My Little Wife (My Doctor)

My Little Wife (My Doctor)
Kebenaran


__ADS_3

Via duduk di salah satu kursi panjang menunggu seseorang yang menelponnya pagi hari membuat mimpi via harus terhentikan karana panggilan seseorang….


“aku harus menunggu berapa lama lagi???” Tanya via pada dirinya sendiri saat duduk di dekat kursi tersebut


“Lama menunggu ku???” Tanya seseorang di belakang via


Mata via seketika membulat saat melihat siapa yang ada di depannya saat ini, laki laki yang membuatnya hancur dalam waktu yang lama…..


Gila itulah sebutan yang pantas untuk berend saat ini bagaimana tidak dirinya saat ini ada di bandara belanda….


“Kak” ujar via bangun dari duduknya, bahkan via tidak bisa percaya pada penglihatannya saat ini, bagaimana bisa berend ada di belanda


Panggilan via tidak sekalipun di respon oleh berend, tanpa membuang buang waktunya berend langsung memeluk wanita yang begitu di rindukan oleh nya sampai sampai dirinya berani terbang ke belanda hanya untuk menemuinya….


“Aku sangat merindukanmu” bisik berend di telingan via membuat via meras geli


“Kak bagaimana bisa kakak ada di sisni, bukanya tadi kakak bilanggg—.” Ucapan via terhentikan karna tiba tiba via merasakan benda lembut menyentuh bibirnya Sangat lembut bahkan saat itu benda itu memeksa masuk ke lebih dalam…


Hingga via terkejut dari kenikmatan itu via mendorong berend membuat ciumman itu lepas, via menatap berend dengan wajah yang kesal


“Kenapa, kamu tidak merindukan kakak” Tanya berend bingung dengan perlakuan via padanya


“Kakak belum jawab pertanyaan via, kenapa kakak disini” Tanya via lagi tanpa menjawab pertanyaan berend tentang rindunya


“Kenapa lagi, jika bukan karna kakak merindukan kamu sayang” ucap berend lembut lalu memegang keduan tangan via


“Lalu, dimana kak vino dan kak henzi” Tanya via lagi dan melihat sekelilingnya namun tetap saja via tidak menemukan henzi dan vino


“Kak vino di paris kakak henzi di sini” ucap berend singkat


“Dimana??” Tanya via yang masih heran


“Kamu tidak tau sayang jika kak henzi sudah pulang ke mari” jawab berend


“Tidak. Kapan??” Tanya via masih tidak percaya


“2 hari yang lalu” jawab berend singkat lalu kembali memeluk via


“Kak” rengek via jujur saja dirinya bukan tidak ingin di peluk namun via hanya malu jika di peluk di tengan bandara yang luas dan besar itu di tambah semua mata melihatnya


“Kenapa kamu tidak ingin di peluk lagi” ujar berend dengan nada kesal


“Bukan begitu kak, lihatlah semua mata tertuju pada kita” ujar via melirik semua orang yang ada didekat mereka


“Baik lah mari pulang dan makan kakak sangat lapar” ucap berend menarik tangan via, via hanya mengikutinya jujur via sangat senang melihat berend ada di depannya saat ini, via hanya tersenyum sambil melihat tangannya yang di genggama oleh berend


“Berapa hari kakak akan berada di sini??” Tanya via melihat wajah berend yang focus mengemudi mobilnya


“Besok, besok kakak akan terbang kembali ke paris” ucap berend lirih lalu mencium tangan via yang di genggam olehnya sendari tadi


“Besok, kenapa sangat cepat” Tanya via terkejut mendengar jawaban dari berend


“Kamu tau jika kak henzi dan kakak vino tau kakak ada di sini bisa bisa kakak di hukum oleh mereka” jelas berend tersenyum melirik via sekilas lalu kembali pada titik fokusnya


“Kenapa” Tanya via penasaran


“Kamu tau buka pekerejaan kakak di sana sangat banyak sayang, mereka ingin kakak menyelesaikan secepatnya dan tidak ingin kakak terlibat dengan perusahan xx, karna perusahan itu melakukan sesuatu yang sangat bahaya” jelas berend


“Bahaya seperti apa” Tanya via


“Kamu tidak perlu tau” ucap berend lirih


“Iya, jadi apa rencana kakak di sini” Tanya via sedikit bersemangat


“Kakak akan menghabiskan waktu kakak bersama kamu selama kakak di sini” ucap berend tersenyum melirik wajah via yang cantik


“Tapi vii ada ope--”


“Kamu tidak ingin kakak bersama mu??”


“Bukan begitu”


“Lalu” Tanya berned cepat membuat via merasa bersalah


“Baik lah” jawab via lembut membuat berend tersenyum mendengar jawaban dari via


“Vii apa kamu tidak merindukan kakak” Tanya berend dan melihat via sekilas kini via hanya terdiam untuk sesaat hingga akhirnya via menatap berend


“Rindu” ujar via membuat berend tersenyum simpul lalu dengan cepat berend menepikan mobilnya membuat via terkejut


“Ada apa kak kenapa tiba tiba berhent--” Tanya via lalu melihat berend dan----


Cup satu kecupan di daratkan oleh berend pada bibir mungil milik via hanay kecupan tidak ada hisapan ataupun *******, lalu berend kembali focus pada jalan mendapat perlakuan yang manis membuat via benar benar serasa melayang, bagaimana tidak dirinya tidak akan berfikir jika akan berada dan mendapat perlakuan yang manis dari laki laki yang di cintainya….


🌿🌿🌿


“doc apa yang doctor henzi lakukan” Tanya gira lirih saat henzi menariknya keluar dari ruangan operasi

__ADS_1


“Pakai ini lalu kamu boleh masuk ke dalam” ujar henzi memakaikan gira pakain yang lengkap


“Kalian semua bajingan mengapa menganggap istri ku berpenyakitan, jangan sentuh istri ku, aku tidak ingin kalian menyentuh istri ku” teriak suami pasien namun sayngnya henzi tidak menghiraukan itu semua, henzi tetap saja pada focusnya memakaikan pakaian lengkat untuk tindakan pasisen hiv


“Kamu tau bukan jika pasien sedang mengidap penyakit hiv” Tanya henzi pada suami pasien dan menghentikan aktivitasnya membuat semua orang terdiam dan menatap henzi


“Iya aku tau lalu kamu akan melakukan aku, jika kamu ingin menyentuh istri ku jangan pakai baju itu aku tidak ingin semua orang berfikir jika istri ku wabah penyakit” teriak suami pasien pada henzi membuat semua orang takut karna benda tajam itu


“Lalu apa yang akan kamu lakukan jika istri ku terkena wabah itu karna tidak berpakaian lengkap” ujar henzi berteriak membuat semua orang terkejut di tambah dengan mendengar kata ` istri` begitupun dengan gira, gira sangat terkejut mendengar itu


“Kamu khawatir jika istri mu di anggap berwabah sama semua orang yang ada di rumah sakit ini, lalu bagaiman dengan istri ku yang rela berkorban untuk anak dan istri mu ,apa dia juga harus menular penyakit itu??? Apa kamu akan menanggung semua harapan pasien yang ada di sini, jika istri ku terserang penyakit dan tidak bisa bekerja sebagai doctor” teriak henzi membuat semua orang terkejut bahkan suami pasien terdiam dan terduduk di kursi mendengar ucapa henzi


“Aku tidak ingin mereka menganggap istriku menjijikan” ucap suami pasien sambil menangis


Henzi paham bagaimana terlukanya hati seorang suami jika istrinya di anggap berpenyakit dan menjijikan namun henzi juga tidak ingin gira terkena penyakit yang menular, lalu henzi menatap gira sangat dalam khawatir itulah yang di rasakan oleh henzi saat ini, namun henzi tidak bisa melarang gira karna itu adalah tugas gira


“Kami akan melakukan yang terbaik untuk pasien dan bayinya” ucap henzi lalu kembali menatap gira yang sendari tadi menatap henzi


Terkejut, khawatir, berdebar, bahkan bagian saat ini yang di rasakan oleh gira saat melihat henzi betapa mengkhawatirkan dirinya


“Doc” panggil gira lirih saat henzi menggenggam tangan gira


“Masuk lah, dan percayalah apa pun itu aku akan selalu bersama kamu jangan pernah takut dan ragu” ujar henzi lagi mengarahkan pandangannya ka ruangan operasi


“Eum baaik lah” ujar gira lalu masuk ke dalam ruangan operasi


Henzi lalu pergi meninggalkan ruangan operasi dan di ikuti oleh beberapa doctor lainnya termasuk doctor Stefan karna bagaimana pun henzi sudah menjadi direktur di rumah sakit itu, menggantikan papanya Stefan yang sudah pindah ke rumah sakit lain…


Saat gira keluar dari ruangan operasi henzi sudah tidak lagi di situ, sedih itulah yang di rasakan oleh gira karna tidak menemukan sosok henzi di luar ruangan…


“Hallo istri doctor henzi” ujar Stefan yang duduk di depan gira


“Diam aku sedang tidak ingin bencanda doctor Stefan” ujar gira menatap Stefan tajam


“Kemana via aku tidak melihatnya hari ini” Tanya Stefan pada gira dengan wajah yang imut


“Via cuti katanya ada hal yang harus di selelsaikan” jelas gira sambil meminum coffe nya


“Aku pernasaran” jawab Stefan asal


“Berhenti penasaran lebih baik doctor Stefan melihat keadaan pasien itu lebih bagus” jawab gira lalu bangun dari duduknya


“Aku tidak tau jika kamu istri doctor henzi” ucap Stefan menatap tajam gira


“Siapa bilang” Tanya gira cepat


“Doctor henzi sendiri yang bilang jika doctor gir adalah istri nya lalu bukankah kamu istri direktur saat ini” jelas Stefan sambilm mengikuti langkah kaki gira


“Kenapa kamu berhenti” Tanya Stefan lalu Stefan melihat kemana arah mata gira tertuju


(kenapa doctor henzi kembali lagi kemari, bukannya doctor henzi ada di paris, dan bagaimana bisa doctor henzi tau jika aku ada di rumah sakit ini, apa doctor henzi masih mencintai ku, gila ini gila apa yang aku pikirkan jelas doctor henzi khawatir aku seorang doctor bagaimana jika aku sakit itu bisa lebih merepotkan, dan ingat gira jika doctor henzi sudah punya istri dan anak) batin gira pada dirinya sendiri


“Katanya bukan tunangan lalu kenapa kamu terdiam saat melihat doctor henzi lewat” ucap Stefan membuat gira terkejut dari lamunannya


“Aku hanya lupa jika harus menelpon via” ucap gira lalu pergi meninggalkan stefan


🌿🌿🌿


``Kamu dimana vii`` Tanya gira saat dirinya sudah ingin tidur


``Aku tidak bisa pulang maaf, aku bermalam dirumah teman`` ujar via merasa bersalah karna harus bebohong pada gira


``Teman???`` Tanya gira penasaran


``Teman saat aku di Poland`` jelas via


``Baik lah kapan kamu akan pulang``


``Besok pagi, mari lunch bersama di rumah sakit``


``Baik lah good night``


``Good ningt``


“Kenapa kakak senyum ada yang lucu” ucap via tajam pada berend yang tidur di sampingnya


“Kamu sangat imut jika marah marah” ujar berend lalu memeluk pinggang via dan menenggelamkan wajahnya pada peut via membuat via merasa geli dan panas


‘Kak berhenti bertingkah seperti anak kecil” ujar via berusaha melepaskan pelukan itu “Kak via geli” sambung via namun tak di hiraukan oleh beren


Kini berend bangun dan duduk setengat tidur menarik via hingga via jatuh ke pelukannya, berend menarik tangan via lalu meletakannya di pinggang berend tangan kiri berend yang menelus rambut halus milik via dan tangan kanan berend melingkar sempurna di pinggang ramping milik via kini keduanya terdiam cukup lama menikmati setiap detik yang berjalan…


“Viii” panggil berend lirih “Kamu tau bagaimana perasaan kakak hancur saat kamu pergi bahkan kakak lebih hancur lagi saat tau jika kamu sudah menikah di Poland” ujar berend lirih…


Masih teriingat jelas di pikiran berend bangaimana terlukanya berend saat itu saat via pergi darinya, sseolah semuanya hancur


“Kakak tau kakak terlambat menyadari cinta kakak, kakak juga saat itu tidak berfikir jika kamu akan menghilang dalam hitungan detik, meskipun begitu kakak berfikir jika kakak akan menemukan kamu dengan mudah, namun ternyata itu tidak semudah yang kakak pikir, hingga saat itu kakak sudah sangat lelah mencari kamu vii, kakak hampir saja putus asa, hingga salah satu teman kakak berhasih menemukan kamu, awalnya kakak bahagian namun saat kakak tau jika kamu bersama dengan laki laki membuat hati kakak sangat hancur” jelas berend dengan susah payah

__ADS_1


“Bagaimana bisa kakak percaya jika kak vino adalah suami via” ujar via tersenyum


“Wajar saja kakak tau kak vino dulu sempat suka sama kamu” ucap berend dengan nada kesal


“Kak vino hanya jaga via” jelas via lalu memeluk berend lebih erat membuat berend tersenyum dan mencium dahi via


“Kak” panggil via


“Iya sayang” jawab berend


“Via masih tidak percaya jika kakak ada di dekat via saat ini, via juga sempat berfikir jika kakak akan menjadi pria yang harus via jumpai sebagai suami sahabat via” jelas via lirih


“Lalu jika itu terjadi apa yang akan kamu lakukan” Tanya berend iseng pada via


“Apa maksud kakak, apa kakak berniat menikahi gira” Tanya via lalu bangun dari tidrunya melihat itu berend tersenyum simpul melihat betapa khawatirnya via


“Tidak” jawab berend cepat lalu berend kembali menarik tangan via hingga via jatuh kembali ke dalam pelukanya “Itu tidak akan pernah terjadi vii, kamu tau jika kakak sangat mencintai kaamu” ucap berend lalu kembali mencium bibir via hanya ciuman singkat


Mendengar kata cinta yang di ucapkan oleh berend membuat via sangat bahagian bagaimana tidak penantiannya selama ini tidak sia sia, belasan pria yang via tolak hanya untuk berend akhirnya kata cinta itu keluar dari mulut berend membuat via sangat bahagia


Via memeluk berend dengan erat seolah khawatir jika berend hilang dari dirinya, berend bahagia mendapat pelukan erat dari via, kini via dan berend pun tertidur dengan berpelukan dan ciuman hangat di dahi via membuat mimpi indah terikat oleh keduannya….


🌿🌿🌿


“Pagi doc” sapa perawat itu saat gira berjalan melewati beberapa perawat itu


“Pagi” sapa gira ramah


“Kalian sudah mendengar tentang doctor henzi” ucap salah satu perawat membuat gira menghentikan langkah kakinya


“Tentang apa???”


“Doctor henzi sepertinya sakit, aku dengar doctor henzi tidak masuk hari ini”


“Benarkah kasian doctor henzi”


“Kenapa??”


“Bukanya doctor henzi tinggal sendiri, bagaimana bisa dia melakukan semuanya saat dirinya sedang sakit”


(sendiri bukanya doctor henzi punya istri) batin gira lalu gira kembali ke meja perawat itu


“maaf aku mau Tanya bagaimana bisa doctor henzi sendiri bukanya doctor henzi sudah menikah” Tanya gira pada salah satu perawat itu


“Maaf doc, tapi doctor henzi belum menikah” jawab salah satu perawat itu membuat gira terdiam


“Namun bukanya 2 tahun yang lalu doctor henzi ingin menikah dengan seorang model” Tanya gira lirih pada dirinya sendiri namun bisa di dengar oleh perawat itu


“Tidak jadi doc, karna kekasih doctor henzi hamil dengan pria lain”


“Apa!!!” ucap gira terkejut mendengar semua berita ini gira benar benar terkejut


“Baiklah terimakasih” ujar gira lalu pergi keluar rumah sakit


Mobil gira melaju cepat meninggalkan rumah sakit…


Bederinggg….


``Hallo girr ada apa, apa via baik baik saja`` Tanya vino khawatir


``Gira ingin doc vino jelasin semuanya tentang doctor henzi``


``Apa maksud kamu giir``


``Semuanya yang terjadi 2 tahun yang lalu``


``Giirr``


``Doc tolong lah gira ingin tau apa yang terjadi 2 tahun yang lalu`` ujar gira sambil matanya focus pada kenderaan yanga da di depanya


``Lebih baik kamu Tanya pada henzi gii``


``Gira ingin dengar dari doctor vino baiklah jika doctor vino tidak bicara biar gira Tanya kakak berend`` ucap gira dengan sedikit berteriak membuat vino khawatir


``baik lah tapi jangan bilang pada henzi``


``Iya``


``Sebaiknya kamu berhentikan mobil dulu, aku tidak ingin kamu kenapa kenapa`` ujar vino langsung di lakukan oleh gira


``Seminggu sebelum kamu pergi henzi meminta agnes untuk meninggalkannya namun agnes tidak tidak mau, lalu beberapa hari kemudian agnes datang ke rumah sakit dan bilang jika dia hamil anak henzi, henzi terdiam dan tidak percaya pada ucapan anges namun agnes mengacam henzi jika dia tidak mau tanggu jawab makan dia akan hancurkan kamu girr, henzi tidak punya pilihan lain selain mundur dan pergi ke paris bersama agnes, henzi berusahan mencari tau siapa anak yang ada di dalam kandungan agnes, karna henzi tau betul jika dirinya tidak pernah melakukan hal itu bersama agnes, dan akhirnya henzi bertemu dengan laki laki itu dan saat henzi sudah bertemu dengan mantan kekasih agnes kamu malah meniggalkan henzi`` jelas vino singkat


``Pernikahan mereka batal dan henzi juga berusaha menjadi direktur sesuai yang kamu tuliskan di surat, bahwa suatu hari natin kamu akan bertemu dnegan nya meskipun sebagai atasan dan bawahan henzi ingin kamu bangga melihat dirinya sudah sukses, Henzi sudah berusahan mencari tau keberadaan kamu namun sayang berend benar benar pintar dalam hal itu``


Gira lalu memetikan panggilannya dan melajukan mobilnya dnegan sangat cepat menuju rumah henzi,,


Saat gira sudah sampai di rumah henzi gira menghapus air matanya yang sudah mengalir deras akibat cerita vino…

__ADS_1


“Gira apa yang kamu lakukan di sini??” Tanya henzi dengan wajah yang pucat tidak tinggal diam gira langsung berlari memeluk henziii….


Maaf saja tidak cukup untuk apa yang di lakukan oleh gira pada henziiii


__ADS_2