
`TUHAN Kenapa ini terjadi begitu cepat hingga aku tidak bisa memilih, bagaimana aku harus menghadapi sintuasi besok dan seterunya.
`Aku akan jadi istri orang, masa depan yang aku harapkan hancur, dimana aku terseyum pada laki laki yang aku cintai berjalan bersama di taman, aku ingin mengeliling seluruh dunia dengan orang yang kucintai, melangkah bersama dalam suka dan duka bersamanya, melihatnya tersenyum bahagia bersamaku dan alasanya tersemyum adalah diriku`
Heyy” sapa via sambil menyentuh bahu
Gira berusaha untuk menghapus jejak air mata yang ada di pipinya
“Gir kenapa kamu nangis??”
Aku melihat sahabatku khawatir harus kan aku beritahu kamu vi, aku sedang tidak baik baik saja, enggak aku harus merahasiakan ini, via tidak boleh tau
“Enggak vi aku baik baik saja” gira berusaha meyakinkan via
“Lalu kenapa kamu menagis” tanya via curiga
“Aku hanya sedih, besok aku kan menikah dengan doctor henzi”
“Benarkah”
via hanya tersenyum dengan wajah yang datar, via sadar sahabatnya tidak bahagia dengan semua ini, haruskah dia bahagia juga, tentu tidak gira adalah sahabat sekaligus sepupu yang setia dan selalu ada bersama via, via percaya sahabatnya sedang tidak baik baik saja
“Iya, kenapa dengan ekpresi wajah kamu. Kamu enggak bahagia aku menikah dengan doctor henzi” Tanya gira, gira sadar jika sahabatnya tau bahwa dirinya sedang tidak baik baik saja
“Kamu bahagia gir” Tanya via curiga
“Tentu saja aku bahagia” bohong gira pada sahabatnya
“berhenti”
“Apa maksud kamu vi” Tanya gira penasaran apa yang sedang di bicarakan sahabatnya
“Berhenti gir, berhenti, jika kamu tidak bahagia kamu bisa berhenti, jangan melangkah terlalu jauh jika kamu tidak sanggup, aku tidak ingin melihat kamu terluka gir, aku tidak akan ninggalin kamu bahkan jika kamu berhenti saat ini juga aku akan selalu ada di samping kamu”
Pecah aku tidak bisa menyembunyikan nya lagi, aku menangis di dalam pelukan via, entah apa jadinya jika tidak ada lagi via di samping aku
Aku melihat via menatap ku, saat itu pun air mata ku tidak bisa tertahan kan lagi aku menagis aku sudah berusahaa sebisa ku tapi via tau aku tidak baik baik saja, saat itu pun aku langsung memeluk via menangis tersedu sedu sesak sekali ada di posisi saat ini sakit sekali
“Menagis gir, menagis lah jika itu bisa membuat kamu lega”
“Viiiiii”
“Aku tau gir, menagis lah”
Sudah hampir satu jam aku menagis namun via masih setia menemani ku, bahkan tanpa mengeluh sedikit pun inilah dia via sahabat yang selalu ada di samping ku, akhirnya setelah lama aku menangis aku sudah lebih lega
“Makasih viii”
“Udah mendingan”
“Eummm untung ada kamu"
“Kenapa ayo cerita sama aku”
“Aku akan menikah besok”
“Aku tau”
“Pernikahan tidak benar adanya”
__ADS_1
“Maksudnya”
“Bisa di bilang hanya pernikahan kontrak"
“Huff, ide siapa”tanya via penasaran sekaligus terkejut
“Aku”
“Kenapa”
“Karna doctor henzi tidak ingin menikah, jadi aku menganjurkan pernikahan kontrak akhirnya doctor henzi setuju, Cuma tiga bulan vii”
“Kenapa kamu bisa berfikir demikian “
“Tiga bulan lagi doctor henzi ke Indonesia jadi, ini Cuma tiga bulan”
“Setelah itu”
“Kami akan bercerai”
“Bagaimana kalau kalian jatuh cinta, apa yang akan kalian lakukan”
Gira terdiam
“Entah lah aku belum kefikiran sampai pada titik itu”
“Siapa aja yang tau soal ini”
“Kamu”
“Kamu yakin enggak nyesal gir”
“Lalu bagaimana dengan kak berend”
“Jangan sampek kak berend tau, ini hanya tiga bulan vii”
“Baik lah, ingat apa pun yang terjadi ke depannya jangan lupa kabarin aku jangan sampai aku tau dari orang lain tentang sahabat aku,kamu paham Amelia agiralia”
“Ok you are the best”
🌿🌿🌿
Malam hari nya gira sedang menonton drama korea karna bosan dan tidak bisa tidur akhirnya gira pergi ke cantin untuk mencari udara segar, tidak hanya malam ini hampir dua bulan ini gira tidak bisa tidur malam jika sudah jam piketnya malam hari
Sangat susah untuk gira tidur di tempat yang baru, andai nenek tidak pulang tadi sore mungkin tidur gira akan nyenyak malam ini, sayang nya nenek tidak betah di rumah sakit, awalnya gira khawatir namun karna via ada di sisi nenek ke khawatiran gia sedikit berkurang
Di saat gira sedang memunim kopi siapa sangka gira berjumpa dengan doctor henzi namun anehnya doctor henzi tidak memesan minuman langsung pergi tanpa menyapa gira
~kenapa doctor henzi pergi begitu saja, atau karna dia tidak ingin berjumpa dengan ku, kenapa??? lagian setelah akad besok kami akan sering berjumpa, aneh itu kutub es~
Saat gira ingin meminum kopinya tiba tiba hand phonen gira berbunyi
“Siapa yang nelpon malam malam begini, kurang kerjaan apa??” oceh gira sambil mengangkat telponnya yang berdering
“Hallo, siapa ini???” Tanya gira pada lawan bicaranya yang adadi seberang
“Aku” jawab seseorang
“Aku, siapa kamu???” Tanya gira geram
__ADS_1
(bisa binya ibi bocah tidak save nomor aku) bati henzi kesal
“Ini aku do_” belum doctor henzi
menyelesaikan perkataanya gira langsung
“Aku tutup” disaat gira ingin menutup sambungan telpon, gira mendengar nama henzi
“Tunggu!!! aku henzi”jawab doctor henzi dengan cepat
“Henzi…. Doctor henzi (teriak gira saat sadar bahwa pemilik suara yang sedang berbicara dengan hira adalah doctor henzi)
Maaf doctor aku pikir siapa, maaf doc” gira benar gila bagaimana bisa gira lupa dengan suara doctor henzi
“Sudah cukup, saya ingin kamu jumpai saya di restoran depan rumah sakit Sekarang juga” kesal dengan gira akhirnya doctor henzi mematikan telponnya tanpa memdengar jawaban dari gira
“Tapi doc” jawaban gira terputus karna doctor henzi mematikan telponya
Tut tut tut
“Gila doctor henzi bagaimana bisa dia berbuat seenaknya dia pikir aku ini robot apa bisa di suruh kemana saja yang dia mau, tunggu saja pembalasan ku huff”
Oceh gira saat ini karna kesal dengan tingkah laku doctor henzi
Akhirnya gira pun keluar dan pergi ke restoran yang di sepakatin dengan doctor henzi, sesampainya gira disana gira langsung mencari sosok yang ingin di jumpai
Gira melihat doctor henzi sedang duduk di pojok ruangan restoran dengan bleazer coklat membuat doctor henzi terlihat lebih muda dari umurnya, gira melangkah menuju ke meja di mana doctor henzi berada
“Doc” panggil gira sambil tersenyum
“Duduk” tegas doctor henzi
“Kamu tidak pesan minum” Tanya doctor henzi pada gira
“Tidak doc, aku sudah minum tadi di cantin” jawab gira (padahal dia udah tau aku udah minum tadi dasar kutub es) batinnya dalam hati
“Ok, aku tidak perlu basa basi langsung ke poinya, aku ada syarat dalam pernikahan ini kamu setuju”
“Setuju doc” jawab gira semangat
“Yang pertama kamu tidak berhak atas kehidupan aku begitupun aku tidak berhak atas kamu, kita di rumah sakit sebagai doctor kamu adalah murid dan aku adalah guru kamu, di rumah kamu istri dan aku suami, and di luar kita tidak perlu kenal” doctor henzi menjelaskan
“Oky”( jujur saja aku tidak tertarik dengan kehidupan doctor henzi aku lebih tertarik ke yang lain) batin gira
“Lalu kedua aku akan tetap menafkahi kamu sebagai seorang suami menafkahi istrinya dan semua biaya keseharian kamu selama 3 bulan ke depan aku yang tanggung” jelaskan oleh doctor henzi
“Tidak doc, aku punya uang sendiri” jelas gira, jujur gira tidak ingin berutng budi pada orang
“Tapi aku akan jadi suami kamu, meskipun hanya tiga bulan”
“Cuma 3 bulan doc, dan aku tidak ingin berutang budi” jelas oleh gira
“Agiralia kamu istri aku 3 bulan ke depan, pernikahan kita kontrak tapi aku suami sah kamu selama tiga bulan kedepan bukan suami kontrak tapi suami sah kewajiban aku menafkahi kamu, kamu paham”
“Paham doc” gira hanya bisa dia (dasar kutub es)
“Yang ketiga di pernikahan ini aku tidak mau ada yang di rugikan jadi aku mau kita tidurnya pisah kamar aja, kar”
“Aku tidak SETUJU” tegas gira
__ADS_1