My Little Wife (My Doctor)

My Little Wife (My Doctor)
Ketahuan


__ADS_3

“Doctor henzi menelpon ku”


“Apa!!!” ujar gira terkejut


“Aku angkat ya” Tanya via


“Iya” jawab gira sambil mendekatkan dirinya pada via, saat via menggankat telponnya kini gira juga ikut mendekatkat telingnya di dekat teinga via


“Hay doc ada apa” Tanya via


“Via boleh aku minta tolong pada mu”


Tidak menjawabnya kini via melihat ke arah gira, gira hanya mengangguk kepalanya


“Boleh doc” jawab via setelah mendapat persetujuan dari gira


“Tolong izinkan gira tidur di rumah mu malam karna aku tidak bisa pulang ke rumah” ujar henzi


“Ah soal itu doctor tidak perlu khawatir gira pasti akan tidur di sini dengan ku” ujar via


lalu gira meminta ponsel gira karna ingin bicara dengan henzi


“terima kasih via” ujar henzi


“tidak masalah tapi doctor harus meberikan aku hadiah” ujar gira


seketika mendengar suara gira henzi sangat bahagia


“kamu belum tidur”


“belum, doctor tidak istirahat”


“tidak mereka masih bermain game”


“doctor tidak ikutan”


“ada hanya saja aku sedang memikirkan seseorang, dan sedikit khawatir jika orang itu tidak bisa tidur tanpa diriku” ujar henzi sambil tersenyum


“benarkah doctor mengkhawatirkan diriku”


“aku tidak bilang kamu” jawab henzi cepat


“lalu siapa lagi jika bukan diriku”


“hanya seseorang yang keras kepala”


“aku, kapan???” ucap gira


“kamu, selalu” jawab henzi cepat


“aku, aku hanya gira yang imut dan cantik itulah diriku” jawab gira tersenyum


“tambahan kamu sangat keras kepala”


“tidak”


“Iya”


“Lalu apa jika aku keras kepala apa doctor akan membuang aku” Tanya gira kesal


“Tidak aku tidak akan membuag kamu, siapa bilang” jawab henzi


“Benarkah”


“Eum”


(Sangat banyak mengantri di belakang ku kamu tidak tau gira) batin henzi


Tiba tiba ponsel gira berbunyi, via terkejut melihat nama yang tertera di panggilan Masuk ponsel gira


“Gir” panggil via saat melihat gira yang tersenyum mendengar ucapan henzi


“Ada apa” Tanya gira


Tiidak menjawab via hanya memegang ponsel gira yang berbunyi tersebut, seketika gira terdiam


“Gira kamu akan pulang besok bukan, aku sangat merindukanmu” ujar henzi


Tidak ada jawaban dari gira


“Gira” panggil henzi


“Ah ada apa doc” Tanya gira gugup melihat siapa yang menelponnya


“Kamu akan pulang besok bukan”


“Eum gira akan pulang besok” ucap gira

__ADS_1


“sepertinya gira harus istrirahat gira tutup” sambung gira


“Baik lah miss you” ucap henzi


Tidak menjawab gira langsung menutup ponselnya


“di mana ponselmu”tanya via


“ini” jawab gira sambil menunjukan ponselnya


“kamu matikan”


“tidak ”


“lalu ”


“mode pesawat”


“jadi ini bagaimana”


“jawab saja”


“Kamu akan menjawab panggilan ini”tanya via


“Tidak aku tidak sanggup”


“Lalu bagaimana”


“Entah lah”


“Biar aku yang jawab” tawar via pada gira


“Kamu serius”


“Iya kamu tenang saja”


lalu via pun menjawab telpon yang ada di panggilan masuk gira


“Malam kak” sapa via


“Malam, dimana gira” Tanya seseorang


“Gira sedang tidak sehat, sekarang sedang istirahat, haruskah aku membangunkan nya” Tanya via pada berend


“Tidak biarkan gira istirahat”


“Aku baik, bagaimana kabar mu??”tanya berend


“Baik juga” ujar via


“Baik via, kakak tutup ya”


“Iya kak, nanti aku kasih tau gira, kakak menghubunginya”


“Iya” jawab berend


Setelah mematikan ponsel tersebut kini via melihat gira, gira terlihat gelisah


“Apa yang akan kamu lakukan sekrang”


“Aku tidak tau vi bagaimana ini” Tanya gira khawatir


“Sepertinya kamu harus jujur pada kak berend tentang keadaan kamu sekarang”


“Haruskah”


“Kamu ingin kak berend tau dari orang lain”


“Tidak aku tidak ingin itu terjadi”


“Jika kamu tidak ingin kamu harus bicara dengan kak berend”


“Kamu akan menemani aku” Tanya gira


“Tentu sayang” jawab via sambil memeluk gira


“Terima kasih” ucap gira


Setelah berpelukan gira lebih tenang


🌿🌿🌿


“Kamu sudah menghubungi wanita mu” Tanya vino pada berend


“Sudah, namun dia sedang kurang sehat” jawab berend pada vino dan henzi


“Kamu baik baik saja” Tanya henzi

__ADS_1


“Aku baik” jawab berend


“Mari kita istirahat” ujar vino


“Aku lupa memberitahu kamu bahwa kakak ipar mu tidak bisa jumpa dalam minggu ini” ucap henzi


“Kenapa” Tanya vino


“Dia berencana akan ke singapura ada acara program dari universitasnya”


“Tidak masalah aku juga tidak pergi lagi” ujar berend


“Boleh aku ikut mengantar gira” Tanya vino


“Tidak”


“Kamu sangat pelit”


“Dia istri ku” ujar henzi tegas


“Tapi di kakak ipar ku” ujar vino


“Kakak ipar, aku suaminya”


“Kamu benar benar posesif sekali” ujar vino


🌿🌿🌿


setelah selesai di rumah sakit kini henzi langsung pulang dengan cepat karna hari ini henzi harus mengantar gira ke bandara


sesampainya di rumah henzi masuk ke kamarnya melihat gira yang sedang berkemas kemas untuk berangkat ke bandara


“kamu sudah mau pergi” ucap henzi sambil memeluk pinggang gira


“iya aku harus pergi” jawab gira dan kini sudah membalikkan badannya agar berhadapan dengan henzi


dengan cepat gira langsung memeluk henzi, tidak mau kalah henzi juga mempererat pelukannya pada gira


“gira juga tidak pergi”


“benarkah, haruskah aku meminta kamu tidak usah ke sana pada doctor Guntur”


“tidak perlu”


“kenapa bukannya kamu tidak ingin iku”


“iya tapi aku tidak ingin doctor meminta pada doctor Guntur, gira takut nanti hubungan kita ketahuan, aku juga tidak ingin doctor Guntur menganggap doctor tidak bertanggung jawab” ujar gira


“baik lah kalau begitu”


“bisa kah gira tidur sebentar di pelukan doctor” Tanya gira yang menenggelamkan wajahnya pada dada henzi


henzi hanya tersenyum mendengar permintaaan gira tidak menjawab pertanya gira henzi hanya melihat jam tangannya sudah menunjukan pukul 13:30


henzi menarik tangan gira menuju kasurnya menidurkan gira dan menjadikan tagannya untuk bantal gira tidur dan tangan kana henzi memeluk pinggang ramping milik gira


“kamu bisa tidur sepuas mu, ini masih siang” ujar henzi sambil memeluk gira


Benar kah, gira ingin tidur begini selamanya bersama doctor henzi, bisa kah keinginan gira terpenuhi” ucap gira


Namun tidak ada jawaban dari henzi


“Tentu saja bisa”


“Benarkah”


“Tentu” jawab henzi sambil memeluk gira dan juga mencium dahi gira


Henzi terbangun dari tidurnya dan langsung melihat jam yang ada di dekat meja tidurnya, jam sudah menunjukan 15:24 henzi langsung melihat gira yang masih tertidur sambil mencium pipi kanan dan pipi kiri gira


Tidak tega membangunkan gira, henzi mencium dahi gira dan turun dari kasurnya dan membereskan koper gira yang tadinya tidak selesai di kemas karna langsung dipeluk oleh henzi


Setelah selesai membereskan coper kini henzi mengangkat koper gira dengan pelan pelan agar gira tidak bangun dari tidurnya


Setelah semuanya selesai memasukan koper ke dalam mobilnya kini henzi


membangunkan gira saat henzi mamasuki kamarnya melihat gira yang tertitur pulas kini henzi naik dan mencium gira di dahinya lalu beralih ke mata gira, saat itu pun ada pengerakan dari gira


“Euuummh” ucap gira yang masih setengah sadar


“gira sayang” panggil henzi sambil mencium bibir gira


Henzi mencium gira sedikit menghisap seperti lolipo tidak berhenti di situ henzi juga mengecup sedikit bibir bawah gira


“Eeeumhh doc” panggil gira


“aku ketahuan” jawab henzi sambil tersenyum

__ADS_1


__ADS_2