My Little Wife (My Doctor)

My Little Wife (My Doctor)
Kesalah pahaman


__ADS_3

“Kamu menyukai via” tanya sendi pada berend saat melihat berend terus terusan menatap gambar via yang tersenyum ke atas kamera


“Tidak” jawab berend cepat mematikan ponselnya


“Lalu apa yang sedang kamu lihat” tanya sendi yang sudah duduk di depan berend


“Aku hanya khawatir tentang gira” ujar berend berbohong mengambil pulpennya dan menandatangan berkas yang di bawa oleh sendi


“Lalu jika kamu khawatir tentang gira kenapa gambar via yang kamu lihat??” Tanya sendi lagi


Sendi sadar jika sahabatnya menyukai via namun berend tidak mau jujur pada hatinya ….


“Aku tidak tau sed, awalnya aku pikir aku akan sangat bahagia bisa bersama gira, karna itu yang sangat aku ingin kan dari dulu, namun saat melihat via menagis di depan ku hatiku sangat perih seperti tergores pisau, bahkan sampai sekarang, rasa sakit itu masih tesara di hatiku sed, aku juga tidak tau kenapa” jelas berend yang sudab berdiri di dekat jendela besar di ruangannya menatap bangunan yang ada di depannya


“Karna kamu mencintai via” ucap sendi yang masih duduk di kursinya dan menatap punggu berend


“Itu tidak mungkin sed”


“Kenapa tidak mungkin, kamu sadar saat kamu berangkat ke belanda dengan alasan gira ingin bertemu dengan kamu itu hanya alasan bodoh, namun alasan yang seberanya kamu khawatir keadaan via saat itu, kamu tidak sadar” jelas sendi melihat berend yang sudah membalikan badannya menatap sendi“Dan jika benar kamu ingin betemu dengan gira kenapa kamu harus kesana”Ucap sendi lagi


“Karna di situ gira tinggal”jawab berend sedikit meninggikan suaranya


“Lalu di saat kamu sudah tau jika gira tidak ada dirumahnya, kenapa kamu masih tinggal disana”tanya sendi, mengingat berend tetap di rumah via meskipun gira tidak ada di sana


“Karnaaa.. Ya... karna via sedang tidak sehat, tidak mungkin aku meninggalkan via sendirian buka”bals berend sedikit tebantah bantah karna binggung harus mencari alasan yang tepat


“Kenapa saat itu kamu menetap disana ???, bukannya selama ini via juga bisa hidup tanpa kamu, buktinya via sehat sehat saja saat kamu sedang tidak bersama via, lagi pula kamu juga pernah meninggalkan via sendirian saat gira tidak ada bersama via, bahkan saat itu via juga sakit” ucap sendi mengingat jika berend pernah tidak peduli tentang via saat dirinya masih bersama gira


Bahkan berend sama sekali tidak bertanya jika via sedang kurang sehat atau tidak, namun kenapa saat itu berend menghabiskan waktu pentingnya hanya untuk menjaga via....


“Itu.. Saat itu aku masih belum mengenal via, dan via ju..ga..…”ucapan berend terputus saat sendi langsung menyadarkan berend


“Kamu sadar kamu itu sedang membohongi diri kamu, jelas jelas kamu sudah menyukai via saat itu tapi kamu masih saja berbohong tentang perasaan kamu”jelas sendi sedikit kesal dan meninggikan suaranya


“Tidak mungkin, kamu tau bukan aku baru saja tau jika gira menikahi kak henzi, mana mungkin aku bisa menyukai via, saat aku mencintai gira sudah lebih dari 3 tahun”ucap berend


“Di situ letak bodohnya kamu berd, kamu tau saat kita menyukai seseorang, hal itu tumbuh karna kenyamannya,aku ingin tau saat gira meninggalkan kamu apa yang kamu rasakan”tanya sendi lagi


“Aku hanya sedikit kecewa” ucap berend datar


“Lalu siapa yang ada di samping kamu” Tanya sendi pada sahabatnya


“Via”


“Apa yang via lakukan??” Tanya sendi cepat “Tidak. apa yang kamu lakukan saat via ada bersama kamu??” tanay sendi membalik kan pertanyaannya


“Aku memeluk via” jawab berend tanda berfikir panjang


“Lalu apa yang kamu rasakan saat itu” Tanya sendi lagi, seketika berend terdiam mendengar ucapan dari sendi hingga


“Aku tidak ingin via pergi dari ku” ujar berend lirih, dan sangat lirih namun sendi masih bisa mendengarkannya


🌿🌿🌿


“Kamu menyukai via??” Tanya vino lagi melihat berend


“Eum aku menyukai via, sebab itu aku ingin kakak bisa lebih berhati hati” ujar berend melihat vino, melihat perubahan di wjah vino berend merasa bersalah “Kak maksud aku bukan bagitu, aku tidak berniat untuk mengambil via dari kakak, aku tau via sudah bahagia dan aku juga harus melepaskan via, maksud aku, aku ingin kakak berhati hati saat bermesraan bersama via jangan lakukan di depan ku itu sangat menyakitkan” ucap berend panjang lebar membuat vino menahan senyumnya hingga wajahnya memerah


Takut itulah yang di rasakan oleh berend saat itu bagaimana tidak dirinya menyukai wanita yang sudah menjadi kekasih kakaknya sendiri, bahkan berend tidak berani menatap wajah vino, wajahnya hanya bisa tertunduk ke bawah, takut bercampur gugup, berend sangat yakin jika dirinya akan di hajar habis habisan oleh vino namun apa boleh buat, jika berend tidak jujur itu akan sangat menyakitkan bagi berend melihat via tersenyum manis sambil menatap wajah vino


“Hahahahaha” tawa vino pecah saat mendengar pengakuan dari berend, jika berend menyukai via


Melihat vino yang tertawa membuat berend menatap vino dangan wajah yang heran, dengan ekpresi wajah berend yang linglung membuat vino semakin tertawa, berend hanya terdiam melihat vino…


“Sejak kapan?” Tanya vino sedikit tegas


Membuat berned sedikit takut telah menyukai wanita dari kekasih kakaknya sendiri…


“Maaf kakak berned juga tidak tau sejak kapan, namun berend sangat terluka saat melihat via juga terluka, berend ingin ada di dekat via, memeluk via, bahkan berend ingin membuat via nyama berada di dekat berend, apalagi saat berend tau bagaimana terlukanya via saat dia menjauh dari gira” jelas berend yang masih menundukan kepalanya


“Kamu tau bukan via itu…” ucapan vino terputus karna berend langsung menjawab ucapan vino


“Berend tau kak, via kekasih kakak, berend sadar jika berend salah menyukai via, berend janji berend akan berhenti tapi beri berend waktu” ucap berend tidak berani menatap wajah vino


“Kamu akan berhenti begitu saja”

__ADS_1


“Tidak” jawab berend cepat


Keduanya terdiam hingga berend sadar dengan ucapan vino barusan, dengan cepat berend melihat vino yang sudah menatapnya dengan wajah yang tersenyum


“Kak, apa maksud kakak???” Tanya berend menatap vino dengan heran


“Huff kamu sangat berani berend, kakak akui kamu sangat hebat” ucap vino membuat berend semakin heran dan bingung namun berend tidak menjawab satu kata pun hanya bisa terdiam


Vino bangun dari duduknya dan masuk ke kamar lalu menjatuhkan tubuhnya ke atas kasur yang besar itu, melihat itu berend semakin heran, vino tersenyum saat melihat berend yang masih menatapnya dengan tatapan penuh tanda Tanya….


Hingga akhirnya vino tersenyum melihat berend meneguk wine nya dengan satu tegukan..


“Kakak setuju jika kamu mencintai adik kakak” teriak vino sedikit keras namun masih sangat jelas di dengar oleh berend hingga semua yang ada di mulut berend keluar seketika saat mendengar vino setuju


“Apa maksud kakak setuju” ucap berend heran “Lalu apa yang kakak maksud dengan adik, siapa adik kakak???” Tanya berend lagi yang sudah di depan vino


“Savia calinza adalah adik perempuan yang kakak cari selama ini” ucap vino menatap berend


“Maksud kak vino via?” Tanya berend heran


Tidak menjawab pertanyaan dari berend vino hanya tersenyum manis pada berend membuat berend semakin linlung


“Jadi kalian tidak pacaran, dan kak vino kakak tiri via” ucap berend cepat saat sadar kemana arah pembicaraan mereka


“Benarkah, kalian bukan sepasang kekasih” Tanya berend lalu menyentuh bahu vino tidak menyentuh bahkan berend memeluk vino beberapa kali


Bahagia itu lah yang di rasakan oleh berend saat tau jika kakaknya bukan kekasih dari wanita yang di cintai olehnya….


“Kamu ingin kemana??” Tanya vino dengan wajah tegas saat melihat berend berlarian ke arah pintu kamar


Berend berlarian ke arah pintu, ingin sekali berend memeluk dan mencium via namun sayang nya berend harus berhadapan dengan vino…


“Akuuu… hanya ingin bertemu dengan via” ucap berend lirih saat dirinya sudah di ambang pintu


“Masuk” ucap vino tegas melihat tubuh berend sudah berada di tengah tengah pintu


“Sekarang” ujar vino lagi saat melihat berend tidak bergerak sama sekali


“Duduk” perintah vino tegas saat melihat berend sudah di depannya dengan wajah yang kesal terhadap vino


“Tau kak” jawab berend kesal melihat sifat vino yang sangat menjengkelkan


“Bagus jadi aku tidak perlu menjelaskannya lagi bukan” ucap vino lagi menatap tajam ke arah berend yang sudah duduk di depannya


“Tau kak” jawab berend datar


“Tolong matikan lampu itu aku ingin tidur” ucap vino seenaknya terhadap berend


“Berend tolong ambilkan aku minum yang


ada di kulkas” ucap vino lagi sedikit berteriak membuat berend kesal


Namun vino sangat menikmati itu semua bagaiman mana tidak berend saat ini sudah masuk ke lubang harimau, kapan lagi vino bisa membuat berend patuh padanya jika buka saat ini dan itu semua hanya karna via….


Tapi tidak dengan berend berend sangat kesal pada vino andai saja jika vino bukan kakak dari via dirinya tidak akan melakukan itu Vino maupun berend sudah terlelap dalam mimpinya…..


Saat matahari sudah menerangi celah celah kamar berend dan vino, berend bangun dan keluar dari kamarnya, untuk mencari udara segar namun ternyata berend menemukan objek yang lebih segar untuk tubuhnya maupun hatinya….


Via sedang duduk di dekat kursi yang ada di depan perumahan itu, membuat berend dengan berani melangkahkan kakinya ke arah via yang sedang duduk di kursi..


“Kak” panggil via sedikit terkejut saat melihat berend sudah di depanya


“Kesana lagi aku ingin duduk” ucap berend menyuruh via untuk bergeser ke ujung kursi


Melihat tingkah berend membuat via sedikit sedih apa kak berend membenci nya itu yang di pikirkan oleh via saat melihat berend duduk agak berjauhan denganya..


Saat via memalingkan wajahnya ke sisi kananya tiba tiba ke dua paha via terasa berat daan saat via melihatnya berend sudah smepurna tidur di kedua pahanya..


Berend berniat ingin tidur di atas via, ingin sekali berend mencium wangi harum milik via, dengan cepat berend merebahkan badanya ke paha via membuat via terkejut


“Kaak” panggil via lirih


“Kenapa kamu tidak suka”tanya berend menatap via


“Kak gira bisa melihat kita” ucap via khawatir jika gira melihat berend tidur di pahanya

__ADS_1


“Aku tidak peduli, bahkan jika kak vino melihatnya sekarang aku tidak peduli” ucap berend lirih


Dengan cepat berend menarik tangan kanan milik via dan meletakannya di kepalanya


“Lakukan seprti ini” ujar berend yang mengajarkan tangan via untuk terus mengelus rambut berend…


“Vi kamu tau, selama ini otak aku sangat lelah mecari keberadaan kamu, gira selalu saja menangis” ujar berend lalu menenggelamkan wajahnya pada perut milik via membuat via geli dan gugup


Jika saja berend tau saat ini via membutuhkan oksigen uuntuk bernafas, bagaimana tidak saat ini posisi berend benar benar membuat via gugup….


Berend hanya tersenyum melihat via yang tidak bernafas akibat berend menenggelamkan wajahnya pada kepur ramping milik via


“Vii” panggil berend mengangkat sedikit kepalanya, untuk melihat via “bernafaslah, kamu bisa mati tanpa bernafas” ucap berend lagi membuat via sangat malu hingga muka via sudah semerah tomat, namun berend tetap tidak peduli dirinya malah memperdalam wajahnya seolah mengirup semua wangi yang ada di baju via……..


Semuanya sudah netral begitupun dengan via meskipus masih sedikit gugup namun via sudah bisa bernafas dengan baik….


Sesaat berend hanya bisa terdiam menikmati setiap sentuhan yang di berikan oleh via pada rambutnya begitupun dengan via rasa nyama saat berend memeluk pinggang via dan wajah berend yang masih saja di perut ramping milik via, keduanya hanya membisu sesaat…..


Tidak hanya keduannya cuaca yang cerah juga seperti mendukung keduanya bersama, begitupun dengan angina yang menerbangkan rambut indah milik via…


“Viii” teriak seseorang memanggil nama via hingga via menoleh ke belakang


“Kak” panggil via yang meneyentuh bahu milik berend, berend tidak langsung menjawab hanya membenarkan posisinya hingga kini wajah berend sempurna terlihat di tambah cerahnya matahari membuat wajah berend terlihat 100 kai lipat lebih cerah, melihat berend kesuhan dalam membuka mata, via langsung memajukan kapalanya untuk menghalang cahaya yang membuat berend tidak bisa membuak matanya….


“Via harus pergi, seprtinya gira mencari via kak” ujar via lirih saat matanya bertemu dnegan mata berend, berend hanya terseyum melihat wajah semerah tomat milik via


“Pergi lah, gira pasti mencari mu” ujar berend lalu bangun dari tidurnya


“Eum” ucap via yang sudah bengun dari duduknya dan meninggalkan berend yang masih duduk di kursi, hingga beberapa saat berend pun bangun dari duduknya dan menyusul via ke dalam


Setalah acara sarapan mereka menikmati waktu bersama di balkon….


“Kakak dengar kamu sudah meikah gir” Tanya vino melihat gira


“Heum dari mana kakak dengar berita itu” Tanya gira penasaran


“Henzi” jawab vino jujur


Seketika semua orang terdiam, dan melihat gira, begitupun dnegan via namun bedanya via langsung memegang tangan gira, melihat tanganya yang di genggam oleh via gira tersenyum, bahkan gira hampir lupa jika dirinya memeliki sahabatnya, via tersenyum ke arah gira, via tau jika gira masih sakit saat mengingat nama henzi di sebut


“Tidak” jawab gira singkat melihat berend sanggat lama begitupun dengan berend, jawaban membuat membuat via dan vino terkejut medengarnya


“Girr, kamu tidak menikah” Tanya via yang terkejut, mendengar pertanyaan dari via dan juga dengan nada yang sedikit meninggi itu membuat gira heran


“Belum” jawab gira lagi melihat via


“Lalu foto kamu dengan kakak berend yang berciuman” Tanya via kelepasan lalu sadar dengan tatapan vino membuat via mengupat dalam hatinya dan juga menutup mulut dengan tangannya


“Vii bagaimana kamu tau yang ada di dalam foto itu adalah berend” Tanya vino penasaran


(Sialll apa yang harus ku jawah) batin via kesal pada mulutnya sendiri ( tidak mungkin aku bicara soal pakaian yang aku berikan untuk kak berend) batin via lagi


Kini berend faham kemana arah pikiran via, kenapa via selalu takut akan gira saat mereka bersama, tenyata via mengganggap dirinya sudah menikahi gira, berend tersenyum melihat perubahan ekpresi di wajah via, jelas via mengenalnya, karna via lah yang paling mengenal berend…


Melihat wajah berend yang tersenyum membuat via lebih kesal pada berend….


“Kak berend” jawab via asal kini dirinya tidak tau harus menjawab apa, pikiran via buntu


Jika saja via menjawab mengenal berend dari seluruh pakaianya itu sama saja via menyerahkan dirinya pada detektif vino, dan via yakin vino tidak akan berhenti di situ saja…..


Mendengar ucapan via semua orang melihat ke arah berend


“Aku??” Tanya berend menunjuk dirinya sendiri dan melihat via dengan wajah yang memohon membuat berend tersenyum


“Eum kakak berend, kakak tidak ingat??” Tanya via lagi dengan wajah yang memohon


“Oh ya aku lupa aku yang melakukannya” jawab berend tersenyum “boleh aku melihat gambarnya via” ucap berend tersenyum jail pada via


Membuat via menatap tajam ke arah berend….


“Tidak ada gambar itu tidak ada via, adanya di kak vino” ucap via dengan nada yang sedikit tinggi dengan mata yang menatap berend tajam


“Boleh gira lihat doc” Tanya gira lagi membuat vino mengambil ponselnya dan memperlihatkan gambar tersebut pada berend dan juga gira…


Berend dan gira hanya tersenyum melihat gambar yang baru saja di perlihatkan oleh vino…

__ADS_1


__ADS_2