya saat ini


“Aku pikir kamu udah pergi ninggalin aku gir” ucap henzi dalam tangisnya henzi memeluk gira dengan erat, menenggelamkan wajah di dalam pelukan gira, henzi menangis tersedu sedu


Gira tidak berfikir jika henzi akan menangis tersedu sedu seperti ini


“Berhenti menangis doc, siapa pun yang melihat doctor menangis seperti ini, akan mengira jika gira sudah memukul doctor” ujar gira yang masih setia mengelus rambut dan punggu henzi


“Biarkan aku tidak peduli” ujar henzi tidak peduli, saat ini yang henzi peduli adalah gira ada di depanya, semua akan di sampingkan oleh henzi yang penting gira ada di dekatnya


Gira hanya bisa menghembus nafas panjang saat melihat tingkah henzi yang enggak bisa di paksa, gira hanya bisa mengelus rambut dan juga punggu henzi..


Setelah drama menangis kini henzi melepaskan pelukanya dari pinggang gira dan menatap gira tersenyum


“Aku lapar gir” ujar henzi membuat gira tersenyum lebar


“Lepaskan gira, gira akan buatkan sarapan dan doctor mandilah” ujar gira tersenyum dan bangun dari dekapan henzi


Henzi melepaskan gira dan langsung naik ke lantai atas untuk membersihkan badanya yang lengket keringat karna sudah dua hari henzi tidak mandi mengingat kondisi tubuhnya yang kurang sehat


Setelah mandi henzi mengambil polsenya yang berbunyi di atas meja di dekat tempat tidurnya


*Ada apa* tanya henzi sambil membenarkan posisi duduknya di dekat tempat tidur


*Kamu tau dimana berend* tanya vino pada henzi

__ADS_1


*Tidak kenapa dengan berend??*


*Dia membuat ke kakacau di paris saat acara besar, kamu tau sendi sangat khawatir, dari tadi dia tidak bisa menghubungi berend, aku juga tidak bisa menghubungi berend, aku tidak tau apa yang di pikirkan berend tapi kamu tau bukan berend tidak pernah gila ini* oceh vino namun melihat ponsel di meja itu berbunyi henzi langsung mengambilya dan melihat pesan masuk di ponsel milik istrinya itu


*aku lagi tidak di belanda gir, tapi kamu tidak perlu khawatir aku baik baik saja, tolong bantu aku jelasin pada bunda bahwa aku pergi agar dai juga tidak khawatir, dan titip salam ku buat doctor henzi, katakan jika aku akan membunuhnya jika dia berani membuat sahabatku terluka lagi* henzi tersenyum lebar membaca pesan yang ada di ponsel sahabatnya


(Kamu sangat beruntung sayang memiliki sahabat seperti via, meskipun via terlihat sangat menyeramkan namun aku tau jika kalian mencintai satu sama lain, kamu tenang aja vi aku tidak akan melukai hati gira lagi) batin henzi


*Henzi kamu dengar aku* tanya vino saat dirinya tidak mendapat respon dari henzi


*Aku tidak melihatnya di sini mungkin dia sedang bersama via* ujar henzi


*Tidak mungkin*


*Kamu akan percaya di saat kamu sudah jatuh cinta, ingin vin cinta selalu bertolak belakang dengan pikiran kita, kadang cinta juga bisa membuat kita melangkah ke arah yang mustahil kita lalui* ujar henzi tersenyum


*Baiklah doctor cinta*


*aku matikan, kamu tau kamu merusak moment ku dengan gira* ujar henzi bangun dari duduknya untuk menemui gira


*ingat jika kamu menyakiti gira aku akan menghajar kamu zii, dan titip salam ku pada gira* ancam vino sebelum mematikan panggilan tersebut


“Aku tidak percaya ini adek dan kakak ini sangat kompak menghajar ku” ucap henzi tersenyum lalu melihat gira yang sedang asik memesak


(Aku baru tau gir jika aku sangat beruntung memiliki kamu, bahkan semua orang tidak ingin aku menyakiti kamu, aku baru tau jika kamu sangat baik, kamu bahkan masih tetap di dekatku meskipun aku telah bodoh menghianati kamu) batin henzi lalu memeluk gira yang sedang sosis goring


“Kamu masih memakai farfum yang sama gir” ujar henzi mencium rambut dan bahu gira


“Doc geli” ujar gira saat henzi mencium leher gira


“Kamu sangat wangi. Aku tidak ingin melepaskannya”


“Doctor tidak ingin makan” tanya gira membalikan tubuhnya hingga kini mereka bertatapan


Menyadari jika gira sedikit kesusahan menatap henzi karna tinggi mereka terbilang sedikit jauh henzi menganggkat tubuh gira hingga ke meja di dekat dapur


“Turunkan gira doc” ucap gira menatap wajah henzi yang kini begitu dekat dengannya


“Give me morning kiss darling” ujar henzi tersenyum nakal dan mengedipkan mata kirinya


Melihat itu seluruh muka gira menjadi merah semerah tomat, gira tidak bisa bicara satu kata pun melihat wajah henzi yang betigu dekat saja sudah membuat jantung gira tidak normal dan sekarang henzi memnggilnya darling membuat gira seolah lumpuh akibat serangan jantung


(apa ini doctor henzi terlihat sangat tampan) batin gira yang melihat henzi tanppa berkedip


Kini henzi mendekatkan wajahnya pada wajah gira

__ADS_1


Henzi membungkam bibir yang dari tadi sudah sangat mennggoda untuk di rasakan olehnya, mengigit, ******* dan juga menyesap selembut mungkin bibir mungil milik istrinya


Henzi melepaskan ciumannya dan menatap gira tersenyum lebar, melihat wajah gira yang semerah tomat henzi memeluk gira


“Terima kasih sudah tetap bersama ku sayang, aku janji tidak akan membuat kamu terluka lagi, terima kasih sudah tetap menjadi istriku” bisik henzi tepat di telinga gira dan mendaratkan ciuman singkat di daun telinga gira hingga mmebuat gira merasa geli


“Mari makan” ujar henzi menurunkan gira dari meja dan menggengam tangan gira membawa gira ke meja makan


Lalu henzi kembali ke dapur untuk mengambil makanan yang sudah di siapkan oleh gira dan membawakanya ke meja makan


“Gira akan ke rumah sakit sebentar lagi doc” ujar gira di saat menakan suapan terakhirnya


“Tidak bisakah kamu mabil cuti sayang, kamu tidak lihat aku masih sakit dan butuh perawat yang cukup darimu doc” ujar henzi memohon


“Tapi kelihatanya doctor sudah sembuh” ujar gira yang sedikit berteriak


“Sayang kamu akan menjadi istri yang jahat, saat suami mu sedang sakit kamu malah ingin bekerja” ucah henzi sedikit berteriak lalu berjalan ke arah gira yang sedang membersihkan perlengkapan masak


Melihat henzi yang membuka lemari es lalu gira mendekat memegang leher dan dahi henzi dengan kedua tanyanya


“Sepertinya suami aku sudah sembuh” ucap gira tersenyum “suamiku tolong bantu aku pilih pakaian” ujar gira usil lalu lari ke lantai atas


Mendengar ucapan gira memenggilnya suami sudah membuat henzi senang dan sekarang gira memimtanya memilih pakaian yang akan di pakai membuat henzi langsung lari menju lantai atas


“Gir buka pintunya” ujar henzi saat tiba di depan pintu


“Sayang bukanya kamu ingin aku bantu kamu memilih pakaian yang akan kamu pakai” teriak henzi di luar “sayang buka kuncinya aku akan membantumu” teriak henzi lagi


“Tunggu gira sudah selesai” ucap henzi membuka pintu kamarnya


Membuat muka henzi cembertut saat melihat gira sudah keluar dari kamar dengan pakaian yang lengkap


“Mari suamikua, antarkan gira ke mobil” ujar gira lalu memegang tangan henzi


Saat sudah sampai di mobil gira lengsung mencium pipi dan juga tangan suaminya


“Maafkan gira, janji nanti gira ajak doctor” ujar gira kembali mencium pipi kanan suaminya


Namun henzi tetap saja tidak menjawab ataupun memberikan gira cium saat gira akan pergi seperti biasanya saat mereka baru menikah


Hampir saja gira sedih saat dirinya sudah membuka pintu namun henzi masih saja marah sampai akhirnya gira akan masuk ke mobil hemzi menarik pinggang gira hingga gira ambruk ke dalam pelukan henzi


“Jangan coba coba untuk dekat dengan Stefan di rumah sakit” ujar henzi lalu mencium dahi dan juga bibir gira sekilas membuat gira tersenyum lebar


“Eummm” jawab gira terssenyum

__ADS_1


“Gira pergi” ucap gira lalu masuk kedalam mobilnya meninggalkan henzi


Henzi masuk dan melanjutkan kerjaannya yang sedikit menumpuk, henzi mengambil cuti untuk beberapa hari karna harus metting online dengan beberapa rumah sakit yang ada di luar negeri di tambah keadaanya masih kurang vit


__ADS_2