
🌿🌿🌿
Ponsel henzi berbunyi mengejutkan kedua insan yang sedang terlelap dalam mimpi indahnya, henzi bangun dan mengambil ponselnya yang berbunyi namun tidak dengan gira, gira masih betah dengan tidurnya terlebih lagi posisinya yang masih di dalam pelukan suaminya, gira dengan nyamanya memeluk suaminya dan menenggelamkan wajah nya di dada suaminya sambil menghirup harum mint yang di pakai oleh suaminya
“Ada apa” Tanya henzi pada seseorang
sambil tangan kiri henzi yang di jadikan bantal oleh gira semalam namun masih saja bentah mengelus elus punggung gira agar gira nyaman
“Direktur ingin berjumpa dengan mu”
“Penting” Tanya henzi pada vino sambil mencium dahi gira yang masih terlelap dalam mimpinya
“Aku tidak tau, dia hanya menanyakan mu pada ku”jelas vino
“Aku sedang libur, siang ini aku masuk”
“Baik lah, aku tidak akan mengganggu mu” ujar vino sedikit tertekan
“Bagus, itu yang aku ingin kan, aku tutup” ucap henzi sambil mematikan panggilannya dan melihat jam sudah menunjukan pukul 08:22
Henzi melihat panggil yang tak terjawab semalam benar dugaan henzi agnes lah yang menelponya tidak peduli itu henzi akhirnya melanjutkan tidurnya, henzi menyentuh wajah gira yang sedang tertidur tepat di dadanya
Tiba tiba suara ponsel mengejutkan henzi yang hendak mencium gira
(Siapa lagi yang menelpon) ucap henzi di dalam hatinya
Henzi mengambil ponselnya namun kali ini bukan ponsel henzi yang berbunyi tapi ponsel gira lah yang berbunyi doctor henzi yang melihat nama yang tertera di ponselnya gira henzi tersenyum “Doctor cantik❤” lalu henzi menyentuh
“Gira” panggil henzi sambil mengelus gelus wajah cantik gira
Tidak menjawab, gira malah memeluk henzi lebih dalam membuat henzi terseyum melihat tingkah gira yang lucu, jujur saja siapa yang akan bangun dari mimpinya jika wajah nya di elus elus dengan manja dan lembut
“Agiralia” panggil henzi lagi pada gira, tidak ada jawaban dari gira hanya ada gerakan kecil dari gira
“Euungh” jawab gira sambil memeluk pinggang henzi lalu mencium dada henzi yang lebar itu
“Doctor cantik menelpon mu” ujar henzi pada gira sambil mencium dahi gira
“Katakan padanya nanti siang aku antarkan padanya sambil ke rumah sakit”
“Tidak masalah, bagaimana jika dia tau kita sudak menikah, akan gawat jadinya nanti” ucap henzi khawatir mengingat apa yang dikatan oleh henzi kemarin sore
“Doctor seperti tante tante yang kebanyakan nonton drama korea, lagi pula via sudah tau jika kita sudah menikah, apa yang doctor khawatir kan” oceh gira masih betah dengan tidurnya
“apa kamu bilang” Tanya henzi
“Doc jawab lah jika ponsel itu mati sebelum doctor menjawabnya bisa bisa gira di marahi abis abisan oleh via saat jumpa nanti” ujar gira sambil menunjukan ponsel yang di pengang oleh henzi saat ini
tidak membantah perkataan istrinya henzi hanya diam dan melakukan apa yang di perintah oleh giar
“Hallo” ucap henzi pada seseorang yang ada di ponsel gira
“Kenapa kamu lama sekali menjawab telpon ku” Tanya via
__ADS_1
“Gira sedang tidur, lalu gira berpesan bahwa dia akan membawa nya saat nanti siang ke rumah sakit”
“Lalu siapa ini” Tanya via pada henzi
“Aku doctor henzi” jawab henzi
(Bisa bisanya dia tidak kenal pada suami sahabatnya) batin henzi
“Maaf doc, maaf aku tidak tau” ucap via merasa bersalah pada doctor henzi
“Tidak masalah, ada yang ingin kamu sampaikan pada gira???” Tanya henzi
“Tidak”
“Kalau begitu aku tutup” ujar henzi
“Baik doc”
Setelah henzi menutup panggilan telponnya henzi meletakkan ponselnya gira di atas meja lalu dengan cepat henzi membalikkan tubuhnya hingga kini wajah henzi sangat dekat dengan wajah gira
“Kamu bilang aku apa tadi heum” Tanya henzi sambil mengelus pipi gira yang masih tertidur di dalam pelukan henzi
Agiralia adalah wanita yang pemberani namun di balik sifatnya yang berani akan semua hal gira memiliki sifat yang penakut yaitu takut untuk tidur sendiri, trauma yang dirasakan oleh gira saat kecil membuat gira takut sampai sekarang bahkan sampai saat ini gira tidak bisa tidur seorang diri, sebab itu gira selalu tidur dengan via
Namun jika gira harus siff malam hari di rumah sakit gira selalu berjalan jalan bahkan sampai gira harus duduk di cantin sambil menonton drama
Karna jika gira tidur mimpi atau halusinasi gira bisa melayang dan mimpi gira akan sangat mengerikan karna itu gira memilih untuk menghindar itu semua
Henzi tersenyum melihat sisi manis istrinya jujur saja membuat henzi bahagia atas apa yang sudah di lakukan oleh gira saat ini
Henzi kembali teridur memeluk gira, sambil mencium dahi nya gira lalu pipinya gira dan kini henzi memejamkan matanya
🌿🌿🌿
Di lain waktu dan tempat yang berbeda terlihat ramai insan yang berlalu lalang dengan arah yang berlawanan, doctor vino yang sedang memeriksa pasien yang kemaren di operasi oleh dirinya dan kini setelah melakukan pemeriksaan pada pasien vino keluar dari ruangan tersebut
“Doctor sudah mendengar berita hari ini” Tanya salah satu doctor coast
“Tentang apa” Tanya henzi penasaran
“Kami dengar hari ini putra direktur rumah sakit akan bekerja disini sebagai doctor bedah torakoplastik” jelas salah satu doctor coast
“Waw kalian dengar dari mana berita ini”
“Berita sudah tersebar doc”
“ Benarkah” ujar vino sambil membuka ponsel dan melihat berita hari ini
“Bagaimana kabar doctor gira, pasti doctor gira sangat bahagia mendengar berita ini”
(aku penasaran bagaimana reaksi henzi mengetahui ini) batin vino
“Aku tidak salah melihat ini” Tanya henzi pada salah doctor coast yang ada di situ
__ADS_1
“Iya doc ini benar, aku dengar itu sebabnya wakil direktur mencari doctor henzi”
“Pasien tersebut sepertinya keluarga doctor Stefan” sambung doctor coast
“Siapa nama nya” Tanya vino
“Doctro Stefan tevano”
“Aku pergi dulu” ucap vino sambil melihat berita di ponselnya
(Suami dan kekasih gira akan beradu kemampuan di ruang operasi, aku jadi penasaran) batin vino sambil menaiki mobilnya
“Apa mereka sudah turun” Tanya nenek pada salah satu pelayan
“Belum”
“Baiklah siapkan makanan kesukaan henzi untuk makan siang” perintah nenek pada salah satu pelayan itu
“Baik”
Setelah sampai di tujuanya vino langsung turun dan masuk kerumah besar dan mewah itu
“Siang nek apa kabar”
“Nenek baik baik saja, bagaimana dengan dirimu sendiri, kamu makan dengan teratur”
“Tentu saja, lihat lah aku sangat sehat, bagaiman dengan nenek apa nenek bahagia”tabya vino
“Nenek sangat bahagia melihat henzi bahagia”
(Semoga nenek tidak tau jika henzi menikahi gira untuk membuat nenek percaya hubungannya dengan agnes sudah putus) batin vino
“kamu ingin bertemu dengan henzi” ucapan nenek membuat vino sadar dari lamunannya
“Eum iya nek” ucap vino
“Jika kamu ingin bertemu panggil lah dia masih belum bangun”
“Benarkah nek, tumben tumbenan henzi telat bangun”
“Nenek juga terkejut mendegar henzi belum bangun jam segini, biasanya jam segini henzi sudah di rumah sakit bahkan kadang jarang pulang”
“Pasti karna gira” ucap vino nenek hanya tersenyum
“ gira anak yang baik”
(aku juga merasakannya, gira wanita yang sangat tulus, akan sangat sedih jika gira tau niat henzi di balik pernikah ini) batin vino
“ aku terkejut dengan perubahan henzi nek” ujar vino
“ semoga henzi bisa lebih bahagi dengan gira”
(tidak nek semoga gira tidak terluka dengan kebenaran yang ada) batin henzi
__ADS_1