My Little Wife (My Doctor)

My Little Wife (My Doctor)
Berita Mengejutkan


__ADS_3

“Kak kenapa bisa baju kotor ini ada disini” Tanya gira sambil memenggang baju yang ada di sofa depan milik berend


“Maaf sayang bisakah kamu membantu ku memindahkah baju itu aku sedang buru buru, ini semua salah karna kamu tidak membangunkan ku” ucap berend lalu berjalan cepat ke depan...


“Sayang aku pergi, aku ada pertemuan dengan teman bisnisku” ucap berend berteriak mendengar itu via langsung lari ke pintu depan


“Kak tunggu” ujar gira lalu membenarkan dasi berend yang miring


“Jika sudah tau ada pertemuan kenapa kakak bangun telat, padahal gira sudah bangunkan kakak lebih awal, namun kakak tetap saja tidak bangun” ucap gira yang berinjik membenarkan dasi berend


Saat gira akan jatuh dengan sigap berend langsung memeluk pinggang gira....


“Hati hati kamu bisa terjatuh” titah berend dengan senyuman nakal


“Eum” ujar gira tersenyum lalu mundur satu langkah


“Pergilah jangan sampai kakak telat” kini gira yang mendorong badan berend ke dalam mobilnya


“Iya iya iya aku pergi,” ucap berend lalu dengan cepat berend mencium dahi gira


Saat itu tanpa sadar seseorang sedang memotret keduannya.....


Gira hanya bisa tersenyum melihat tingkah berend, semuanya sudah membaik begitu pun dengan luka di hati gira, semuanya sudah pudar hanya saja hatinya tidak bisa diam jika belum mengetahui keberadaan sahabatnya....


🌿🌿🌿


“Dengan siapa gira menikah doc” tanya via yang sudah merebut ponsel vino dari tanganya


Henzi terdiam saat mendengar pertanyaan dari via, terkejut dan juga bingung harus menjawab apa..


“Aku tidak tau hanya saja aku mendapatkan bebera foto mereka sedang bersama” jelas henzi pada viaa


“Boleh via lihat” tanya via pada henzi


“Tidak ada yang istimewa” ujar henzi lirih


“Via tetap ingin lihat” ucap via lagi kesal


“Tanyakan pada kakak mu???” ucap henzi membuat emosi via meninggkat seketika dengan cepat via melihat vino


Mendapat tatapan tajam dari via membuat vino seperti merasa tidak bersalah, dan


“Akan kukirimkan ke ponsel vino” ucap henzi membuat via langsung melirik vino tajam


“Baik lah doc terima kasih” ujar via langsung mematikan ponsel tersebut...


(Tidak mungkin gira menikah begitu saja, gira sangat mencintai doctor henzi, jika itu mungkin maka kak berend lah yang sudah berhasil merebut hati gira) batin via lalu secepat kilat via melirik vino


Mata via terus menatap vino hingga pesan itu tiba mengalihkan sedikit perhatian via...


“Kamu kenal sama laki laki ini” Tanya vino melihat via terus menatap foto itu


Foto dimana gira sedang mencium kening laki laki tersebut dan juga foto gira yang sedang berjalan sedikit ke depan dan melihat ke belakang diamana dirinya tersenyum manis pada laki laki yang sedang berpengangan dengan nya


“Tidak kak” ucap via cepat


“Lalu kenapa dengan wajah mu?” tanya vino merasa aneh dengan wajah via

__ADS_1


“Tidak ada, lihat lah gira terlihat begitu bahagia bukan” tanya via pada vino


“Iya gira sangat bahagia” jawab vino saat melihat gira tertawa lepas


Bagaimana via tidak kenal pada laki laki itu, melihat bajunya saja sudah membuat via sadar siapa laki laki itu, baju yang di berikan oleh via saat laki laki itu berulang tahun, dan juga jam tangan yang di berikan oleh via saat laki laki tersebut mendapatkan gelarnya.


Saat via melihat foto tersebut hatinya begitu bahagia namun via tidak bisa berbohong jika dirinya begitu sakit melihat siapa suami dari sahabatnya itu, kini mata via sudah berkaca kaca, namun via juga tersenyum melihat gira sudah bahagia bersama berend laki laki yang akan menpertarukan nyawanya jika gira dalam kesusahan dan via juga yakin berend akan melepsakna apa yang ada pada nya hanya untuk gira meskipun dirinya terluka sekalipun


“Vi kamu baik baik saja??” Tanya vino melihat perubanhan pada wajah milik adik nya


“Eum via baik baik saja, via bahagia jika gira bahagia kak” ucap via lalu menyerahkan ponsel vino pada dirinya, dan kini via sudah menghilang dari pandangan vino


Via masuk ke kamarnya dan mengambil ponsel yang sudah hampir 2 tahun ini di matikan oleh via dan via duduk di balkon halaman belakang rumahnya memegang ponsel tersebut…


Via cukup lama terdiam saat memikirkan keinginannya untuk mengucapkan selamat pada gira, namun ketakutannya lebih besar dari pada keinginannya


“Apa yang kamu tunggu saat ini gira pasti sedang menunggu ucapan selamat dari sahabatnya, kamu tidak akan mengucapnya” Tanya vino yang baru saja datang dan duduk di dekat via


“Via takut kakak” ujar via melihat vino dengan lekat tangan nya yang sudah bergemetar


“Apa yang kamu takutkan” Tanya vino memengan tangan via


“Via takut gira membenci via kak” ucap via lemas saat mengingat jika sahabatnya membencinya “Via takut gira tidak ingin melihat via lagi, atau mungkin gira sudah melupakan via” ucap via lirih dan menenggelamkan wajahnya pada vino tangan nya gemetaran dan juga matanya yang sudah berair, setakut itu kah via menghadapi gira, semua orang tau jika via tidak salah namun kenapa via harus takut


“Kamu meragukan gira vii, kamu yang kenal gira dari dulu kalian bersama, bagaimana bisa gira melupakan kamu, apa kamu tidak percaya pada sahabatmu lagi” ucap vino meyakinkan via


Mendengar ucapan vino via melihat mata vino tidak ada kebohongan di mata via membuat via sedikit lebih tenang dan lebih percaya diri


“Aku percaya gira tidak sejahat itu kak” ucap via tersenyum mengingat betapa gira sangat baik pada semuanya


“Kakak percaya, gira sedang menunggu kamu vii jadi cepatlah berikan gira selamat, meskipun kita tidak kenal siapa suami gira” ucap vino menghapus air mata via


“Kakak akan bersama via bukan jika gira meninggalkan via” ucap via memeggan tangan vino


“Tentu kakak akan selalu bersama kamu sayang” ujar vino mengelus rambut via


Via tersenyum dirinya bahagia vino ada di sampingnya, sudah beberapa bulan ini vino selalu bersama via, via merasa nyama di dekat vino, meskipun awalnya agak canggung namun buktinya vino lebih cepat menarik perhatian via..


“Hidupkan ponselmu” ucap vino menunjukan ponselnya via yang ada di tangannya dengan wajahnya membuat via tersenyum dan melihat ponsel itu, lalu via menghidupkan ponsel itu ponsel yang di mode matikan oleh via selama kurang 2 tahun ini…


Saat via membuka ponsel itu begitu banyak pesan yang masuk terutama dari sahabatnya gira


``Vi kamu dimana, apa kamu baik baik saja``


``Vi kamu sedang dimana sekarang, aku merindukan mu``


``Vi kapan kamu akan pulang, kenapa aku sangat susah menghubungi mu``


``Via aku rindu``


``Via bagaimana keadaan kamu di sana, apa kamu baik baik saja, bagaimana dengan suasana di sana``


``Vi kamu sudah sarapan, kenapa kamu tidak membalas pesan ku``


``Vi``


``Vi``

__ADS_1


`


`Via aku benar benar sangat merindukan kamu, kenapa kamu menghilang begini, apa aku ada buat salah``


``Via aku sudah tau kenapa kamu menjauh dari ku, tapi kamu harus ingat satu hal itu semua bukan salah kamu, kamu tidak perlu merasa bersalah pada ku, aku justru sangat ingin bertemu dengan mu, aku ingin memelukmu, membuat kamu lebih tenang, membawa mu ke dalam pelukan ku, seprti yang sering kamu lakukan pada ku,vi dimana kamu??, kembali lah vii, aku Cuma ingin bilang jika kamu tidak salah jangan merasa bersalah pada ku, kamu itu sabahat aku kamu selalu bersama ku, kamu tidak pernah menyakiti ku, jika itu masalah tante veta biarkan saja, aku tidak peduli kamu putri siapa, aku tidak peduli apa yang orang lain katakana tentang tante veta, aku juga tidak peduli masa lalu tante dengan papa ku, atau pun dari mana kamu berasal yang aku tau kamu adalah sahabatku, aku Cuma ingin kamu kembali pada ku vi, tetap lah disisiku vii aku ingin tertawa dan menangis lagi bersama mu, berjalan bersama dan juga aku ingin mendengar cerita konyol kamu tentang Michel atau pun siapa pun itu, aku hanya ingin kamu kembali via, jika kamu tidak kembali biarkan aku datang ke tampat kamu, vi tolong berhentilah bersalah, aku sangat sedih melihat kamu terluka``


Begitu banyak pesan yang di kirimkan oleh gira pada via membuat via menagis, salama ini dirnya berfikir jika gira akan membencinya melihat bagaimana mamanya menghacurkan pernikahan mama dengan papanya gira


“Kakak” panggil via saat melihat semua pesan gira tidak bisa di hitung begitu banyaknya pesan gira


“Kamu sekarang percaya jika gira menunggu kamu” ucap vino tersenyum


“Eum” ujar via Lalu dengan cepat via membalsa pesan gira


Setalah membalas pesan itu via sedikit lebih tenang, jujur saja via sangat bahagia namun via tidak bisa kembali lagi ke masa itu di mana dirinya selalu bersama gira, karna masa lalu itu pasti sangat membuat gira terluka, via yakin jika gira akan mengingat semua luka masa kecilnya jika melihat wajah via, karna gira sudah tau mama via lah penyebab hancurnya rumah tangga mama dan papa gira


“Kamu ingin jalan jalan??” Tanya vino melihat via yang sudah tersenyum


“Mari kak” ucap via


“Ganti baju mu kakak tunggu di depan” ujar vino bangun dari duduknya dan mengacak ngacak rambut via


“Kak” teriak via kesal


“Cepat sebelum papa dan mama pulang” teriak vino dari kejauhan


“Iya tunggu” ucap via lalu lari ke kamarnya dan mengantikan pakaiannya, via meletakan ponselnya di atas meja riastersebut sambil mengecas ponselnya karna baterainya sudah lemah


Via maupun vino berjalan berdampingan dan sedikit bercerita tentang kekonyolan dirinya dan gira…


“Kak tidak percaya kamu sangat teluka vii, saat dulu kakak mengenal kamu kakak pikir kamu wanita yang ceria dan juga tidak memiliki masalah, kakak selalu melihat kamu duduk di dekat kursi taman rumah sakit, saat kakak melihat yang sedang duduk di taman rumah sakit sendirian, kaka berfikir dan kakak bertanya Tanya pada diri kakak sendiri, apa yang kamu lihat saat duduk di situ?? apa yang kamu pikirkan?? Apa kamu sedang putus dengan kekasih kamu?? Bagaimana bisa seorang wanita seperti kamu duduk sendirian seolah olah kamu sedang Menahan beban besar, padahal semua orang tau jika kamu wanita yang ceria dan seolah olah kamu tidak memiliki masalah hidup, Hingga saat itupun tiba, kakak dapat kabar dari papa jika kamu adalah adik kecil yang sedang kakak cari, saat itu pun kakak melihat betapa terlukanya seoarang Savia canlinza meskipun kamu tertawa kakak bisa merasakan betapa terlukanya hati kamu vii” jelas vino yang menatap lekat wajah via, wajah wanita yang sudah di carinya selama beberapa tahun ke belakangan ini


“Benar kah doctor Vino branova” ucap via tersenyum dan diikuti tawa ringan oleh vino melihat via menyebut nama lengkapnya


Seseorang tanpa di kenal memotret moment di mana via dan vino tertawa dan duduk berhadapan di sebuah kursi


🌿🌿🌿


Gira memakai pakaiannya dan merias wajahnya sedikit veminim, karna dirinya ingin menemui temannya, namun tiba tiba ponsel gira bergetar, gira hanya melihat saat ponselnya bergetar di atas kasur, dirinya berfikir jika berend lah yang mengirim pesan tersebut


Gira mengambil ponselnya lalu memasukan ke dalam tasnya tanpa mengecek dari siapa pesan tersebut.


Namun saat gira sudah berada di mobilnya gira ingin menelpon berend melihat satu pesan dari via gira langsung membukanya dan membaca pesan tersebut.


Beberapa kali gira mecoba menghubungi via namun tidak ada jawab dari via, hingga kini gira memutuskan untuk menemui berend di perusahannya…


Gira berlarian ke ruangan berend andai saja gira bisa, gira ingin terbang agar cepat sampai ke tempat berend dan meminta berend untuk menemukan via


“Kak” teriak gira dari luar ruangan berend


Melihat gira yang panic saat masuk ke dalam ruangannya membuat semua mata tertuju pada gira, bagaiman tidak saat ini posisi berend sedang ada pertemuan dengan salah satu perusahaan yang akan bekerja sama dengan perusahaannya


“Ada apa gir” Tanya berend pada gira melihat gira yang sedang mengatur nafasnya


“Via kak” ucap gira terputus karna nafasnya yang masih berdetak kencang akibat gira berlarian


“Ada apa dengan via” Tanya berend juga ikut panic “Kalian boleh keluar dulu, maaf atas ke tidak nyamanya tapi ini sangat penting untuk hidup saya” ucap berend pada teman bisnisnya

__ADS_1


“via balas pesan gira kak” ucap gira menunjukan ponselnya pada berend


Berend langsung merebut ponsel gira dan membaca pesan dari via, sedih dan terkejut itu lah yang di rasakan oleh berend saat itu...


__ADS_2