My Little Wife (My Doctor)

My Little Wife (My Doctor)
Gila


__ADS_3

Gira melepaskan genggaman dari tangan doctro henzi, gira langsung melanjutkan perjalanan nya meninggalkan henzi yang terdiam


Saat sampai di kamar jaga


“kenapa kamu tolak doctor henzi” Tanya via


“Enggak aku enggak tolak” jawab gira bahagia


“Kamu bahagia bisa buat doctor henzi dalam keadaan seperti itu”


“Enggak juga, aku justru bahagia doctor henzi memakai pakaian yang sudah aku siapkan, meskipun sesikit berdebat”ucah gira tersenyum


“ baik lah kalau begitu doctor Amelia giralia bisakah kita pergi sekarang”tanya via sambil melihat sahabatnya tersenyum setelah tadi bersedih


“Bisa doctor savia alinda ayo” jawab gira sambil memeggang tangan via


Seperti biasanya gira dan via melalukan visit bersama doctor senior


🌿🌿🌿


setelah jam piket gira dan via selesai gira memutuskan untuk pulang ke rumah neneknya tanpa peduli dengan doctor henzi lagi pula gira tidak tau jam berapa doctor henzi selesai siffnya


“kamu pulang ke rumah nenek” Tanya via penasaran


“Iya” jawab gira sambil memeggan tangan via


“Karna alasan tadi pagi” Tanya via


“Tidak, aku sudah berjanji akan tidur di rumah nenek malam ini, dan besok malam aku akan tidur di rumah neneknya doctor henzi” jawab gira menjelaskan pada via


“Gimana dengan doctor henzi”


“Entah lah aku tidak tau dan tidak ingin tau, ayo kita pulang aku ingin makan malam dengan nenek” ajak gira pada via


Saat gira ingin masuk ke dalam mobilnya tiba tiba hand phone gira berbunyi dan gira pun berhenti


“kenapa” Tanya via


tanpa gira jawab namun gira memperlihatkan ponselnya pada via


“kamu masuk duluan aja aku jawab telpon dulu” ucap gira sambil menujunjukan ponselnya pada via


“iya”



“hallo, ada apa??” Tanya gira pada seseorang yang menelponnya



“kamu dimana”



“di parkiran rumah sakit” jawab gira



“tunggu di sana kita akan pulang bersama” tegas seseorang yang bukan lain adalah suaminya gira



(apa apa ini, dia meminta ku atau memerintah ku) batin gira kesal dengan nada bicara doctor henzi



“tidak, aku kan pulang bersama via” jawab gira



“kenapa kamu sangat keras kepala, aku bilang tunggu berarti kamu harus tunggu”


Jawab henzi lebih tegas



(Dia pikir dia siapa menyuruhku seperti itu) batin gira



“aku bilang aku kan pulang sama via, via juga sudah ada di dalam mobil, apa hak doctor menyuruh ku” jawab gira kesal


__ADS_1


"Aku ini suami kamu, aku berhak” jawab henzi sidikit berteriak



(astaga!!! aku lupa dia suami ku, bagaimana ini???) batin gira



“Kenapa kamu dia” Tanya doctor henzi



“Enggak aku enggak diam, Cuma sedang berfikir saja” jawab gira tidak mau mengalah



“Lagian ini rumah sakit doctor henzi, status kita tidak berlaku di sini, di rumah sakit kita hanya lah guru dan murid itu lah yang doctor henzi katakan” sambung gira lagi sambil tersenyum



“Tidak peduli itu aku ingin kamu pulang bersama ku” tegas henzi



(Enak saja dia yang buat perjanjian dia yang melanggarnya) batin gira kesal



“Aku bilang tidak”



“apa kamu tidak punya teliga aku bilang tunggu di situ kita akan pulang bersama, aku tidak mau nenek curiga”



“doctor tenang saja aku bisa mengatasi keadaan ini, aku bisa bilang pada nenek bahwa doctor ada pasien, aku tutup” gira pun menutup telponnya dan langsung masuk ke dalam mobil



“ayok jalan” ucap gira pada via yang duduk di kursi pengemudi



🌿🌿🌿



“kamu sih suka cari gara gara jadinya marah kan dia, henzi kamu harus tau kalau istri udah marah akan sangat sulit untuk membujuknya, percaya lah” jelas vino sambil bermain ponselnya



“kamu harus bantu aku vin” ucap henzi pada vino yang sedang jalan berdampingan dengan henzi



“Apa” Tanya vino sambil memaikan ponselnya



“Kamu pulang bareng aku”



“Kenapa harus aku. Tidak aku ingin per\_\_” jawaban vino terhentikan



“kamu bisa satu mobil dengan via”



“aku setuju. Kamu ingin aku bantu apa brother” jawab vino cepat, jujur saja sidikit sulit bagi vino untuk dekat dengan sahabatnya gira



“ayok cepat” ajak henzi



Sesampai nya di mobil henzi langsung menaiki mobilnya


__ADS_1


“aku yang bawa” jawab henzi cepat sambil berjalan ke arah pintu pengemudi



“Ada apa ini, tidak pernah kamu yang bawa mobil saat bersama aku aku jadi curiga” tanya vino curiga sambil berbalik ke kursi samping pengemudi



(ada apa dengan nya aku curiga, ini tidak pernah terjadi sebelumya) batin vino



Setelah mereka sudah berada di dalam mobil



“pegangan” ucap henzi saat henzi menambah kecepatan



“zi jangan macam macam aku tidak ingin mati muda aku juga belum menikah” jawab vino saat melihat henzi menambah kecepatan mobilnya



Tidak ada jawaban dari henzi, henzi hanya focus megemudi



“Zi are you ok, you crazy” teriak henzi



Namun tak ada jawaban dari henzi, henzi hanya focus pada tujuannya, khawatir dan takut itu lah yang di rasakan oleh vino saat ini kecepatan mobil yang saat ini sedang vino naikin bisa saja membawanya ke akhirat, hingga pada titik tujuan henzi tiba namun henzi makin menambah kecepatannya, saat melihat apa yang ada di mata vino kini vino tau kenapa henzi menjadi buas seperti ini



(gila ini pasangan, bisa buat aku mati tapi hebat juga keong ini bisa buat harimau buas mengamuk seperti ini) batin vino



“Zi zi slowly lagian mobilya udah di depan” ucap vino sambil menunju mobil gira yang sudah ada di depan mata mereka


Tidak peduli apa yang di perintahkan oleh vino, kini henzi malah melajukan kecepatan dan sreeeep kedua mobil ini berhenti seketika



“Ada apa dengan mobil itu” ucap via kesal


Gira terdiam dan betapa terkejutnya gira saat melihat mobil yang ada di depannya saat ini adalah mobil doctor henzi



“Itu mobil doctor henzi vi” jawab gira



“Kamu gila zi, kita hampir saja menabrak mobil gira jika mereka tidak mengerem mobilya” ucap vino pada henzi, namun henzi tidak memperdulikan ocehan vino


Henzi keluar dari mobilnya dan pergi menuju mobilnya gira



“Gila doctor henzi” jawab via sambil melihat doctor henzi keluar dari mobilnya



Tuk tuk tuk ketuk henzi tepat di dekat kaca yang sedang di duduki oleh gira



“buka” ucap henzi tegas sambil melihat ke arah gira



Di balik kaca itu gira benar benar ketakutan, akhirnya gira pun membuka kunci mobilnya, henzi pun membuka pintu mobilnya dan henzi pun langsung memeggang tangan gira menariknya keluar



Vino yang melihatnya terkejut seolah melihat sisi lain dari sahabatnya, tidak pernah henzi senekat ini hanya untuk seorang wanita



“jika kamu sudah mengantar via ke rumah nya, tolong membawa mobil gira ke rumah ku, makasih” ucapn henzi saat melewati vino yang sedang berdiri di tengah mobil gira dan henzi

__ADS_1


__ADS_2