My Little Wife (My Doctor)

My Little Wife (My Doctor)
Dua Tali Yang Sudah Di Ikat Kuat


__ADS_3

“Hy vi….” Teriak gira saat melihat wanita yang membuka pintu besar dan putih


“I miss you so much” ujar gira memeluk sahabatnya


“I too” balas via tak kalah bahagia melihat siapa yang memeluknya saat ini


“Heumm kamu tau aku sangat merindukan kamu, banyak hal ingin aku ceritakan pada kamu” ucap gira menatap lekat wajah cantik sahabatnya


“Tentu aku akan mendengarnya, mari masuk kita akan bicara di dalam” ujar via menarik gira untuk masuk ke dalam


“Apa ini?” tanya gira melihat kota hitam di meja besar yang ada di dekat ruang tamu


“Ah itu hadiah untuk kamu, aku membelinya saat perjalanan pulang kemarin” ujar via


“Benarkah”


“Eum bukalah, aku akan memgambil beberapa makanan” ujar via lalu pergi meninggalkna gira


“Serius untuk ku” tanya gira yang hendak membuka kotak itu


“Eum bukalah” ujar via menoleh sekilas ke arah kotak itu dan kembali menuangkan air ke dalam gelas


Gira terkejut melihat isi kotak hitam itu yang tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil, matanya spontan melebar tidak percaya apa yang di lihatnya


“Via ini sangat cantik” teriak gira memakai sepatu putih yang simpel namun terlihat mewah itu


“Aku tau gir pekerjaan kita tidaklah mudah, tapi aku ingin kamu tetap sehat, kita tidak tau akan terjadi apa kedepannya tapi aku ingin dan aku juga mohon sama kamu agar jangan terluka untuk kedepannya” ujar via menatap lekat mata gira yang sudah berkaca kaca


“Pakai ini saat kamu sedang bertugas ini membuat kamu lebih mudah melangkan dan lari pastinya” ujar via membuat gira tersenyum simpul


“Terima kasih vi, aku sangat beruntung memiliki kamu di sisiku” ujar gira memeluk via dengan erat


“ juga ingin memberimu hadiah” ujar gira memberikan kotak yang ada di belakang tubuhnya


“Apa ini”


“Buka lah”


“Waaaww aku tidak berfikir kamu akan memberikan ku hadian ini” ujar via memakai sepatu yang sama yang di berikan oleh gira namun motif yang beda


sepatu gira memiliki sedikit warna pink untuk melambangkan romansa pada sepatu putih itu, sepatu via memiliki motif biru laut pada sepatunya, mewah dan simpel…


Mereka memilik pikiran dan hati yang sama, padahal terlihat jelas keduanya tidak merncana itu semua namun entah mengapa hati mereka memilih hadiah yang sama dan itu untuk di berikan kepada sahabatnya….


“Terimakasih vi”


“Aku juga tdak ingin kemu terluka gir”


Mungkin benar hubungan via dan gira sangat rumit, namun di balik hunungannya itu gira dan via juga tumbuh bersama bahkan sebesar apapun masalah yang datang via tetap mencintai gira dengan tulus begitupun dengan gira tidak semenit pun gira berfikir untuk meninggalkan via, terlihat jelas dari masalah yang mereka lalui beberapa tahun kebelakang, namun tetap saja gira masih saja mencintai dan menyayangi via, meskipun gira tau bahwa mamanya vialah puncak gira menjadi hidup sendiri namun gira tidak pernah sekalipun menyalahkan via tau sekeder menengur gira….


Tidak hanya gira via juga memasangkan badannya utuk menyelamatkan gira, meskipun via tau jika dirinya melepaskan tali itu hidupnya akan segera berakhir namun via tidak pernah berfikir dua kali untuk sahabatnya…


"Berjanjilah pada ku vii untuk selalu bersama ku sampai kita tua” ujar gira memeluk via


“Eumm aku janji gir” balas via


“Bagaimana kamu bisa terfikir untuk membelikan aku sepatu” tanya gira penasaran


“Entahlah aku hanya melihat sepatu itu sekilas lalu fikiranku langsung teringat kamu” jawab via jujur, membuat gira tersenyum lebar


“Aku tidak tau jika kamu sangat romantic, jelas saja kak berend meninggalakn semuanya hanya untuk bersam kamu” ujar menganbil remot tv dan tersenyum


“Girr” panggil via terkejut


“Kamu terkejut aku tau semuanya” tanya gira menatap wajah via yang terheran heran


Flashback on


*Ada apa gir*


*hallo kak, kak berend lagi dimana*


*Di Phuket*


*Ada apa gir* tanya berend lagi


Cukup lama gira terdiam hingga akhirnya gira bertanya pada berend


*Bersama via?*


Mendengar itu berend terdiam dan menatap via yang sedang tersenyum padanya sambil mengajak berend lunch

__ADS_1


*Tidak* jawab berend singkat


Berend tidak ingin masuk campur ke dalam persahabatan via dan gira, berend tau jika batasnya hanya menyukai via urusan via bersama gira biarlan menjadi urusan mereka


*Kenapa apa via tidak sedang di rumah*


Berend tersenyum mengiyakan ajakan via untuk lunch bersana


*Gira hanya khawatir karna via tidak membertitahukan tetang keberadaanya dengan jelas, baiklah kak nanti gira hubungi lagi sekarang gira sedang di rumah sakit*


*Ok titip salam buat kak henzi*


*Iya happy holiday kak*


Setelah mendapatkan panggilan dari gira berend menatap via yang sedang sibuk menyiapkan makan untuk mereka bedua lalu entah mengapa berend bahagia


*Tenanglah… via bersama kakak saat ini, kamu tidak perlu khawatir tentang via focus pada kak henzi saja, via biar kakak jaga, kakak titip kak henzi pada kamu gir*


Berend menyimpan kembali ponselnya…


Melihat pesan masuk dari berend gira langsung membuka pesan itu dan tersenyum membaca pesan dari berend


Aku akan menghukum mu via bagaimana bisa kamu pergi dengan kakak berend tanpa izin dari ku” ucap gira memasukan ponselnya ke sakunya dan tersenyum simpul


Flashback off


“Kamu marah, aku benar benar minta maaf gir aku tidak niat untuk pergi bersama kak berend, aku janji aku akan menjauhi kak berend jika kamu tidak suka” ucap via khawatir


“Kamu menyukai kak berend, sejak kapan” tanya gira serius


“Aku minta maaf gir, aku janji akan melupakan kak berend tapi kamu juga harus berjanji pada ku untuk tidak marah lagi”


“Aku tidak akan marah lagi jika kamu menjauhi kak berend” ujar gira tanpa tersenyum membuat via benar benar terluka


“Aku janji aku akan menjauhi kakak berend” ujar via tersenyum


Namun gira bisa melihat bagaimana via terluka, jujur bukan ini yang di inginkan oleh gira, gira hanya ingin via jujur pada hatinya, dan berani untuk bercerita pada gira, karna gira ingin via lebih terbuka padanya…


Bukan via tidak ingin terbuka dengan gira namun via khawatir jika gira akan terluka secara berend memiliki tempat yang special di hati gira, via hanya tidak ingin gira terluka hanya karna cintanya, bagi via gira adalah dunianya disaat semua orang meninggalkan via gira lah wanita kecil yang ada di sampingnya saat itu…


“Apa kamu sangat mencintai kak berend vi” tanya gira manatap via lekat


“Tidak, aku sangat mencintai kamu” ujar via tanpa sadar air mata via jatuh membuat gira tersenyum dengan mata yang berkaca kaca


“Tentu gir” ujar via tersenyum dan menghapus air matanya


“Bahkan kamu rela melepaskan cinta kamu untukku” tanya gira lagi membuat via terdiam menatap gira


“Tentu aku akan melakukan itu gir, karna pada awalnya kak berend adalah milik kamu, aku tidak berhak untuk itu, dan jikapun seandainya itu bukan kak berend aku tatap akan melepaskannya” jawab via membuat gira terharu


“Vi aku tau kamu sangat menyayangi aku, tapi aku enggak mau kamu melepaskan sesuatu yang istimewa hanya untuk aku, aku juga ingin kamu bahagia vi”


“Aku bahagia jika kamu bahagia” ucap via cepat


“Tapi aku bahagia jika kamu tidak melepaskan semua yang istimewa untukku vi” jelas gira


“Tapi gir”


“Vi aku tau kamu sangat mencintai kak berend, begitupun kak berend aku ini sahabat kamu vi, bukan hanya itu tapi kamu juga saudara aku, kak berend pria yang baik vi, aku tau kamu akan bagaian bersama kak berend ku hanya ingin kamu jujur tentang hati kamu pada ku” ujar gira menujukan telunjuknya pada hati via


“Gir” panggil via lirih


Kamu mencintai kak berend bukan” tanya gira lagi membuat via terdiam


“Kamu tidak akan jujur padaku vii” tanya gira melihat via hanya terdiam


“Eum aku mencintai kak berend”


“Aku bahagia mendengarnya” ucap gira memeluk via


“Aku marah karna kamu tidak jujur pada ku vi” ucap gira melepaskan pelukannya


“Kamu anggap aku apa”


“Gir kamu itu segalanya bagi ku, sahabat, saudara, kadang kamu juga menjadi orang tua untuk ku”


“Lalu kenapa kamu tidak jujur padaku” tanya gira judes


“Karna aku khawatir kamu akan marah pada ku gir, aku sudah berusaha untuk menjauhi kak berend tapi..”


“Tapi kak berend selalu ada di samping kamu” ujar gira meyelas ucapan via

__ADS_1


“Iya” jawab via lirih


“Kamu tau alasanyan kenapa” tanya gira pada via


“Apa..”


“Karna kak berend mencintai kamu, dia bahkan rela terbang dari paris kemari hanya untuk kamu vi, aku tidak berhak menghentikan semangat seseorang terlebih lagi aku sudah menganggap kak berend seperti kakak ku sendiri dan kamu, kamu segalanya untuk ku vi, aku tidak bisa menghentikan itu semua” jelas gira


“Aku bahagia kamu bersama kak berend setidaknya aku tidak perlu khawatir jika pria itu jahat atau hanya sekedar ingin kesenangan dari kamu, kita semua tau jika kak berend pria yang baik dan jikapun kakak berend menyakiti kamu tidak hanya aku, kak vino juga akan memasangkan badannya untuk kamu via, jadi jangan pernah berfikir kamu tidak berharga, kamu juga pantas bahagia via terlepas dari masa lalu orang tua kita, kamu pantas untuk itu”


“Kamu benar tidak marah”


“Kenapa aku harus marah padamu vii” tanya gira


“Karna kamu dan kak berend….” Ucap via


“Karna kami pernah bersama”


“Eum”


“Lalu apa masalahnya?” tanya gira acuh


“Aku”


“Vi kamu kenal aku lebih dari orang lain, aku mungkin dulu mencintai kak berend tapi sekarang aku ini istri orang dan kamu juga tau pasti seberapa besar cint aku untuk doctor henzi, kamu tau segala hal tentang aku dengan doctor henzi kamu juga seberapa kuata aku melupakan doctor henzi tapi aku tidak bisa vi, kamu yang tau itu semua, kamu yang tau betapa terlukanya aku saat aku harus menandatangani surat cerai kami, kamu via yang kenal aku lebih dalam, pernah kamu lihat aku mencintai seseorang sedalam ini” ucap gira menatap via


“Mungkin iya dulu kak berend sangat berharga di hati aku, tapi pernahkah kamu merasa aku memang mencintai kedua pria tersebut vi, kak berend telah ada di hati aku bagitupun dengan doctor henzi keduanya pernah ada di hati aku, tapi tidakkan kamu melihat bagaimana aku memperlakukan keduanya, itu jelas beda vii, kamu biasa melihatnya, begitupun cinta mereka untuk ku beda”


“Benar kak berend mencintai ku dulu tapi lihatlah kak berend sudah sangat berbeda, apa yang di lakukan padaku dengan padamu itu jelas berbeda, kak berend tidak pernah meninggalkan pekerjaannya hanya sedetikpun, kecuali jika itu sangat penting, namun lihatlah kak berend bahkan meninggalkan hal yang penting hanya untuk bisa bersama kamu atau sekedar bertemu kamu vii” jelas gira lagi agar via mengerti dan bisa menilai dari sudut pandang yang berbeda terhadap berend


“Begitupun dengan doctor henzi sikapnya dulu dan sekarang sangat berbeda via, kamu tau bukan dulu doctor henzi sangat tertutup padaku, semua hal tentangnya menjadi rahasia besar untuk aku ketahui, tapi lihatlah sekarang bahkan hal kecil doctor ingin aku tau”


Gira menjelaskan isi hatinya pada via, mendengar itu via hanya biasa terdiam..


“Kamu tidak bisa menilai semua itu dari masalalu via, buka hati dan mata mu lihatlah semua peubahan itu”


“Eum…” ujar via tersenyum simpul


“Aku hanya ingin kamu bahagia vi, jika pria itu adalah kak berend apa salahnya” ujar gira lgi


“Terima kasih gir” via langsung memeluk sahabatnya….


“Aku yang harus berterima kasih pada mu vii, kamu sudah mau berada di sampingku dalam waktu yang lama” balas gira


Setelah semunya terselesaikan keduanya memutuskan untuk keluar hanya sekedar mencari angin, berjalan dan tertawa bersama, sudah sangat lamu mereka tidak berjalan hanya untuk menghilangkan semua beban yang ada di fikiran meraka…


gira maupun via masih larut dalam drama turki yang mereka tonton hingga getaran ponsel gira membuat gira mengalihkan perhatiannya


*iya hubby*


*baby kamu sudah tidur*


*tidak kami masih menonton drama*


*baiklah sebaiknya kamu tidur aku akan pulang besok pagi*


*ya, hubby jangan lupa minum vitamin mu*


*tentu, aku tutup ya, aku harus mengecek kondisi pasien yang sudah melakukan operasi satu jam yang lalu*


*ya, jangan tidur terlalu larut hubby juga bisa mengandalkan doctor lain untuk mengecek pasien*


*baiklah lah, i love you baby*


*Love you more*


Gira tersenyum dan mematikan panggilan tersebut…


“Aku tidak tau jika aku bisa menonton drama romantic tidak hanya di layar tv namun juga di kamarku” ujar via yang masih menonton drama turki tanpa menoleh gira


“Apa aku juga harus menelpon kak berend agar kamu tidak cemburu”


“Gir” ucap via kesal dan memuku tubuh gira dengan boneka pink yang sedang di pegang oleh via


Tidak marah gira malah tersenyum lebar begitu dengan via, mereka melemparkan bantal satu sama lain, dan tertawa bersama hingga lelah….


“tidak tidak aku bercanda, aku sangat mencintai kamu” ujar gira memeluk tubuh via dengan manja


“aku tau itu, jadi menjauhlah dari tubuhku nyonya defran” ucap via membuat gira dan juga dirinya tersenyum lebar


“baiklah calon nyonya caviano” balas gira tersenyum dengan ocehan via...

__ADS_1


Keduanya tertawa lepas....


__ADS_2