
Pop..pop..
Gira tersenyum saat mendengar suara mobil yang memasuki gerbang rumah mereka, pertanda suaminya sudah pulang
“Baby” panggil henzi yang melihat istrinya menyambut kepulanganya dengan tangan yang melayang ke udara menyambut suaminya dengan pelukan hangat
“Lelahku hilang seketika baby” ujar henzi lirih saat memeluk erat istrinya
Gira memeluk henzi erat, memberikan seluruh tenaganya untuk henzi…
“Mari makan gira sudah siapkan makan malam untuk hubby”
“Baik lah tapi berikan….” Ujar henzi menunjukkan tanganya ke arah pipinya
Gira yang paham ke mana arah keinginan henzipun hanya bisa tersenyum..
“Cepat baby” rengek henzi membuat tawa di bibir gira melebar
“Baiklah baiklah”
Gira menjinjit kakinya dan mendekatkan wajahnya ke pipi henzi dan cup… satu kecupan mendarat di pipi kanan henzi membuat henzi tersenyum lebar dan langsung memeluk istrinya
“Terima kasih baby” ujar henzi yang menarik pinggah gira mendekat ke arahnya
Gira hanya tersenyum
“Mana isabell” tanya henzi yang sudah berjalan masuk ke ruangan keluarga
“Isabell sedang bersama mama”
Henzi menghentikan langkahnya dan tersenyum pada arah gira, gira yang tau atri dari senyuman henzi langsung menggelengkan kepalanya…
“Enggak hubby”
“Kenapa enggak”
“Hubby harus menahannya, gira masih dalam masa pemulihan” ujar gira cepat
Henzi tertawa lepas mendengar jawaban dari istri kecilnya
“Kenapa hubby tertawa”
“Kamu terlalu banyak berfikir my wife” ujar henzi masuk ke kamar dan menarik gira ikut bersamanya
“Mari makan setelah itu kita akan jalan jalan” ujar henzi kembali menarik tangan istrinya
“Terima kasih hubby”
“Hubby yang harus berterima kasih pada mu, terima kasih sayang kamu sudah mau berada di samping hubby, menghabisakan waktu di sisi pria yang tua seperti hubby” ujar henzi mencium tangan gira
“Hubby”
“Hubby tau kamu pasti akan bilang jika hubby tidak tua, apapun itu terima kasih sayang terima kasih sudah hadir di hidup hubby, sungguh hubby sangat beruntung kamu ada di hidup hubby”
“Terima kasih sudah menjadi suami yang hebat untuk gira”
“I love you Amelia agiralia ” ujar henzi tersenyum lebar
“Love you more Henzi defran”
🌿🌿🌿
“Kenapa kamu baru kabarin papa sekarang, sudah satu bulan lebih via koma dan kamu baru kabarin papa sekarang” tanya venus sedikit emosi pada putranya
“Maaf pa, aku khawatir jika penyakit papa akan kambuh jika mendengar kondisi via saat itu” ujar vino
Karna saat via sedang koma venus juga sedang sakit parah, tidak ingin membuat keluarganya khawatir vino mengurungkan niat untuk bercerita tentang adiknya sedang koma
“Bagaimana jika via tidak sadarkan diri lagi kamu juga tidak akan menghubungi kami” tanya venus
“Pa itu tidak akan terjadi, aku bukan tidak ingin cerita tapi aku hanya butuh waktu, namun tanpa aku sadar waktu berjalan dengan cepat, saat itu keadaan papa juga sedang tidak baik, aku hanya khawatir jika keadaan papa aka memburuk jika mengetahui kondisi via saat itu” jelas vino
Venus terdiam begitupun dengan vino..
“Maaf pa”
“Sudahlah, lebih baik sekarang kita jengguk via dulu, mama sudah rindu ingin melihat keadaan via dan memeluk via” ujar mevva memegang tubuh venus
Benar ini semua salah vino, seharusnya dirinya memberikan kabar tentang via secepatnya, namun saat itu venus juga sedang sakit, vino tidak berniat membebankan fikiran papa dan mamanya, terlebih jika venus dan mevva mengetahui keadaan via dirinya akan langsung terbang ke belanda, dan itu akan membuat kesehatan venus drop kembali
Venus langsung berjalan keluar dari bandara dan di ikuti oleh mevva, mevva menepuk putranya
“Sekarang bagaiman keadaan via” tanya venus saat mereka di mobil
“Sudah membaik pa, doctor yang bertanggung jawab untuk operasi via tadi pagi ngabarin vino jika via sudah di pidahkan ke ruangan nginapnya ” ujar vino
“Vino minta maaf pa tidak bisa menjaga via dengan baik, ini semua salah vino” ujar vino lirih, venus hanya menatap putranya sekilas
“Kami tau kemu pasti sudah melakukan terbaik untuk adik mu tapi kita tidak bisa mendebak takdir, yang penting sekarang via sudah sadar, kita bisa melihatnya bukan?” tanya mevva
“Sudah ma, kemarin keadaan via masih lemas jadi Stefan menyuruh kami semua untuk tidak menganggu istirahat via, dan sekarang keadaan via lebih membaik.... Via juga sudah di pindahkan ke ruangan inap” jelas vino yang melirik mevva sekilas lalu focus pada menyetir
__ADS_1
“Baguslah”
Sesampai dirumah sakit vino. Venus dan mevva berpapasan dengan gira yang juga baru sampai untuk menjenguk keadaan via, dan membawakan sarapan untuk via
Gira terdiam saat melihat venus, begitupun dangan venus, dirinya kembali bertemu dengan gira setelah beberapa belas tahun tidak bertemu
“Morning om, tan” sapa henzi membuat gira tersadar
“Morning om” sapa gira lirih
“Akhirnya kita jumpa kembali, kamu apa kabar gira” ujar venus
“Baik om, om sendiri apa kabar”
“Good”
“Baiklah mari kita pergi sama sama menyenguk via” ujar vino memecahkan ke canggunhan di antara mereka
“Ayo kita jenguk via baby” ujar henzi di telinga via
“Eum”ujar gira menyusun venus mevva dan juga vino
Semuanya masuk ke dalam rumah sakit menuju ke ruangan via….
“Kenapa kakak nangis” tanya via yang melihat berend menangis sambil memcium tangan gira berulang kali
“Maaf” ucap berend tanpa berani menatap wajah via
“Ini bukan salah kakak kenapa minta maaf, via berterima kasih kakak udah jaga via selama via koma, doctor stefan cerita kalau kakak bahkan tidak pulang untuk menjaga via, terima kasih”
Berend bangun mencium dahi via…
“Mari kita menikah, kamu akan ikut kemana kakak pergi” ujar berend menatap lekat wajah via
Via terkejut mendengar ucap berend, bagaimana bisa berend mengajak via menikah dalam keadaan seperti ini
“Kakak jangan bercanda”
“Kakak serius mari kita menikah, kamu akan ikut kemana pun kakak pergi, kakak tidak ingin hal ini terjadi lagi, kamu sudah buat kakak takut setengah mati sayang, kakak tidak ingin hal seperti ini terjadi lagi” ujar berend lagi
“Kakak jika sudah takdirnya bahkan jika kakak di samping viapun mungkin via juga akan terluka”
“Tapi setidaknya kakak tidak terlalu merasa bersalah sayang”
“Kak kita tidak tau apa yang terjadi kedepan, apapun yang terjadi pada via, semuanya belum tentu salah kakak, dan via tidak ingin menjadi beban untuk kakak” ujar via
“Via kamu adalah wanita yang kakak cintai, tidak ada sedikitpun di pikiran kakak jika kamu beban kakak, justru karna kakak mencintai kamu kakak ingin kamu tetap di sisi kakak, mari kita menikah sayang”
“Apa ini kak berend sangat tidak romantic, ajak menikah di rumah sakit” ujar gira
Berend tersenyum kaku melihat gira namun tidak dengan via, via terkejut melihat papa dan mamanya
“Pa, ma” panggil via lirih
“Bagaimana kabar kamu sayang” tanya mevva memeluk via
“Sudah membaik ma”
“Mama sangat khawatir, saat mendengar kabar kamu di rumah sakit, yang sempat koma”
“Via sudah baik baik saja jadi mama tidak perlu khawatir”
“Ada yang sakit” tanya mevva memeriksa anggota tubuh putrinya
“Tidak ma”
“Kamu terlihat sangat kurus”
“Ma, via baik baik saja”
“Bagaimana kamu bisa bilang kamu baik baik saja setelah kamu tidur di ranjang rumah sakit selama satu bulan lebih” ujar venus
Via yang melihat papanya di langsung melayangkan kedua tanganya, menunggu pelukan hangat dari papanya
Venus mendekat ke arah putrinya dan memeluk via erat
“I miss you pa”
“Miss you sayang, papa benar benar khawatir saat papa tau kamu di rawat di rumah sakit”
“Pa, via sudah baik baik saja justru sekarang via sudah 100% sembuh karna ada papa disisi via”jelas via membuat venus tersenyum
“Jangan marah sama kak vino, justru jika kak vino memberitahukan papa dan mama saat via koma mungkin keaadaan papa semakin memburuk”
“Kamu terus saja membela kakak mu”
“Papa tenang saja kakak vino sudah menjaga via dengan baik, sangat baik pa, tidak hanya kak vino semua orang di sini sudah menjaga via dengan sangat baik pa”
“Tapi tetap saja sayang, kamu putri papa satu satunya mana mungkin papa tidak khawatir jika kamu sedang koma, dengan kejadian yang terjadi pada kamu” ujar venus memeluk hangat putrinya
Melihat itu membuat gira sedih dan juga senang, sedih karna dirinya tidak pernah marasakan kasih sayang yang tulus dari seorang ayah, bahkan gira tidak tau hangatnya pelukan seorang ayah, dan karna papanya sahabat yang di cintainya harus merasakan sakit, namun gira tetap senang jika via bisa beruntung memiliki kasih sayang dari papa yang hebat seperti venus…
__ADS_1
“Pap gira juga anak papa bukan, gira juga sahabat aku, gira juga menjadi peran ibu untuk aku, dan tante nessa juga sudah menjadikan aku putrinya, kasih sayang yang di berikan untukku tidak ada bedan dengan kasih sayang yang di berikan pada gira” ujar via melihat via
“Papa juga menyayangi gira sayang, papa juga menganggap gira sebagai putri papa, tapi apa gira mau dan memaafkan papa karna gara gara ke lalaian papa istri papa merebut papa gira dari mamamnya” tanya venus melihat gira yang tidak jauh darinya berdiri
“Om gira sudah melupakan semua kenangan itu, ini semua bukan salah om sama via, jika benar papa menyayangin gira papa akan ada bersama gira meskipun mama dan papa sudah cerai, tapi memang papa tidak menyayangi gira” ujar gira lirih menatap venus
“Kamu sudah memaafkan om gira” tanya venus menatap gira tulus sangat tulus
“Sudah om jauh sebelum gira bertemu dengan om” ujar gira dengan lirih dan mata yang sudah berkaca kaca
“Kamu mau menjadi putri om gira, mungkin om tidak bisa menjadi papa yang terbaik untuk kamu, tapi om akan berusaha menjadi papa yang baik untuk kedua putri papa” tanya venus yang matanya juga sudah berkaca kaca
“Mau om” ujar gira dengan air mata yang sudah tumpah sempurna di kedua pipinya
“Kemarilah putriku” ujar venus melayangkan tanganya ke udara
Gira melihat via sekilas melihat via yang tersenyum gira langsung berjalan ke arah venus menghamburkan tubuhnya kedalam pelukan venus
Semua yang melihat venus dan gira berpelukan, mereka semuanya menangis terharu termasuk dengan mevva, wanita bule itu juga sangat bahagia saat melihat suaminya memeluk gira, karna selama ini suaminya selalu merasa bersalah pada gira dan juga mamanya gira
Gira menangis di dalam pelukan venus, merasakan pelukan hangat dari orang lain selain suaminya, hangat, pelukan yang tulus dan juga bisikan yang lirih
“Terima kasih sudah mau menjadi putri papa” ujar venus lembut pada gira
Gira tidak bisa menahan air matanya, sebutan yang tidak pernah di dapatkan dari papa kandungannya sendiri, sebutan “putriku” adalah sebutan yang ingin gira dengan dari papanya namun sayang itu semua tidak pernah di rasakan oleh gira…
“Papa via jugan ingin di peluk” ujar via yang melihat kedunya dengan tersenyum
Mendengar itu venus melepas pelukanya kedunya bersamaan melihat wajah via, dan tersenyum lebar, gira menghapus air mata yang ada di pipinya
“Kamu juga ingin di peluk” tanya venus tertawa lepas
“Eum, via juga ingin di peluk papa dan juga gira” ujar via manja tersenyum pada gira
Mendengar itu semua orang tersenyum dengan apa yang di katakan oleh via
“Kemari papa akan memeluk kedua putri papa” ujar venus memeluk via dan juga gira
Gira dan via tersenyum lebar saat mendapatkan pelukan dari venus….
“Terima kasih gira sudah menjaga via, dan kalian juga harus saling menjaga satu sama lain, papa ingin kedua putri papa bahagia selalu tidak ada yang boleh terluka, karna kalian berdua sangat berharga untuk papa, dan gira juga sama berharganya untuk papa” ujar venus lembut menatap via dan juga gira
“Dan gira, gira bisa jumpai papa kapan pun gira butuh papa, papa akan sangat berterima kasih jika gira menganggap papa, papa gira” ujar venus menepuk kedua tangan gira
“Iya om”
“kenapa masih om” tanya venus lembut
“Iya pa” ujar gira kaku
Gira memeluk via…
“Terima kasih vi”
“Aku yang harus terima kasih, kamu sudah memaafkan papa, dan kamu juga udah jagain aku selama ini, thanks gir”
Setelah mereka berpelukan kini tatapan venus mulai menakutkan saat melihat berend, henzi yang ada di dekat berend juga merasakan hawa yang dingin dari tatapan venus pada mereka….
“Pap vino izin ada pasien yang harus vino operasi sekarang” ujar vino meminta izin pada papanya saat melihat tatapan menakutkan yang ada di mata venus
“Baiklah”
“Aku permisi ya mam”
“Iya sayang nanti kalau sudah selesai kamu langsung kemari ya”
“Baik ma” ujar vino mencium dahi mamanya
“Kakak pergi ya” pamit vino pada via dan juga mencium dahi via
“Kakak bohong kan tentang operasi pasien” bisik via
“Kakak tidak ingin terlibat dalam masalah ini, biar saja berend tanggu jawab sendiri” ujar vino tersenyum
“Aku keluar dulu” pamit vino menepuk pundak berend
“Kak”
“Kamu harus tanggu jawab, sudah mengajak putrinya menikah, hati hati dia pria yang garang” ujar vino tersenyum lebar membuat berend kesulitan menelan ludahnya
Vino pun keluar…
“Saya juga permisi om”
“Kamu mau kemana” tanya venus pada henzi
“Saya…”
“Kamu mau bilang ada pasien juga” tanya venus tegas
“Tidak om”
__ADS_1
Melihat itu mevva, via dan gira tersenyum lebar, mevva mengenggap erat kedua tangan via dan juga gira sambil tersenyum….