My Little Wife (My Doctor)

My Little Wife (My Doctor)
Curiga


__ADS_3

🌿🌿🌿


Menghindar….Hal itu lah yang sering di lakukan oleh via saat melihat berend khawatir tentang keadaan gira, kapan pun di mana pun via, via pasti selalu berusaha sebisa mungkin untuk tidak terjebak di dalam hubungan mereka karna hati via tidak sekuat itu


Seperti halnya saat ini, via juga berusaha untuk menghindar bukan cemburu atau lemas, namun via takut tidak bisa mengontrol emosinya dan air mata via akan berjatuhan bila berhadapan dengan berend dan gira terlebih lagi saat ini keadaannya tidak begitu kuat untuk mengangis bisa saja via akan jatuh sakit kembali, lebih baik via menghindar


“Kerja bagus via.. kamu bisa bukan kamu sudah sering melakukan ini bukan, aku yakin aku bisa” ucap via seorang diri yang masih focus menyetir dan mengikuti mobil berend yang ada di depannya


“Aku hanya perlu melupakan kak berend” sambung via menggenggam erat pada setir mobilnya gira


Bukan tidak bisa, semuanya mulai terkontrol tidak hanya perasaannya namun juga emosinya, via goyah saat melihat betapa hancurnya berend pada saat itu hingga via goyah pada hatinya


Setelah sampai di rumah via kini gira di gendong oleh berend hingga memasukan ke kamar milik via yang dulunya juga milik dirinya


Namun sayangnya belum ada tanda tanda keberadaan via sampai di rumah setelah menyelimut gira berend langsung ke luar dari kamar tersebut dan menunggu via di luar halaman


Setelah lama hampir satu jam menunggu via namun via tak kunjung pulang


“Kemana via??? Mengapa aku tidak bisa menelponnya???” oceh berend sambil mondar mondir di ruangan tamu


“Aaahhhkkkk aku bisa gila” teriak berend lepas control


“Kak” panggil gira lembut dan berjalan ke arah berend


“Kamu sudah bangun, apa kakak membangunkan mu” Tanya berend lembut pada gira dengan menyentuh bahu gira


“Tidak apa via belum kembali” ucap gira khawatir


“Eum kakak sudah berusaha menelponnya namun via tidak menjawab panggilan dari kakak” titah berend lembut


“Kenapa kakak tidak mencarinya, aku khawatir keadaan via juga tidak begitu sehat bagiamana jika via tidak baik baik saja” jelas gira


“kakak tidak mungkin meninggalkan kamu sendirian di sini, kamu juga tidak sehat”


“Kak sekarang kita bahkan tidak tau di mana keberadaan via saat ini, mungkin via dalam bahaya”


“kakak tidak bisa meninggalkan kamu gir, kamu sedang tidak sehat, kakak lebih khawatir tentang kamu, via pasti akan baik baik saja”


“Tapi kak”


“Istirahat lah, jika via tidak pulang dalam waktu dekat ini maka kakak akan minta bantuan pergi lah tidur”


“Kak” panggil gira


“Kakak lebih khawatir tentang kamu pergi lah, kamu juga harus istirahat” ucap berend lembut dan membawa gira kembali ke kamarnya dan menyelimuti gira dengan selimutnya


Tanpa mereka sadar seseorang sedang mendengar pembicaraan ke duasan insan tersebut


Sakit itu lah via rasakan saat mendegar perkataan berend, bahkan berend sama sekali tidak khawatir tentang dirinya


(Apa tidak sedikitpun kak berend khawatir tentang keadaan ku, kenapa ini sangat sakit, dada ku sangat sesak) batin via dan menghapus air matanya yang sudah tumpah


“Euumhhh…. Vii tetap lah tenang dan ingat lah jika kamu hanya sebatas adik perempuan yang manja jangan berlebihan dan jangan melewati batas” tegas via pada dirinya sendiri dengan tangan yang ada di dadanya menahan rasa sakit yang tak berdarah


“Huffff mari masuk hadapi kenyataan”


Kini via memberanikan diri untuk masuk


Setelah Berend mengantar gira ke dalam kamarnya dan kini kembali duduk di sofa yang ada di ruang tamu milik via


(Kemana kamu pergi vii, kenapa sampai sekarang kamu tidak bisa di hubungin, jika tau akan begini aku tidak akan membiarkan kamu pulang sendirian, kamu tau aku bisa gila saat ini, aku ada tapi tidak bisa berbuat apa apa) batin berend dengan tangan yang menggenggam ponselnya yang dari tadi tidak berguna


“Bahkan via pun tidak menjawab panggilan dari ku”…..


“Kak” panggil viaa


“Viiii kamu baik baik saja” Tanya berend khawatir dan memeriksa setiap senti anggota tubuh via bahkan hingga ke kakinya


“Kamu tidak terluka coba kakak lihat” ucap berend yang sedang memeriksa wajah cantik milik via

__ADS_1


“Kenapa dengan mata mu, kamu menangis lagi” berend benar benar khawatir melihat mata via yang merah dan bulu mata via yang basah


“Kamu dari mana saja????”


“via baik baik saja kak hanya saja via sedikit lemas, via masuk dulu seperti via harus istirahat” jawab via datar bahkan via menghindari kontak mata dengan berend


Berend terdiam mendengar jawaban dari via, namun berend juga tidak bisa menolak jika via memang harus istirahat


“Pergi lah kakak akan istirahat disini lagi pula gira juga sedang tidak sehat”


“Eum, kakak harus menjaga gira dengan baik” ujar via lalu pergi meninggalkan berend


Via masuk ke kamarnya dan memeluk gira saat ini gira lah yang via punya dan terlelat tidur dalam pelukannya…..


“Kenapa dengan via, bahkan via juga tidak melihat wajah ku sama sekali, dan kata katanya yang terakhir, apa masuk viia “aku harus menjaga gira dengan baik” ada apa dengan viaa” pikir berend


“Huffff aku harus istirahat juga” sambung berend lalu istirahat di atas sofa tersebut


🌿🌿🌿


Pagi harinya gira bangun dan melihat via yang tidur di sampingnya lalu gira bergegas ke kamar mandi, selesai dengan pakaiannya kini gira keluar dan melihat berend yang tidur di sofa gira membuka pintu secara pelan pelan dan keluar dari rumah tersebut gira melajukan mobilnya hingga saat ini gira sudah berada di dekat perumahan milik suaminya


“Hey doc, doctor lagi dimana???” saa gira pada doctor henzi


“Kenapa kamu rindu pada ku” Tanya henzi dengan nada yang masih setengah sadar


“Eumm bisa di bilang begitu” jawab gira lembut


“Baik lah jika begitu kemari lah aku ada di rumah saat ini” jawab henzi asal pada gira


“Gira sudah ada di dekat rumah kita”


“Apa…. Kamu sudah dekat sayang” teriak henzi terkejut dengan jawaban dari gira


Kenapa tidak saat ini henzi sedang bersama agnes di dalam peluknya


“Eum gira hampir sampai, kenapa dengan doctor, doctor tidak merindukan gira”


“Eum miss you” ucap gira di akhir panggilannya bersama henzi


“Miss you more”


Henzi panic saat ini istrinya akan ke rumah namun agnes masih belum bangun dari tidurnya


“Sayang bangun lah” panggil henzi pada angnes dengan menyentuh pipi agnes


“Eum …..” tidak bangun anges hanya menguap


“Bangun lah, gira sedang menuju kemari”


“Euum aku tidak ingin bangun dulu, temui lah dia”


“Kamu gila bangaimana jika gira tau kamu ada disini bisa bisa gira akan curiga pada kita”


“Beri aku ciuman yang paling manis” ujar agnes pada henzi


Henzi tidak bisa menolak paa pun yang di katakana oleh agnes mungkin itulah yang di nama kan cinta


Henzi mencium bibir agnes dengan lembut dan menggigit bibir bawah milik agnes hingga kini agnes merasa ke sakitan dan sekaligus dengan kenikmaatan yang di berikan oleh henzi


“Bangun lah gira akan segera sampai di sini”


“Tenang lah sayang, lagi pula gira tidak akan ke kamar ini bukan, gira tidak akan tau jika kamu menyembunyikan aku di sini, pergi lah aku ingin tidur lagi”


Tidak bisa menolak kini henzi keluar dan menunggu gira di depan kamarnya


Setelah sampai di rumah henzi gira melihat ke anehan di rumah itu, biasanya ada pelayan yang sedang membersihkan halaman rumah henzi lalu kenapa hari ini tidak ada seorang pun yang ada di rumah ini tidak terlalu perduli gira langsung masuk ke dalam rumah …


“Pagi sayang” ujar henzi memeluk gira

__ADS_1


“Pagi” sapa gira dengan senyum yang manis


“Sayang aku sangat merindukan kamu”


“Benarkah” Tanya gira lembut


“Kamu tidak percaya, maukah kamu melihatnya”


“Apanya” Tanya gira penasaran


“Kedalam hatiku” goda henzi


“Berhenti bercaanda doc”


“Aku serius”


“Benarkah harus kah gira masuk ke dalam sini” ujar gira lalu menunjuk dada henzi


“Iya sepertinya aku harus membuktikannya”


“Tidak perlu gira percaya, lagipula doctor tidak akan membohongi gira bukaan???” ucap gira tersenyum lembut pada suaminya


“Tidak aku tidak akan mebohongi kamu” jawab henzi tanpa dosa lalu mencium bibir gira hanya kecupan di pagi hari


“Bagus lah gira percaya, lalu dimana semua pelayan” Tanya gira


“Aku meliburkannya” jawab henzi gampang


“Kenapa”


“Karna aku ingin bersama dengan mu”


“Berhenti bercanda doc”


“Tidak aku serius” jawab henzi


“Doctor tidak kerja hari ini”


“Aku mengambil cuti”


“Ah gira tidak tau doctor henzi akan mengambil cuti, apa ada masalah yang gira tidak tau????” Tanya gira curiga pada sikap henzi hari ini terlihat jelas henzi sangat gugup


“Tidak aku berencana memberitahukan mu namun aku lupa” ucap henzi gugup


“Lalu apa doctor akan pergi”


“Hanya sebentar, bisa kah aku pergi”


“Doctor akan pergi, saat ini gira sangat merindukan doctor” jawab gira lalu kembali memeluk henzi dengan erat


“Sayang hanya sebentar”


“Baik lah jangan lama lama”


“Aku akan pulang sebelum makan malam, kamu tidak keberatan”


“Tidak, karna doctor henzi milik gira jadi gira bisa memilikinya kapan saja bukan”


“tentu aku adalah milik mu, Baik lah aku mandi dulu nyonya henzi”


“Eum” jawab gira tesenyum


Saat henzi pergi meninggalkan gira kini titik focus gira teralihkan kearah lantai dua yang di mana lampunya lantai tersebut hidup


“Apa disana ada seseorang” ujar gira pada dirinya sendiri


Kini gira melangkah kakinya keatas menuju lantai dua dengan jantung yang derdetak lebih cepat dari biasanya, meskipun begitu gira tidak berhenti di situ gira berjalan satu langkah hingga kini gira sudah berada di depan pintu kamar tersebut


Gira memberanikan dirinya untuk memegang pintu tersebut namun tak bisa gira tidak sanggup menerima kenyataan jika ada seseorang di dalam pintu tersebut

__ADS_1


Lalu dengan cepat gira pergi meninggalkan kamar itu hingga kini gira sudah menuruni tangga dan langkah gira terhentikan saat mendengar suara seseorang


“Sayanggggggg kamu dimana” suara itu membuat gira terkejut


__ADS_2