
🌿🌿🌿
Mata hari masuk ke dalam kamarnya
Berend membuat seluruh karna yang bernuansa hitam itu kini menjadi terang karna sinar matahari yang masuk ke dalam kamar berend
Berend bangun lebih awal dari via, melihat via masih tertidur akhirnya berend mengurungkan niat nya untuk bangun dan menatap via
Entah apa yang ada pada diri via berend selalu nyama dengan via bahkan saat ini pun berend bisa melupakan sedikit ke sedihanya terhadap gira
Berend menatap wajah cantik via, berend menyentuh anak rambut yang menghalangi bulu mata via yang lebat, dan sedikit memberi sentuhan pada pipi via hingga tiba tiba ponsel via berbunyi membuat berend segera menutup matanya kembali
Bunyi ponsel via membangun kan via dari tidurnya namun tidak sedikit pun via membuka matanya via hanya meraba ponsel dia atas meja di dekat kasurnya
“Halo” ucap via setengah sadar
“Kamu ada di mana aku di depan rumah mu”tanya seseorang di balik ponsel via
“Aku di rumah, kenapa kamu mencari ku” tanya via sambil memeluk berend yang sedang tidur
(Waw ini guling nyaman sekali) batin via Lalu memasukkan wajahnya ke dada berend
“Jika kamu di rumah buka pintunya”ucap seseorangbisa di bilang perintah
“Siapa sih yang ganggu ganggu ini pasti si michel”ujar via kesal
“Aku doctor vino apa kamu tidak bisa membedakan suara ku”
“Doctor vino” ucap via lirih
“Cepat buka pintunya” ucap vino
“ah.... doctor vino kenapa doctor datang ke rumah ku” tanya via
(Vino apa jangan jangan vino itu adalah kak vino, lalu bagaimana bisa mereka bisa dekat sampai harus ke rumah??? Kenapa aku tidak suka via dekat dengan kak vino) Batin berend mendengar omongan via dan vino
“Tunggu aku akan bangun” ucap via lalu mematikan sambungan telponnya
Dan betapa terkejutnya via melihat siapa yang dirinya peluk
(Ah...... aku bisa gila kenapa aku bisa tidur di sini samalaman pula, ini benar benar gila, aku harus pergi sebelum kak berend bangun dan melihat ku di sini) batin via yang melihat dirinya saat ini ada dalam pelukan berend
(Aku benar benar gila!! bagimana bisa aku tidur dengan laki laki yang di cintai oleh sahabatku) batin via lalu dengan perlahan via turun dari kasurnya berend
Namun sayang semua yang di lakukan oleh via sia sia merasakan ada penggerekan kini berend dengan cepat membuka matanya dan benar dugaan berend via melarikan diri darinya saat via sudah berhasil meletakkan kakinya di lantai, berend bangun
Dengan cepat berend menarik tangan via hingga kini via ambruk kembali ke dalam pelukan berend dengan satu tangan berend menjadi bantal untuk via tidur dan tangan berend lainnya mengangkat kedua kaki via yang masih di lantai
“Aku tidak ingin di tinggal vi” ucap berend setelah mengangkat kaki via dan melihat wajah via dengan jarak yang sangat dekat
“Tolong temani aku hari ini saja ”ucap berend yang kini wajahnya sangat dekat dengan wajah via, dimana via tidur di atas tangan berend
“Lalu besok kak berend akan kemana”tanya via menundukkan wajahnya
“Aku akan pergi ke paris jangan melihat ke bawa aku tidak bisa melihat wajah mu” jawab berend pada via lalu mengangkat wajah via yang menunduk dengan tangan kirinya
“Kenapa paris” tanya via lagi kini via sudah berani menatap berend yang ada di depannya
“Aku tidak bisa menjalani hidup seperti ini kamu juga tau jika kak henzii ada kakak ku” jelas berend
Tidak ada jawaban dari via, via hanya membalikan tubuhnya hingga kini via membelaking berend dan berend juga memeluk pinggang via
tiba tiba ponsel via berbunyi lagi, melihat via tidak bergerak kini berend melihat siapa yang menelpon via apa itu vino yang ia kenal
setelah lama namun via tidak mengangkat ponselnya yang berdering dari tadi
lalu berend mengambil ponsel via dan benar dugaan berend jika yang menelpon via adalah kak vino yang di kenal oleh berend
lalu berend melihat via sedang menangis
“kenapa kamu menangis ”tanya berend
aku tidak menangis ucap via, lalu dengan cepat via merebut kembali ponselnya yang di pegang oleh berend
“kembalikan ponsel via” ucap via lalu menarik ponsel nya yang ada di tangan berend
“kenapa lama sekali”
“via sedang tidak ada di rumah doc”
“lalu kamu ada dimana” tanya vino
tidak ada jawaban dari via, kini via hanya melihat dengan tatap kesal pada berend
“aku ada di rumah teman” jawab via
berend tersenyum mendengar kata kata yang keluar dari mulut via, lalu berend mengacak acak rambut via
“pindah” ucap via kesal pada berend
“aku akan ke sana untuk jemput kamu” tutur vino membuat via terkejut
“tidak tidak jangan kemari, aku sedang di rumah teman, dan teman ku sangat garang dan sangat jahat percaya lah pada ku doctor vino jika doctor kemari doctor bisa babak belur” ucap via sedikit berbisik di akhir kalimat
berend melihat gira dengan tatapan kesal
“baik lah kabarin aku jika kamu sudah sampai di rumah” ucap vino
“baik lah doc, nanti via kabarin” jawab via lembut lalu menutup ponselnya kembali
__ADS_1
“kamu dekat dengan kak vino” tanya berend yang melihat via mematikan ponselnya
“bisa di bilang dekat” jawab via datar lalu bangun dari tidurnya
“kamu ingin kemana vi” tanya berend memegang tangan via
“via lapar ingin makan” jawab via lembut melihat berend dengan tatapan yang sulit di artikan
“mari aku masakan untuk adik ku” jawab berend menarik tangan via ke arah dapur
🌿🌿🌿
“Kenapa via tidak bisa di hubungi” ucap gira di dalam mobilnya
Setelah mencoba untuk menghubungi via beberapa kali namun gira tetap tidak bisa menghubungi via, lalu gira memutuskan untuk ke bendara sedirian
Sesampai di bandara via menunggu mamanya
“Hai mam” panggil gira yang melihat mamanya berjalan ke arah dirinya, dan gira pun mencium mamanya
“Hai sayang, kamu sendirian” tanya mamanya lalu memeluk gira dengan erat
“Gira rindu mama” ucap gira di balik pelukan mereka
“Mama juga sangat merindukan kamu sayang, kamu apa kabar” tanya nesaa melepaskan pelukannya
“Gira baik baik saja, mama bagimana kabarnya, disana tidak ada masalah bukan” tanya gira
“Tidak sayang lihat lah mama baik baik saja” ucap nessa menunjukan kondisinya pada putrinya
“Kamu sendirian, bagaimana dengan suamimu” tanya nessa
“Ah doctor henzi ada operasi hari ini via juga tidak bisa di hubungi padalah kami sudah berjanji mau jemput mama berdua, sebab itu gira jemput mama sendirian” jelas gira pada nessa
“Yasudah mari kita pulang” ajak nessa
“Mari mam ”
Setelah memasuki semua barang ke mobilnya gira kini mobil itu melaju meninggalkna bandara....
“Gir mama melihat henzi di paris 4 hari yang lalu” ucap nessa melihat gira yang sedang fokus menyetir
“Mama lihat doctor henzi paris??”
“Iya ”
“Dengan siapa??”tanya gira penasaran
“Dengan seorang wanita, mama fikir itu kamu, jadi mama mengikuti henzi hingga ke hotel” ucap nessa mengingat melihat henzi di hotel dengan seorang wanita
Gira terdiam
“Mungkin mama salah liat” ucap gira sedikit khawatir
“mama jelas melihatnya, apa henzi memiliki kekasih gir” tanya nessa “mama tidak ingin kamu terluka sayang, tanya pada henzi baik baik” (cukup mama saja yang terluka) batin nessa
“Tidak ma doctor henzi tidak memiliki kekasih itu yang gira tau” jawab gira
Setelah sampai di rumah neneknya gira langsung masuk ke dalam dan di susul oleh mamanya gira
“Kalian sudah sampai” ucap nenek gira
“Gira sangat merindukan nenek” ujar gira langsung lari ke pelukan neneknya
“Nenek juga merindukan cucu kesayang nenek” balas nenek gira
“Apa kabar ma” tanya nessa pada mamanya dan memeluk mamanya
“Baik, kamu apa kabar” tanya nenek gira pada nessa
“Aku juga baik baik saja ma”
“Kebetulan kalian sudah ada disini mari kita makan siang bersama” ajak nenek pada anaknya dan cucunya
“Mari nek gira sudah sangat lapar” ucap gira menarik tangan neneknya dan mamanya ke ruang makan
“Kenapa via tidak ikut dengan mu” tanya nenek pada gira yang sedang makan
“Via tidak bisa di hubungin nek padahal via janji akan menemani gira jemput mama di bandara hari ini”
“Mungkin via sibuk” ujar nessa
“Benar juga kata mama kamu mungkin via sibuk, lagi pula 2 hari yang lalu via ada singgah di sini” ucap nenek
“Tapi via tidak pernah pergi tanpa kabari gira nek, apa via dalam masalah” ucap gira panik
“Kamu jangan berfikir yang bukan bukan via pasti baik baik saja, cepat habiskan makananmu”
“Iya nek” ucap gira pasrah
🌿🌿🌿
Via duduk di meja makan melihat punggung lebar berend yang sedang memasak di untuk dirinya
Flashback on
“Huffff...... pedas pedas, kak pesan caramel macchiato satu” ucap via sambil kepedasan pada salah satu pelayan di situ
“Hufff.... Kenapa aku bisa di bodohi oleh mereka” ucap via
__ADS_1
Namun tiba tiba seorang laki laki datang dan menawarkan minumannya pada via
“Minum lah ini aku belum minum sama sekali” ucap pria tersebut
Via terdiam melihat pria tersebut, pria yang saat tampan dengan pakain musim panas di padukan dengan bleazer hitam selutut
“Minum lah, kamu pasti kepedasan ”
“Ah tidak masalah kak aku bisa menunggu pesanan ku”
“Kamu tau di tempat ini sangat lama pesana mu akan di buat karna tempat ini sangat terkenal maka minumlah ini” ucap pria itu dengan memberikan air pada via
“Terima kasih kak” ucap via mengambil air tersebut dan pergi meninggalkan via
Via berusaha untuk mengejar namun pria itu sudah pergi dari pandangannya
Sejak saat itu pria itu sudah membuat via jatuh cinta pada pandangan pertama pada pria asing yang di jumpai di restorant tersebut
Flashback off
“Via” panggil berend melihat via yang sedang melamun
“Via” panggil berend lagi
“Ah iya kak ada apa” jawab via cepat melihat berend kini sudah ada di depannya
“Apa yang kamu lamunkan”
“Hah... ah hanya seseorang” jawab via tersenyum
“Siapa” tanya berend yang sudah duduk di depan via
“My First love” ucap via
“Siapa laki laki yang beruntung itu” tanya berend lalu meminum jus nya
“Seseorang yang tidak bisa via gapai” jawab via lirih
“Kenapa” tanya berend penasaran
“Tidak ada alasan yang pasti hanya one sided love” jawab via memakan makanannya
(Karna laki laki itu mencintai sahabat via kak dan via sudah berusaha melupakannya kak tapi via tidak bisa ) batin via melihat berend yang sedang memakan makananya
“One sided love” ucap berend memastika
“Eum siapa laki laki yang sudah membuat via ku jatuh cinta sedalam itu”tanya berend
“Kamu sedih” tanya berend lagi melihat via yang kelihatan sedih “Kamu mau aku membunuhnya” sambung berend
“Jika aku bisa aku sudah membunuhnya” ucap via
(Dan aku tidak sanggup membunuh laki laki yang ada di depan ku saat ini, laki laki yang membuat ku terluka dan bahagia dalam waktu sekaligus) batin via melihat berend
setelah menghabiskan waktu bersama kini via mengantar berend ke bandara internasional schiphol
“kak” panggil via saat mereka sudah di dalam mobil
“iya vi”jawab berend tanpa melihat via
“apa gira alasan kak berend pergi ke paris”
tanya via sedikit takut
berend terdiam mendengar ucapan via, namun tak bisa di bohongi jika berend pergi memang karna gira, gira adalah alasan berend memutuskan pergi ke paris bukan hanya pergi namun berend juga ingin menenangkan pikiran dan hatinya di paris
“iya vi, kakak belum bisa menerima kenyataan itu” jawab berend sedikit tersenyum pada via
“bagaimana jika ada wanita yang mengantikan posisi gira di hati kakak, apa kak berend akan membuka hati kakak untuk wanita itu” tanya via
“tidak vi, hati kakak hanya untuk gira dan sampai kapan pun itu gira tetap ada di hati kakak” ucap berend tegas pada keputusannya
via terdiam mendengar jawaban dari berend bahkan tidak sekali pun berend melihat via
(benar kak berend tidak akan melupakan gira, lagi pula gira juga masih ada kemungkinan kembali dengan kak berend, via ingat kamu tidak boleh egois, laki laki yang kamu cintai saat ini adalah laki laki yang mencintai sahabat mu, dan gira sangat mencintai kak berend, aku harus mundur tidak satu langkah, namun seribu langkah) batin via
tanpa via sadar tiba tiba air mata via sudah tumpah namun dengan cepat via menghapus air mata tersebut
sesampainya di bandara kini via harus benar benar melepaskan berend untuk selamanya
“kakak pergi, jaga kesehat via dan kakak titip gira” ucap berend sambil mengacak ngacak rambut via yang di herai
“kakak pamit”
“kak” panggil via
“iya” jawab berend menoleh ke belakang
“boleh via minta di peluk” tanya via menundukan kepalanya
berend tersenyum melihat via
“tentu saja kemari” berend langsung menarik tangan via hingga kini tubuh via ambruk ke dalam pelukan berend
berend memeluk via dengan erat sangat erat jujur berend juga ingin memeluk via sebelum dirinya pergi dan mungkin tak akan kembali
(ini yang terakhir kak, via akan melupakan kakak selamanya, mungkin awalnya via berfikir bahwa kakak bisa membalas cinta via saat gira sudah menikah dengan doctor henzi, ternyata apa yang via pikirkan semuannya salah kakak masih saja mencintai gira, bahkan sangat mencintainya bahkan kakak rela pergi hanya untuk buat gira bahagia, kini via juga harus melepaskan cinta via ) batin via lalu membalas pelukan erat dari berend
via memcium wangi harum farfum mint milik berend untuk ke terakhir kalinya
__ADS_1
“kakak pamit” ucap berend pergi meninggalkan via sendiri di bandara
air mata via tumpa tidak bisa di tahan begitu lah sakit saat kita melepaskan orang yang kita cintai