
“ini sepupu ku Berend Caviano, berend kenal kan ini kakak ipar mu Amelia Agiralia”ucap henzi
melihat gira ada di depan berend membuat berend bahagia dan juga terluka wanita yang berend cintai dan di rindui selama ini ada di depannya namun tak bisa di pingkuri jika orang yang selama ini di cintai oleh berend sudah resmi menjadi kakak ipar berend
Jika bisa saat ini berend ingin lari dari semua kenyataan yang ada di depannya saat ini bagaimana tidak selama 2 berend memendam rindu untuk wanita yang ada di samping kakak nya sekarang
Bukan hanya berend yang terkejut dengan kenyataan yang ada di depannya saat ini namun gira juga tidak kalah terkejutnya jika laki laki yang dulu sangat di cintai, dan di rindui bertahun tahun saat ini ada di depannya, dengan status yang berbeda
Gira bahagia melihat berend ada di depannya namun yang membuat gira sedih adalah berend caviano lelaki yang gira cintai dan sangat gira rindui ada di depannya saat ini yang berstatus adik dari suaminya
Sakit itulah yang di rasakan oleh gira saat orang yang dulu gira cintai dan gira sayangi, karna dirinya lah menjadi alasan yang pertama membuat berend terluka saat ini tidak sedikit namun sangat terluka
“Ada apa dengan kalian” tutur henzi saat melihat gira dan berend yang berdiri berhadapan namun tidak ada yang membuka suaranya
Tidak ada jawaban dari gira maupun berend mereka masih berdiam bahkan tidak sekalipun mata berend berpindah dari diri gira
“Ada apa, apa kamu jatuh cinta pada kakak mu” tanya henzi memukul pundak berend
“Ah aku, tidak mungkin aku jatuh cinta pada kakak ipar ku” ucap berend melihat gira
Saat ini posisi gira sangat tidak bisa di ajak bersahabat, saat ini detik ini dan di tempat gira berdiri saat ini, gira sedang berhadapan dengan laki laki yang di cintai di masa lalu dan laki laki yang gira cinta saat ini
“Gira kamu kenapa” tanya henzi pada gira yang melihat wajah gira saat ini sangat pucat
“Euu... tidak aku baik baik” saja ucap gira sedikit gugup
“Kamu sakit kenapa wajah mu sangat pucat??” ujar henzi lalu dengan cepat henzi memegang ke dua bahu gira
“Mari kita pulang kamu harus istirahat”sambung henzi lagi
“Berend tolong bawa tas gira” perintah henzi pada berend sambil membawa gira keluar dari pintu bandara
Saat ini keadaan gira benar benar kacau dengan keadaan ini wajar saja gira pucat dan lemas
“Aku duduk di kursi belakang saja” ucap gira saat sudah ada di depan mobil
“Tapi___ ”ucapan henzi terputus
“Tidak gira lebih baik duduk di belakang saja itu lebih nyaman” ujar gira
Saat sudah ada di mobil gira mengambil ponselnya dan mengirim pesan ke seseorang
Bukan hanya nyaman namun jujur saja gira tidak sanggup menghadapi berend yang ada di dalam mobil yang sama dengan gira saat ini
Tidak bisa menolak keinginan gira akhirnya henzi membuka pintu belakang untuk gira
Henzi memutuskan untuk duduk di kursi belakang di kursi yang ada di dekat gira saat ini, gira melihat henzi dengan tatapan yang penuh pernyataan
“Kamu tenang saja berend pengemudi yang handal” ucap henzi sambil membawa gira ke dalam pelukannya
__ADS_1
(Gira tau doc kak berend memang pengemudi yang hebat dan handal) batin gira saat henzi memberika ruang agar gira bisa memeluk henzi
Kini gira sudah ada di dalam pelukan henzi, tidak bisa menolak karna itu lah yang di perlukan oleh gira saat ini bersembunyi dan menghilang dari berend
(Maaf kak gira sudah membuat kakak terluka dengan pilihan yang gira pilih namun ini adalah pilihan yang sulit yang harus gira pilih pada masa itu) batin gira dalam pelukan henzi
Berend masuk dalam pintu pengemudi dan melihat gira dari pantulan kaca yang sedang ada di dalam pelukan henzi
Sakit itulah yang di rasakan oleh berend saat ini melihat wanitanya ada di pelukan laki laki lain bukan dirinya namun orang lain dan orang lain itu adalah kakaknya sendiri
Kini mobil KIA itu melaju dengan cepat meninggalkan Bandara Udara Internasional Schiphol
Berend yang sesekali melihat gira yang ada di dalam pelukan henzi dengan mata yang terpenjam
(Sebab ini kamu menghindari ku gira, apa ini alasan kamu tidak bisa di hubungi selama ini, apa yang salah dari ku hingga kamu memilih jalan ini) batin berend
Sesampai di rumah henzi langsung mengangkat gira ke atas tempat tidurnya
(Apa aku harus melupakan kamu gira, kak henzi sangat sayang padamu) batin henzi saat melihat henzi mengangkat gira
“Kamu tidak masuk” tanya henzi pada berend yang masih di luar rumah
“Tidak aku langsung pulang kak” ujar berend
“Baik lah hati hati”
“Kak Aku pulang” ucap berend yang sudah siap untuk pergi meninggalkan rumah henzi
Setelah melihat berend masuk ke dalam rumah kini henzi masuk ke dalam kamarnya dan ikut tidur dengan gira
(Maafkan aku gira aku berbohong pada mu, maaf aku berbohong namun jika kamu tau kenyataannya itu akan menyakiti hati kamu dan aku tidak siap melihat kamu meninggalkan aku) batin henzi saat mengelus lembut pipi gira
Berkali kali henzi mencium dahi gira bahkan pipinya namun semua itu tidak bisa membuat rasa bersalah yang ada pada henzi pudar karna membohongi gira
Kini henzi memilih tidur dengan memeluk gita membawa gira ke dalam pelukannya dan memeluk erat pinggang gira sangat erat
Henzi takut gira akan bangun dan pergi dari nya jika gira tau kejujuran yang sebenarnya
Tidak berhenti berhentinya henzi meminta maaf pada gira karna kebodohnya jika sampai gira tau henzi yakin gira akan pergi jauh darinya
🌿🌿🌿
🌿🌿🌿
` sekeras aku berfikir aku tidak bisa membencih kamu ` teriak berend memukul cermin yang ada di kamar mandinya
` kenapa harus kak henzi laki laki yang kamu nikahi, kenapa harus kakak ku gira kenapa?? kenapa??? ` ucap berend lagi menjatuhkan semua barang yang ada di kamar mandi
` gira kenapa kamu melakukan ini pada ku, apa kesalah yang aku lakukan sehingga kamu menghukum ku sebegini sakit ` teriak berend lagi
__ADS_1
` Aaaaaaaaaaa ` teriak berend
` Kenapa ini sangat sakit, kenapa harus gira wanita yanh di nikahi oleh kak henzi kenapa harus gira kenapa tidak dengan wanita lain `
Berend menangis di dalam kamar mandi dengan berlumuran darah di tangannya karna memecahkan kaca, tidak ada yang bisa menyalahkan berend dalam keadaan berend saat ini, di saat berend sangat hancur bagaimana tidak wanitanya meninggalkan nya menikah dengan kakak sepupunya sendiri
“Kak berend” panggil seseorang yang masuk ke dalam kamarnya berend
“Kak”
“Kak berend ada di mana aku masuk ya” kak tanya seseorang
Berend tidak menjawab penggilan seseorang bahkan tidak peduli pada orang lain saat ini, bahkan jika seseorang yang datang ke arahnya
“Kak berend” teriak hister seseorang saat melihat berend dalam keadaan sekacau itu
Wanita cantik itu langsung berlarian ke arah berend dan ikut duduk di dekat berend
“Kak, Kak berend” teriak via melihat berend tidak bergerak sama sekali dengan tangan yang berlumuran darah wajah yang sangat kacau
“Gira sudah meninggalkan ku vi, gira sudah menikah” ucap berend memeluk pinggang via yang ramping
(Aku tau kak, aku akan di sini untuk kakak) batin via
Terkejut, itu lah yang di rasakan oleh via saat berend memeluknya, kini wajah berend terbenam di perutnya via, namun via tidak menolaknya karna via tau berend sedang terluka dengan semua kenyataan yang harus di hadapi saat ini
Kini via mengelus gelus punggung berend dengan tanganya Jujur saja melihat berend terluka membuat hati via sedih karna semua ini sangat rumit via tidak bisa menyalahkan siapa pun di balik kejadian ini semua
Kini via melepaskan pelukan berend dari pinggangnya, namun tidak dengan berend berend malah mempererat pekukannya
“Kak..... Mari kita obati tangan kakak” ajak via lalu memegang tangan berend yang terluka dan memegang bahu berend
Seakan terhipnotis oleh tatapan via berend dengan langsung bangun dari duduknya dan pergi meninggalkan kamar mandi yang sudah hancur oleh dirinya sendiri
Via membawa berend ke dalam kamarnya berend lalu via mengambil obat P3K dan segera mengobati luka yang ada di tangan berend
“Kenapa kak berend tidak peduli pada tangan kakak, jika kakak marah sekali pu harusnya kakak lampiaskannya ke bantal kenapa harus ke kaca” oceh via sambil mengobati luka berend
Berend hanya melihat via yang mengoceh sambil mengobati, sadar akan tatapan itu via menekan sedikit luka yang ada di tangan berend
“Aauww sakit” ujar berend pada via
“Kenapa waktu mukulin kaca tidak berfikir sakit kenapa waktu di obati bilang sakit” ucap via dengan tatapan mematikan
Tidak menjawab berend hanya terdiam dengan semua ocehan dari via
(Kenapa aku sangat nyaman mendengar ocehan via) batin berend melihat via yang sedang mengobati dirinya
(kenapa via terlihat sangat khawatir dengan keadaan ku saat ini)
__ADS_1