
“Setelah kamu melahirkan papa ingin kamu menikahi teman papa sayang” ujar papanya gira membuat gira terkejut
“aku tidak mau pa” jawab gira lalu berjalan meninggalkan papanya
Namun sayang papanya gira tidak menyerah begitu saja, dia menarik tangan gira dengan kasar hingga gira jatuh…
“Aku tidak mau pa”
“gir kamu baik baik saja” tanya via khawatir saat melihat gira yang sudah jatuh ke tanah
“eum aku baik baik saja” ujar gira
“syukurlah” ujar via lega dan berusaha membangunkan gira
“om apa om sudah gila, bagaimana bisa om sekejam itu” ucap via dengan emosi melihat papanya gira menarik gira hingga gira jatuh
“Ini bukan urusan kamu”
“Aku sahabat gira aku berhak atas gira” ujar via menggenggam tangan gira yang ada di belakangnya
“Aku ingin anakku, aku tidak perduli sama kamu”
“Aku tidak akan mengizinkan om membawa gira”
“Kamu sangat keras kepala, minggir” papa gira menarik via hingga via terjatuh ke tanah
“Pa”
“Kamu baik baik saja vi” tanya gira
“Eum aku baik baik saja” ujar via yang bangun
“Om aku bisa hubungi polisi jika om tidak pergi” ujar via dengan berani
Melihat itu membuat papanya gira semakin marah pada via….
“Ayo ikut papa gira, kamu tidak boleh keras kepala gira” ucap papanya dengan menarik kasar tangan gira…
“Aku tidak ingin pergi pa” ucap gira saat tanyanya d tasik paksa
“Kamu sudah berani melawan papa”
“Pa aku lagi hamil, tolong lah lepaskan tangan aku sakit pa” gira berusaha untuk melepaskan genggaman dari tangan papanya yang besar dan kuat membuat tanganya sakit
“Jangan membantah gira, masuk” teriaak pria besar
Via tidak tinggal diam diapun ikut menarik tangan gira agar menjauh dari papanya…
Sesaat terjadi keributan di depan halaman rumah via, via terus beradu mulut dengan pria itu, tidak sedetikpun via berfikir akan mengalah, begitupun dengan gira ketakutan gira pada papanya semakin besar, namun itu semua tidak berakhir dengan baik, papanya gira dengan kasar menampar pipi kanan via membuat gira terkejut, pria itu berfikir jika via akan mengalah
__ADS_1
Namun tidak, via tetap menarik gira agar gira tetap berada di belakang untuk melindungi gira dan juga bayinya, melihat itu membuat pria itu semakin marah dan kesal terhadap via hingga pria tersebut membanting via ke tanah dengan kuat membuat kepala via terbentur dengan batu hiasan yang besar di samping dirinya di banting, saat melihat darah yang keluar dari belakang kepala via membuat kedua orang itu panic, terlebih lagi gira saat melihat keadaan via yang pingsan dan darah yang keluar sangat banyak membuat gira takut dan khawatir….
🌿🌿🌿
Kini semua orang berkumpul di depan ruangan yang lampunya masih menyala bewarna merah menandakan operasi masih berjalan, benturan di kepala via sangat keras dan kemungkinan lukanya juga bisa jadi sangat dalam…
“Kamu tenang aja sayang, via bukan wanita lemah, kita tau itu” jelas nessa menenangkan gira yang menangis di dalam pelukannya karna merasa bersalah
“Bagaimana jika via tidak selamat mam” tanya gira ragu ragu pada nessa
“Sayang kamu percaya bukan via kita adalah wanita yang kuat” jelas nessa “Kamu harus percaya pada via sayang, karna jika kamu tidak percaya pada via via akan sedih” sambung nessa
“Iya mam”
Mendengar berita yang menimpa gira dan via henzi, vino, dan juga berend langsung kembali ke Negara mereka tanpa menunggu lama…
“Bagaimana keadaan via gir” tanya berend yang baru sampai di depan ruangan operasi
“Belum ada kabar kak” ujar gira yang menatap henzi
“Melihat henzi, vino dan juga berend datang gira langsung menghamburkan dirinya ke pelukan henzi
“Kamu baik baik saja baby”
“Eum, tapi via di dalam hubby” ujar gira menangis di pelukan henzi
“Kita tunggu aja ya” ujar henzi menenangkan gira yang menangis
“Maafin gira kak” ujar gira menangis di depan vino
“Tidak gir, kamu tidak salah, dan via juga sudah melakukan hal yang benar, kami tidak tau jika tidak ada via, mungkin bukan hanya kamu tapi baby kamu juga dalam bahaya, jadi jangan salahkan diri kamu, saat ini kita hanya perlu berdoa semoga via baik baik saja” ujar vino membuat gira memeluk vino dengan erat
Gira tau jika vino akan terluka sama sepertinya, takut, khawatir, fikiran yang entah kemana perginya…
“Kamu enggak perlu merasa bersalah” ucap vino lagi melepaskan pelukanya
“Siapa doctor yang bertanggung jawab di dalam” tanya vino lagi
“Doctor Stefan dan doctor barat” jawab gira
“Kalian tunggu disini, aku akan masuk ke dalam” ujar vino namun henzi menarik tangan vino
“Tidak vin, kamu tidak boleh masuk ke dalam, kamu tidak liat lampu daruratnya masih menyala, itu tandanya mereka sedang melakukan operasi” jelas henzi menunjukan arah lampu yang masih menyala
“Lalu kamu mau aku tunggu di sini, disaat via sedang berjuang di sana dan aku hanya menunggu, lalu apa gunanya jas yang aku pakai selama ini jika aku tidak bisa menolong via” ujar vino dengan nada yang sedikit tinggi
“Kamu harus percaya pada via vin, dan kita tau bagaimana kinerja Stefan selama ini, jangan masuk ke sana, kamu hanya akan membuat konsentrasi mereka hilang” jelas henzi
“Kak apa yang di katakan kak henzi benar, mari kita tunggu si sini, semua orang di sini juga khawatir kak tapi kita harus tenang, mari tunggu kabar dari doctor Stefan” bujuk berend pada vino
__ADS_1
“Heum ah….” Desah vino menghembus nafasnya
Kini mereka semua menunggu kabar dari Stefan, vino tidak bisa duduk dengan tenang bagitupun dengan berend namun berend terlihat lebih tenang dari vino yang mondar mandir di depan ruangan operasi…
Setelah menunggu sekitar setengah jam akhirnya lampunya mati dan setelah beberapa menit stefan keluar dari ruangan operasi, yang sudah di tunggu oleh semua orang…
“Bagaimana keadaan via” tanya vino
Stefan terdiam sebentar, lalu menarik nafasnya menatap vino yang sudah menunggu jawabanya…
“Operasinya berjalan dengan lancar, namun saat ini kondisi via masih dalam keadaan koma” jelas Stefan
“Boleh aku lihat hasil medisnya” tanya henzi
“Tentu aku akan suruh perawat mengantarkanya”
“Kamu harus kuat vin” ujar Stefan menepuk pundak vino dan juga berend lalu pergi meninggalkan mereka
“Maaf tan, maaf gira” ujar berend mambuat semua menatapnya heran
“Aku akan menghukum pria yang sudah membuat via terluka” jelas berend menatap ke gira dengan tatap terluka
Terlebih mata berend tidak bisa di bohong, air matanya jatuh tanpa bisa di tahan oleh berend, meskipun berend sudah menghapus jejaknya tetap saja air mata it terus berjatuhan
Gira memeluk berend, kini seolah kekuatan berend hilang tubuhnya lemas, berend menangis di pundak gira…
“Lakukan kak, jika kak berend tidak melakukannya maka gira yang akan menghukum papa gira” ujar gira
Berend melepaskan pelukan gira dan menatap vino lalu beralih ke henzi…
“Aku titip via kak” ucap berend
Sesaat berend akan pergi vino menarik tangan berend membuat berend harus berhenti..
“Tidak sekarang, kita lihat keadaan via dulu” cegah vino membuat berend pun harus menurut….
Tubuh yang tadinya masih terlihat sangat sehat dan ceria sekarang tubuh itu terbaring lemah di kasur dengan berbagai alat medis yang menempel di tubuhnya, via yang tidak ingin di bantu, kini bernafas pun dia harus di bantu oleh alat medis.
Semua orang menatapnya sedih, beberapa kali gira meminta maaf pada via namun sayang sedikitpun tidak ada balasan dari wanita yang sednag terbaring lemah itu
“Vi maafin aku eum, gara gara papa aku kamu jadi seperti ini, ak mohom cepatlah sadar, aku ingin kamu sendiri yang menghukum papa, jadi cepatlah bangun, vi maafkan aku” tangis gira pecah, henzi yang melihatnya juga ikut menangis.. “Aku tau kamu sangat menyayangi aku tapi kamu juga sangat bodoh melakukan ini semua, cepatlah bangun vi” teriak gira
“Via, maafin kakak sayang, maafin kakak, kakak sudah gagal menjaga kamu, kak harusnya ada di samping kamu, kakak minta maaf vi, kakak belum bisa menjaga kamu dengan baik, kakak mohon bangunlah, pukul kakak dengan keras karna sudah membuat kamu seperti ini, cepatlah bangun jangan tidur terlalu lama, melihat kamu tidur membuat kakak sakit vi, bangunlah kakak tidak melarang kamu tidur, kamu bisa tidur di rumah selama yang kamu ingin, tapi tidak di sini, ini terlalu menyakitkan untuk kakak vi” ujar vino yang tak bisa menahan air matanya “Bangunlah vi, kakak mohon bangun lah, jangan membuat kakak khawatir terlalu lama” sambung vino mencium dahi dan tangan via
Kini nessa mendekat ke arah putrinya, melihat alat yang memasang di tubuh via sudah membuat nessa terluka dirinya mengukut mantan suaminya yang sudah membuat putrinya terbaring lemah di rumah sakit dengan alat medis yang terpasang di tubuh via..
“Sayang mama tau via anak yang kuat, mama juga tau jika via tidak mungkin menyerah, mari sayang bangun kita hukum pria yang sudah menyakikiti kamu dan gira, mama ini tangan putri mama ini yang harus menghukum pria itu, membuatnya menyesal atas apa yang sudah di buatnya, mama ingin via bangun, kamu boleh tidur sayang tapi ingat jangan terlalu lama, tidurlah sebentar, jangan lama lama sayang kamu membuat mama khawaitr” ujar nessa yang menghapus air matanya..
Waktu terus berlalu kini malam semakin larut, gira tidak ingin pulang dan ingin menjaga via, setelah berbagai cara henzi membujuk gira akhirnya wanita itu luluh saat ini bukan hanya gira namun babynya juga harus istirahat…
__ADS_1
Semua orang tidak ingin gira dan babynya itu lelah karna tidak istirahat dengan cukup…