My Little Wife (My Doctor)

My Little Wife (My Doctor)
Tidak Peduli


__ADS_3

Henzi keluar dari ruangannya dan mencari gira namun henzi tidak melihat keberadaan gira di departemant obgyn lalu henzi turun dan bertanya pada salah satu suster


“Apa kalian melihat gira”


“Tidak kami belum melihat doctor gira”


Kini henzi lari lagi mencari gira dan akhrinya henzi melihat salah satu doctor obgyn yang sedang berjalan ke arahnya


“Apa kalian melihat gira”tanta henzi lagi


“Doctor gira, tidak” ucap salah satu teman gira


“Doctor gira sedang dinner di café dengan kekasinya” ujar salah satu doctor obgyn tersebut


“Dinner, kekasih” ujar henzi sambil melihat jam tangannya


“Iya bersama doctor Stefan” ujar salah satu doctor obygn


“Dimana”


“Kami juga kurang tau doc, tapi kami dengar dari para suster doctor gira sedang dinner di bawah bersama kekasihnya”


“Baik lah terima kasih” ucap henzi sambil berlarian ke arah lift


“Ada apa dengan doctor henzi” ucap meraka


“Entah lah”


Henzi langsung pergi ke lantai 5 dimana gira dan stefan sedang makan malam di café tersebut tepatnya di pojok ruangan café tersebut


Melihat gira yang tersenyum lepas membuat hati henzi seolah tergores dengan pisau yang tajam, namun apa boleh buat kata kata yang keluar dari mulut henzi untuk gira jelas lebih sakit dari apa yang di lihat saat ini, henzi berdiri di depan lift yang berhadapan dengan café tersebut hanya terhalang dengan kaca yang menutupi café tersebut


(Apa jika aku tidak berkata demikian mungkin kah aku yang duduk di tempat Stefan saat ini , melihat gira tersenyum pada ku bukan pada dia, namun apa boleh buat aku sudah terlanjur membuat gira terluka dengan kata kata ku tadi, entah aku harus sedih atau bahagia melihat gira menjauh dari ku saat ini) batin henzi


Lalu dengan cepat henzi mundur dan memasuki lift kembali setelah makan malam gira dan Stefan keruangannya masing masing memeriksa pasien dan juga istirahat, namun sayang nya gira tidak bisa tidur sendirinya akhirnya gira memilih untuk menonton drama korea


🌿🌿🌿


Pagi hari gira keluar dari ruangan rawat jaga dan turun untuk breakfast namun siapa sangka gira jumpa dengan Stefan di lift saat ingin turun ke café


“Morning” sapa Stefan


“Morning” jawab gira


“Kamu ingin kemana” Tanya Stefan


“Breakfast, kamu???” tanya gira balik pada stefan


“Breakfast juga”


“Klau begitu mari kita breakfast bersama” ucap gira saat lift sudah berhenti dan kini gira dan Stefan berjalan ke arah cafe


“Kamu sendiri” Tanya Stefan


“Eum aku siff malam sendiri, ada sih Cuma mereka saat ini sedang makan dengan kekasihnya”


“Waw kamu”


“Aku, masih menunggu” jawab gira sambil memasukkan tanganya ke dalam saku jas nya


“Siapa” Tanya Stefan penasaran


“Sese___” ucapan gira terhentikan saat gira tiba tiba melihat seseorang yang sudah membuat hati gira hancur


Doctor henzi dan doctor vino yang ada di depan gira, di persimpangan lorong ke arah café


(laki laki ini yang membuat aku sesakit ini) batin gira


(Kenapa gira selalu bersama doctor ini, apa tidak ada doctor lain di rumah sakit ini selain dia) batin henzi saat melihat gira sedang bersama stefan


“Hay gira” sapa doctor vino dengan sebutan gira yang terasa sangat akrab di teliga doctor Stefan


(ada apa ini apa mereka dekat) batin stefan

__ADS_1


“Hai doc” balas gira sambil tersenyum namun tidak sekali pun gira melihat henzi yang ada di depan nya


“Kalian ingin kemana” Tanya vino


“Kami akan breakfast” jawab doctor Stefan


“Oh sama dong kami juga ingin breakfast, bukan begitu doctor henzi”


“Iya, kami akan breakfast” ucap henzi sambil melihat gira namun gira tidak meliriknya sedikit pun


(ada apa dengan mereka, apa mereka


bertengkar) batin vino


“Bagaimana jika kita gabung saja, doctor Stefan tidak keberatan kan” ucap vino sambil melihat henzi dan juga gira


“Tidak masalah doc” ucap Stefan sambil melihat gira yang hanya diam


“Maaf doc” ucap gira cepat “tapi kami akan makan berdua saja, mari kita breakfast bersama lain kali” ucap gira membuat tiga laki laki itu menoleh dan betapa terkejutnya mereka dengan penolakan gira


“Kami permisi doc, mari Stefan” ujar gira sambil menarik tangan Stefan pergi menjauh dari henzi dan vini


“Waw mereka terlihat seperti sepasang kekasih” ucap vino sambil melihat giira yang sudah jauh dari pandangannya


Henzi hanya diam melihat apa yang barusaja terjadi gira menolak breakfast dengannya lebih memilih Stefan


(Apa gira benar benar menjauh dari ku) batin henzi


“Kalian bertengkar”


“Tidak”


“Sepertinya iya” ucap vino sambil melihat henzi “Mari kita juga harus breakfast” sambung vino sambil menepuk pundak henzi


Saat sampai di cafe Vino makan sarapan sambil melihat henzi yang dari tadi tidak lepas memandang gira yang duduk di dekat jendela café rumah sakit dengan stefan


“Kamu tidak makan” Tanya vino yang melihat henzi hanya melihat gira


Seketika semua minuman yang ada di mulut vino ke luar semua


“Eehhkk, apa kamu bilang, kamu sudah gila” tanya vino


“Eum aku sudah gila”


“Kenapa kamu bisa bicara seperti itu pada gira”


“Agnes menelpon ku, kamu tau bukan agnes sedang berjuang untuk hubungan kami, dan kamu juga tau aku sangat nyaman pada gira, aku tidak ingin membuat gira terluka karna aku nantinya akan memilih agnes”


“Tapi kamu sudah membuat gira terluka dengan perkataan kamu”


“Aku sadar itu, sebab itu aku ingin minta maaf” ucap henzi


“Kapan” Tanya vino


“Entah aku belum tau”


“Aku sudah ingatkan kamu” tegas vino


“Iya aku tau” ujar henzi


Setelah breakfast gira langsung menuju rauangan nya untuk mengambil tas dan segera pulang tiba tiba ponsel gira bergetar tanda pesan masuk dan gira pun langsung membukanya


**Kamu pulang lah ke rumah dan istirahat kamu pasti belum tidur dari semalam, kebetulan ada pelayan yang sedang membersihkan rumah**


`Kenapa dia harus peduli pada ku, aku hanya istri kontraknya, tidak aku tidak akan pulang kerumah kamu, aku akan pulang ke rumah ku` ujar gira lirih


Kini gira sudah di depan lobi namun tiba tiba ponsel gira berbunyi betapa terkejutnya gira melihat siapa yang menelponya


“Ada apa” Tanya gira tanpa basa basi


“Kamu punya waktu sebentar, keberangkatan mama jam 18:00 bisa kah kita berjumpa sekarang mama ingin mengahabiskan waktu dengan mu hari ini sebelum mama berangkat” jelas nessa


Tidak ada jawaban dari gira, gira terdiam cukup lama hingga suara nessa membuat gira terkejut dari lamunanya

__ADS_1


“Sayang kamu sibuk, jika kamu sedang


sibuk tidak masalah, kita menghabiskan waktu lain kali” ujar nessa lagi


“Aku harus pulang dan mandi, mari kita berjumpa 1 jam kedepan” jawab gira


“Baik lah” ujar nessa


Setelah menutup panggilan dari mamanya gira kini seseorang memegang tanganya dan menariknya ke tempat parkiran mobil yang ada di depan rumah sakit


“Ada apa ini doctor henzi” tanya gira saat dirinya di tarik oleh doctor henzi


“Kamu pulang dengan siapa”


“Kenapa doctor khawatir??” Tanya gira bahkan gira melihat henzi dengan mata yang penuh kebencihan


“Ini mobil aku bawah pulang, aku akan pulang bareng vino nanti sore”


“Tidak aku akan pulang dengan doctor Stefan” ujar gira, karna mengingat gira tidak membawa mobilnya akhirnya gira meminta tumpangan pada Stefan


“Aku bilang kamu harus pulang dengan mobil ku kenapa kamu keras kepala sekali, aku tidak ingin kamu pulang dengan taxsi” ujar henzi


“Kenapa doctor henzi peduli” Tanya gira sinis


“Aku tidak mau orang lain berbicara buruk tentang mu”jawab henzi alas, jujur henzi khawatir gira pulang dengan taxsi


“Kenapa doctor beranggapan begitu” Tanya gira


“Intinya aku ingin kamu pulang dengan mobil aku”tidak menjawab pertanya gira henzi malah memerintahkan gira


“Doctor sadar dengan posisi saat ini justur membuat mereka berfikir buruk tentang ku” ucap gira jika ada yang melihat mereka maka gira akan di pikir berselingkuh dengan henzi, karna status saat ini gira adalah kekasih stefan


“Aku tidak peduli itu, yang aku ingin saat ini kamu pulang dengan mobil ku, kamu harus mendengar perkataan ku karna aku adalah suami kamu” ucap henzi jujur saja henzi khawatir pada gira


“Tidak aku kan pulang dengan doctor Stefan” ucap gira


“Tidak boleh, kamu tidak boleh pulang dengan Stefan” ucap henzi kesal,


mendengar nama Stefan saja sudah membuat tekanan darah henzi naik apa lagi saat ini istrinya ingin pulang dengan Stefan, jelas henzi melarangnya


“Apa pedulinya doctor, lagi pula wajar saja jika aku pulang dengan doctor Stefan, semua orang tau aku kekasih doctor Stefan, justru jika orang lain lihat kita saat ini meraka akan menganggap aku selingkuh dengan doctor” jelas gira


“Selingkuh!!! kamu bilang aku selingkuhan kamu, aku ini suami kamu” ujar henzi kesal


“Waw” gira menepuk tangannya melihat itu henzi terdiam


“Apa doctor sadar apa yang doctor katakan barusan, apa doctor amnesia” Tanya gira sambil tersenyum lalu sekejap mata wajah gira kembali datar dengan mata yang menyimpan kemarahan


“Apa maksud kamu, apa yang salah dengan ucapanku” tanya henzi


“Doctor apa doctor sadar doctor tidak berhak masuk kedalam urusan pribadi ku, di sini, saat ini” ucap gira sambil menujukan telunjuknya kebawah di tempat gira berdiri


“Kita hanya terikat antara doctor magang dan doctor senior, doctor harus sadar, doctor itu Cuma suami kontrak aku, sama halnya aku juga istri kontrak doctor, aku tidak perlu mengingatkan itu buka, jangan ikut campur usrusan pribadi aku, kamu paham Doctor henzi defran” ucap gira sinis


Henzi terdiam dengan apa yang di keluarkan oleh gira, seolah di tusuk oleh pisau hati henzi sakit saat mendengar kata kata itu keluar dari mulut seseorang yang sudah membuat henzi nyaman


Phop..... suara klakson mobil Stefan membuat henzi dan gira sadar dari lamunannya


“Aku permisi doc” ucap gira


Henzi masih diam bahkan saat mobil Stefan hilang dari pandangannya


`Kenapa ini begitu sakit, apa sesakit ini yang di rasakan oleh gira saat aku mengucapkan kata kontrak itu`


Mobil Stefan melaju cepat meninggalkan rumah sakit tersebut


“Apa yang kalian bicarakan” Tanya Stefan saat mereka sudah meninggalkan rumah sakit


“Ah soal data pasien” ujar gira


“Apa kalian memiliki hubungan yang istimewah” Tanya Stefan pensaaran melihat henzi selalu menatap gira


“Ada” jawab gira datar

__ADS_1


__ADS_2