My Little Wife (My Doctor)

My Little Wife (My Doctor)
Rahasi Yang Tertanam


__ADS_3

Flashback on


1 bulan yang lalu


Ruangan rapat sedang berkumpul beberapa doctor senior, mereka termasuk henzi, vino, stefan dan juga beberapa senior lainya di bedah thorax dan juga spesialias neurologi…


“Sangat minim kemungkinan doctor via akan sadar kembali, bahkan tidak ada kemungkinan 10% pun, kita tidak bisa menyerah di situ saja, ingat setia nyawa pasien sangat berharga, bahkan jika kemungkinan 1% pun kita tetap harus berjuang” ujar prof luxnie


“Benda tajam yang mengenai kepala doctor via sangat runcing mungkin itu alasan robekan di kepala doctor via sangat dalam”


“Tidak hanya itu benturan yang keras di dada doctor via juga menjadi alasan yang fatal untuk pemulihanya”


“Meskipun doctor Stefan sudah menanganing dengan baik namun tetap saja hal itu tidak bisa di anggap remeh”


“Prof tidak ada solusi lain, aku akan membawa via ke rumah sakit yang lebih besar, aku tidak mungkin diam saja saat adikku sekarat disini” ujar vino


“Doctor vino permasalahnya bukan di rumah sakit, jika perlu kita akan memanggil seluruh doctor thorax dan neurologi yang terbaik untuk ke rumah sakit ini agar bisa menangani doctor via, tapi bukan itu masalahnya”


“Masalahnya di jantung, doctor sendiri melihat bagaimana kondisi jantung di dalam tubuh via saat di ruangan operasi, akibat benturan yang keras mengakibatkan bengkak yang begitu besar”


“Tidak ada yang yang tau jika via sampai mengalami luka di bagian jantungnya, karna tidak ada yang memperhatikan lembam yang ada di perutnya”


“Semua orang hanya focus pada benturan yang ada di kelapa doctor via, bahkan sampai perawat pun tidak tau ada lembam di dada doctor via kita semua hanya focus pada pendaran di kepalanya” ujar prof luxnie


“Saya benar benar minta maaf” ujar doctor barat


“Doctor tidak perlu minta maaf, kami berterima kasih sudah menolong via kami” ujar henzi


“Doctor vino kami tau ini berat untuk doctor, begitupun dengan kami, doctor via juga sudah menjadi bagian dari rumah sakit ini sejak lama, tidak mungkin dari kami yang ingin hal ini terjadi”


“Bukan saya tidak membiarkan doctor membawa doctor via ke luar dari rumah sakit ini hanya saja bagi saya rumah sakit ini adalah yang terbaik, dan jika terjadi apa apa dengan doctor via kita sendiri yang akan turun tangan, tidak perlu membiarkan orang lain merawat doctor kita” ujar prof luxnie


“Kami disini akan selalu siap untuk merawat doctor via, karna dia bagian dari kita, akan sangat berat bagi kami untuk melepaskan doctor via keluar dari pengawasan kami doc, benar seperti kata prof jika doctor via membutuhkan doctor yang hebat kita akan memanggilnya kemari” ujar salah satu doctor bedah thorax


Henzi menepuk pundak vino,mengiyakan ucapan salah satu rekanya…


“Kita semua disini meyayangi doctor via, tidak mudah bagi kami untuk melepaskan doctor via untuk di jaga oleh doctor lain, kita akan menjaga doctor via dengan baik, jika salah satu rumah sakit luar memiliki solusi untuk kesembuhan doctor via, kita sendiri yang akan memanggil doctor dari rumah sakit tersebut untuk kemari doctor tidak perlu khawatir” ujar stefan


Sesaat kemudian semua orang tediam, hanya suara layar computer yang menampilkan proses di ruangan operasi saat operasi via sedang berjalan….


“Saat ini Lakukan pemeriksaan untuk 3 kali 24 jam agar kita tau perkembangan doctor via”


“Untuk sementara ini saya dan doctor stefan akan mengambil alih untuk pemeriksaan doctor via” ujar prof luxnie


“Jangan saling menyalahkan, kita semua lalai dalam hal ini, jadi lakukan yang terbaik selama via dalam masa perawatan, kita semua tau doctor via wanita yang kuat, dan pastinya doctor via bisa melewati ini semua, saya akan ke ruangan doctor via, beritahukan keamanan jangan biarkan orang yang tidak di kenal mendekat ke kamar inap doctor via ” ujar prof luxnie


“Baik prof” ucap hampir setiap orang di dalam ruangan rapat


Setelah rapat selesai, doctor barat membuat jadwal agar para doctor bedah memeriksa keadaan via secara bergiliran...


Setelah stefan memeriksa keadaan via dengan prof luxnie, stefan meminta izin agar dirinya lebih fokus pada via dan untuk doctor lain tidak masuk campur, karna stefan tidak akan membiarkan doctor lain untuk menyentuh pasienya kali ini dirinya tidak ingin membuat kesalah untuk kedua kalinya hingga nyawa via jadi terancam..


“Baik saya akan tanyakan pada doctor henzi dan juga doctor vino, jika mereka setuju saya juga setuju, karna vino ddan henzi keluarga via”


“Baik prof terima kasih” .......


🌿🌿🌿


“Bagaimana kita memberitahukan keadaan ini pada gira dan berend” tanya henzi


“Aku tidak tau” ujar vino yang menatap via dari luar ruangan


Ruangan kaca ini memperlihatkan begitu jelas, via yang tertidur lemas, dengan semua alat yang di pasang di tubuhnya, dengan berbagai cairan yang masuk ke dalam tubuhnya, pemandangan gira yang menangis di samping kanan dan berend yang memegang tangan via dengan erat di samping kiri, membuat henzi dan vino menarik nafas dalam..


Bahkan mereka tidak sanggup memberitahukan kebenaran yang sebenarnya tentang keadaan via..


“Aku tidak bisa” ujar henzi menatap gira


“Aku juga tidak bisa, ini terlalu menyakitkan untuk mereka, harusnya kamu bilang sama gira, kamu kan suaminya” sambung vino


“Tidak aku tidak berani,.... Harus kah kita merahasikan ini dari mereka, melihat mereka saya sudah membuat aku takut” ujar henzi lirih


“Aku___”

__ADS_1


Flashback off


“Kak vino” teriakan gira membuat vino tebangun dari lamunannya


“kalian kamu sudah sampai” tanya vino menatap henzi dan gira


“eum bagaimana keadaan via kak” tanya gira khawatir


“via sudah sadar, mari kita keruanganya” ajak vino


gira langsung bersemangat berjalan ke arah lift untuk menuju ruangan via jantungnya terus berdeguk kencang


gira membuka pintu ruangan via, gira melihat berend yang duduk di dekat via dan melihat via yang sudah sadar….


Gira berjalan perlahan ke arah ranjang via, melihat gira yang mendekat berend mundur dari tempatnya agar memberikan akses yang luas untuk gira dan juga via,,,


Hanya dengan melihat via sudah membuka matanya itu sudah lebih dari cukup untuk via, meskipun Stefan bilang jika mungkin kemungkinan sangat sedikit untuk via kembali normal namun gira sudah sangat bahagia


“Huff….” Gira menarik nafas dalam dalam dirinya tidak bisa bicara saat ini


Gira hanya bisa menangis, air matanya terus berjatuhan. Gira menangis sangat keras, sama halnya dengan gira, via juga ikut menangis, hal yang menyakitkan bagi via adalah dirinya hanya bisa menangis tanpa bisa menyentuh gira untuk menenangkannya


“Vi ahh aku sangat membenci kamu” ujar gira menarik nafasnya dengan tangis yang sudah pecah


Tangisan gira pecah ditubuh via, dirinya menangis bahkan satu katapun tidak bisa gira keluarkan, dirinya benar benar bahagia akhirnya sahabatnya kembali sadar setelah beberapa minggu


“Kamu benar benar jahat vi, kenapa kamu tidur terlalu lama, kamu membuat aku khawatir setengah mati” ujar gira yang kini sudah duduk dan menatap via


“Aku membenci mu”


“Kamu tau aku sangat khawatir, aku benar benar takut kamu akan ninggalin aku” ujar gira tangisnya kembali pecah saat melihat via juga ikut menangis


“Kenapa kamu menangis” ujar gira yang bangun menghaps air mata via


“Meskipun aku membenci mu tapi aku benar benar bahagia, terima kasih vi kamu sudah sadar, aku benar benar minta maaf” ujar gira memeluk sahabatnya


Ketiga pria yang di belakang gira juga ikut terharu melihat mereka, nessa yang mendapat kabar dari henzi langsung segera ke rumah sakit


“Vi terima kasih kamu sudah mau kembali bersama kami, maafkan aku gara gara aku kamu terluka”


“Kenapa kamu tersenyum” tanya gira ketus dalam tangisnya


Mendengar gira yang bicara keras membuat via kembali tersenyum, dan juga ketiga pria tersebut ikut tertawa


“Aku baik baik saja gir” ujar via lirih


“Bagaimana kamu baik baik saja kamu tidur di rumah skait 1 bulan lebih, kamu masih bilang kamu baik baik saja, kamu gila” ujar gira kembali bersuara tinggi


“Bayi kamu gir” tanya via saat sadar melihat perut gira yang sudah ramping


“Kamu baik baik saja” tanya via kembali, kejadian kecelakaan itu terlintas di benaknya


“Berhenti mengkhawatirkan orang lain via, kamu enggak liat saat ini alat ini semua terpasang di tubuh kamu” ujar gira


saat melihat tangan via yang tertusuk jarum dan juga tubuhnya di penuhi dengan alat alat rumah sakit


“bayi kamu baik baik saja” tanya via lagi lirih, meskipun dirinya masih susah berbicara karna ventilator yang terpasang


“Berhenti mengkhawatirkan orang lain saat ini kamu yang utama” ujar nessa cepat dan berjalan ke arah via


“Mama senang kamu sudah sadar sayang” ujar nessa memeluk putrinya


“Kamu tau kami semua sangat khawatir saat kamu tidak sadarkan diri. Semua orang sangat khawatir, kami benar benar khawatir sayang”


Saat melihat Via menarik nafas dengan susah membuat gira dan nessa khawatir


“Vi kamu baik baik saja” tanya gira saat melihat via susah bernafas


Vino dan henzi langsung mengambil alih memeriksa via..


“Baby beri via waktu istirahat” ujar henzi memegang bahu gira


“Tapi via baik baik saja” tanya via pada vino yang sedang memeriksa keadaan via

__ADS_1


“Mari kita tunggu di luar”


Setelah semuanya keluar henzi mendekat ke arah vino


“Bagaimana keadaannya”


“Semuaya baik sepertinya via masih terlalu lelah, tekanan darahnya juga menurun” ujar vino yang di ikuti oleh henzi melihat tensinya via


“Kamu sudah hubungi stefan” tanya vino


“Sudah”


“Bagaimana keadaannya” tanya stefan yang baru saja sampai di ruangan via


“Tensinya menurun” ujar vino


“Baiklah via masih harus banyak istirahat, jika via sudah membaik besok kita akan pindahkan via keruangan inap, untuk hari ini tolong jangan ganggu istirahat via” ujar stefan sambil memasukan cairan dari spet kedalam infus via


“Baik lah yang penting via sudah sadar” ujar henzi menepuk pundak vino


“Vi, kamu harus istirahat yang cukup, karna saat ini kondisi kamu masih sangat lemah” ujar stefan


Via hanya tersenyum


Stefan melihat ke arah vino dan henzi, henzi tau segera keluar


“Istirahat yang cukup vi, jika kamu ingin melihat keponakan kamu yang sangat mirip dengan kamu, baby girls” ujar henzi tersenyum, via juga ikut tersenyum


“Vi kakak tunggu di ruangan, jadi istirahatlah, kakak bahagia akhirnya kamu sadar sayang” ujar vino mencium dahi via


Stefan mempersilahkan semuanya keluar dan di luar gira sedang menunggu keputusan dari stefan tentang keadaan via


“Bagaimana keadaan via doc” tanya gira cepat saat melihat stefan keluar dari ruangan via


“Tensi via sangat menurun, namun kami sudah menambah penambah darah di dalam infus via, jadi saat ini via hanya butuh istirahat, kalian bisa kembali melihat via besok karna untuk hari ini via harus istirahat total, jadi jika besok keadaan via sudah membaik kami akan memindahkan via ke ruangan inap” ujar stefan lalu pergi


“Kamu juga harus istirahat, pulang lah dan kembali besok, aku khawatir via terkejut melihat muka kamu seperti panda” ujar stefan pada berend


Meskipun berend istirahat namun berend tidak benar benar tertidur nyenyak


“Aku kan istirahat disini” ujar berend pada stefan


“Tidak pulang lah”


“Aku tidak akan membiarkan via sendirian, aku juga tidak akan bisa tidur kak.. Aku khawatir sekali”


“Malam ini aku akan nginap di sini dan vino juga akan ikut shiff malam, kamu tidak perlu khawatir, pulang lah via akan merasa bersalah jika melihat penampilan kamu seperti ini karna menjaganya”ujar stefan menepuk punda berend


“Apa yang di katakana stefan benar, pulanglah kakak akan menjaga via malam ini, kamu tidak perlu khawatir via akan baik baik saja” ujar vino


“Baiklah kak, tolong kabarin aku jika ada kendala dengan keadaan via” ujar berend khawatir


Jujur saja dirinya tidak ingin pulang, namun apa yang di kata Stefan benar drinya tidak ingin via terkejut melihat mata dan mukanya yang kusut


“Kalau begitu aku permisi, kamu juga harus pulang gira” ujar stefan sebelum meninggalakn semua orang


“Apa via akan baik baik saja, aku khawatir sekaligus bahagia” tanya gira khawatir


“Tentu sayang, kita doakan semoga keadaan via semakin membaik kedepannya” ujar nessa


“Baby pulanglah dengan mama, aku harus memeriksa beberapa pasien”ujar henzi mencium kening gira


“Baiklah”


Vino dan henzi langsung menuju ke ruangan masing masing…


Sedangkan nessa dan gira menuju ke kantin untuk membeli coffe, tidak dengan berend, berend langsung menelpon sendi untuk menjemputnya,,,


Selama sebulan ini berend tidak pernah menyetir mobil bahkan dirinya tidak tau mobilnya ada di mana saat ini terakhir kali mobilnya di tinggalkan di parkiran café saat metting dan dirinya pulang dengan sendi..


Setelah sampai di rumah berend merebahkan dirinya di kasur, sambil mengacak ponselnya melihat gambar via yang ada di ponselnya, gambar terakhir via sebelum via mengalami kecelakaan…


Via yang tersenyum lebar dengan memperlihatkan giginya yang putih dan bersih,,,

__ADS_1


Berend menangis setelah sekian lama akhirnya vianya kembali sadar…


“Via kamu bernar benar membuat aku hampir gilaa” ujar berend pada wajah via yang ada di ponselnya..


__ADS_2