My Little Wife (My Doctor)

My Little Wife (My Doctor)
Suara Itu


__ADS_3

“Kak” teriak via saat melihat ponsel vino terus berdering namun tiak ada nama di layar ponsel itu sepertinya seseorang yang tidak di kenal oleh vino


“Iya ada apa vii” Tanya vino yang berada di dalam kamar mandi


“Ponsel kakak berbunyi” ucap via saat melihat ponsel itu selalu berbunyi membuat konsentrasinya belajar terganggu


“Siapa yang menelpon” Tanya vino sedikit berteriak


“Nomor tidak di kenal” ucap via cepat


“vii jika ada telpon tolong bantu kakak menjawabnya, mungkin pasien kakak” ujar vino berteriak


“iya” teriak via lalu via kembali belajar


ada pasien yang harus via tangani namun via tidak tau dari mana asal permasalahnya, kini via larut dalam lamunannya….


hingga bunyi ponsel vino membuatnya terkejut dari lamunannya via bangun dan mengambil ponsel vino, via melihat nomor yang sama yang menelpon vino dari tadi lalu via memutuskan untuk mengangkat panggilan itu..


``Hallo siapa ini??`` Tanya via lembut pada pemilik nomor itu…


Tidak ada jawaban dari pemilik panggilan itu, membuat via heran lalu via mengecek kembali apa panggilan tersebut masih tersambung…


``Hallo dengan siapa ini`` Tanya via lagi


``Vii`` panggil seseorang membuat via terdiam dan terkejut


``Siapa yang menelpon vii??`` Tanya vino saat vino keluar dari kamar mandi


Diam masih terdiam hingga akhirnya vino mengambil ponsel itu darinya


``Hallo siapa ini???`` tanya vino


``Hallo!!`` ucap vino lagi lalu melihat via sekilas yang sudah pergi darinya


``Hallo doctor vino`` ucap wanita itu lembut membuat vino terkejut


Suara yang di kenal oleh vino bahkan sangat di kenal....


``Gira`` panggil vino lirih melihat via yang sudah meninggalkan kamar vino


``Doc dimana via saat ini??`` itu lah yang di tanya oleh gira


``Tidak ada via di sini``


``Jangan berbohong doc, gira tau jika doctor sedang bersama via, gira kenal suara via`` Teriak gira di ujung kalimat


``Gir tenang lah`` ujar vino merasa bersalah ``Via bersama ku`` ujar vino lagi


``Dimana kalian sekarang`` tanya berend membuat vino terkejut mendengar suaranya


``Berend???`` panggil vino memastikan pendengarannya jika itu benar berend


``Iya ini aku kak, dimana kalian sekarang??`` tanya berend tanpa menjawab pertanyaan vino


``Bagaimana kamu bisa bersama gira??`` tanya vino lagi


``Aku tanya dimana kalian sekarang kak, Ceritanya panjang akan kuceritakan nanti`` ujar berend sedikit emosi dengan pertanyaan vino


``Polandia`` jawab vino datar


``Kami akan kesana`` ucap gira cepat membuat mata vino terbuka dengan sangat lebar


``Kalian akan kemari`` tanya vino meyakinkan ucapan gira


``Iya`` jawab berend cepat


`Gira dan berend bisa membuat vino mati dengan serangan jantung saat mendengar ucapan mereka..


``Doc`` panggil gira lagi


``Iya girr``


``Jangan beritahu doctor henzi jika gira bersama kak berend`` ujar gira memohon pada vino


``Baik lah``


``Dan tolong jangan beritahu via juga`` ucap gira lagi


``Tentang??`` tanya vino penasaran


``Kami akan ke sana``


``Kenapa???``


``Gira takut via akan menghindar dari gira`` ucap gira dengan nada yang sedih


``Iya, Kapan kalian akan kemari, lusa via ada penerbangan ke turkey`` titah vino membuat gira maupun berend terkejut


``Untuk apa??`` tanya berend cepat


``Aku juga tidak tau pasti, yang pasti via pergi bersama atasannya`` jelas vino gampang mengingat adiknya akan ke turkey

__ADS_1


``Kami akan kesana hari ini`` ucap berend cepat membuat gira maupun vino terkejut


``Hari ini???`` tanya vino lagi


``Iya hari ini`` ucap berend lalu dengan cepat berend mematikan ponselnya


“Ada apa dengan anak itu, lalu bagaimana gira bisa bersama berend??”tanya vino pada dirinya sendiri lalu melihat via yang sedang duduk di kuris balkon rumah mereka


“Apa yang sedang kamu pikirkan”


“Gira tau via disini”


“Sampai kapan kamu akan lari”


Via terdiam mendengar pertanyaan dari vino, jujur dirinya tidak tau sampai kapan dirinya akan lari begini...


“Jika kamu begini maka hidup kamu tidak akan tenang vii, kamu akan selalu di hantui rasa takut dan tidak percaya diri” ujar vino lagi


“Kak”panggil via lembut


“Hadapi vi, kakak akan selalu ada di samping kamu, apa pun keadaan kamu kakak selalu ada di samping kamu”


Via terdiam begitupun dengan vino, pelan pelan via hanya bisa merebahkan kepalanya di bahu vino, bersender untuk merasakan kenyamanan ...


“Vii”panggil vino lembut


“Iya kak”


“Kamu tau, kakak seperti melihat sisi baru dari kamu” titah vino dengan tangan kanan mengelus elus rambut lembut milik via


“Apanya”tanya via melihat sedikit wajah vino


“Via yang dulu sangat garang saat kakak mendekati kamu, tapi sekarang kamu seperti seekor anjing selalu manja” ujar vino tersenyum


“Oh jadi kakak tidak..”ucapan via terputus karna vino tidak akan tinggal diam mendengar ocehan princess kecilnya


“Bukan itu maksud kakak sayang, kakak hanya bahagia kamu terlahir sebagai adik kakak, dan kakak ingin sifat ini hanya ada pada kamu saat kamu bersama kakak, kakak tidak ingin laki laki lain merasakan ini semua”jelas vino membuat via tersenyum lebar


“Kakak benar benar egois”ucap via mencubit perut vino


“Auw sakit, Harus! kamu tidak tau bagaimana sulitnya kakak menemukan kamu”ucap vino mengacak acak rambut lurus milik via


“Benarkah”tanya via ingin mencubit vino namun tidak bisa karna vino menyadarinya


“Eum”ujar vino berlarian


“Sangat sulit kah”Tanya via lagi


“Eum”


“Bayar kakak”


“Seberapa banyak”


“Sangat banyak”


“Apanya yang banyak”Tanya mevva melihat putri dan putra sedang berlarian


“Mama, papa” teriak via lalu berlarian ke arah mama papanya


“Kapan kalian pulang, kenapa tidak berkabarkan via terlebih dahulu”ucap via dalam pelukan mevva


“Kejutan, kamu suka”ujar venus tersenyum


“Sangat suka” ucap via lalu memeluk papa dan mamanya, begitupun dengan vino


Kini keluarga venus sudah duduk bersama...


“Vii akan ke turkey dalam tiga hari ke depan pa”


“Untuk apa”



“Ada kasus yang harus via pecahkan kebetulan pasiennya keluarga Dr. pether”


“Kamu akan pergi berdua dengan dr pether”


“Iya papa”


“Berapa hari”


“1 Bulan pa”


“Papa keberatan vii”


“Kenapa???”


“Papa hanya tidak suka kamu pergi dengan pria lain, bagaimana jika kamu pargi di temankan oleh vino”


“Via tidak keberatan pa, hanya saja dr pether”

__ADS_1


“Kamu tidak akan pergi bukan, jika papa tidak mengizikan kamu”


“Tapi pa”


“Kamu percaya pada papa bukan”


“Eum via percaya ”


“Bagus lah


“Yasudah semuanya sudah beres mari kita masuk untuk makan siang mama sudah lapar”


“Mari ma via juga sangat lapar”


“vino kemari dulu papa ingin bicara dengan mu



“Ada apa pa”


“Kamu harus menemani via”


“Pasti pa”


“Jangan lepaskan via dengan pether, kamu tau bukan bagaimana pether”


“Aku sedang menyelidik tentang dr pether, hanya saja vino belum tau detail sifatnya”


Semuanya lengkap padanya, Dia pintar dalam segala hal termasuk memainkan wanita, dan jika dia tidak mendapatnya makan dia pastikan wanita itu akan hamil anaknya, kamu tau bukan bagaimana sifat via, dia akan sangat tegas pada pria, papa takut terjadi sesuatu pada via, dan di turkey via hanya akan bersama pether, papa khawatir sama via” jelas venus pada vino sambil berjalan lambat dari mevva dan juga via


“Papa tenang saja, aku akan menjaga via sebaik mungkin”


“Kamu harus menjaganya”


“Pasti pa”


“Papa percaya pada kamu vin”


“Pa kak cepat lah via sangat lapar” teriak via saat melihat papanya dan vino masih jauh di belakang mereka”


“Iya kami datang ujar venus lalu menyusul ratu dan princessnya”


Lihat lah jika soal makan mereka di depan ucap venus pada vino, mendengar itu vino hanya bisa tersenyum.....


🌿🌿🌿


“Vi” panggil vino dengan mengetuk pintu kamar via


“Iya ada apa kak???”jawab via sedikit berteriak


“Kakak ingin bicara”ujar vino cepat di luar kamar


“Langsung masuk saja”titah via membuat vino memberanikan diri untuk masuk ek dalam kamar via


“Ada apa??”tanya via menapat vino


“Mari keluar temankan kakak”ujar vino tersenyum


“Kemana??”tanya via cepat sambil membereskan pakaiannya yang akan di bawa


“Hanya ingin bertemu teman”ujar vino datar yabg sudah duduk di kasur milik via


“Teman??” tanya via lagi


“Iya teman satu universitas”


“Tapi via harus membereskan barang barang ini”ujar via sambil menunjukan barang barang yang ada di depannya dengan mengisyaratkan mata


“Mari kakak bantu tapi tolong bantu kakak sekarang”ujar vino sedikit memohon pada via


“Baik lah, tunggu di luar via harus ganti pakaian”ujar via bangun dari duduknya


“Tentu, jangan lama kakak tidak ingin menunggu”ujar vino tersenyum


“Eum baik lah cepat keluar”ucap via menyeret vino keluar dari kamarnya


Setelah selesai menggantikan pakaiannya kini via keluar dari kamarnya dan menyusul vino yang ada di bawah pasti sudah menunggunya....


“Mari”ujar via


“Kamu sangat cantik”ucap vino melihat via dari atas ke bawa


“Aku selalu cantik”ujar via sangat bangga


“Cepat lah jangan lama lama aku bisa telat”ucap vino menarik tangan via untuk masuk ke dalam mobilnya


Setalah sampai di sebuah restorant mewah via di kejutkan saat vino menggandeng tangan via dengan mesra betapa terkejutnya via melihat wanita cantik di depannya saat itu...


“Kak” panggil via saat melihat wanita cantik itu sudah duduk di depannya dan tersenyum manis


“Mari kamu harus ada di samping kak, tenang lah seperti biasanya” ucap vino sedikit berbisik pada via

__ADS_1


__ADS_2