
Ponsel gira berbunyi membuat bangun dari tidurnya
“Ya” jawab gira masih tertidur
“Kamu baru bangun” tanya henzi
“Iya ”
“Ini sudah jam berapa dan kamu masih bangun” oceh henzi di balik ponselnya
“Semalam kami bercerita hingga larut malam” jelas gira pada henzi
“Kamu mau aku kesana untuk temani kamu tidur”
“Tidak, doctor ada di mana”
“Di mobil, aku akan ke rumah sakit”
“Baik lah hati hati di jalan”
“Kamu mau aku jemput nanti sore”
“Tidak gira akan pulang di antar oleh mama”jelas gira
“Mama ”tanya henzi heran
“Iya gira akan menemani mama belanja”
“Baik lah kabarin aku jika kamu sudah pulang, dan jika kami belum pulang aku akan menjemput mu, aku sudah rindu ”
Baik lah aku akan pulang nanti sore jawab gira dengan senyuman mengembang di wajahnya mendengar henzi merindukannya
“I miss you” ucap henzi
“Miss you more” balas gira
Via bangun dan bergesas ke kamar mandi setelah selesai bersiap siap kini gira turun ke bawah
“Kamu ingin kemana sayang” tanya nessa
“Aku ingin ke rumah via ma” ucap gira lalu mencium pipi kanan dan kiri milik mamanya
“Kamu tidak makan dulu sayang”
“Nanti saja ma di rumah via”
“Baik lah hati hati ”
“Iya mam aku pamit”
Lalu gira masuk ke mobilnya dan melaju cepat ke arah rumah via
Gira menekan bel beberapa kali dan akhirnya via pun membuka pintu tersebut
“Kamu kemana saja kenapa sangat sulit menghubungi kamu”
“Aku pergi ke rumah teman”
“Siapa” tanya via lalu masuk ke rumah vua
“Sepupu ku ”jawab via bohong
“Lalu kenapa dengan mata mu”gira tau via berbohong padanya
“Aku sedang tidak sehat”
“Kamu menangis” tanya gira memastika keadaan via
“Tidak kenapa aku harus menangis” ucap via bohong
“Sini aku lihat” Ucap gira menyentuh dahi via Sejak kapan kamu deman, kenapa tidak ke rumah sakit oceh gira
“Ah aku baik baik saja mungkin nanti juga sembuh” ucap via enteng dan naik ke atas kasurnya kembali dan menarik selimutnya
“Kamu sudah sarapan” tanya gira khawatir
“Belum ”
“Kenapa kamu belum sarapan ”
“Aku tidak nafsu makan gir, aku ingin di peluk gir hem gir.......” ucap via langsung menangis
“Kenapa kamu menangis vi” tanya gira dan naik ke atas kasurnya via
“Sini aku peluk” ucap gira memberikan pelukannya pada via yang sudah menangis
“Kenapa kamu menangis vi, siapa yang buat kamu menangis” ucap gira sambil memeluk via
Gira menenang kan via sekaligus mengelus dan mencium dahi sahabatnya
(Siapa yang buat kamu begini via, aku tidak pernah melihat kamu sehancur dan sesakit ini) batin gira melihat via yang sudah tertidur
Gira bangun dari kasur via dengan perlahan lahan agar via tidak terbangun dari tidurnya, lalu gira pergi ke dapur untuk membuat sarapan untuk via
Dan gira menelpon doctor henzi
“Hallo doc”
“Iya apa kamu merindukan ku ” tanya henzi di seberang
__ADS_1
“Iya gira merindukan doctor, tapi sepertinya gira tidak bisa pulang sore ini”
“Kenapa”
“Via sakit doc, giar tidak tau alasannya, tapi via menangis dari tadi, baru sekarang via tertidur, sepertinya via sedang dalam masalah”
“Tidak masalah tidur lah dengan via ”
“Maaf”
“Kenapa kamu minta maaf ini bukan kesalah kamu dan ini juga bukan keinginan kamu, jaga kesehatan mu, sampai jumpa besok”
“Baik lah gira tutup gira harus buat sarapan untuk via”
“Baik lah”
Setelah mematikan ponselnya tiba tiba saja gira teringat pada berend
` Bagaimana keadaan kak berend ya, apa aku telpon aja ya aku harus jujur sama kakak berend, aku benar benar jahat jika tidak menceritakan pada kak berend yang sebenarnya ` ucap gira dan kini menelpon kak berend
Berdering......
“Halo kak” sapa gira sedikit khawatir tidak di jawab oleh berend namun dugaan gira salah berend menjawab panggilan darinya
“Hai gira” sapa berend di balik telponnya
“Bagaimana keadaan kak” ucap gira kelepasan
“gira kenapa kamu bodoh sekali menanyakan kabar jelas kak berend tidak baik baik saja)
“Baik ada gir” ucap berend langsung pada tujuannya
“Kapan kakak ada waktu mari kita jumpa ada sesuatu yang ingin gira jelaskan” ucap gira
“Tidak bi__” ucapan berend terputus karna gira terkejut bubur yang gira masak untuk via sudah mendidih
“Ah tunggu” kak ucap gira cepat dan meninggalkan ponselnya dan mengangkat bubur yang sudah mendidih
“Auw panas” ucap gira
Lalu gira kembali mengambil ponselnya
“Kak” panggil gira
“Iya, apa ada masalah di situ” tanya berend
“Tidak kak gira lupa mengangkat bubur yang sudah mendidih” jelas gira
“Siapa yang makan bubur jam segini” Tanya berend
“Via sedang sakit kak, demannya sangat tinggi” ucap gira
“Iya demannya sangat tinggi, tapi via tidak ingin ke rumah sakit”jelas gira tentang keadaan via
(Via sakit, Kenapa dengan ku, kenapa aku khawatir tentang via, tidak, jelas aku khawatir tentang via, via ada di saat aku dalam keadaan paling terluka, itu hal yang biasa) batin berend
“Kak berend, halo kak” panggil gira
“Iya gir ”
“Kita bisa bertemu sebentar ”
“Gir kakak sudah pergi ke paris nanti kita bicara lagi jika ada waktu ok”
“Jujur saja kakak terluka tapi kakak senang kamu meninggalkan kakak untuk seseorang yang baik seperti kak henzi” ucap berend
“Maafin gira kak gira terpaksa mengambil keputusan ini”
“Tidak masalah gir, mari kita lupakan semua ini kakak sedang berusaha melupakan semua tentang kita” ucap berend
“Maaf kak ”
“Gir bisa kak alihkan panggilan ini ke video call kakak ingin melihat keadaan via” ucap gira
(Apa ini hanya alasan kak berend agar bisa melihat ku ) batin gira sedikit pede
“Tunggu kak” ucap gira lalu gira mengalihkan panggilnya dan membuka pintu kamar via
Gira memperlihatkan via yang sedang tertidur dengan selimut yang menutupi seluruh tubuh via hanya wajah cantik via yang terlihat sangat pucat sedang tidur dengan rambut yang sedikit berantakan dan di bawah mata via yang hitam bahkan mata via juga sedikit bengkak
Sedih dan khawatir itulah yang di rasakan oleh berend saat melihat keadaan via yang sangat kacau
Namun tiba tiba bel rumah via berbunyi
“Kak sepertinya ada tamu gira buka pintu dulu”
Tanpa sadar gira meletakkan ponselnya di dekat meja rias via yang ada di dekat kasur tidur via
Kini berend bisa melihat wajah via dengan jelas berend bahkan melihat wajah via tanpa berkedip, namun tiba tiba via bangun dan mengambil air yang ada di atas meja namun air tersebut jatuh karna semua tenaga via sudah habis untuk menangis semalaman
Brukkk....... Kini via lah yang jatuh ke bawah ranjang
“Viaaaaa....” Teriak berend di negeri lain
“Auw” ucap via lirih
Berend tidak bisa berfikir kini berend mengambil ponselnya dan keluar dari kamarnya, berend benar bebar khawatir tentang keadaan via saat ini.....
Gira dan vino masuk ke dalam kamarnya via, keduanya terkejut melihat kaadaan via bagaimana tidak kini via ada di lantai dengan pecahan gelas berhamburan dan kini tangan via juga terluka akibat pecahan tersebut
__ADS_1
Vino mengangkat via keatas kasurnya dan segera mengobati via
“Via kamu baik baik saja”tanya gira
“Aku baik baik saja gir, hanya saja aku sedang haus dan mengambil minum namun gelas itu pecah, maaf”ucap via merasa bersalah
“Kenapa kamu minta maaf, kamu tidak salah”ucap gira lalu mengelus elus rambut via
“Terima kasih doctor vino”ucap via
“Tidak masalah cepat lah sembuh vi”
Via hanya tersenyum
Setelah bicara dan melihat keadaan via kini vino pulang, gira harus menginap di rumah via malam ini karna keadaan via masih belum normal
🌿🌿🌿
Berend bergegas keluar dari kamarnya dan lari untuk memesan tiket pesawat penerbangan ke belanda namun sayangnya keadaan cuaca membuat berend tidak bisa melakukan penerbangan ke belanda, bahkan saat ini berend belum tiba di paris karna keadaan cuaca yang buruk
🌿🌿🌿
Pagi harinya gira bangun dan gira langsung memeriksa keadaan via yang ada di samping nya
Gira memegeng dahi via bagus lah keadaan via sudah sedikit normal dari kemarin siang
Gira langsung ke dapur untuk membuat sarapan pagi untuk via dan gira juga berencana untuk membuat sarapan pagi untuk henzi dan akan menitipkan nya pada vino
Setelah semuanya selesai gira berniat ini membawa makanan itu untuk via kedalam kamar namun melihat via sudah keluar dari kamarnya membuat gira terkejut
“Kenapa kamu bangun”tanya gira
lalu berlarian ke arah via
“Aku baik baik saja gir” ucap via yang masih terlihat lemas
“Tapi kamu masih lemas”oceh gira khawatir
“Gir kamu percaya pada ku bukan aku baik baik saja”ujar via tersenyum
“Baik lah duduk di sini kamu harus sarapan”tutur gira menarik kursi duduknya
“Baik lah”
“Itu untuk siapa” tanya via pada gira melihat kotak nasi yang ada di dekat meja makan
“Ah aku pinjam kotak makan kamu ya, aku berencana memberikan makanan itu untuk doctor henzi” jelas gira
“Lalu kenapa kamu masih di sini, kamu akan pergi dengan baju itu” tanya via pada gira yang melihat penampilan gira masih dengan baju tidurnya
“Aku berencana ingin menitip ini pada doctor vino”ujar gira
“Kenapa tidak kamu saja yang mengantarnya”tanya via
“Aku tidak mungkin pergi di saat kamu sedang tidak sehat” ujaar gira khawatir
“Gir aku baik baik saja, pergi lah lagi pula sudah 2 hari kamu tidak berjumpa dengan doctor henzi bukan” jelas via
“Lalu bagaimana dengan mu”tanya gira
“Aku akan istirahat di sini lagi pula aku baik baik saja, pergi lah”
“Benarkah, haruskah aku pergi”
“Eum pergi lah, lagi pula aku sudah bisa jalan sendiri” ucap via bercanda
“Baik lah aku pergi sebentar ya, kamu mau aku suruh temanin sama doctor vino” ucap gira bercanda karna vino memang menyukai via
“Tidak aku ingin sendiri”
“Baik lah aku pergi” ucap gira
Setelah gira selesai berganti baju kini gira mengambil sarapan paginya dan berpamitan pada via
“Aku pergi ”
“Eum hati hati gir”
Kini gira pergi dari perumahan via dan melaju cepat ke arah rumah sakit, sesampai di rumah sakit gira langsung masuk ke ruangan doctor henzi dengan cara bersembunyi untuk membuat suprise .....
Sesampai di ruangan gira langsung bersembunyi di kamar mandi
Niat ingin memberi kejutan pada henzi namun gira lah yang mendapatkan kejutan dari henzi
henzi masuk ke ruangannya kini gira siap siap keluar namun mendengar henzi berteriak pada seseorang yang masuk sekalian dengan henzi membuat gira mengundurkan diri untuk keluar dari kamar mandi...
“Kenapa kamu disini, bukannya kita sudah menghabiskan waktu seminggu di paris” ujar henzi pada seseorang
“tapi aku merindukan mu sayang” ucap seseorang dengan nada yang lembut
(sayang siapa wanita itu) batin gira di dalam kamar mandi yang jelas mendengar percakapan kedua orang tersebut
“bukannya kita sudah menghabiskan waktu berdua di paris, kamu kan tau aku disini sedang berkejar ” jelas henzi
“kenapa kamu marah jika aku disini, apa kamu ingin berduaan dengan wanita itu, wanita yang bodoh yang kamu nikahin cuma untuk membuat nenek percaya bahwa kita sudah benar benar putus”
“tidak bukan karna itu aku hanya tidak ingin kamu ke rumah sakit mari kita jumpa di rumah, lagi pula gira tidak pulang malam ini sayang percaya lah pada ku”ucap henzi lembut bahkan sangat lembut
mendengar pembicaraan itu membuat gira terluka tidak namun sangat terluka terlebih lagi, semua ini adalah ke bohongan
__ADS_1